Troops Garuda (Chapter 1) - Zaman dahulu

Troops Garuda (Chapter 1) - Zaman dahulu

Di kisahkan dahulu kerajaan Kutai Martadi pura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitarabad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam.

Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat di temukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.

Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Dapat diketahui bahwa menurut Buku Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno yang ditulis oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto yang diterbitkan oleh Balai Pustaka halaman 36, transliterasi prasasti diatas adalah sebagai berikut:

"śri matah śri-narendrasya; kuṇḍuṅgasya mahat manaḥ; putro śvavarmmo vikhytah; vaṅśakartt yathṅśumn; tasya putr mahatm naḥ; trayas traya ivgnayaḥ; teṣn trayṇm pravaraḥ; tapo-bala-damnvitaḥ; śr mlavarmmr jendro; yaṣṭv bahusuvarṇnakam; tasya yajñasya ypo yam; dvijendrais samprakalpitaḥ."

Artinya:

"Sang Maha raja Kundungga,yang amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang Aśwawarmman namanya, yang seperti Angśuman (dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aśwawarmman mempunyai putra tiga, seperti api (yang suci). Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang Mulawarmman, raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mulawarmman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan) emas-amat-banyak. Untuk peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu batu ini didirikan oleh para brahmana.Aswawarman."

Konon Berkat kebaikan Sang Maha raja Kundungga yang dermawan sampailah berita itu ke dewa-dewa di khayangan. Sangking penasaranya para dewa ingin menguji raja yang di kenal baik hati serta bijak juga taat kepada para dewa ini.

Ya.... Dewa wisnu sendiri yang akan menguji sang raja. Singkatnya Dewa wisnu menyamar sebagai Brahmana miskin. Dewa wisnu yang menyamar datang ke kerajaan Kutai Martadi pura.

Di sana sang Dewa wisnu melihat hamparan sawah serta perkebunan nan hijau lagi subur, para petaninya selalu memuji rajanya yang di antaranya "Pajang umurlah Sang Maha raja Kundungga . Berkat ia irigasi di perkebunan juga sawah-sawah kini tanah tandus ini subur sekali." Ucap si petani

Lalu timpal petani lainya "iya... kau benar. Bahkan nyaris hama di tanah kita tidak ada sama sekali" ucap si petani

Setiap 10 meter sang dewa selalu mendengar pujian dan do'a dari rakyat Sang Maha raja Kundungga. Ternyata rakyatnya sangat mencintai rajanya. Bahkan bukan hanya petani, peternak, pedagang, dll nya juga ikut memuji rajanya. Sang dewa pun terkagum-kagum lalu sampailah ia di pintu gerbang istana.

Tampak begitu besar gerbangnya dan begitu banyak para pencari sumbangan di istana. Hingga sang dewa harus mengantri. Sampai akhirnya giliram sang dewa menerima sumbangan dari Sang Maha raja Kundungga.

Sesaat ketika sang raja akan memberikan sumbangan Brahmana yang taklain adalah dewa yang menyamar itupun menolaknya. Lalu raja berbicara "Ada apa wahai brahmana yang bijak? Apakah kurang cukup pemberian aku ini"

Lalu brahmana "tidak, aku kesini bukan meminta sembako ataupun koin-koinmu."

"Lalu apa yang membawa gerangab kemari" ucap raja

"Bukankah kau raja yang dikenal baik hati dan rajin bersedekah? Lalu katakanlah apa arti harga bagimu dan apa arti sedekah bagimu?" Kata si brahmana

Lalu raja dan brahmana yang menyamar itupun berbicara panjang lebar. Hingga pada akhirnya.

"Baiklah, kalau begitu aku minta setengah kekuasaan kerajaanmu sebagai sedekah. Sanggupkah engkau?" Ucap brahmana itu

Orang-orang yang ada di sana terkrjut dengan perkataan si brahmana. Takayal si brahmana mendapat cemoohan dari rakyatnya di antaranya "hei... siapalah engkau seenaknya meminta kekuasaan pada raja. Di beru sedekah saja sudah belagu" ucap salahsatu rakyat

lalu ada yang menimpali "hahaha... liatlah orang tamak tidak tau diri. Dia memanfaatkan kebaikan raja kita. Ayo kita hajar ramai-ramai.

"Tunggu rakyatku, janganlah karena hal ini kalian menjadi pendosa dengan membunuh brahmana. Aku Sang Mah??r??ja Kundungga akan memenuhi janjimu." Ucap raja

orang-orang yang berada di sana terheran-heran dengan ucapan sang raja. Singkatnya penandatangan surat kekuasaan du pelepah kulitpun di lakuakan "ini ambillah brahmana pergunakanlah dengan bijak dan semoga engkau bahagia. Aku juga memperkuat kerajaanmu dengan memberikan 1/4 prajuritku, pembantu kerajaan dll dan jika asa rakyatku yang ingin tinggal di kerajaan brahmana ini aku persilahkan.

"Baiklah berikan padaku, terimakasih raja." Ucap brahmana itu. Namaun saat hendak mengambil gulungan itu raja menghentikannya "tunggu aku butuh namamu agar surat ini sah."

Brahmana itu tertawa "hahaha.... kau ingin tau namaku"

Raja terheran-heran

"Baiklah. Kau ini memang baik hati." Ucap si barahmana lalu si brahmana sekejap tubuhnya bersinar. Ya... di memperlihatkan wujud dewanya di depan orang-orang di sana.

Sontak! semua terkaget-kaget. Semuanya langsung bersujud. Ada yang meminta maaf. Ada yang menangis ada pula yang melantunkan puja-puja. Sang raja pun ikut menghormati. "Maafkan aku dewa wisnu. Apakah aku bersalah sampai engkau datang kepadaku" ucap Sang Maha raja Kundungga

"Tidak wahai Sang Maha raja Kundungga. Kau telah lulus aku uji. Dengab rela berkorban demi rakyatmu. Aku akan menghadiahka mu 6 benda pusaka." Ucap sang dewa.

Penyerahan benda pusa itu berjalan dengan haru. Sang dewa sambil memberikan nasihat kepada Sang Maha raja Kundungga. Tak la kemudian sang dewa mengakhiri kata-katanya "jaga 6 benda pusaka ini baik-baik" lalu menghilanglah sang dewa

Konon katanya penduduk muara kaman, kalimantan timur. Benda pusakan itu di titipkan kepada prajurit setia kerajaan. Katanya setelah memakai benda pusaka itu ke-6 prajurit itu menghilang. Tapi anehnya mereka selalu menjaga raja dengan tidak kasat mata. Sampai Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda denganKerajaan Kutai Kartanegarayang saat itu ibukota diKutai Lama(Tanjung Kute).

Kutai Kartanegara inilah, pada tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam. Sejak tahun 1735 kerajaan Kutai Kartanegara yang semula rajanya bergelar Pangeran berubah menjadi bergelar Sultan (Sultan Aji Muhammad Idris) dan hingga sekarang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

Seiring bergulirnya zaman rahasia 6-benda puasa itupun samar samar bahkan hampir terlupakan. Hingga dianggap hanya mitos belaka. Konon katanya para prajurit yang di titipkan benda pusa itu tidak sempat mewariskannya kepada generasi penerusnya. Juga raja-raja setelah Sang Mah??r??ja Kundungga tidak tau akan hal ini. Dan enatah dimana pusaka itu berada.

Kkkkkriiiiiiinnnnnnnnggghghhhh....

Suara bel berbunyi. "Sampai disini dulu anak-anak pelajaran sejarahnya. Ingat besok kita akan ulangan" ucap guru sejarah

Ya... ternyata guru sedang menjelaskan materi kepada para muridnya di sebuah SMA.

"Ahh... bosan banget vrohh... kenapa gak kayak guru MTK ya cantik, muda, bohayy bukan kakek tua. Dengernya mau molor.. ppfff..." bisik salah satu murid yang bernama Amad sakti

"Woyy... coeg kagak boleh gitu. Siapa tau apa yang di bilangnya itu bener. Hehe..." ucap teman sebangku Amad sakti, yang bernama Alex Yaoming.

Lalu tiba-tiba ada yang menepuk punda mereka dari belakang "Woi vrohh... ayoo.. cabut ke warnet kita main Point Blank. Bentar lagi gua Mayor 3 nih hahaha..." ternyata dia adalah teman Amad sakti dan Alex Yaoming, yang bernama Sukijan.

"Ayooooo.....!!!" Ucap bersama tiga sekawan itu.

Bersambung....

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post

lumayan nich ada cerita sejarah bisa digunakan untuk menceritakan sejarah kepada anak-anak SD

Produk Herbalife | Agen Produk Herbalife Surabaya

90

Ada yang seharusnya pake hurup kapital tapi ditulis huruf kecil. Itu gambar ilustrasinya bagus. keep writing. :)