Review: Tantangan Fantasi Lokal

 

Ada yang bertanya, mengapa saya memberi 'syarat' yang demikian ringan untuk program tantangan. Hanya elemen fantasi lokal dan maksimal jumlah 3000 kata. Kalau dibandingkan 'syarat' penantang lain, kurang seru. Dan katanya, terlalu gampang.

Jadi begini jawaban saya: karena tema fantasi sendiri tidak semudah itu dieksekusi. Apalagi kalau harus digabung dengan tema tertentu. Dan menulis fantasi berelemen lokal, alias ada sentuhan khas Indonesia, harus punya imajinasi lebih. Berdasarkan pengalaman menjadi juri untuk Fantasy Fiesta, tidak terlalu banyak karya fantasi yang bertema Indonesia dan kalau ada, biasanya hasilnya mengejutkan.

Lalu dari mana 3000 kata itu? Itu adalah jumlah kata maksimal yang efektif untuk sebuah cerpen fantasi; dengan 3000 kata isi cerita sudah bisa dinikmati utuh tapi tidak terlalu panjang dan membuat bosan.

Dan ternyata dua syarat memang sudah cukup banyak, karena hanya satu peserta saja yang berhasil memenuhinya. Jadi, saya puas :)

Terima kasih untuk http://www.kemudian.com/users/smith61 yang telah menjawab tantangan saya, semoga karya-karya berikutnya semakin bagus! :)

Review untuk Rudi dan Kelinci
    
*ngakak* 
Suka banget dialog betawinya, 'kena' dan kocak! Cerpen ini agak surealis. Rudi si bandel menemukan dunia lain setelah mabuk lem, tinggal di sana, dan--ironisnya--malah jadi anak baik. Yang aneh justru si penjaga mesjid, malah piara 'kelinci ngepet' hehe.

Yang masih jadi pertanyaan, bagaimana Rudi memperoleh uang dengan menembaki orang, dan kenapa dia menunggu makian korbannya dulu baru lari?

Soal teknik, sudah bagus. Hanya, partisi bintangnya terlalu banyak, IMO gabungkan saja karena masih satu bagian. Kecuali setelah dua alinea pertama (yang berfungsi jadi semacam trailer, dan ini bagus), partisi lain bisa dihilangkan. Bagian Jalu memegang kelinci mestinya dideskripsikan lebih banyak; baiknya pembaca tahu apa yang dia rasakan saat itu dan paham kenapa Jalu kemudian jadi sayang pada kelincinya. Mungkin ada semacam interaksi dari sentuhan itu, misalnya, atau Jalu melihat mata kelinci dan merasakan sesuatu yang lain? Selain membuat pembaca mengerti, bagian ini juga akan berfungsi sebagai jembatan ke scene berikutnya biar nggak terlalu 'lompat'.

Ada bagian yang terasa seperti pindah POV dari Rudi ke Jalu, yang meski sedikit tapi mengganggu. Tapi secara keseluruhan, saya menikmati cerita ini :).

 

 

Read previous post:  
80
points
(2306 words) posted by Shinichi 5 years 19 weeks ago
88.8889
Tags: Cerita | Cerita Pendek | lain - lain | PENGUMUMAN | PTK2014 | tantangan
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Shinichi
Shinichi at Review: Tantangan Fantasi Lokal (5 years 15 weeks ago)
100

kasih poin :D
ahak hak hak
terima kasih buat reviewnya, mbak :D
semoga nggak kapok
hohohohoho

Writer smith61
smith61 at Review: Tantangan Fantasi Lokal (5 years 15 weeks ago)

Wah iya betul juga ya, waktu Jalu megang kelinci bisa digali lagi!
Sebenarnya kepingin sekalian dijelaskan adanya semacam perang dingin antara kelinci bulan dan kelinci bumi gitu, nah resources perang keduanya adalah "Citra" kelinci. Tapi karena jumlah kata, ya, sudahlah, tunjukkan saja bagaimana Rudi terseret ke salah satu konfliknya.

Terima kasih atas tantangan dan ulasannya.
Saya sendiri memang pusing mau menulis fantasi lokal seperti apa, kebetulan saya suka lagu Gang Kelinci, jadinya terinspirasi deh, plus sedikit tiru-tiru Alice in Wonderland.

Ternyata emang bener Alice in Wonderland. Sejak pertama baca, saya merasa ada semacam kesan tiruan Alice in Wonderland :v

Writer Alfare
Alfare at Review: Tantangan Fantasi Lokal (5 years 15 weeks ago)

Hooo, akhirnya bener cuma si Smith yang berhasil? Wkwkwkwk. Ini bukti kalo dia emang beneran hebat!
.
(Sori Mit, aku gagal mulu komen ke ceritamu karena masalah browser. Kalo kau baca ini, aku kasih nilai penuh ke cerpenmu karena emang mantap.)

Writer smith61
smith61 at Review: Tantangan Fantasi Lokal (5 years 15 weeks ago)

Makasih bos!