#2 Blogstuck : Rose Lalonde (fanfic)

 

Homestuck dan karakternya dimiliki Andrew Hussie. Ini adalah Fanfic dari web comic berjudul Homestuck. Web komik yang cukup luar biasa dalam banyak hal. [Spoilers Alert!!!!]

 

 

<=

Hallo. Namaku Rose, Rose Lalonde.

 

Aku melihat Jhon menulis di blog, dan mengungkapkan semua kegelisahan yang dimilikinya di internet. Dalam keadaan normal aku tidak akan menyarankannya. Tapi ini kondisi spesial, dan aku rasa demi pelepasan beban bawah sadar aku harus menuliskannya.

 

Di blog Jhon kau pasti melihat dunia mengalami kehancuran. Jika kau membaca di masa lalu kau pasti akan mengalami kebingungan, jangan cemas Rose Lalonde di sini untuk menjelaskan sedikit dari banyak hal yang cukup membingungkan. Ini semua karena sebuah game. Tapi tidak tepat demikian. Bukan dunia mengalami kiamat karena kami memainkan sebuah game, tapi dunia kiamat supaya KITA bisa memainkan game ini. Seluruh jagad raya menuju satu titik dimana kita harus memainkan game ini. Aku tahu tampaknya aku sedikit meremehkan, tapi aku sendiri belum mengerti benar mengenai game ini. Dan aku tahu terlalu sedikit.

 

Game ini bernama Sburb, ibuku yang membuatnya dari sumber yang tidak jelas.

 

Ada suatu waktu, dimana aku bukanlah seorang pemain game handal yang harus menyelamatkan dunia atau menghancurkannya. Ada suatu waktu dimana aku hanyalah Rose dari Lalonde. Bukan Rose sang pengawas cahaya, dengan segala kekuatan, intrik dan teka-teki. Aku hanyalah Rose.

 

Aku tinggal dengan Ibuku. Aku tidak pernah tahu namanya. Dia seorang pengusaha yang sangat pandai yang akan memproduksi game yang akan menghancurkan dunia. Dan dia punya sedikit masalah dengan alkohol. Dan sebuah permasalahan psikologis yang cukup dalam yang mampu membuat seorang psikiater kalang kabut.

 

Dahulu hari-hariku sangat sederhana. Kadang aku menulis fiksi gelap mengenai penyihir, kadang aku membaca mengenai horor bertema abominasi semesta, mempelajari mengenai hororterror dan secaraa zoologis tidak jelas, bermain biola melankolis di kamarku. Oh ya, aku juga sangat suka merajut.

 

Tentu saja ada perang pasif agresif dengan ibuku, bahkan aku rasa aku sedikit merindukannya. Kalian tahu, kadang-kadang hubungan antara ibu dan anak perempuan itu sedikit rumit. Ini jelas terbukti apalagi dengan ibu yang memiliki banyak masalah, kalian mungkin akan tertarik menganalisis apa yang salah dengan ibuku dan Tuhan tahu aku telah mencoba. Ada kalanya aku ingin membakar semua buku psikologi milikku karena aku rasa ibuku mampu merusak semua teori itu.

 

Jika ibuku mampu membakar buku itu, hubungan kami lebih seperti. Apa istilahnya. Apokalips teori psikologi.

 

Hubungan kami sangat baik, jika dilihat dari kacamata sinis atau kacamata orang yang tidak tahu masalahnya. Kami berada dalam perang dingin yang konstan. Dan yang dimaksud perang dingin yang konstan adalah kami saling memberikan perhatian berlebihan. Aku mengirim surat berisi tiga puluh halaman penuh dengan bom nuklir bagaimana dia adalah ibu yang luar biasa dan aku adalah anak yang tidak pantas dilahirkan. Kemudian Boom! Satu hari kemudian dia membalas dengan sebuah surat, atau bisa dibilang buku setebal limapuluh halaman, mendeskripsikan dengan detail penuh virus antrax bagaimana dia adalah ibu yang buruk dan jauh lebih buruk dari ibu tiri cinderella sedangkan aku adalah anak yang tidak pantas dilahirkan dari rahimnya, atau rahim wanita manapun. Aku membalasnya dengan puisi, tentang ibuku yang melebihi ibu manapun di dunia. Dan itu dicetak. Hard cover. Emboss. Tinta emas. Dengan persembahan kepada Ibuku tercinta dan ibuku tercinta. Dibalas dengan foto berfigura sebesar tiga meter, memajang diriku pada waktu masih bayi. Eksetra dan eksetra.

 

Sebuah perang dingin konstan, lebih dingin dari perang soviet amerika jika kedua negara itu di kutub utara dan selatan.

 

Pada suatu hari dia sepertinya tahu bahwa aku menyukai penyihir. Dia mencoba membuatku membenci penyihir dengan memenuhi rumah dengan patung penyihir. Kalian tahu apa yang gila? Aku rasa dia tidak menyukai penyihir, dia membenci penyihir. Dia melakukan itu semua hanya untuk membalasku. Dia bahkan membuatkan sebuah musoleum untuk makam kucingku.

 

Seorang membuatkan musoleum untuk kucing putrinya! Apakah musoleum itu katamu. Itu adalah sebuah kastil untuk seekor mayat kucing yang dibalsam dan diberi upacara orang mesir dengan dedikasi melebihi orang mesir kuno kepada firaunnya.

 

Tapi dia bisa mencoba. Aku bukanlah putri yang diam saja, mati terkubur dalam berbagai pemberian penuh kasih. Terpenggal oleh barang-barang mahal. Tercerai berai oleh hadiah-hadiah ekstaravagant. Aku adalah Rose Lalonde, anakmu! Dan aku tidak akan kalah dan menyerah.

 

Aku memang sedikit bodoh dahulu. Aku rasa dia pasti memiliki alasan untuk semuanya. Mungkin dia tahu bahwa suatu hari nanti akulah yang terpilih untuk memainkan game ini. Ini memang sedikit memalukan, aku tahu itu. Tapi Ma, aku tahu kau pasti bisa mengatasi banyak hal mengerikan di luar sana. Aku hanya ingin berkata supaya kau hati-hati, jangan kebanyakan alkohol. Dan seperti yang kukatakan ratusan ribu kali, kau harus bisa lebih menahan diri. Tapi kau tidak akan mendengarkanku

 

Hanya.. hati-hatilah.

 

=>

 

Comment :

 

-- Kanaya : Maaf Rose Aku Membaca Tulisanmu, Aku Masih Sedikit Bingung Dengan Konsep Manusia Tentang Orangtua. Apakah Kau Membenci Atau Menyukai. Di Sini Aku Melihat Bahwa Ada Tanda, Perasaan Romantik Hitam Atau Bencinta. Maaf Rose Tapi Bolehkan Aku Bertanya, Apakah Ada Kau Ingin Membenci Orangtuamu Atau Lususmu Secara.. Umm.. Seksual. Apakah Ini Praktek Yang Umum Bagi Manusia?

------ Reply: Rose : Oh Kanaya, aku mengerti kebingunganmu. Kami tidak saling membenci secara Seksual. Kami membenci secara Platonik. Memang ada beberapa analisis psikologis yang mengarah pada hal itu, dan kalau boleh jujur mereka ada benarnya. Tetapi jika yang kau maksud adalah secara implisit hal itu tidak benar. Dan lagi praktek seperti yang kau pikirkan itu adalah hal yang tabu dan dilarang di hampir semua masyarakat manusia. Orangtua dan anak tidak boleh berhubungan secara romantis. Itu Incest.

 

-- Dave : Wow! Rose!! Apakah Alien ini menanyakan apakah kau ada perasaan ibumu yang seksi. Rose, kau benar-benar akan membiarkan ini? Semua omong-kosong alien ini?

----- Reply: Rose : Dave, aku membiarkanmu membicarakan soal ibuku dalam term “Seksi”, yang secara Ektogenesis adalah ibumu juga. Atau putri kita sekaligus. Pernah dengan Sigmund Freud.

----- Reply : Dave : Ow, shit! Dua hal yang sangat ofensif dalam satu hubungan. Aku akan berhenti bicara kalau begitu. Shit.

----- Reply : Rose : Ini bukan pertama kali Dave, Freud akan bangga.

----- Reply: Jhon : Kuharap kita menemukan ortu kita Rose. Dan juga.. kau menulis di Blog.. dasar kau peniru dan Plagiat, :D

----- Reply: Rose : Sorry Jhon, idemu kuambil alih dan aku patenkan sendiri :P

 

 

-- Karkat : Oke, jadi biar ku perjelas. Jadi incest itu bukan hanya antara kakak dan adik, tapi juga antara “Orangtua”/Lusus dan anak. Anak adalah keturunan materi genetik yang berarti mereka adalah nenek-moyang juga. Jadi intinya siapapun yang behubungan secara genetis tidak boleh memiliki hubungan romantis. Jadi, katakan padaku, atau aku yang salah. Bukankah semua manusia itu berhubungan secara genetis. Kenapa tidak semuanya Inces. Sial.. Romantisme manusia adalah hal yang memusingkan. Bagaimana mungkin kalian tidak punya kuadran dan masih memiliki hungan Arg.. Monyet!

-- Reply: Rose: Sudah kubilang hubungan manusia itu cukup rumit.

-- Reply: Kanaya: Dari Yang Aku Lihat Karkat, Bahwa Pelarangan Hubungan Ini Hanya Untuk Genetik Yang Paling Dekat, Juga Ini Adalah Pelarangan Kultural. Mirip Seperti Pelarangan Kasta Hemospectrum kita. Tidak Disarankan Tapi Mungkin.

-- Reply : Karkat: Memiliki hubungan Romantis dengan Lususnya. Bagaimana itu “sesuatu”.

-- Reply: Jhon: Kupikir kau tidak cukup Multikultural Kar. Itu semacam hal “Manusiawi”. Sama seperti yang kalian lakukan dengan ember.

-- Reply: Karkat: WOAH! Jhon, kata yang kuat di sana. Aku harap kau tidak main-main dengan kata itu.

-- Reply: Dave : Kata yang mana? Ember? Bukankah itu untuk menampung. Kalian menampung apa para Troll. Aku tidak mengerti. Aku punya banyak ember, dan aku tidak tahu cara menggunakannya? Jadi Katakan Karkat, untuk apa ember? Biar kupinjamkan emberku. Kita bisa berbagi Emberrr

-- Reply: Karkat: WOAH, WOAH... Itu offensif kawan. Aku tidak akan di sini lagi jika kalian masih bicara kotor seperti itu. Aku pergi.

-- Reply : Terezi : Dave dazar kau Nakal }:) hehehe.... tapi serius Dave, itu sedikit jorok.. >:(

 

 

-- Jade : Oh, Rose... Maaf.. :(

-- Reply : Jade : Dan kalian malah menjadikan blog ini jadi perbincangan pendidikan seksual antar spesies. Bahkan kalian membawa-bawa Ember. Kalian harus malu.

-- Reply : Rose : Hai, Jade. Kalau kau melihat ibuku, tolong suruh dia hati-hati.

-- Reply : Jade : Kau akan bertemu dengannya Rose, kau dan Jhon akan bertemu orangtua kalian :)

 

 

 

 

Read previous post:  
23
points
(925 words) posted by neko-man 5 years 26 weeks ago
57.5
Tags: Cerita | Cerita Pendek | sastra | FANFIC
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Mahe
Mahe at #2 Blogstuck : Rose Lalonde (fanfic) (5 years 24 weeks ago)
70

kalo dari analisis saya, si karakter utama sedang menulis pengalamannya di blog dan di baca oleh blogger lain ya??