Malam dan Kamu

Belakangan ini ada kamu, masih di tempat yang sama, dalam tikungan yang tidak banyak berubah.

Tikungan itu masih berbaris jurang, berlengan bulan dan ditemani oleh parit-parit ringan yang menyediakan satu bentuk kehanyutan. Kamu selalu berdiri disana--ditengah-tengah tikungan, beradu pandang dengan lonceng yang menikam nyawa pendengarnya. Kamu menyebutnya, suatu lonceng kematian.

Kenapa terus mendengarnya? Kamu masih hidup dan kamu hidup bukan hanya dari kenangan. Toh, kadang kamu menyapa, sekedar candaan ringan dengan senyum seadanya atau dalam diam dengan seribu pikiran yang mengusik pendirian--dan dalam diam itupun saya menunggu.

Menunggu.. Karena, tidak mudah mencari bahasa yang tepat untuk menciptakan nada yang serupa, tapi kamu selalu dapat membuat segalanya terlihat mudah, menggoda saya untuk masuk dalam parit yang memendam semua parau kerinduan, burung gagak pun menertawakan saya yang iya-iya saja mengayuh roda yang tidak bundar.

Kadang kamu menggunakan ilusi dalam setiap sudut bayangan, menghibur saya yang masih tenggelam menuju kegelapan yang mereka ciptakan. Kamu sanggup memberikan saya kekuatan untuk menarik senyum yang enggan saya pamerkan.

Setelah memberikan candu yang mengikat, kamu menghilang. Kembali pada diam dan lonceng bisu itu--lonceng yang hanya dapat didengar oleh orang yang meregang nyawanya. Itukah ambisimu? Untuk mengalah dalam diam? Ingin saya meninggalkanmu begitu saja, menuruti kata dikepala dan semua ego saya. Tapi saya tidak bisa.

Karena saya.. sayang kamu.

Betapa bodohnya saya yang percaya filosofi tentang kasih.

Disini.. kembali saya pada tikungan itu, menunggu kabut pekat yang masih mencari waktu untuk menurunkan dinding-dinding kemaraunya, menunggu terucapnya kita yang masih bersandar pada matahari senja dan mimpi-mimpi cantik yang belum terselesaikan. 

Saya menunggu kamu dan semua ilusi arogansi kita. Masih di tikungan itu... Masih bersama rintik cahaya yang enggan hilang atau dilupakan begitu saja.

Malam, mengapa masih diam?

 

Kamis, 28 November 2013

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Misterious J
Misterious J at Malam dan Kamu (5 years 3 weeks ago)
60

suka dengan gaya bahasanya yang puitis.
tapi saya belum bisa menangkap inti dari tulisan ini.
apakah semacam curhatan?
atau sekedar ceracauan?

Writer Fitriaa9
Fitriaa9 at Malam dan Kamu (4 years 51 weeks ago)

Curhatan yang meracau kak. :)

Writer ayachaan
ayachaan at Malam dan Kamu (5 years 3 weeks ago)

Hai :)
Saya suka dengan cerita yang banyak diksinyaaaaaaa <3 dan diksi kamu oke. Hehehe

Semangat menulis lagi ya, salam kenal aku masih baru nih disini :)

Writer Fitriaa9
Fitriaa9 at Malam dan Kamu (4 years 51 weeks ago)

Terimakasihhh. Sama kok ini masih baru join lagi. Salam kenaal!

Writer SiBudi
SiBudi at Malam dan Kamu (5 years 3 weeks ago)

Kata-katanya keren, tapi masih belum mengerti tentang ceritanya, maklum mungkin karena saya masih baru
hehehe...

Writer Fitriaa9
Fitriaa9 at Malam dan Kamu (5 years 3 weeks ago)

Hihi Saya juga masih baru kok :)) Salam kenal!

Writer eQhy aprilyanti
eQhy aprilyanti at Malam dan Kamu (5 years 3 weeks ago)
50

keren...

saya masih baru sih, tapi saya lumayan tertarik dengan tulisan jenis ini
abstrak :)

salam kenal :)

Writer Fitriaa9
Fitriaa9 at Malam dan Kamu (5 years 3 weeks ago)

Hihihi terimakasiih. Salam kenal juga :)

Writer The Smoker
The Smoker at Malam dan Kamu (5 years 4 weeks ago)
70

mungkin kalo dicompress sdikit, dipadatkan, ini bisa masuk ke ruangan sebelah bagian puisi.
untuk cerpen, saya juga masih belajar sii, maksudnya apakah ini termasuk? merunut k komen Nona D (Dayeuh), jenis abstrak, kah? antiplot? saya ndak tahu, haha. mudah2n ada yg menjelaskan.

salam

Writer Fitriaa9
Fitriaa9 at Malam dan Kamu (5 years 4 weeks ago)

Hayooo puisi atau cerpen yaa hihihi ini cerpen kook tapi based on puisi. Tulisan udah beberapa bulan yang lalu, tapi baru di post.
Oiya, maksudnya sih lebih ke abstraksi simbolis, tapi masih banyak kurang #maklummasihbaru :'))
Salam kenaal

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Malam dan Kamu (5 years 4 weeks ago)
60

abstrak.
saya masih belajar jadi masih nyari2 plot, heuheu, rada sulit keraba. (atau emang antiplot?)
coba perhatikan lagi penggunaan "di".

Writer Fitriaa9
Fitriaa9 at Malam dan Kamu (5 years 4 weeks ago)

Hihihi ini plot kook tapi maju mundur gitu. Ditulisnya pas lagi belajar antiplot sih. Sama pas pikirannya lagi ngambang ngabstrak gatau dimana #ketebakbanget :')
Siap siap! Terimakasiih komennya. Salam kenaal, mbak D! :))

Writer terong_ungu
terong_ungu at Malam dan Kamu (5 years 4 weeks ago)
70

Suka gaya tulisannya. Memakai kata "saya" jarang banget kan biasanya "aku".
Tapi maaf yah, aku gak bisa "masuk" ke cerita kamu. Gk tau kenapa, mungkin karena gak empati sama tokohnya.

(_ _)

Writer Fitriaa9
Fitriaa9 at Malam dan Kamu (5 years 4 weeks ago)

Mungkin terlalu abstrak (?) Maklum penulisnya juga aneh #loh
Terima kasih komennyaa. Salam kenaal! :))

Writer pecundang jalanan
pecundang jalanan at Malam dan Kamu (5 years 4 weeks ago)
100

Wah keren bgt cara berceritamu, kalimat2 itu sangat hidup. Dan gaya bahasa yg digunakanpun sungguh mempesona. Dariku yah aku menyukainya, mengenai grammar dan yg lainya biar para master saja. Salamm

Writer Fitriaa9
Fitriaa9 at Malam dan Kamu (5 years 4 weeks ago)

Wiiih. Aduuuh makasih makasiiih.
Iya nih gramar sama strukturnya masih berantakan, tapi makasihh pujiannya :')
Salam jugaak kakaknyaa