[X HEROTIC] SANG AKUPUNTUR KEMBALI

Disebuah jalan yang kota yang sepi seorang wanita berjalan cepat menembus dinginnya udara malam. Dari kejauhan terlihat seorang pria berpakaian putih dengan rambut hitam panjang yang juga berjalan mengikutinya. Seolah tahu bahwa dirinya diikuti Wanita itu segera berbelok kedalam sebuah gang yang gelap. Dari balik kegelapan wanita tersebut mengeluarkan beberapa benda berkilau dari balik jubahnya. Lalu disaat pria berbaju putih itu mengikutinya memasuki gang gelap tersebut dengan cepat wanita tersebut melempar benda berkilau tersebut kearah sang pria.

Wanita itu terkejut karena dia tidak mendengar benda yang dilemparnya mengenai pria tersebut. dan memang benar benda itu tidak mengenai pria tersebut tapi benda itu berhenti bergerak tepat dihadapan pria tersebut. Benda itu melayang seolah tidak ada gravitasi disekeliling pemuda tersebut.

“SIAPA KAU?!” teriak wanita tersebut.

“Tak perlu berteriak seperti itu, aku disini untuk membantumu nona Felicita,” ucap pria tersebut.

Wanita yang dipanggil Felicita itu cukup terkejut mendengar pria dihadapannya menyebut namanya.

“Siapa kau dan bagaimana kau tahu namaku?” tanya Felicita.

“Seseorang yang bernama Zein memberitahu namamu, dan sekarang dia sedang dalam kesulitan,” ucap pria tersebut.

“Zein? sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana?” gumam Felicita.

Felicita memutar keras otaknya mencoba mengingat-ingat namun nihil yang dia ingat hanya samar-samar saja seperti mimpi yang saat bangun terlupakan.

“Aku tak mengenal nama itu, dan sekali lagi aku tanya. Siapa kau?” ucap Felicita.

“Ah, Maaf. Namaku Yunus aku adalah teman dari Zein yang saat ini dia sedang berada di tempat yang jauh,” ucap pria tersebut.

“Yunus, baiklah siapa Zein ini dan apa hubungannya denganku?” tanya Felicita penuh penasaran.

“Bila kau ingin mengetahuinya izinkan aku menyentuh keningmu,” ucap Yunus.

Kemudian Yunus berjalan mendekati Felicita yang penuh waspada dan saat jaraknya sudah dekat Yunus segera menempelkan ibu jari tangan kanannya kekening Felicita. Mata pria itu langsung bercahaya terang begitu juga dengan mata milik Felicita yang juga bercahaya. Sebuah ingatan masuk saat dirinya mengikuti sebuah turnamen antar dimensi dan bertemu dengan banyak orang berkemampuan aneh. Selain itu dia juga ingat bangaiman dirinya mengikuti sebuah kubu bernama X Herotic yang ingin mengganggu jalannya pertandingan. Dan salah satu ingatan yang menyedihkan saat dirinya dikendalikan oleh seseorang yang bernama Blackz lalu mati ditangan seorang pemuda buta bernama Zein.

Felicita langsung jatuh tertunduk badannya menggigil seperti kedinginan dan dia mengingat semuanya. Ingatan yang selalu dianggapnya sebagai sebuah mimpi ternyata semua kejadian itu benar-benar terjadi. Felicita kembali berdiri dan kini kepalanya sudah mulai terasa ringan serta mampu mencerna semua ingatan-ingatan itu.

“Oh ya, aku ingin bertanya sesuatu padamu, dari mana kau mendapatkan ingatan ini?” tanya Felicita.

“Entahlah, aku mendapatkannya dari guruku dan dia memintaku untuk membawakannya padamu,” ucap Yunus.

“Gurumu? Siapa gurumu?,” tanya Felicita penasaran.

“Maaf untuk itu aku tidak dapat memberitahukannya kepadamu,” ucap Yunus.

Namun tiba-tiba sebuah dentuman kencang terdengar dari belakang Yunus sehingga percakapan mereka terhenti. Namun aneh tidak ada orang-orang yang keluar dari rumah atau apapun yang datang. Yunus segera menoleh kebelakang dan mendapati seseorang yang dikenalnya.

“Link,” ucap Yunus.

“Yunus,” balas orang tersebut.

“Kalian berdua saling mengenal?” tanya Felicita.

“Ya, dia salah satu peserta Battle of Realms ke-2,” ucap Yunus.

“Hah! Battle of Realms? Jadi kalian berdua adalah para peserta Battle of Realms terdahulu?” tanya Felicita semakin bingung dengan kedua pria dihadapannya.

“Ya kami berdua dahulu adalah peserta Battle of Realms, tapi saat ini aku tidak punya banyak waktu untuk menceritakannya kepadamu, aku kemari untuk mengambil kembali serpihan ingatan yang kau curi dari dimensi milik Tuan Blackz,” ucap Link sambil menunjuk Yunus.

“Mencuri? Aku tidak mencurinya, lagipula bukan aku yang mengambilnya,” ucap Yunus.

“Aku tidak peduli, siapapun yang memilikinya aku harus mengambilnya kembali,” kata Link dengan tegas.

“Sayang sekali, serpihan itu sudah kukembalikan padanya,” balas Yunus sambil menunjuk Felicita.

“Kalau begitu tidak ada cara lain, aku harus membunuhnya dan mengambil kembali serpihan memori itu,” ucap Link sambil bersiap menyerang.

“Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” ucap Yunus.

Link segera melesat dengan cepat kearah Yunus dan Felicita namun gerakannya segera terhenti saat Yunus mulai menggerakan tangannya.

“Kau, gunakan pengendalian darah,” ucap Link.

“Maaf aku terpakasa melakukannya,” balas Yunus sambil memutar pergelangan tangannya.

Seketika itu juga tubuh Link langsung berputar dan terpental jauh. Link segera mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya lalu melemparkanya kearah Yunus dan Felicita. Entah apa yang dileparkannya itu membuat ledakan dan asap berwarna hijau tua. Dengan cepat Yunus memutar tubuhnya dan menciptakan sebuah perisai angin berputar sehingga asap itu tidak mengenainya.

“Kau seorang pengendali element?” tanya Felicita.

“Ya,” jawab Yunus singkat.

Asap hijau yang tebal menutupi pandangan Yunus sehingga dia tidak bisa memprediksi serangan Link akan muncul dari mana. Felicita mempertajam pendengarannya dan...

“Yunus awasss...!!” Felicita berteriak sambil mendorong tubuh Yunus.

Sebuah tembakan beam berwarna merah melesat menyibak asap hijau dihadapan Yunus. Dengan cepat Yunus membuat perisai dari tanah untuk menahan serangan tersebut namun serangan itu menyebabkan ledakan yang cukup kuat hingga Yunus terlempar. Felicita segera menerjang maju sambil melemparkan beberapa jarum kearah Link. Jarum-jarum Felicita melesat cepat tapi tiba-tiba saja jarum-jarum milik Felicita berhenti diudara dan terlihat sebuah perisai plasma berwarna merah muda.

“Ha...ha...ha... percuma saja kau tak akan bisa menyerangku dengan jarum itu,” ucap Link senang.

Link mulai membidikan senjatanya kearah Felicita dan mulai menembakinya. Gerakan Felicita yang sangat cepat dan lincah berhasil menghindari tembakan-tembakan dari Link hingga membuat Link kesal. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Yunus untuk menghimpun kekuatan petirnya, Yunus berkonsentrasi dan keluar percikan listrik dari jemarinya.

“Felicita, MENJAUHLAH,” teriak Yunus.

Felicita segera melompat kesamping sedangkan Link yang masih membidik Felicita terkejut melihat kilatan-kilatan di tangan Yunus siap menerjangngnya. Dengan langkah yang kuat Yunus langsung menjuruskan kedua ujung jari tangan kanannya kearah Link. Kilatan petir langsung menyambar cepat kearah Link. Perisai Link memang berhasi menahan serangan petir Yunus tapi tidak lama dan Linkpun langsung roboh. Dari sana terlihat sesuatu yang tak kasat mata bergelombang diudara.

Force Shield,” ucap Yunus sambil melihat sekelilingnya.

“Apa force Shield?  Pantas saja tak ada yang mendengar pertarungan ini atau orang yang melihatnya,” ucap Felicita.

“Ha...ha...ha...ha... kalian baru menyadarinya, kalian tak akan pernah bisa keluar dari kubah ini, dan kalian berdua akan mati kecuali aku. Tuan Blackz pasti akan membangkitkanku kembali,” ucap Link sambil tertawa terkekeh walaupun seluruh tubuhnya terasa lumpuh karena sengatan petir milik Yunus.

Kemudian Link menyentuh beberapa tombol disenjatanya dan terdengar suara “bip” beberapa kali. Yunus dan Felicita terkejut lalu saling berpandangan satu sama lain.

“Apa kau bisa mematikannya?” tanya Felicita.

“Entahlah aku rasa Link sudah merancang khusus senjata itu agar tidak bisa dimatikan siapapun,” ucap Yunus.

“Lalu apa yang akan kita lakukan, jelas sekali kita tidak akan bisa keluar dari tempat ini,” ucap Felicita.

Yunus mengambil sesuatu dari sakunya berupa sebuah bola kaca kecil sebesar bola pingpong, lalu melemparnya dan membentuk sebuah lubang hitam dimensi.

“Kau harus pergi dari sini dan menyelesaikan pertarungan itu,” ucap Yunus.

“Lalu bagaimana denganmu?” tanya Felicita.

“Tenang saja, aku akan baik-baik saja, aku pernah menghadapi yang lebih parah dari ini,” ucap Yunus sambil tersenyum.

Felicita tak membalas apa-apa dan langsung pergi masuk kedalam lubang tersebut, kemudian seketika itu juga lubang itu langsung tertutup. Yunus berjalan berlahan mendekati Link yang sekarat lalu menatapnya.

“Kurasa ini sudah waktunya,” ucap Yunus.

Link terkejut menatap Yunus karena sesuatu yang aneh menyelubungi orang dihadapannya tersebut.

Felicita memasuki sebuah dimensi spiral dengan sangat cepat dan akhirnya tiba disebuah ruangan yang dipenuhi oleh cermin-cermin besar.

“Mirror Manor,” ucap Felicita.

Saat Felicita sedang mendengarkan sekelilingnya tiba-tiba dirinya dikejutkan oleh suara pintu terbuka. Felicita menoleh kearah suara itu dan mencoba mengenali suara nafasnya, detak jantung dan langkah kakinya.

“Fivi?”

Felicita mengenali suara itu, ya suara orang yang telah membunuh salinannya dan entah kenapa tiba-tiba dirinya terasa ingin sekali memukul orang tersebut.

“KAU!! ZEIIIINNN...” ucap Felicita sambil menunjuknya.

Felicita langsung berlari menerjang kearah Zein dan langsung melacarkan sebuah pukulan kewajahnya. Zein bergerak dengan gesit dan menghindarinya, Felicita kembali melancarkan serangannya namun dengan cepat Zein segera menangkapnya.

“Aku tak percaya kau...kau masih hidup Fivi,” ucap Zein senang sambil mengunci pergerakan Felicita.

“Kau...kau tega sekali membunuhku, kau tahu aku...aku masih bisa merasakan sakitnya sampai saat ini,” ucap Felicita kesal.

“Maafkan aku tentang itu, tidak ada cara lain, aku terpaksa melakukannya,” ucap Zein menedurkan kunciannya.

Dan kesempatan ini digunakan oleh Felicita melepaskan diri dan segera membanting Zein dengan keras kelantai lalu dengan cepat menidihnya dengan kakinya. Lalu dengan cepat mencengram leher Zein dengan tangan kirinya dan tangan kanannya mengepal siap menghantam muka Zein. Namun Felicita tak pernah melakukannya.

“Gerakanmu menjadi sedikit lambat, apa karena kau terlalu banyak memikirkanku?” tanya Felicita.

“Hah, kau ini, mungkin kau sudah tahu jawabannya,” ucap Zein sambil tertawa.

“Sulit dipercaya, aku pikir semua itu hanya mimpi,” ucap Felicita sambil menyentuh pipi Zein lalu membuka kaca mata hitam Zein.

“Hei..apa yang kau lakukan?” tanya Zein.

Felicita membuka kaca matanya lalu memakai kaca mata Zein dan kembali menatap Zein namun lebih dekat.

“Hmmm...apa kau memperbaharui kaca matamu? Wajahmu terlihat lebih jelas sekarang,” ucap Felicita membuat Zein menjadi malu.

Tak lama kemudian seorang gadis kecil dan seorang pria dengan siwak dimulutnya muncul, mereka berdua tampak terkejut melihat Felicita. Dengan cepat gadis kecil itu segera bersembunyi dibalik pria bersiwak tersebut. Felicita menoleh lalu tersenyum, kemudian berdiri melepaskan Zein dari injakannya.

“Sepertinya aku sudah membuat gadis itu ketakutan,” ucap Felicita.

“Tentu saja, karena kau hampir saja membunuhnya,” ucap pria bersiwak tersebut.

Felicita mengingat kembali saat dirinya masih dibawah kendali Blackz dan nyaris membunuh gadis kecil tersebut namun Zein segera menghentikannya dengan cara yang menyebalkan. Felicita tersenyum lalu berjalan mendekati pria bersiwak tersebut lalu berjongkok sehingga tingginya sama dengan gadis kecil tersebut.

“Hei...Dee...” sapa Felicita ramah.

Kemudian Felicita membuka kaca mata Zein yang dikenankannya, terlihat dua bola mata dengan warna pupil abu-abu itu memantulkan bayangan gadis kecil tersebut. Felicita menyentuh kepada Dee lalu mengusapnya lembut.

“Hal itu tidak akan terulang lagi Dee,” ucap Felicita.

Perlahan Dee mulai berjalan pelan mendekati Felicita lalu memeluknya lalu air mata keluar dari sudut matanya.

“Aku merindukan kak Fivi,” ucapnya.

Felicita hanya tersenyum mendengarnya dan memeluk erat Dee.

“Dia banyak berubah ya, dia sangat berbeda dengan Fivi salinan,” sebuah suara pria muncul dari samping Zein.

“Ya, itu benar sekali Limbo, dia sangat berbeda sekali,” balas Zein sambil tersenyum.

“Dengan begini berarti kita memliki 3 orang itensitas asli, dan apa kau siap untuk pertempuran selanjutnya?” tanya Limbo.

“Aku rasa begitu,” Jawab Zein singkat.

Read previous post:  
52
points
(3697 words) posted by centuryno 5 years 48 weeks ago
74.2857
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Battle of Realms | Herotic | Pemberontakan
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Rendi
Rendi at [X HEROTIC] SANG AKUPUNTUR KEMBALI (5 years 34 weeks ago)
80

aiyaa so sweet~ jadi lebih ada romancenya saat asli ketemu asli~ :D

80

Felicita asli masi buta kan ?? ( kok ada adegan saling menatap (?) )
.
Fivi asli lebih nakal ya XD mas Zein jd blushing2 gt wkwk

Writer centuryno
centuryno at [X HEROTIC] SANG AKUPUNTUR KEMBALI (5 years 34 weeks ago)

masih buta, itu kan menatapnya pake kaca mata punya Zein

80

Eeeh ada yunus, jadi yunus dan zein masih satu perguruan toh~ >_<
.
Felicita asli lebih hangat ni daripada Felicita salinan, hehehe.

Writer centuryno
centuryno at [X HEROTIC] SANG AKUPUNTUR KEMBALI (5 years 34 weeks ago)

ya begitulah, klo ada waktu saya bakal ulas semua OC BOR punya saya mulai dari asal usul Rei, Yunus, Zein dan OC baru buat BOR 4