Tangisan Daun [Chapter One : Daun]

‘Kemudian rasa itu kembali menguak pekat’

SIAL! Kenapa dia ada di sini? Keluhku dalam hati. Baru semenit yang lalu aku mengambil nomor antrian CSO (Customer Service Officer) sebuah bank swasta. Kemudian kukucek mata berulang kali hanya untuk memastikan pandangan ini tidak keliru. Apa benar itu dia? Gumamku dalam hati, masih tidak percaya dengan kenyataan di depan sana.

Dia berdiri dengan gagah bersama seulas senyuman khas yang menambah kesan tampan di wajahnya. Kantung mata yang selalu bergelayut mesra di bawah matanya kini sudah tidak tersisa sama sekali. Aku menyesal, benar-benar menyesal dengan keputusanku hari ini. Apalagi ia baru saja mengakhiri pelayanannya pada seorang nasabah, yang kemudian giliranku karena antrian hari ini memang tidak panjang. Gelisah, sedari tadi aku sudah merasa cemas dan bingung bagaimana harus bersikap saat bertemu lagi dengannya?

“Selamat siang. Dengan Dexter Lucas, maaf… dengan Ibu siapa?” tanyanya sopan seraya mengulurkan tangan. Kurasa, dia masih tidak menyadari siapa yang ada di hadapannya. Apa penampilanku begitu berbeda sehingga dia bahkan sama sekali tidak mengenalku? Ada sebuah perasaan pedih saat menerka-nerka sikapnya saat ini.

“Isabella… Isabella Ernest.” Heran. Dexter masih tetap sibuk bercuap-cuap dengan prosedur pembukaan rekening di bank itu. Apakah ia sama sekali tidak mengenaliku? Bahkan namaku ini pun sama sekali tidak mengusik ingatannya?

“Silakan tanda tangan di sini,” ucapnya menyodorkan form kemudian melanjutkan, “sudah jadi sarjana hukum?”

Tanganku mengudara terpaku sambil mengangkat wajah, memandangnya sesaat sebelum mencari kesibukan untuk menyembunyikan semu merah di wajahku. Ia masih mengingatku!

“Sudah,” jawabku canggung.

“Oh, sudah kerja? Di mana?” ia masih gigih melanjutkan pertanyaannya.

Tax Staff di sebuah hotel swasta. Kamu masih ingat aku yah?!”

“Yah, masa lupa,” katanya bersama senyum kecil. Mengagumkan, senyumnya itu sukses membuatku semakin salah tingkah.

♥♥♥

Original by Lily Zhang

 

Bersambung...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
60

Awww... Manis. Panjangin dong.

50

kurang panjang wkwkkw