Unwrench My Heart 1 (Romance)

Hatiku membeku pada hari itu pada bulan februari. Aku tidak lagi mempercayai cinta atau hal-hal romantis. Itu sudah sekian kalinya aku menyalahkan seseorang untuk rasa sakit di hatiku, dan kemudian satu hal muncul di dalam diriku. Aku mengambil tanggung jawab untuk kebahagiaanku. Aku mencurahkan seluruh cintaku untuk anak didikku. Terus belajar dan berusaha, menenggelamkan diri ke pekerjaanku.

Tapi hati dinginku meleleh, bahkan membara marah. Ketika seorang tukang ledeng datang ke sekolahan kami.

“Maaf nona, anda harus tahu kondisi kami.”

Aku mengambil nafas panjang marah sambil membetulkan kacamataku, “Tuan Comberbench. Kami sudah sepakat dengan perjanjian ini, dan kami sudah menunggu selama seminggu. Ada kebocoran di lantai dan tidak ada air di toilet perempuan. Anda tahu itu artinya tuan Comberbench, anda tahu itu artinya!”

“Maaf, nona kami, ada pergantian kepemimpinan jadi..”

Aku menghentakkan kaki dan mengawasinya. Dia nampak sedikit kurus dan tinggi, wajahnya sedikit italia mengingatkan kepada Luigi, namun dengan garis wajah bijak dan ada kesedihan melankolis. Aku mungkin agak berlebihan, namun aku agak emosi di bulan-bulan musim semi ini. Lagipula banyak masalah di sekolah. Anak-anak sedikit harus dijaga saat valentine.

“Baiklah saatnya bekerja tuan Comber.. aku akan mengawasimu bekerja.”

“Kau boleh memanggilku Kite.. nona...” tanyanya dalam suara yang dalam.

“Dorothy, Dorothy Lyle.”

Dia menjawab, “Oh seperti yang di Wizard of Oz, orangtuaku penggemar drama musikalnya.”

“Ya..” jawabku, “Andai saja semua kebocoran itu bisa ditambal dengan sepatu pasti aku akan melakukannya.”

Dengan suara yang terkejut dia membalasku, “Wow, sedikit kasar nona, anda sadar kami memberikan serfis gratis.”

“Kalian yang melakukan kesalahan, dan maaf kami tidak punya uang lagi. Keuangan sekolah ini sedikit berat. Kita punya banyak masalah.. tapi itu bukan urusan anda bukan. Kita harus membereskan ini dan semua akan selesai.”

“Oh! Ya! Saya tukang ledeng dan akan bersikap profesional.”

Aku bersikap seperti ini lagi, seharusnya aku meminta maaf. Hanya saja entah kenapa mendekati februari masalah jadi melonjak. Uang kami dikorupsi dan dibawa lari oleh bendahara kami yang kabur ke kanada. Pendidikan seksual yang gagal dan kami harus berusaha keras tidak ada kejadian di bulan ini. Geng tukang corat-coret tembok beraksi tiap bulan-bulan ini.

Seharusnya musim semi adalah musim yang sangat indah. Bunga tumbuh dan mekar di padang. Rumah di tepi padang rumput indah tertiup angin. Anak-anak menyanyi. Tapi kenyataannya semua berkebalikan. Dan sudah dua tahun semenjak aku berusaha melupakannya, dan bahkan aku belum mampu melupakannya.

“Aku tidak tahu kenapa anda menceritakan ini kepada saya, tapi anda pasti akan menemukan pria yang tepat.” Ujarnya sambil menunduk ke sebuah pintu kecil yang mengatur arah pipa-pipa. Sebuah kunci pipa utama, salah satu tempat yang sangat bocor.

“Ap.. apa?” aku mengerutkan kening, “bagaimana kau? apakah aku menceritakannya keras-keras.”

“Uhum..”

Wajahku langsung memerah, “Tuan Kite, bisakah kita melupakannya. Itu tidak pernah terjadi.”

“Tentu saja... aku tidak dibayar, tapi setidaknya aku punya cerita yang bisa kuceritakan di bar bersama teman-temanku. Aku ini seorang tukang ledeng. Aku tidak punya cerita atau kegiatan.”

“Aku mohon tuan Kite. Ini masalah penting, kami sedang banyak masalah dan jika aku sebagai kepala sekolah nampak lemah, aku takut moralitas kami terganggu. Anda tahu itu. Baiklah aku akan membayarmu, dengan uang pribadimu.”

“Maaf nyonya, ini pekerjaan gratis..”

“Aku akan membayar dengan apapun.”

Hening sejenak dia kemudian menggumam. “Lucu sekali nyonya, anda kepala sekolah dan aku tukang ledeng. Kenapa aku jadi ingat sesuatu.” Hening lagi. Kemudian dia seperti menghantam atap “Whatthewrechawaw.. ouch di sini sudah selesai..”

Dia keluar dengan wajah merah, tidak mampu melihat ke wajahku. Kemudian dia mengambil peralatan seperti hendak menghindar. Tukang ledeng, kepala sekolah, kenapa rasanya agak. Rasanya itu seperti yang pernah ku dengar cerita yang. Ya ampun.

“Dasar kau tidak sopan, itu merupakan pelecehan tuan Kite, kau tukang ledeng dan aku kepala sekolah. Ah.. aku merasa jijik tuan Kita. Anda bersikap sangat tidak sopan. Ini merupakan pelecehan anda membandingkan hubungan profesional sebagai sebagai, cerita por..por..” aku melihat ada dua anak perempuan lewat aku harus mengganti kata, “por.. por.. porkusi.”

“Apa! Tapi maaf, mari kita lupakan ini, ini agak bodoh dan memalukan. Kita lupakan saja.”

“Maksudmu aku bodoh!”

“Tidak, tapi anda sedikit histeris.”

“Apa anda pikir saya sudah gila!”

“Ya.. “

Kemarahanku sudah sampai ubun-ubun, “Pergi kau dan jangan kembali.”

“Saya memang akan pergi! Jangan panggil saya lagi.”

 

**

 

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer dinialvionita
dinialvionita at Unwrench My Heart 1 (Romance) (5 years 24 weeks ago)

rasanya akan lebih baik jika cerita ini dilanjutkan

Writer sukur23
sukur23 at Unwrench My Heart 1 (Romance) (5 years 25 weeks ago)

iya saya maafin www.bit.ly/1fq0Q3M

Writer ansitorini
ansitorini at Unwrench My Heart 1 (Romance) (5 years 25 weeks ago)

keren. rasanya kayak baca novel terjemahan. ceritanya jg asik..