Polisi Baik dan Polisi Jahat

Tersangka itu duduk dengan gelisah di ruang interogasi, tidak sadar kalau aku dan Ali bisa melihatnya dari jendela satu arah. Kuberikan salinan dokumen kepada Ali, polisi yang merupakan partnerku..

“Gunakan itu baik-baik. Kita harus membuat tersangka itu mengaku. Kau siap?” kataku.

Ali mengangguk. “Siap!”

Aku membuka pintu sengaja agak keras. Berhasil, si tersangka terlihat makin gelisah. Aku sedikit membentak, “Dengar, aku tidak akan ma. . . “

 “Saat aku kecil, aku pernah tidak sengaja melindas anjing tetanggaku dengan sepeda.” Ali tiba-tiba memotongku.

Aku melihatnya, “Apa?”

“Dia tidak mati, tapi hampir cacat.”

“Sebentar,” kataku kepada si tersangka.

Kutarik Ali keluar dari ruangan itu. “Kita butuh pengakuan dari dia. Bukan darimu!”

“Dia yang menabrak anjing tetanggaku?”

“Bukan,” Aku menggelengkan kepala, “Begini saja, kita akan menggunakan strategi polisi jahat dan polisi baik. Aku akan jadi polisi jahat dan kau jadi polisi baik. Mengerti?”

“Mengerti!”

Aku mengangguk senang. Kami sekali lagi masuk ke ruangan.

Kulemparkan arsip dokumen ke atas meja di hadapan tersangka. “Lihat itu. Aku punya semua bukti untuk memenjarakanmu seumur hidup.” Aku lalu duduk di depannya dengan pandangan galak. “Sebaiknya kau mengaku sekarang.”

“A. . .aku tidak melakukan apa-apa. . .” katanya dengan suara gemetar.

Aku tersenyum sinis. Kulirik Ali sebagai tanda dia melakukan perannya.

“Aku percaya padanya. Ayo kita bebaskan aja.”

“Apa??” Aku dan si tersangka kaget bersama-sama.

“Mukamu juga terlihat baik dan ramah, pasti ini semua salah paham.” Ali mendekat ke tersangka itu dan mengelus perutnya. “Kau terlihat lapar. Mau makan? Kue lebaran masih ada tuh.”

Dan sekali lagi, aku menariknya keluar.

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku menjadi polisi baik.”

“Bukan baik yang seperti itu!” Aku menarik nafas menenangkan diri. “Oke oke. Begini saja, aku yang akan jadi polisi baik, kau yang jadi polisi jahat. Bagaimana?”

“Rencana yang bagus.” Muka percaya dirinya itu membuatku ingin memukul kepalanya.

Kami masuk sekali lagi, dan kali ini, Ali duduk di atas meja dekat si tersangka. Kurasa dia mau menakut-nakutinya. Ternyata dia bisa juga kan.

Ali berbisik. “Hei, mau beli narkoba gak?”

Aku memukul mukaku sendiri dan menarik Ali keluar. “Kau. . .seharusnya menjadi polisi tegas dan mengerikan, bukan malah berbuat kriminal. Apa sih yang ada di kepalamu?”

“Maaf.” Dia menunduk sedih.

“Kita coba sekali lagi. Jika kau masih salah, aku akan melakukannya sendiri. Kau mengerti?”

“Oke. . .oke. Aku akan berbuat sebaik mungkin.”

Kami pun masuk kembali. Ali kali ini terlihat lebih berkharisma dan percaya diri. Dia dengan tenang menaruh arsip dokumen di atas meja. Dilihatnya tersangka sebentar dan dibacanya dokumen itu satu per satu.

“Frank Navayo. Lahir 13 Desember 1989. 25 tahun. Punya nama alias Fei dan Frans. Tergabung dalam geng kecil-kecilan bernama Kapak Merah. Pernah terlibat dalam kasus perampokan sepeda dan penganiayaan seorang pemuda. Dipenjara dua kali walau hanya sebentar. Tapi sekarang itu akan berubah.”

Ali sekali lagi memandang Frank sebelum dia melanjutkan. “Padan tanggal 10 Agustus 2015, kau dan tiga orang temanmu melakukan perampokan di toko permata yang berada di Jl. Sudirman. Selain itu, empat orang masyarakat dilukai termasuk satpam yang bisa bersaksi kalau diperlukan. Banyak bukti yang memberatkanmu. Video di kamera pengawas. Kesaksian dari berbagai orang sekitar saat kejadian. Bahkan dua dari tiga temanmu sudah mengakui kalau kau adalah salah satu komplotan mereka.”

“Jadi bagaimana sekarang, apa kau masih mau berlagak bodoh dan tidak mengaku?”

Aku menahan nafas. Harus kuakui, kali ini Ali benar-benar melakukannya dengan sangat baik. Bahkan Frank terlihat tidak mampu berkata-kata.

“Ayo mengaku!” bentak Ali.

“A. . .aku. . .” Frank menjadi gagap.

“NGAKU!!”

Ali mengeluarkan pistol dari kantongnya dan menembak kaki tersangka.

“Wow wow!!” Aku melihat dengan kaget sementara Frank mengerang memegang kakinya.

“NGAKU SEKARANG!!”

“Li, kau gak perlu sejahat itu!!” Aku menahan badannya yang meronta-ronta seperti orang gila.

“Ada apa ini??” Seniorku yang bernama Niko masuk dan kaget melihat tersangka sedang terluka dan meraung-raung. “Oh ya ampun. Panggil anggota medis!!”

Dia lalu menunjuk kami, “Kalian berdua ikut aku!!”

Kami berdua dibawa ke kantornya. Niko melihat kami dengan galak.

“Apa yang kalian pikirkan?? Menembak tersangka seperti itu??”

“Aku.. . .si Ali. . .anu. . “ Aku tidak tahu harus bicara apa setelah semua kejadian aneh itu. Melihat aku yang sudah tak berfungsi normal, Niko beralih ke Ali.

“Ali, aku tidak akan memaafkanmu begitu saja hanya karena kita tetangga. Ayo ngaku, apa yang kau lakukan disana?”

“Saat aku kecil, aku pernah tidak sengaja melindas anjing tetanggaku dengan sepeda,” kata Ali.

“APA!?”

Diluar dugaan, Niko mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke Ali. “Itu kan anjingku! Ternyata kau pelakunya!”

“Ah, anu. . .” Ali memasang tampang bersalah, “kan gak sampai cacat.”

“Gak cacat apaan?? Dia pincang seumur hidup! Kubuat kau pincang juga!”

Setelah itu kantor menjadi ribut dalam usaha menenangkan Niko dan mencoba menyelamatkan Ali. Aku sendiri? Aku mencari lowongan kerja baru di internet.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Polisi Baik dan Polisi Jahat (1 year 2 weeks ago)
90

LUCU, sedikit tapi. sedikit lucu.
Apa karena bacanya buru-buru kali ya?

Writer adlinaraput
adlinaraput at Polisi Baik dan Polisi Jahat (3 years 48 weeks ago)
90

Lucu lucu lucuuu... aku ngakak. Ini si Ali seriously minta dijotok kepalanya. Tapi lucu, dia oon yak, trus mana kebiasaannya cerita tentang si anjing yang dia tembak itu bikin ngakak.

Aku suka karena ngelanturnya dia beralasan, terjawab di ending dan itu bagus banget. kereeeen ^^

Writer Wanderer
Wanderer at Polisi Baik dan Polisi Jahat (3 years 50 weeks ago)
70

Hiburan di pagi hari :D
Lumayan lucu ceritanya, tapi penutupnya kurang mengena dengan cuma menyatakan tokoh 'Aku' mencari lowongan kerja baru di internet.' Apa ya, jadinya loncat banget dan gak berhasil menambah humornya.
Saya suka lelucon tentang si anjing, gak bikin mengerutkan dahi seperti yang lain.
Salam kenal.

60

Ups, gak ngena. Ke saya ini gak ngena, Bang Kemal. Sayang banget ya. Mungkin akibat udah lama ga nulis dan maksain diri nulis.
Tapi gak apa, belajar lagi.

Writer citapraaa
citapraaa at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 3 weeks ago)
100

bingung.
tapi kyk biasa, ceritanya kak kemal abstrak :P
pas awal2 lumayan tenang, tapi ke sini jadi meloncat2 lagi.
bingungnya tuh knp ali jawab dia ngelindes anjing, pas ditanya apa yg kaulakukan sama niko.
gitu deh. terus nulis komedi yaa *request

Writer Shinichi
Shinichi at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 3 weeks ago)
50

btw, ini garing, Bung. saya merasa selera humormu sudah berubah dari beberapa cerpen komedimu yang pernah saya baca.

Writer mawarhijati
mawarhijati at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 3 weeks ago)
70

Ah, lucuuu.
Suka bagian "Kue lebaran masih ada, tuh." xD
Tapi, ada satu bagian yang aku rasa harus diakhiri koma, bukan titik. Bagian "Video di kamera pengawas. Kesaksian dari berbagai orang sekitar saat kejadian. Bahkan dua dari tiga temanmu sudah mengakui kalau kau adalah salah satu komplotan mereka." aku rasa bakal lebih enak dibaca kalau titiknya diganti koma.
Di luar itu, aku suka ceritanya. :)
Maaf kalau tidak berkenan.
Salam. :)

Writer evaporape
evaporape at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 4 weeks ago)
70

lucu..
cuma latarnya kurang greget,but berhasil bikin ketawa, meski ada kalimat yang bikin gagal paham,entah karena akunya yang engga ngerti atau gimana, tapi bagus dan bahasanya juga ringan, jadi ngalir..
salam kenal.. maaf kalau kurang berkenan..

Writer 2rfp
2rfp at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 4 weeks ago)
60

sempet ketawa di bagian ali menawarkan narkoba pada terdakwa hahaha. sumpah gak ngeduga kalo jadi polisi jahat di pikiran ali seperti itu.
di awal saya tidak bisa komen apa2.mnurut saya itu seperti pembangunan suasana. namun di akhir saat di kantor niko menurut saya pribadi leluconnya terbaca biasa, punchlinenya kurang disana.

Writer niNEFOur
niNEFOur at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 4 weeks ago)
90

ahahahahah :D
saya pernah nonton adegan ini di film yang saya lupa judulnya, tapi ini lebih lucu :v

kalau dibuat dengan santai dan tidak terburu2 mungkin hasilnya akan leboh bagus :3

Writer Nine
Nine at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 4 weeks ago)
100

Hehehe, mau komentar apa ini? Niatnya mau bilang "Nice" saja, tapi sudah diusir duluan di log mesej. Jadi saya usahakan panjang-panjang sedikit. ^^
.
Jokenya dapat. Bikin ketawa-ketiwi. Cuma jokenya agak kurang ngena (buat saya) pas di bagian si Ali dan Aku dibawa ke kantor Niko. Bagian itu kurang "nendang".
.
Dari awal smpe akhir enak diikuti. Yang ini menghibur dan melipur lara. :)
Sama seperti pertanyaan cewek cantips yg komen di bawah: "Dia yg menabrak anjing tetanggaku?" Entah kenapa di bagian ini saya mengerut dahi.
.
Overall ini lutu. Niceeeeee :)
.
Sekian om Kemal. Mohon maaf kalau ada kata yang kurang berkenan.
Salam olahraga (Y)

Writer kemalbarca
kemalbarca at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 4 weeks ago)

aku harus akui kalo emang susah banget nyari ending buat cerita ini, dan maaf kalo akhirnya kurang nendang
tapi aku puji dirimu yang tidak hanya bilang 'Nice' :D

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 4 weeks ago)

Iiihh, Akang Nine centil, manggil-manggil saya dengan sebutan cewek cantips. Nanti saya buka rok nih, hayo, manggil lagi kaya gitu, saya akan buka rok beneran... #ngancem!

Writer kemalbarca
kemalbarca at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 4 weeks ago)

jangan lakukan tindakan mesum di lapak orang!

Writer Nine
Nine at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 4 weeks ago)

Jangan dilarang bang kemal, monggo mba shin yg cantips maksimal ^^ <--- keluar mesumnya
.
Hehehe, b'canda om kemal dan mba shin YTH :)

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 4 weeks ago)
90

Seperti biasa, kocak...
Nggak ada matinya untuk membuat orang tertawa, joke-nya pun alami, tidak ada kesan dipaksakan, dan kompor gas.
Cuma ada satu yang membuatku bingung, ketika Ali bilang
"Dia yang menabrak anjing tetanggaku?”

Aku tidak menemukan tautan joke-nya. Sederhananya aku tidak paham bagian itu; gagal paham.

Maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan
Salam...

Writer kemalbarca
kemalbarca at Polisi Baik dan Polisi Jahat (4 years 4 weeks ago)

komentarmu sangat berkenan kok
lelucon yang gak kamu ngerti itu sebenarnya kuambil dari salah satu video yang aku suka, emang salahku yang nulisnya kurang rinci (seperti biasa)
makasih ya shin udh komen lagi di ceritaku :D