Review: Tantangan Komedi

Hai semuanya *keluar dari baju kotak-kotak Jokowi"

Jadi, pada akhirnya dua orang berhasil menyelesaikan tantangan komedi yang kubuat. Sayang satu lagi gak nyetor cerita, tapi biarlah, show must go on!!

Saat kak Shinichi nanya siapa yang mau jadi penantang, aku gak ngira akulah yang bakal kasih tantangan (iya, aku emang bodoh). Aku cuma asal mau aja, karena kirain aku yang bakal nulis cerita. Jujur aja, rasanya aku belum pantas jadi orang yang kasih tantangan, toh nulis biasa aja masih sering dapat kritik. 

Bagusnya, aku juga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak para penulis kemudian untuk mulai menulus cerita komedi. Aku ngerasa cerita genre komedi sangat jarang dibanding genre lain seperti cinta, fantasi atau misteri. Padahal komedi itu kan menyenangkan. Siapa sih yang gak suka tertawa? Aku juga mulai menulis karena mau bikin orang tertawa lewat tulisan. Ini pendapatku sih, tapi hampir semua penulis keren suka menyelipkan humor atau komedi ke ceritanya, bahkan ketika dia menulis cerita misteri. Komedi itu seperti bumbu penyedap rasa.

Makanya aku berterima kasih pada finarara dan ianz_doank yang menyelesaikan tantangan ini padahal sebelumnya jarang menulis cerita komedi. Kalian batu!! (baca : you rock!!)

Tantangan yang kuberikan adalah membuat parodi dongeng dengan sudut pandang pertama. Kenapa? Karena kayaknya asyik aja :D

Tak perlu lama-lama lagi, berikut review dari cerita mereka berdua :

 

Karya finarara : Dongeng Satu Malam (http://www.kemudian.com/node/276150)

Untuk orang yang sebelumnya jarang menulis komedi, cerita ini sangat bagus. Aku suka idemu mencampurkan dongeng Indonesia dan dongeng luar.  Gaya penceritaan juga enak dan mengalir, cocok sama suasanya komedi yang santai dan gak serius. Ide ceritanya juga bagus, Malin Kundang yang jadi batu karena medusa, terus ketemu Ariel si putri duyung. Karakterisasi juga diberikan dengan baik. Dan yang paling penting, komedinya juga dapat. Aku paling ngakak soal bukan muhrim itu XD

Masalah kelemahannya sekarang. Pertama, ada adegan dimana tokoh berbicara dengan pembaca.  Secara pribadi, aku kurang suka dengan itu karena aku ingin tokoh Malin benar-benar hidup di dunianya dan bukan sebagai tokoh dalam cerita. Kayaknya gak cocok aja. Apalagi setelah itu diceritakan kalau mereka pernah membaca cerita masing-masing. Aku tadinya pengen liat gimana caranya kamu menceritakan bagaimana hingga mereka benar-benar bisa saling kenal walau beda dunia, tapi bukan karena sudah membaca cerita masing-masing. Lalu perumpamaan seperti nonton Extravaganza atau kapal Titanic sebaiknya tak digunakan, lebih bagus kalau kamu membuat nama yang memplesetkan nama itu, seperti Extravaganza zaman dulu atau semacamnya, biar cocok dengan zaman itu,

Pada akhirnya, endingnya juga gak jelek, tapi gak bisa dibilang bagus juga. Lebih baik kurang-kurangi ending yang menceritakan kalau tokoh itu hanya bermimpi dan semacamnya, soalnya itu kayak kamu kehabisan ide untuk menyelesaikan ceritanya :p

Btw, dewi Gaea itu bukannya dewi Bumi ya?

 

karya ianz_doank : (Bukan) Cinderella Biasa (http://www.kemudian.com/node/276157)

Cerita ini terlalu gaul, banyak banget pake kata-kata alay zaman sekarang. Di beberapa sisi itu menghibur karena digunakan dengan baik, tapi ada juga beberapa bagian yang agak jayus. Tetep aja, aku suka kok, dan beberapa kali ngakak ketika si Cinderella bercakap-cakap sama si peri biru itu. Bisa dibilang cerita ini sukses menghiburku :D

Sama seperti finarara, ada beberapa bagian yang memakai perumpamaan dunia sekarang seperti Ariel dan TV. Aku tak tahu dengan kalian, tapi aku mungkin akan menghindari menggunakannya atau memplesetkan nama. Walaupun komedi, aku merasa setting cerita juga harus bagus kan? Gak bisa asal-asalan yang penting lucu. 

Lalu sayang aja rasanya tokoh-tokoh seperti Sangkuriang, Putri Salju dan Patrick itu tidak digunakan lebih jauh, padahal itu bisa menjadi bahan agar cerita jauh lebih lucu. Ceritanya jadi terkesan terburu-buru karena tiba-tiba saja dia sudah di istana dan bertemu pangeran Romeo ini. Dan penutupnya sedikit jayus.

 

 

Yah, itu saja review-nya. Aku gak mau nulis panjang-panjang, cuma yang perlu aja. Sekali lagi, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan ini. Walaupun ini bukan genre favorit, tapi kalian sudah mencoba sebaik mungkin dan hasilnya juga bagus :D Walaupun penantang, aku belum tentu bisa menulis sebaik kalian. Serius lho!

Pengumuman pemenang akan diberikan oleh momod ya, jadi bagi yang menang selamat, bagi yang kalah juga selamat karena kau berhasil membuat dirimu berani menerima tantangan. Itu aja udah keren kok. Beneran, dirimu keren. Minta nomor hape dong.

Oke semuanya, semoga setelah ini kalian juga mulai mencoba nulis komedi. Bosan ah cinta atau fantasi melulu :P

Bye!! *terbang menuju pelangi*

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer finarara
finarara at Review: Tantangan Komedi (5 years 15 weeks ago)
100

wah, terima kasih buat reviewnya. jujur aja, tebakan bahwa aku buntu dengan endingnya sungguhlah benar, haha. kemarin bingung banget, mau dibawa kemana ceritanya, jadi yaa, gitu jadinya. tapi terima kasih juga buat tantangannya, ini aku jd pengin buat komedi lagi :p
dan dari review ini, pengin ah bikin versi revisinya, ala-ala mahasiswa semester akhir gitu kkkk
oke, itu saja, terima kasih lagi *turun podium

Writer Shinichi
Shinichi at Review: Tantangan Komedi (5 years 15 weeks ago)
100

kasih poin 10 biar buat beli kue pas bukak puasa.
ahak hak hak