PINTU

“Apa kau lihat pintu yang aneh itu” tanyaku pada Mustopa

Mata mustopa menyelidik ke sebuah gang yang kutunjukan. Kemudian, ia memiringkan kepalanya dan berusaha mencari pintu aneh yang kumaksud. Lalu, ia memandang ke arahku dan berkata “Pintu apa yang kau maksud aneh. Bagiku semua pintu sama saja, dan terlihat normal”

Aku menatap wajah Mustopa dengan sedikit keheranan. Sehingga sekarang kami saling memandang satu sama lain. “Kamu tidak merasa aneh dengan pintu itu” seruku seraya menunjuk ke arah gang yang penuh sesak dengan pemukiman “bukankah pintu itu agak berbeda dan terlihat unik daripada pintu-pintu yang lain”

Mustopa kembali memiringkan kepalanya. Lalu, ia menajamkan matanya dan berkata “Pintu yang mana? Semua pintu terlihat sama di mataku”

“Kamu tidak melihat pintu yang berwarna kuning  di sana itu. Di muka pintu itu terdapat gambar timbul wajah Miyabi. Dan pegangan pintu tersebut terlihat sangat mahal. Kupikir pegangan pintu itu terbuat dari Kristal asli”

“Dimana?” ujar Mustopa kebingungan “aku tidak melihat pintu seperti yang kamu katakan. Lalu, siapa pula itu Miyabi”

Aku  tertawa dalam hati. Baru kali ini aku mendengar seorang perjaka ting ting tidak tahu siapa itu Miyabi. Bocah satu ini benar-benar alim. Aku bangga padanya. Otaknya belum tercemar sama Jepun.

“Kamu mencoba mengerjaiku yah?” ujar Mustopa menuduhku “aku tidak melihat pintu yang kamu katakan. Semua pintu terlihat sama. Tidak ada pintu berwarna kuning dan ada gambar apalah itu”

“Aku tidak berbohong. Sumpah!! Pintu yang kusinggung itu beneran ada. Mata kamu kali yang bermasalah. Jelas-jelas pintu itu ada di ujung gang persis di samping rumah yang berpagar hijau”  

“Maksudmu rumah berpagar hijau yang itu” lanjut Mustopa sambil menunjuk kearah rumah tersebut “Rumah yang ada pohon jambu air di halamannya”

“Iyah benar. Nah pintu yang kumaksud persis di samping rumah itu. Terpisah sendiri. Tidak ada rumah ataupun ruangan. Hanya pintu saja, maka kubilang pintu tersebut adalah pintu yang aneh”

Mustopa mengerutkan dahinya. Kemudian ia kembali memandangiku kali ini mukanya terlihat sangat kesal. Lalu, ia berkata “jangan bercanda deh. Di samping rumah itu tidak ada apa-apa, hanya ada tembok kosong yang belum dicat”

“Pintu segede itu kamu tidak lihat!” tegasku “mata kamu sudah rusak tuh”

“Mau taruhan?” tantang Mustopa “jika di tempat itu ada pintu seperti yang kamu katakan. Kamu yang menang tapi jika ternyata sebaliknya. Aku yang menang, gimana?”

“Ok” ujarku mantap “apa taruhannya?”

Aku terdiam sejenak, sementara itu Mustopa terlihat sibuk memikirkan taruhan yang cocok sekaligus ia gunakan untuk mengerjaiku. Aku tidak gentar sedikit pun. Aku sangat yakin  bisa memenangkan taruhan. Sesaat kemudian Mustopa membuka mulutnya yang masih blepotan coklat dan berkata “begini saja, yang kalah harus menuruti perintah yang menang, selama seharian penuh dan tidak boleh menolak”

“Setuju!!” aku dan Mustopa berjabat tangan menyepakati perjanjian kami. Bocah seperti kami selalu menepati janji-janjinya. Bagi kami janji itu seperti uang jajan yang harus kami pegang erat-erat supaya tidak hilang dan menyusahkan nantinya.

“Kalau begitu, ayo kita buktikan. Mataku atau matamu yang rusak” ajak Mustopa

“Boleh, siapa takut. Tapi ingat perjanjiannya. Yang kalah harus menuruti perintah yang menang”

“Ok. Pasti aku yang menang. Kamu akan jadi pelayanku sehari penuh”

“Enak saja. Aku yang akan menang. Kamu yang akan jadi pelayanku”

“Tidak usah berdebat lagi” lanjut mustopa “Kita langsung buktikan saja omongan siapa yang benar”

“Ok. Siap”

Aku dan Mustopa melangkah cepat. Kami berdua sudah seperti dua orang komandan yang siap bertempur di medan perang. Debu-debu yang mengikuti langkah cepat kaki-kaki kami adalah pasukan-pasukan kami, yang siap diperintah kapanpun juga.

“Hore!!” ujarku kegirangan “aku yang menang”

“Menang dari Hongkong” kata Mustopa bernada kesal “Akulah yang menang. Coba kau lihat baik-baik apakah di situ ada pintu anehmu itu”

“Ini pintunya” lanjutku sambil menggedor-gedor pintu berwarna kuning itu

“Yang kamu pukul-pukul itu namanya tembok bukan pintu”

“Ini pintu” kataku bersikeras “lihat kan ada pegangan pintu dan lubang kuncinya. Masa dibilang tembok”

“Itu tembok!!” teriak Mustopa “kamu orangnya tidak mau kalah. Jangan-jangan kamu sengaja berbohong untuk menghindari hukumanmu”

“Aku nggak seperti itu. Kamu yang sengaja berbohong. Jelas-jelas ini pintu”

“Terserah kamu. Aku capek. Aku mau pulang”

“Terus perjanjian kita gimana?”

“Memang kamu mau jadi pelayanku?”

“Kan aku yang menang” tegasku

Mustopa tidak menjawab perkataanku. Kemudian, ia berjalan pelan dan akhirnya lenyap di belokan.

Sesaat kemudian, pintu aneh itu mengeluarkan suara decitan. Lalu, terbuka dengan sendirinya. Aku melongok ke dalam pintu itu. Aku melihat sebuah tempat yang aneh dengan pohon-pohon yang aneh pula. Rumput-rumputnya berwarna ungu. Samar-samar aku mendengar suara fap fap fap berkali-kali. Dari kejauhan aku melihat seseorang sedang berjalan dan mendekati posisiku. Setelah beberapa saat orang itu berdiri tepat di hadapanku. Dia adalah seorang gadis yang seumuran denganku. Pakaian yang dikenakannya sangat unik. Seperti akar-akar pohon yang dijahit sehingga membentuk sebuah pakaian. Gadis itu berkulit coklat dan rambutnya juga coklat. Ia menguncir rambutnya dengan akar pohon. Mata gadis itu berwarna hijau menyala. Ia menatapku dengan dingin.

“Maukah kamu ikut dengan Kimochi?” tanya gadis itu ramah.

Kata Ayahku, aku tidak boleh percaya dengan orang yang baru aku kenal. Dia bilang kebanyakan orang menyembunyikan gigi yang sangat tajam di saku celananya. Gigi itu bisa menggigit leher sampai putus. Akan tetapi ibuku berkata lain. Dia bilang tidak ada seorang pun yang jahat di dunia ini. Hanya Setanlah yang benar-benar jahat. Ibuku juga bilang bertemanlah dengan siapapun tanpa memandang penampilannya. Karena kamu tidak akan pernah menduga isi saku celananya. Aku lebih percaya Ibuku daripada Ayahku.

“Ikut kemana?” ujarku penasaran

“Ke istananya Kakak Kimochi”

“Kakakmu punya istana. Apakah Kakakmu adalah seorang raja?”

“Bukan” lanjut gadis itu dengan menggelengkan kepalanya “Kakak Kimochi jauh lebih hebat dari seorang raja. Dia mempunyai koleksi batu yang sangat keren. Dia juga menyimpan potongan-potongan tulang ikan di lemari kamarnya. Tapi hartanya yang paling hebat adalah koleksi daunnya, yang ia simpan di kotak besar berwarna hitam mengkilap. Tapi sayang Kimochi tidak tahu keberadaan kotak tersebut. Kakak Kimochi selalu merahasiakannya…”

“Anu…”

“Tunggu dulu” tukas gadis itu dengan mata yang melotot “Kimochi belum selesai ngomong. Jangan dipotong gitu. Kamu adalah anak yang nakal. Perbuatan kamu itu adalah perbuatan yang paling jahat. Kakak Kimochi saja ngerti. Kalo Kimochi sedang ngomong, dia selalu diam dan mendengarkan semua omongan Kimochi sampai habis. Kadang ia menyumpal telinganya dengan potongan roti ketika Kimochi bicara”

“Aku minta maaf, aku nggak tahu”

“Ya udah. Kimochi maafin, lain kali jangan diulangi”

“Semudah itu”

“Apanya?”

“Nggak jadi deh”

“Pokoknya Kakak Kimochi adalah Kakak yang paling hebat di seluruh semesta. Dia lebih hebat dari raja, dia adalah presiden. Bahkan ia punya nama yang paling bagus, tidak seorang pun punya nama seperti dirinya, apakah kamu tahu siapa namanya?”

“Hmm…” aku berpikir sejenak “apakah Sule?”

“Bukan…”

“Apakah namanya adalah Jokowi”

“Bukan itu juga”

“Aku nyerah, aku nggak tahu. Memang siapa namanya?”

“Namanya adalah Bodoh”

“Bodoh….?”

“Nama Kakak kimochi adalah Bodoh. Menurut Kimochi itu adalah nama yang paling bagus”

“Apakah kamu tahu arti Bodoh itu apa?”

“Memangnya ada artinya gitu?”

“Udah lupakan saja, aku yang salah”

“Kamu aneh…Kimochi suka kamu!!”

Tiba-tiba saja mukaku jadi hangat, dan dadaku berdebar sangat kencang. Aku sungguh tidak mengerti.

“Kimochi ulangi sekali lagi, maukah kamu ikut dengan Kimochi ?”

“Tentu saja” ujarku mantap “aku ingin sekali bertemu Kakakmu yang hebat itu”

“Kalau begitu, ikuti Kimochi, dan jangan jauh-jauh dari Kimochi nanti kamu tersesat.”

“Baiklah… Lalu, dimanakah Istana Kakak kamu itu. Apakah  ada di sekitar sini?”

“Tidak” ujar gadis itu kembali menggelengkan kepalanya “istana Kakak Kimochi masih sangat jauh. Hanya Fapu lah yang bisa mengantar kita kesana”

“Apa itu Fapu?”

“Fapu ya Fapu”

“Apakah dia sejenis kuda?”

“Bukan!! Fapu jauh lebih hebat dari kuda, dia bisa meluncur dan terbang. Nanti Kimochi kenalin deh sama Fapu”

Aku kembali mendengar suara seperti : fap fap fap, akan tetapi kali ini suara itu terasa lebih keras dan dekat.

“Nah itu Fapu” seru gadis itu sambil menunjuk keatas, kearah makhluk aneh yang perlahan turun dari langit.

Makhluk itu berdiri dengan manja di depan kami. Dia seperti sudah mengenal sangat lama gadis yang bersamaku. Bentuk mahkluk itu mirip dengan pengering rambut (hairdryer). Bukannya mirip-mirip lagi. Mahkluk itu memang pengering rambut. Hanya saja ukurannya sebesar gajah, dengan dua pasang kaki yang pendek dan sepasang bola mata yang lucu. Dia juga selalu mengeluarkan bunyi seperti fap fap fap.

“Kenalin ini Fapu” ujar gadis itu

“Hai…” kataku

Makhluk itu terus bersuara fap fap fap, membalas perkataanku

“Ayo..cepetan kita naik Fapu” ajak gadis itu menarik lenganku

Aku sebenarnya sedikit ragu dan risih untuk menaiki makhluk aneh itu. Akan tetapi aku pikir, aku pasti aman selama ada gadis itu di sampingku.

Aku duduk di belakang gadis itu, aku pegang erat-erat pinggangnya. Kemudian, terdengar bunyi WHUSS!!! Makhluk itu mengeluarkan angin dari pantatnya yang berlubang sangat lebar. Dan akhirnya kami pun melesat terbang. Walaupun diawal-awal penerbangan, agak tersendat-sendat dan membuatku sangat ketakutan.

“Di kepalamu ada monster yang mengerikan” bisik gadis itu dengan nada serius

“Maksudmu?”

“Setiap anak yang bisa melihat  pintu berwarna kuning itu, pasti sudah ada monster di kepalanya. Nanti Kimochi jelaskan kalau sudah sampai istana Kakak”

***

Aku berada di hutan yang sangat aneh. Daun-daun pohonnya berwarna-warni ada yang berwarna orange, merah, kuning dan sebagian berwarna biru, sedangkan rumput-rumputnya berwarna ungu semua. Di dahan pohonnya bertengger kodok yang punya sayap seperti burung. Kodok-kodok itu terbang kesana-kemari. Berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Aku juga melihat teko yang punya dua kaki dan empat mata yang aneh. Teko itu berlarian di dasar hutan.

“Kita hampir sampai ke istana Kakak Kimochi” ujar gadis itu

Aku perhatikan ke sekelilingku aku tidak melihat sesuatu yang bentuknya seperti istana. Lalu, aku berkata “seperti apakah bentuk istana Kakakmu?”

“Bentuknya seperti batu yang sangat besar, dengan lubang ditengahnya. Di sekelilingnya ada pohon karet yang sangat lentur. Kamu bisa membengkokan ujung dahannya sampai menyentuh tanah. Pohon itu tidak bisa ditebang walaupun dengan kapak yang paling tajam sekalipun. Kimochi pernah mencoba untuk memotong pohon itu tapi tidak pernah berhasil dan akhirnya kimochi kesal dan bosan. Kemudian, Kimochi memutuskan untuk membiarkan saja pohon tersebut”

“Apakah istana Kakakmu masih jauh?”

“Tinggal mengikuti jalan setapak ini, lurus saja dan akhirnya sampai deh”

Setelah beberapa saat, aku sampai di sebuah batu yang sangat sangat besar. Di tengahnya ada lubang yang sama besarnya. Aku mendengar suara GRRR!!!! Yang sangat mengerikan dari dalam lubang tersebut. Suara itu membuat nyaliku semakin ciut.

“Kakak!!..... Kakak!!!..... Keluarlah” teriak gadis itu

Kemudian bumi seakan berguncang. Dari dalam lubang itu aku bisa merasakan kehadiran makhluk yang sangat sangat besar.

Makhluk besar itu berdiri di depan lubang. Bola matanya terlihat kejam dan mengerikan. Giginya besar-besar dan terlihat tajam. Bau makhluk itu seperti kaos kaki busuk.

“Perkenalkan inilah kakak Kimochi yang hebat itu” ujar gadis bermata hijau menyala itu

“Hai…” ujarku berusaha bersikap ramah dengannya. Namun makhluk besar itu hanya terdiam kemudian, menyeringai ke arahku. Aku pun berlari dan bersembunyi di belakang gadis itu.

“Tidak usah takut dengan Kakak Kimochi, dia baik kok”

Aku tidak mau berbicara lagi dengan makhluk besar itu. Walaupun dia baik tetap saja dia menyeramkan.

“Kalo tidak salah, Kimochi pernah bilang, kalau ada monster mengerikan di kepalamu” lanjut gadis itu

“Iyah. Kamu mengatakannya ketika kita sedang terbang dengan Fapu dan kamu juga berjanji akan menjelaskannya ketika kita sudah sampai di istana kakakmu”

“Baiklah akan Kimochi jelaskan, tapi sebelum itu tolong jawab pertanyaan Kimochi dengan jujur”

“Iyah..”

“Apakah kamu pernah melihat orang dewasa main kuda-kudaan dengan telanjang?”

Aku senyum-senyum sendiri merasa malu dengan perbuatanku. Lalu aku berkata “aku sering melihatnya”

“Nah..” lanjut gadis itu “ketika bocah seumuran mu melihat hal yang tidak pantas seperti itu. Akan ada monster yang sangat kecil dan tidak terlihat masuk kedalam otakmu. Monster-monster itu akan menggeroti tiap bagian dari otakmu sedikit demi sedikit dan akhirnya tidak tersisa lagi”

“Benarkah” ujarku terkejut “terus aku harus bagaimana?”

“Pengobatan biasa sudah tidak bisa lagi, karena kamu telah melihat pintu itu”

“Maksudmu pintu yang berwarna kuning itu”

“Iyah benar. Ketika monster yang ada di otakmu sudah ada terlalu banyak. Maka kamu bisa melihat pintu itu”

“Tolonglah bantu aku”

“Kimochi tidak bisa bantu kamu. Sekarang hanya Kakak Kimochi yang bisa bantu kamu”

“Kalau begitu, tolonglah beritahu ke Kakakmu supaya membantuku”

“Yakin?”

“Tentu saja..”

“Kakak… Makanlah!!!” teriak gadis itu

Dengan cepat makhluk itu memegang tubuhku dengan kedua tangannya yang besar. Ia meremas tubuhku dengan kencang.

“Kakak Kimochi suka sekali memakan otak bocah sepertimu”

***

Adik-adikku yang manis, mulai sekarang kalian harus menghindari tontonan yang tidak pantas. Kalau tidak mau dimakan oleh monster. Kalian harus bersabar setidaknya sampai bulu ketek kalian tumbuh…

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer moon eye
moon eye at PINTU (4 years 22 weeks ago)
50

Hai, A.Arifin :)
.
pertama-tama, menurut saya unsur komedinya masih datar saja. tapi bagus kok. karena saya juga belum tentu bisa menulis cerita komedi. :D
.
Dan untuk tanda baca juga sepertinya masih kurang ya. akhir dari kalimat dan dialognya tidak disertai tanda baca seperti titik (.) atau koma (,).
.
tadi sempat ngira kalau fap fap itu sejenis makhluk seperti Appa dari Avatar The Legend of Aang yang akan terbang setiap penunggangnya berseru, "fap fap". tapi kenapa ya bentuknya seperti hair dryer? hahaha.
(kalau nggak pernah buka 9gag, saya pasti gatau apa maksud fap fap.)
.
pada awalnya sempat bingung tapi semakin dibaca akhirnya paham ini cerita maksudnya apa. ternyata... astaga... hahaha.
tapi kenapa adiknya bernama Kimochi (perasaan) dan kakaknya bernama Bodoh (tidak berpengetahuan)?
adakah makna di balik nama tersebut?
.
sekian dan semoga berkenan :)

Writer Shinichi
Shinichi at PINTU (4 years 22 weeks ago)
50

Ya ampuuuunn. Ini najong banget deh. Ahak hak hak. Penulisannya masiy kacau, Om. Belepotan di sanasini. Ckck. Butuh banyak hiburan kayaknya dirimu. Maksudnya tulisan-tulisan yang lebih serius, yang disajikan dengan penulisan serius, memperhatikannya dengan teliti. Tapi ya, untuk komedi, ini enggak kena. Celetukan-celetukan yang diandalkan pada dialognya kurang greget. Meski, ada satu yang bikin saya ketawa. Ada pada narasi menyoal "orang tidak dikenal". Kalimat ini yang bikin saya ngakak: Karena kamu tidak akan pernah menduga isi saku celananya. Cukup fresh karena dimulai dengan semacam "perumpamaan" sebagai hipotesis pertama.
.
Kira-kira begitulah perkenalan (?) kita. Semoga berkenan dan coba lagi deh. Kip nulis kalakupand. Ahak hak hak.

Writer nycto28
nycto28 at PINTU (4 years 22 weeks ago)
60

Pertama saya melihat judulnya, saya kira pintu yang dimaksud itu seperti pintu doraemon.
Hm.. jika mau jujur, saya tidak mendapat komedinya. Saya paham di mana letak komedinya tapi saya tidak merasa hal tersebut lucu. Dan saya juga kurang menyukai unsur-unsur yang ada di dalam ceritanya. Untuk petualangannya, lebih dapet dibanding komedinya karena juga ada sentuhan fantasinya. Hanya, ceritanya terlalu bertele-tele dan kurang seru.
Maaf kalau komentar saya kurang berkenan

Writer Nine
Nine at PINTU (4 years 22 weeks ago)
100

Oke untuk segi petualangan, ini dapet, keren lah (y)
Petualangannya abstrak (baca: absurd) buunngg.
.
Dari segi komedi, saya datar saja dari awal sampe akhir. Ngak ada yang lucu. Tadinya mau mesem pas ada kata:fap fap, sama nama karakter kimochi. Kayaknya di situ masih bisa dieksploitasi lagi.
.
Cerita petualangannya seru dan menarik. Muanteplah, cuman di akhir cerita saya rasa ngak perlu ada pesan dan kesan dari penulis. Biarkan saja pembaca yang mengambil kesimpulan masing2.
.
Sekian pandangan subjektif dari saya, johon maaf kalau ada kata yg kurang berkenan... :)
.
Tetap semangat nulis dan,
Salam olahraga (y)

Writer vinegar
vinegar at PINTU (4 years 22 weeks ago)
80

Mhaha, apa ini yang namanya dreamlike story, atau punchdrunk, atau bad trip :D :D..

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 22 weeks ago)

Semacam dongeng gitu.. Tapi absurd haha.. Anyway thank ya udah nyempetin baca

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at PINTU (4 years 22 weeks ago)
70

Gimana petualangan fusion komedinya? Kurang greget kah? Hakakaka :D #Plak *ditimpuk Bang Arifin pake bata T.T*
.
Untuk petualangannya rada ganjil aja gitu, gimana ya. Terlalu fantasi untuk sesuatu yang fantasi. Awalnya bahas pintu? Kemudian ketemu kimochi si gadis pohon (bentar! Kok nama kimochi mengingatkan saya pada sesuatu? KYAAA!!! Bang Arifin hentai!!! Kak Hidden ada saingannya tuh, hakakaka).
Lalu ketemu raksasa dan akhirnya dimakan. Engggg.... rada kaget juga sih. Emang kemesuman tokoh aku udah kelihatan dari waktu ngomong-ngomong miyabi. Twist yang keren! Karena gk ketebak sama sekali :)
.
Selanjutnya untuk komedi. Aduh... entah karena otak saya udah kecemar atau apa, saya rada-rada mesem di bagian fap fap fap. What the? Kupikir ada yg nekat melakukan hal tersebut di tengah lapangan. Eh ternyata, fapu toh. Hahahaha *ketawa nyesel
.
Untuk cerita ini lumayan menghibur. Walau masih terasa absurd. Untuk tanda baca, kayaknya udah dibahas member lain. Jadi...
See ya Bang Arifin~~~
Salam pamit dulu
*tring*
*menghilang*

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 22 weeks ago)

Satu lagi neh cewek yg ngerti hehe.. Sy mah nggak kaya bang hidden.. Sy cuman mengkoleksi buat di jual lagi kakakakak

Writer hidden pen
hidden pen at PINTU (4 years 22 weeks ago)

ada yang memanggilku? Aku paham kenapa abang berfikiran tentang itu. Aduh jadi malu diriku untuk jujur. Aku membayangkan tubuh mochi chan juga sembari mengambil otakku. Ooohh bayangan terindah. KAAABUURR

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 22 weeks ago)

Dasar koplak lo bang hidden.. Kiakakakak... Sy punya stok banyak neh.. 10 rbu dapet 3 yg high definition .. Haha

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at PINTU (4 years 22 weeks ago)

Dan bisnis pun berjalan -_-
Yang Yaoi ada kagak?
#Kabourrr!!!

Writer Zarra14
Zarra14 at PINTU (4 years 22 weeks ago)

*mampir ngeliat yaoi disebut-sebut*
Ternyata thiya fujoshi >:))

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at PINTU (4 years 22 weeks ago)

Gak Kak! ane bukan fujoshi. Udah tobat! Itu zaman SMP dulu, saat masih bocah dan labil. Sekarang sih suka yang straight aja. Cuma... kalau Ciel dan Sebastian mau bersama, ane ikhlas kok. hakakaka :D
.
Tunggu! Kok aku curiga kalau Kak Zarra itu fujoshi? Wah, jangan-jangan....

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 22 weeks ago)

Udah nggak usah malu-malu, mau pesen berapa biji? Mbak zarra mau skalian pesen juga..? Kiakakakak.

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at PINTU (4 years 22 weeks ago)

Ini nista! Hal seperti ini tak pantas diperjualbelikan!!
HARAMM!!!
.
Btw, ane pesen satu dus ya. Ongkirnya brpa?
Hakakaka :D

Writer Zarra14
Zarra14 at PINTU (4 years 22 weeks ago)

Kkkkk saya juga mantan kok~ *sembunyiin koleksi2 yaoi*
Ciel dan Sebastian sih saya juga setuju hahahahaha XD

Sssst jangan disini kak arifin, pm aja yah :p

Writer hidden pen
hidden pen at PINTU (4 years 22 weeks ago)

di trit menyampah aja di forum
kita puas puasin di sana
hak hak hak
Koq aku nyempil lagi di sini ?
kaabuuurrr

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at PINTU (4 years 22 weeks ago)

Bener....... *senyum curiga*
Dijual lagi? Apa konsumsi sendiri? *eh
Hakakaka :D tapi ini keren lho kak, gak ngerti deh gimana cara berpikir kakak bisa menghasilkan cerpen seperti ini.

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 22 weeks ago)

buat Dijual tpi sebelum itu Sy cek dulu haha... Sy jg nggak ngerti otak sy pikirannya beda terus dri manusia normal.. Jangan2 sy alien kali yak haha

Writer Liesl
Liesl at PINTU (4 years 23 weeks ago)
60

Komedinya gimana ya.. Dapet sih tapi ngga bikin ketawa. Paling dapet yang bagian si makhluk fapu.
Bukan ga lucu sih, tapi buat saya hal2 di atas itu biasa aja, bukan hal yang tabu jadi ya.. Berasa biasa aja. *mungkin saya yang kelewat tercemar*
Soal petualangan, karena saya dapet genre undian itu juga saya mengerti penderitaan sulitnya bikin petualangan hahaha. Cukup terasa petualangannya, yg pasti lebih terasa daripada cerita saya T-T
Soal penulisan, di bagian awal banyak tanda baca yang hilang di kalimat langsung..

Sekian dan semoga berkenan commentnya :)

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 22 weeks ago)

Ternyata ada cewek ngerti.*thanks good.. Hehe anyway thanks udah mampir

Writer ilham damanik
ilham damanik at PINTU (4 years 23 weeks ago)
70

Halo, Mas Arifin :)
Maaf ya, komedinya belum dapat kalo menurutku.
Petualangan si tokoh utamanya dapat sih, cuma lebih ke fantasi gitu kalo menurutku.
Ada pesan tersembunyi dari cerita ini :)
Segitu aja deh, aku gak tau mau ngasih saran apa, takut salah hehehe

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 23 weeks ago)

Nggak usah takut mas sy udah jinak kok hehe.. Anyway mas ilham udah bisa nebak 'pesan tersembunyinya' yak.. Selamat yak hehe..

Writer ilham damanik
ilham damanik at PINTU (4 years 23 weeks ago)

Hahaha :D Pesannya udah jelas banget gitu, semua orang juga tahu kok.
Bang Hidden (mungkin) lebih pengalaman soal ikeh-ikeh kimochi ini :D *ups

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 23 weeks ago)

Cowok aja yg ngerti mas.. Yag cewek kagak ada yg ngerti.. Cek aja koment2 nya.. Sy juga heran.. Kenapa bisa begitu yak...

Writer alcyon
alcyon at PINTU (4 years 23 weeks ago)
100

saya melihat cerita ini dan merasa bagian pembahasan tentang pintu: terlalu kepanjangan kalo cuman sekedar njelasin orang A bisa ngeliat pintu dan orang B kagak, dan sampe pake bertaruh segala. kan lebih bagus klo setelah si A sendirian yang bisa melihat pintu itu, dia pergi meninggalkan B. ini juga akan menjelaskan di bagian selanjutnya dimana ketika si ibrahim bisa pergi tanpa harus memaksakan kepergiannya seperti yang kau buat di cerita, dimana aku mendapat kesan si ibrahim ini dipaksa menghilang dari cerita oleh penulis.
dan mengenai petualangan, aku lebih menangkap unsur fantasi daripada petualangan, karena cerita yang kutangkap ini lebih ke arah kejadian yang fantasiah sementara kalau petualangan iitu lebih kepada kejadian di dunia nyata, seperti terdampar di pulau asing atau melancong ke bulan, seperti halnya kisah2 tintin dan snowy.
dan soal unsur komedi, engh...

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 23 weeks ago)

Sebenarnya. Awalnya karakter si mustopa ini. Akan sy munculkan lagi di bagian ending.. Tpi ditengah jalan ending yg semula direncanakan malah jadi absurd haha.. Jadi kagak jadi.. Btw soal komedinya gimana bro kok ngak diterusin hehe...

Writer Zarra14
Zarra14 at PINTU (4 years 23 weeks ago)
70

Petualangannya dapet, komedi juga dapet walau kurang sreg bagi saya (tapi saya ketawa-tawa aja, jangan-jangan bukan cewe -_-)
Penulisannya masih perlu diperhatikan, seperti penggunaan tanda baca (tanda titik, tanda tanya, dll) dan penggunaan huruf kapital.
Semoga berkenan, keep nulis :D

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 23 weeks ago)

Makasih sudah diingetin.. Sy sering kelupaan klo nulis tanda baca.. Dan apalagi titik dan koma.. Hadeh.. Btw thank udah mampir

Writer latophia
latophia at PINTU (4 years 23 weeks ago)
60

Sepertinya ini humor khas cowok bgt ya... saya cuma ngerti beberapa lainnya no clue sama sekali... mungkin sama seperti nonton TED atau The Hangover gitu, byk yg bilang lucu tp saya ga ngerti lucunya dimana...
.
maaf kl kurang berkenan komennya~

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 23 weeks ago)

Situ.. Harus bersukur kalo nggak ngerti.. Berarti pikiran situ masih bersih haha belum tercemar ama orang-orangan sawah haha.. Anyway thanks udah mampir3

Writer Ran Ganiya
Ran Ganiya at PINTU (4 years 23 weeks ago)
40

sebenarnya, ceritanya memang lucu. serius. tapi rasanya agak bertele-tele, sampai ada beberapa baris yang langsung saya lewati ke baris selanjutnya. tanda bacanya juga banyak yang hilang..
masih banyak yang bisa diperbaiki dari segi penulisan. dari segi ide sih, sudah cukup oke buat saya! maaf kalau nggak berkenan ya.

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 23 weeks ago)

Gpp.. Nyantai aja bro.. Thank ya udah nyempetin baca

Writer benmi
benmi at PINTU (4 years 23 weeks ago)
50

Hmmm... pertama2 ga enak nich komentnya. Aku kurang nyambung ama ceritanya. N subjectif aja.. aku ga tau mau koment apa. Lucunya bagiku ga lucu... trus petualangannya bagiku agak aneh.. sorry banget ya..
Mgkn pembaca yang lain beda pendapatnya..
Anw.. maaf kl komentarnya ga berkenan... salam..
Ane jgn ditabok..

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 23 weeks ago)

Mukul semut aja.. Nggak berani apa lagi nabok cewek.. Kakakak.. Iya neh ceritanya aneh bin absurd sy sendiri aja bingung.. Kok otak sy bisa kepikiran yak.. Haha. Anyway thanks udh nyempetin baca

Writer hidden pen
hidden pen at PINTU (4 years 23 weeks ago)
60

busyet dah bang arifin, komedinya terasa banget. aku sampai berguling-guling dan berjingkrak-jingkrak begitu kupaksakan melihat akhirnya.
untunglah bulu ketekku udah tumbuh subur. hahaha

mungkin ceritanya agak gimana gitu bang. lucu sih tapi petualangannya saya rasa kurang greget. apa di bagian pintu kuning ataukah saat ketemu si kumoichi. tapi itu pendapatku loh bang. hehe
saya sependapat dengan mustopa (namanya bikin greget apalagi kumochi)
itu bukan pintu tapi tembok. kemudian berubah menjadi pintu lalu muncul sosok makhluk yang membuatku berpikiran jelek terhadap tubuhnya. #PLAAAKKK

pokoknya ceritanya seru. smoga ada kelanjutannya.

Writer A.Arifin
A.Arifin at PINTU (4 years 23 weeks ago)

Kayaknya bang hidden paham bener.. Pelaku kali yak hehehe