Sesaat Setelah Kau Pergi

Dua cangkir kopi itu masih mengepulkan asap semi-transparan, meski sudah satu jam kau berlalu, meninggalkan diriku yang masih belum mengucapkan sepatah kata, dan secangkir kopi yang tak sempat kausesap satu kali saja.

Aroma harum tubuhmu yang selalu kusuka, masih tertinggal di sekitar, meski perlahan memudar bersamaan dengan keping janji yang telah kita ikrarkan.

Bibirmu yang dipoles lipstik, masih terbayang di dalam ingatan, begitu pun getarannya saat kau mengucapkan kata "maaf" disertai mantra tak kasatmata yang sanggup meluluhlantakkan jalinan cinta, canda tawa, pengorbanan, serta kenangan kita dalam sekejap mata.

Tak tahukah kau, atau pura-pura buta. Aku telah menjadikanmu jantungku, detak vital hidupku, yang setiap detiknya memberiku arti dan kekuatan untuk menantang dunia ini.

Kau pun telah kujadikan sebongkah hati, periuk sakral tempat berbagai perasaan tinggal, bukan liver yang berada dalam badan dan selalu disalahartikan.

Kau selalu membuatku merasa gembira saat pagi menjelang, bukan karena sinar mentari yang selalu kaubanggakan, bukan pula kokok ayam yang selalu kautirukan, dan bukan pula embun yang selalu takut membasahi kulitmu. Semua itu tak bermakna di mataku, sebelum kau hadir di tengah mereka.

Aku suka saat sinar mentari yang ramah, membias di lekuk bibirnya kala tersenyum. Aku selalu suka saat kokok ayam terdengar, yang membuat matamu melebar karena kagum. Aku selalu suka saat embun beranjak pudar, yang akan membuatmu tampak seperti dewi dalam bingkai lukisan alam.

Dan semua itu tak akan pernah kulihat lagi setelah kau mengakhirnya dengan kata "maaf", kemudian pergi ke pelukan calon suami yang dipilih orangtuamu.

Kau mungkin akan kembali ke sini saat kukatakan, bahwa calon suamimu adalah kakak kandungku.

Mungkin kau akan berlari ke sini dan menghentikan diriku saat kuberitahu, aku akan menyesap secangkir kopi yang telah terisi sianida sesaat setelah kau pergi.

Read previous post:  
Read next post:  
Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Sesaat Setelah Kau Pergi (4 years 38 weeks ago)
100

Indah dan menyayat hati. BTW saia suka sama line "Kau pun telah kujadikan sebongkah hati, periuk sakral tempat berbagai perasaan tinggal, bukan liver yang berada dalam badan dan selalu disalahartikan."

Serius, saia ketawa loh pas bacany, maaf. Tapi itu lucu banget, karena emang heart=hati=liver, jadiny

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 24 weeks ago)
60

kenapa patah hati mesti diakhiri dg nenggak sianida? mungkinkah ada solusi lain yang lebih berarti?
di tengah kayaknya ada kata ganti yang nyelip, "bibirnya" mestinya "bibirmu" karena sebelum dan sesudahnya yang dipakai sudut pandang orang kedua...?

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 24 weeks ago)

belum ada adegan nenggak sianida, bisa jadi tokoh utama mengurungkan niatnya di saat terakhir (ngeles mode on).
Dan kupikir, nenggak sianida lebih keren dari pada gantung diri atau melompat dari gedung tinggi untuk bunuh diri (psikopat mode on).
Dan terima kasih untuk koreksinya. :)

Writer rsetiawan25
rsetiawan25 at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 25 weeks ago)
20

pedih heheh

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 24 weeks ago)

makasih

Writer asriayun
asriayun at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 25 weeks ago)
80

Saya suka ceritanya. Beberapa kata baru saya temukan di sini, dan langsung saya cari artinya di KBBI. Terima kasih sudah menambah kosakata saya! :)

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 24 weeks ago)

syukurlah jika cerita sederhana dan nggak jelas ini bisa memberi manfaat.
Terima kasih kembali :)

Writer zulaikhaamaliasrg
zulaikhaamaliasrg at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 25 weeks ago)
80

pait pait pait pait

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 24 weeks ago)

tambah gula biar manis... :D
terima kasih

Writer nusantara
nusantara at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 25 weeks ago)
70

kereen.

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 24 weeks ago)

terima kasih

Writer 2rfp
2rfp at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 25 weeks ago)
2550

ih keren ceritanya, banyak kata-kata yang kena banget di hati (bukan liver)

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 25 weeks ago)

terima kasih telah berkunjung... :D

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 25 weeks ago)
90

Saya suka~~ Berasa baca puisi.
Dan yang paling saya suka di bagian "... bukan liver yang berada dalam badan dan selalu disalahartikan." Sepertinya ada juga yang sadar selain saya. Hahahaha....

Tapi, menurutku di tag ceritanya tak usah disebutkan "sianida"-nya, pembaca jadi mudah menebak akhirannya. :D

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Sesaat Setelah Kau Pergi (5 years 25 weeks ago)

terima kasih telah membaca. :D

mungkin sebaiknya sianidanya memang harus dihilangkan ya, terima kasih sarannya...