Pagi hari di kota pelabuhan

Matahari masih belum berencana untuk naik ke permukaan, tapi seorang pria yang sudah berumur berjalan kearah kanal air dengan membawa lentera di tangan kirinya. Dia mengenakan jaket tebal berbulu cokelat yang sedikit kotor, dan topi fedora hitam yang lapuk. dia terlihat seperti gelandangan yang tidak punya tempat tinggal di kota pelabuhan itu.

Dia menyipitkan matanya berfokus pada bayangan hitam di balik kabut pagi yang berada di atas air kanal itu, memperhatikan bayangan itu bergerak mendekatinya secara perlahan seperti seseorang mengayuh di atas perahu kemudian menghilang, dia mengosokkan matanya kemudian dia memperhatikan lagi di tempat bayangan itu menghilang tapi memang tidak ada apa-apa. Pria tua itu menghela napas panjang dan kemudian berbalik kearah jalan yang sudah di sinari cahaya mentari yang hangat dan seorang pekerja pembuat kapal menyapanya dan menanyakan apa yang dia lakukan?.

Pria tua itu menjawab “sepertinya anak ku belum bisa pulang, aku harap dia baik-baik saja saat menangkap ikan dilaut, Karena ku dengar tadi malam badai bertiup kencang di dekat teluk Hekta tempat dia  biasa menangkap ikan”.

“oh begitu. Aku harap dia cepat pulang.!”

“ya…” pria tua itu melanjutkan langkahnya menuju sebuah gang kecil, berjalan dengan menekuk wajahnya menghitung langkahnya yang kelam.Dia menyadari dengan benar bahwa anaknya meninggal akibat badai besar saat menangkap ikan tiga tahun yang lalu, tapi dia bersikeras meyakinkan hati kecilnya bahwa anaknya masih hidup dan mungkin dia lupa dengan ayahnya yang setia menunggu kedatangannya.

*****

Saya mencoba sebisa mungkin untuk mengambarkannya. bagi senior disini jika gambaran saya ini masih susah untuk di pahami atau sedikit susah di pahami mohon kritik dan sarannya agar tulisan saya yang selanjutnya bisa tergambar dengan jelas di fikiran setiap pembaca... terimakasih ...

Read previous post:  
75
points
(567 words) posted by za_hara 12 years 37 weeks ago
68.1818
Tags: Cerita | lain - lain | cermin
Read next post:  
Writer nusantara
nusantara at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 12 weeks ago)
80

BAGUS

Writer autumn205
autumn205 at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 16 weeks ago)
80

Sepertinya saya salah mengerti. Kupikir laki-laki itu melihat ke laut dan sebuah perahu dengan laki-laki berjubah hitam (ala reaper) mendatanginya. Setelah baca ulang, baru ketangkap maksudnya. Sepertinya saya terlalu lelah ^^

Ini cerita yang pendek dan menyayat dan menarik kok. Tetap semangat nulis kakaak

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 18 weeks ago)
60

Kebayang dengan jelas kok :), memang masih ada beberapa kesalahan seperti mengosok-kan tanda hubungny apus yah.

Terus yang benar itu napas, bukan nafas

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 19 weeks ago)
70

Itu yang di paragraf kedua, mungkin maksudnya "perlahan" ya bukan berlahan?
Hehehe..
Saya bisa pahami sih gambarannya. Mungkin ini ya yang dimaksud flash fiction?

Writer benmi
benmi at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 19 weeks ago)
80

Menurut saya deksripsinya sudah tepat sih.. bisa dibayangkan.. beberapa penulisan n eyd.. huruf besar masih salah.. tp saya jg masi belajar.. ga bisa koment byk.. tp pernahkah ada yg membaca ini dan berkata.. "Wow.. rasanya seperti membaca text book.." bagaimana anda mengunakan setiap kalimat bakunya.. hahahhah... jarang bgt.. saran saya.. utk cerita yg masih jumlah sedikit mgkn ga ketahuan.. tp kl panjang.. anda perlu segera belajar memperbaiki agar pola penceritaan bahasa baku anda.. tidak membosankan utk dibaca.. mgkn dg memperbanyak kosa kata.. coba buka www.sinonimkata.com disitu bisa jadi referensi kosa kata.
Lalu penggunaan pria tua.. itu sepertinya bisa diceritakan dgn kata yg lain.. jgn selalu melulu dimulai dg kata pria tua.. aga tidak kesannya membosankan.. sekian.. koment saya.. maaf kalo ga berkenan.. syaa juga masih belajar...
Oh ya.. lupa.. pekerja.. bukan perkeja.. mgkn anda salah ketik.. hahahha

Writer jpramono
jpramono at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 19 weeks ago)

thks kritik dan sarannya mas benmi... bahasa baku ya, nanti aku pelajari.

Writer kemalbarca
kemalbarca at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 19 weeks ago)
60

kalimat langsungnya masih banyak salah
awalannya harus huruf besar, dan tanda baca di akhir kalimat harusnya satu aja sebelum tanda petik
buat ceritanya, terlalu sederhana, aku jadi gak tau apa yang harus dikomentarin
kenapa gak lebih dipanjangin lagi? soalnya deskripsi di awal2 udh cukup enak menurutku
yaah kip nulis deh :)

Writer jpramono
jpramono at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 19 weeks ago)

sebenarnya saya mencoba untuk mengambarkan kejadian yang ada di fikiran saya dan melihat apakah gambaran yang saya tulis bisa tergambar dengan baik oleh pembacanya.

aku emang harus banyak belajar thks sarannya.

Writer Shinichi
Shinichi at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 19 weeks ago)

btw, yang benar itu pikiran lho :) kayaknya itu juga ada di cerita di atas.

Writer jpramono
jpramono at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 19 weeks ago)

aku akan menginggatnya kaka thks. (kebiasaan menulis waktu SD)

Writer zenocta
zenocta at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 19 weeks ago)
60

Menurut saya sih sudah cukup dapat dipahami... kritik saya cuma satu,, coba perhatikan baik2 awalan "di" yang kamu gunakan... ada yg salah penggunaanya.. :D

Writer jpramono
jpramono at Pagi hari di kota pelabuhan (4 years 19 weeks ago)

aku lagi belajar untuk penempatan "di" yang bener. aku emang agak bermasalah dengan kata "di" yang menurut aku susah dipahami oleh diriku sendiri hehehe. thks saranya...