Manipulator Waktu

"Oh tidak, apa yang terjadi?" X kaget setelah membuka tirai jendela pagi-pagi. Suasana di luar begitu sunyi, seolah kehidupan ini telah ditelan takdir akhir.


Loper koran yang biasanya melakukan lemparan telak ke pintu rumah kini hanya bisa terdiam dalam ancang-ancangnya. Anjing tetangga mematung di samping pagar sambil mengangkat satu kaki belakangnya. Burung itu, entah  burung apa namanya, hanya bisa berpose cantik di dahan pohon tak bergerak. Menyatu dengan dedaunan pohon yang melamun. Orang tua pikun di seberang rumah X terdiam memegangi selang air menyemprot bunga entah bunga apa itu namanya, sambil senyum tanpa rasa bersalah.


"Oh Tuhan! ini di luar kendaliku!" X berteriak dalam hati. Dipandanginya jam weker beberapa saat, tetap saja jarum merah itu tak melakukan rutinitasnya. "Kumohon jangan!" X bergumam.

***


X berlari ke dapur membuka keran. Tak ada respon apapun, tak ada setetes air pun yang keluar. "Oh jangan sekarang,  jangan sekarang!" gumam X sambil menggigiti kukunya.

Dicobanya keran di kamar mandi, sia-sia, tak ada apapun yang keluar dari kerannya. "Mungkinkah ini..." X bergumam sambil berlari keluar rumah, satu persatu pintu dibukanya, sambil tergopoh-gopoh, dibukanya pintu terakhir menuju pekarangan rumah.

"Bergeraklah, bergeraklah!, kumohon!" X makin cepat menggigiti kukunya sambil mengarahkan pandangannya ke sekitar rumahnya.


***

07.10 pada jam weker. Hanya itu jam satu-satunya milik X. "Aku harus bergegas,"  X berlari ke kamar nya.  X teringat pada sosok Y, sesama manipulator waktu.


"Alamat itu, di mana dia sekarang," X membongkar lemarinya. Tak ditemukannya kertas itu.
"Hape, hape, hape," X membolak-balikkan tumpukkan bukunya di lantai. Membolak-balikkan bantal, guling, dan seprai. Memporakporandakan semuanya. Kamar ini lengkap sudah bertransformasi menjadi kapal pecah.


“Disitu kau rupanya!" X meraih hapenya di atas meja di sebelah ranjangnya. Entah mengapa X selalu lupa dengan apa yang diingatnya tadi malam.


X mencari aplikasi note nya, "Y, Y, Y, harus kutemukan alamatnya," X terus bergumam.

y = 7, tertulis begitu di note hape milik X.


***


"Kertas, kertas, kertas,"  X selalu mengulang-ulang kata jika ia sedang tergopoh.

Srueeeekkk, disobeknya kertas dari bindernya. Tak sempat lagi dia membuka kunci bindernya untuk mengambil kertas.

"Pulpen, pulpen, pulpen," X menerawang ke segala penjuru kamarnya,

x = 3, tergores tulisan besar itu di dinding sebelah jendela kamar X.


***


X menyalakan lampu mejanya. Pagi ini terlalu gelap untuk dibilang pagi. Disinari cahaya bohlam kekuningan, X mencorat-coret di selembar kertas sobekan lecek. "y = 7," bergumam X sambil memeriksa note di hapenya.

Kemudian pandangannya beralih ke dinding kamarnya, "x = 3."

x = 3, y = 7


***


Diraihnya jaket yang tergantung dibelakang pintu kamarnya.  X menuruni satu-persatu anak tangga dengan cepat, berlari menuju mobilnya di garasi. Diputarnya kunci mobil itu berkali-kali, hasilnya nihil.

“Dasar mobil tua! Masih saja berbahan bakar cair!” X komat-kamit.


***


X tahu apa arti x = 3, y = 7.
Koordinat. Letak di mana rumah Y. Disusurinya 3 pixel ke timur dari rumahnya, 7 pixel ke arah selatan.


3 pixel di dunia digital ini sama dengan sekitar 8 km di dunia modern. Di dunia digital ini tak ada yang tahu seberapa jauh 1 km itu. Benar, ini dunia digital, peralihan dari dunia modern. Semua orang berubah menjadi geek, istilah-istilah di segala bidang kini diadaptasi dari istilah-istilah dunia komputer.


Berjalan kaki sambil sesekali berlari, X menemukan lokasi itu. Lokasi yang lebih mirip disebut sebuah rumah.

***


Belom selesai X mendaratkan kepalan tangannya ke pintu, Y sudah membukanya.
"Y?" kata X.
"Siapa?" Y heran.
"Ini aku X, manipulator waktu," X sambil berbisik.
"Masuklah," Y mempersilakan sambil mengawasi sekitar


***


"Waktu berhenti! aku tak tau kenapa," seloroh X.
"Ini semua perbuatan dia," Y menimpali.
"Dia siapa?"
"Z"
"Z?" X tidak mengenal Z.
"Manipulator waktu, " timpal Y. “Dia sama seperti kita, manipulator waktu." Y terus menjelaskan,"Setahuku hanya ada tiga manipulator waktu di dunia ini, kau, aku dan Z."
"Tiga manipulator waktu?"
"Project itu hanya mampu menciptakan tiga manipulator waktu, kita ini alat perangnya pemerintah."
"Y, kumohon serius, jangan becanda."
"Apa aku terlihat sedang becanda?" kata Y. "X, kau itu prototipe pertama."
X masih bingung. "Maksudnya?" kata X.
"Oh ayolah, apa kau tidak mengetahui apa-apa tentang dirimu?" kata Y.
"Yang aku tahu hanyalah, jika dunia berhenti berputar, aku harus menemuimu, Y."
"Benar, Y itu aku, aku prototipe kedua, diciptakan dua tahun setelah kau diciptakan." Y terus menjelaskan, "Penyempurnaanmu, kita melakukan misi itu bersama."
"Ya aku ingat waktu itu," pikiran X bertualang jauh kebelakang. "Kita gagal dalam misi itu,"
"Kegagalan itu memicu pemerintah untuk menutup paksa project manipulator waktu," Kata Y. ”Kita ini adalah manipulator waktu."


"Bagaimana kau tahu semua ini sedangkan aku tidak? padahal kita sama-sama manipulator waktu," kata X.
"Mereka sengaja tidak menghapus memoriku, entah kenapa. Namun apa kau tau, project itu masih berjalan tanpa sepengetahuan pemerintah. Dalam dua tahun mereka menciptakan prototipe ketiga,  seorang Z," Y meneruskan.


"Kemampuan Z melebihi kemampuan kita, dia mempunyai kemampuan menghentikan waktu,”
“Aku yakin waktu terhenti karena ulah Z, kita harus menghentikan Z, aku butuh bantuanmu X,"
"Kita akan memaksanya kembali mengaktifkan waktu yang terhenti."


***


Y menaiki sepeda motornya.
"Kita tak bisa menggunakan kendaraan," kata X.
"Kendaraan ku beda, ayo naik," Y meyakinkan X.

Y mengaktifkan motornya, tak ada suara bising sedikitpun. Melesatlah mereka berdua. "Kita belum tau di mana Z," kata X sambil menahan matanya yang tertabrak angin kencang.
"Aku tau di mana Z, kau tenang saja, pegangan yang erat!" Y bersemangat.


***


Ratusan pixel mereka jelajahi, tibalah mereka di sebuah bangunan tua, lebih mirip bekas gudang daripada disebut bangunan tua.
"Tetap di belakangku," Y memberi arahan. Digesernya pintu gudang perlahan.
"Bagaimana bisa kau yakin kalau Z ada di dalam sana?" X ragu.

"Kan aku sudah bilang, kau tenang saja, percaya padaku," Y meyakinkan.


***


Belum genap lima langkah mereka berjalan memasuki gudang itu, terdengar suara tepuk tangan seseorang.

"Jadi ini dua jagoan kita, dua manipulator waktu legendaris, boneka pemerintah," kata Z sambil tertawa sinis.
X dan Y langsung sigap, mereka yakin kalau Z bukan manipulator waktu yang baik.


"Ahh!" Y berteriak kesakitan karena rambutnya yang panjang dijambak dari belakang oleh Z, entah sejak kapan Z sudah berada di belakang Y.
"Jangan mencoba mendekatiku!" Z memerintah X. Seketika itu sebuah lingkaran melingkari tubuh X.
"Apa yang kau lakukan!" X tak bisa mendekati Z, lingkaran itu menahan gerak X, membatasi ruang geraknya.
"X, itu lingkaran waktu!" kata Y.
"Cerdas sekali wanita satu ini!" Z berkata sambil tertawa geli.
"Jangan melakukan hal bodoh lagi wahai wanita cantik, atau X mu yang gagah itu akan merasakan akibatnya."
Y meronta ingin dilepaskan dari cengkraman Z, mencoba memukul perut Z. "Kau berani memukulku? sudah kubilang jangan melakukan hal yang bodoh lagi,"  Z geram. Dia membuat lingkaran waktu di tubuh Y. "Lihatlah! X yang akan merasakan akibatnya."


Z mempercepat waktu dalam lingkaran di tubuh X, Seketika wajah X menua, tubuhnya melemah, tak ada daya lagi. Tergeletak.
Y hanya bisa memejamkan matanya. Tak kuasa melihat X menua tak berdaya.
"Lihat dia, apa yang bisa dia lakukan sekarang Y,"  Z mengejek. "Kalian hanya manipulator waktu yang gagal, sampah!"
"Bahkan sampai detik ini aku belum melihat kemampuan yang kalian miliki, tak akan ada kesempatan itu!” Z terus mengejek.
"Kau, manipulator waktu terkutuk!" X mengumpat pada Z.
"Oh begitukah?" Z memastikan. "Coba lihat sekarang, apa yang bisa kau lakukan?" Z menginjak tubuh X.


"Y! Lihatlah ini!" Z membuka source code di punggung X, mencabiknya.  Mata X meredup, tubuhnya berubah dingin. Y hanya bisa memalingkan wajahnya, sambil sesenggukan menangis menahan kenyataan pahit.


Z mencengkram wajah Y, "Lihatlah, lihatlah dia, mati, tak bernyawa. tak bisa apa-apa!"
Pandangan Y makin kabur, matanya makin basah, hilang sudah harapannya.
"Hmmm, apa yang akan terjadi kalau aku mencabik bagian ini?" Z bertanya, sambil mengelus punggung Y.
"Ayo jawab!" Namun Y hanya diam, menangis, memutar kembali kenangan-kenangannya bersama X dulu.


"Baiklah, sepertinya aku harus melakukannya," kata Z kejam. Z mencabik source code Y, tubuh Y ambruk, tergeletak lemas, matanya yang basah kini meredup.

Kepuasan ada pada diri Z, namun dia merasakan keanehan pada tubuhnya. Pandangannya pudar, menjadi redup, makin gelap. Kakinya lemas, tak mampu menopang tubuhnya yang kekar. Tubuh Z ambruk, tepat di samping tubuh Y.

"Kk..kkk...ke..na..paa..", ucapan Z terpatah-patah.

Y yang berada di ambang kematian berusaha menjawab, "Jika aku mati..................... kau..... kau juga mati Z..... karena source code manipulator waktu milik mu......... terhubung........  dengan source code manipulator waktu milikku.........".

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer citapraaa
citapraaa at Manipulator Waktu (5 years 12 weeks ago)
2550

idenya bagus.. bikin penasaran. lebih suka kalo gak disebutin jenis kelaminnya, sih, biar lebih misterius x)
tapi gini juga bagus. setuju sama komentar ryandachna.
ceritanya belum bikin puas rasa ingin tahu. apa yg dilakukan, mengapa. kayaknya seru kalo dibikin novel x)

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Manipulator Waktu (5 years 13 weeks ago)
100

Ideny keren, btw ini terinspirasi dari film source code kah? Saia belum sempet nonton film itu #curhat. Lah terus kemampuan si X sama Y apa? Kayakny si Z ini keren banget deh

Ayo dilanjutin, kayakny bakalan keren nih.

Writer anemone_sea
anemone_sea at Manipulator Waktu (5 years 14 weeks ago)
50

hmm komentar saya...
di awal cerita ini membuat saya ingin terus membaca, tapi ketika bertemu Y, anda seperti menurunkannya. Padahal ide keseluruhannya menarik.

Writer 2rfp
2rfp at Manipulator Waktu (5 years 14 weeks ago)
50

wew, sci-fi diluar kemampuan saya. untuk cerita saya akui memang menarik walaupun masih terdapat anomali seperti yang ditanya ryan

Writer ryandachna
ryandachna at Manipulator Waktu (5 years 14 weeks ago)

Pertanyaan ini memang untuk njajal pemahamanmu tentang duniamu sendiri. Apapun jawabanmu langsung kuterima aja:
Kenapa lampu bisa dinyalain X tapi keran air sama mobil enggak?

Writer regreg
regreg at Manipulator Waktu (5 years 14 weeks ago)

air di dunia ini berenti ngalir mas.

cuma saya juga bingung, kenapa listrik di dunia ini masih ngalir yaa? hmmm.

Writer ryandachna
ryandachna at Manipulator Waktu (5 years 14 weeks ago)

Nah itu yang enggak boleh. Di cerita sci-fi kamu mau tulis apa aja boleh tapi kamu sebagai penulis harus punya alasan kenapa itu terjadi. Jadi di cerita ini kamu harus tau kenapa listrik tetap ngalir dan tetap konsisten dengan 'peraturan' yang kamu buat itu.

Writer regreg
regreg at Manipulator Waktu (5 years 14 weeks ago)

misal saya sebagai penulis ngga tau jawabannya, bisa kan ngebuang 'peraturan' tsb. jadi peraturan air berhenti dan listrik menyala itu dihapus, atau dibiarin aja biar nanti jadi pertanyaan pembaca?

Writer ryandachna
ryandachna at Manipulator Waktu (5 years 14 weeks ago)

enggak dong. tetap penulis harus paham dunianya sendiri, supaya ceritanya konsisten.