Fobia

Mimpiku sangat aneh.

 

Suatu hari dimana aku sedang kuliah di sebuah gedung berlantai dua. Naiknya pakai tangga kayu, yang mana sangat aneh. Aku sebenarnya fobia ketinggian tapi apa boleh buat. Toh lantai satu dengan lantai dua tidak setinggi yang orang lain duga.

 

…kecuali diriku.

 

Selesai kuliah, aku bermaksud menuruni tangga. Sudah ada beberapa orang yang mendahului. Artinya aku harus mengantri. Saat giliranku tiba, aku menurunkan satu kakiku seraya menengok ke bawah. Ternyata ada orang yang menahan tangga agar tidak jatuh. Aku bernapas lega, merasa aman. Aku segera ingin menginjakkan kaki di tanah karena aku takut ketinggian.

 

Satu langkah turun. Orang yang turun sebelumku juga demikian. Yang di bawahnya juga begitu. Entah mengapa mereka berteriak, menghitung, seperti orang gotong royong. Aku yang di atas pun ikut teriak. Lalu mengambil langkah turun yang tiba-tiba melewati orang di bawahku. Mungkin jika aku dijuluki manusia laba-laba, aku takkan mengeluh.

 

Kini aku berada di tengah. Sudah ada beberapa orang yang ada di atasku dan di bawahku. Menatap ke bawah, aku lihat tangga semakin panjang. Menengok ke atas, tanganku sudah menyentuh kaki dari orang yang ada di atasku alih-alih tangga. Aku juga bisa merasakan kakiku dicengkeram oleh tangan manusia.

 

—Jadi, sedang dalam posisi apa aku sekarang?

 

Pertanyaanku dijawab oleh teriakan menghitung, seperti orang yang hendak melempar sesuatu yang berat bersama-sama. Bedanya, yang kami lempar adalah tubuh masing-masing. Aku baru menyadari kalau tangga kini sudah agak jauh, tidak lagi diinjak oleh salah satu dari kami yang memanjat. Karena itu orang yang di atas melepaskan genggamannya.

 

Lalu kami jatuh.

 

Berhasil. Kami berhasil menggapai tangga yang ada di bawah. Saatnya kami turun lagi. Atau itu yang kuharapkan, karena tangga lagi-lagi menjauh di bawah sana. Daratan tampak luas membentang. Orang yang menahan tangga tampak kecil. Beberapa yang lain sedang menonton kami.

 

Jadi, sedang dalam posisi apa kami sekarang?

 

Orang yang di atas tentu tidak punya pegangan. Orang paling bawah tidak menginjak apa-apa. Lalu kenapa kami masih bisa menggenggam kaki satu sama lain?

 

Belum sempat pertanyaanku terjawab, sesi menghitung dimulai kembali. Goyangan pertama membuatku melorot ke barisan paling bawah. Aku tidak tahu nasib dari orang yang menggenggam kakiku. Yang kumengerti adalah kali ini akulah yang tidak punya pijakan.

 

Aku berada paling bawah.

 

Aku yang akan jatuh duluan.

 

…aku terjatuh saat orang yang di atas melepaskan entah apa yang dia pegang.

 

 

Yang hanya aku lakukan adalah berteriak. Suaraku tidak keluar karena terbawa angin. Aku tidak yakin bagaimana aku harus menginjak tangga. Bahkan aku masih belum bisa menginjak apapun. Seakan aku selamanya jatuh dengan membawa pemikiran kalau sebentar lagi aku akan mati. Ya, menginjak daratan bukanlah sesuatu yang kuharapkan lagi.

 

—aku mengharapkan tubuhku berada pada sesuatu selain daratan, yang mana terkabul.

 

Karena aku sedang merebahkan diri di kasur empuk.

 

Karena aku sedang bermimpi dan bangun sebelum sempat merasakan menginjak tanah.

 

Jika aku sampai menginjak tanah, aku rasa sekarang aku akan mengidap fobia daratan.

 

Benar-benar mimpi yang aneh.

Read previous post:  
152
points
(1204 words) posted by nereid 7 years 33 weeks ago
84.4444
Tags: Cerita | Cerita Pendek | komedi | eksperimen | fantasi | latihan | parodi
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer litera
litera at Fobia (5 years 35 weeks ago)

saya udah mengira ini proses orang digotong di peti mati menuju kuburannya loh == serem dan bikin waswas karena mental saya tempe, yang ini lebih baik penulisannya dan feelnya lebih terasa meskipun cerita yang sebelumnya saya baca(lingering feeling) lebih terasa mengerikannya. hehe

Writer nereid
nereid at Fobia (5 years 35 weeks ago)

Yep, kalau bilang menakutkan, saya sendiri sebenarnya penakut...dan bisa jadi ketakutan saya termaterialisasi menjadi beberapa mimpi, tapi ah...mungkin cuma perasaan saya aja XD
.
btw, makasih dah baca semua+komen~

Writer litera
litera at Fobia (5 years 35 weeks ago)

yey ayo bikin lagi yang semacam ini /o/

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Fobia (5 years 35 weeks ago)

hmm... gitu ya maksudnya. *manggut2 *baca lagi ceritanya

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Fobia (5 years 35 weeks ago)
80

coba Freud masih idup dan komentar dimari :D
ada novel judulnya Mimpi-mimpi Einstein. mungkin suatu saat akan terbit pula yang judulnya Mimpi-mimpi nereid :)

Writer nereid
nereid at Fobia (5 years 35 weeks ago)

huahuahua, mimpi" saya selalu dan terlalu absurd...saya sendiri sampai bingung kenapa saya mimpi terlalu abstrak dan memiliki banyak arti dalam artian ambigu maksudnya apa, memiliki bermacam" arti tergantung prespektifnya XD
.
makasih dah mampir+komen~ :D

Writer aichaa
aichaa at Fobia (5 years 36 weeks ago)
80

keren :)

Writer nereid
nereid at Fobia (5 years 35 weeks ago)

makasih dah mampir~ :D

Writer Ichsan.Leonhart
Ichsan.Leonhart at Fobia (5 years 36 weeks ago)
90

Uweeeeh, dream journal-nya apik sekali.
XD
Nggak semua orang bisa nulis Dream Journal sedetail ini lho, karena lima / sepuluh menit kemudian, pengalaman di alam mimpi biasanya suka kehapus begitu aja.
:D

Writer nereid
nereid at Fobia (5 years 35 weeks ago)

ini salah satu 'mimpi yang tak terlupakan' dari saya, entah mengapa begitu, karena cukup berkesan dengan beberapa perasaan yang campur aduk gara" mimpi itu, saya coba tulisin dalam bentuk cerpen XD
.
makasih dah mampir+komen~ XD

Writer Alluna Lynn
Alluna Lynn at Fobia (5 years 36 weeks ago)
100

Suer ini keren! Maksudnya, kisah ini nerangin mimpi dan aduh saya bingung. maksudnya kan gak banyak orang yang bisa nyeritain mimpinya sendiri.
Dan baca narasinya saya ngebayangin mimpi kaya gini. aahh keren >.<

Writer nereid
nereid at Fobia (5 years 35 weeks ago)

huwaaaa...ternyata ada banyak yg baca XD
padahal saya kira kayak gini bakalan jadi bahan ejekan macam curhat karena berdasar mimpi...ternyata dibilang keren, saya jadi terharu :'))
.
Saya sendiri sebenarnya ga banyak ingat sama mimpi" saya, tapi terkadang saya merasakan suatu kesan yg lebih dari beberapa mimpi sampai saya bisa ingat betul walaupun udah beberapa jam terlewat sejak saya bangun...
.
btw, makasih dah mampir+komen~ :D