L

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer izaddina
izaddina at L (3 years 50 weeks ago)
90

sebenarnya bagus, hanya saja agak syok baca bagian eronya (pendapat personal
tapi remake dongengnya kurang dongeng. hmm, apa ya... mungkin konflik yang di hutan itu bisa ditambah-tambahin gitu biar tambah greget...
rapi dan mengalir, aku suka

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at L (3 years 49 weeks ago)

saya tidak memikirkan konflik tambahan, karena ini didasarkan pada dongeng Sangkuriang, jadi tidak memikirkan konflik lain. Mungkin konflik di hutan kurang dieksplor, ya?
.
terima kasih atas komentarnya, Izaddina.

Writer vinegar
vinegar at L (3 years 51 weeks ago)
80

Selamat malam, mba/mas?

Ini cerpen dark romancenya yah, plot twist di mana-mana. Awalnya dongeng dari Putri salju lalu yang ditengah itu, entah dongeng apa saya kurang paham. Di situ saya masih menikmati jalan ceritanya, baru ketika sudah mulai masuk cerita sangkuriang aroma ero-nya mulai terasa. Hihi. Saya nggak ada masalah dengan itu sih, tapi kenapa ya saya ngerasa emosi saya kurang tersentuh di bagian itu. Saya jadi mikir gambaran Sumba yang polos itu kenapa bisa tiba-tiba berubah jadi ... Eh, bukan hanya Sumba yang karakternya inkonsisten sih, Sang Raja demikian juga. Dari yang awalnya menggebu ingin mengawini anaknya sendiri lalu berubah malah ingin membuangnya. Pencetus perubahan karakter2 ini yang sepertinya kurang dalam dieksplorasi. Begitu mudah kesannya.

Selebihnya, penceritaanmu sudah gak perlu saya komentari lagi. Tidak ada pembacaan yang tersendat, seperti sedang duduk disamping pendongeng dan saya cuma bisa manggut-manggut saja menikmati jalan ceritanya.

Semoga berkenan dengan komen yang tak seberapa ini :)

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at L (3 years 49 weeks ago)

kalau boleng bilang: ini sedikit mengaitkan Jaka Tarub dan Sangkuriang. Jadi Jaka Tarub itu adalah Kakek Buyut Sangkuriang. (tapi, lupakan ini).
.
kurasa penjelasanku dalam cerita perlu diperbaiki lagi ya, ...
.
jadi seperti ini, Sumba adalah korban pelecehan pelayannya selama 3 tahun, dan saat ia tak mendapatkan perlakuan itu, ia merasa ada yang kurang dan begitu lah ia kemudian dengan si anjing.
menyoal si Raja yang berubah, karena si Ratu membuat ia buta, dan karena kebutaan itu ia tak melihat daya pikat misterius yanfg dimiliki Sumba (meski bagian ini saya rasa memang agak konyol).
.
terima kasih atas komennya, Vine. :)

Writer The Smoker
The Smoker at L (3 years 51 weeks ago)
80

udah baca sii kemaren2, nunggu sudut pandang yang lain dulu. habis pembacaan pertama saya terasa nggak berkesan euy, ya selain narasimu yang enak itu. mungkin karena pemilihan cerita?
.
L, yah... ada yang sedikit hilang di sini. (bukan explorasi tentang anu itu lho) apa ya, style? sentuhan lu gak kerasa di sini. ngebayangin sii, mungkin asal kelar. mengingat dirimu yang nulis tiap hari itu.
.
apa lagi ya.. udah deh.
*lemparbencongpasar*

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at L (3 years 49 weeks ago)

ah, saya malah ingin balik bertanya.
sentuhan khas saya itu kaya gimana, ya? .
terima kasih, Z.

Writer citapraaa
citapraaa at L (3 years 51 weeks ago)
2550

mbak~ ini gelap *nyalain lampu* tapi saya kurang suka sama endingnya yang begitu aja <- berharap lebih gelap.
setuju sama nycto, alurnya seperti melenceng, tapi bisa jadi enggak juga, karena ini judulnya "Cucu dari Bidadari".
sepertinya Elqi sudah mengerti kata-kata Kak Day yah hehehe, yang "apakah bagian 'itu' penting untuk dimasukkan ke cerita".
seseven sama Thiya, aroma dongengnya kerasa (jempol)
itu.. miris banget jadi Sumba...

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at L (3 years 49 weeks ago)

lagi gelap-gelapan, ya?
saya tak bisa bilang apa-apa selain terima kasih, ^_^

Writer Wanderer
Wanderer at L (3 years 51 weeks ago)
90

Seru sih,
tapi saya agak kurang sreg karena ini berdasarkan legenda Dayang Sumbi dan Sangkuriang yang merupakan salah satu cerita yang sering saya dongengi, dan remake yang kamu buat ini tidak berkenan bagi saya karena konten seksualnya(ini personal, maaf). Kesan lainnya, terlalu dramatis.
Gaya penceritaan sudah sangat mirip dongeng, enak dan lancar dibaca. Kelihatan sekali penulisnya sudah piawai.
Maaf bila kurang berkenan.
Salam kenal.

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at L (3 years 49 weeks ago)

tidak apa-apa, saya sudah mengantisipasi hal seperti ini.
.
maaf jika cerita ini merusak kenangan akan dongeng tersebut. anggap saja ini cerita yang terinpsirasi oleh dongeng itu, bukan hasil remake.
.
terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.

Writer Nine
Nine at L (3 years 51 weeks ago)
100

Cerita yang enak. ^^
Terutama di bagian yang, ehm, yah, dikau sepertinya mengerti.
Narasi cerpennya bikin betah, asoy geboy. Ini remake Sangkuriang, kan? Yang nikah sama Ibunya sendiri? Berhubung ini remake cerita legenda. (Selera) saya si maunya gaya bertuturnya rada-rada "keterkerajaan" begitu. Apa ya bahasanya? Saya lupa. Jadul2 mungkin? Karena di sini saya menemukan dialog yang pake kata Adinda dan Kakanda, saya harapnya narasi di sini juga ikut-ikutan begitu. Yang pake kata-kata sejenis Adinda, Kakanda, Paduka, Baginda, Kisanak. Saya merasa dialog "Adinda-Kakanda" makin ke akhir, makin memudar. Mohon maaf saya susah menuturkannya, Kanjeng Ratu ^^.
.
Saya juga menemukan kata "biologis" di sini, yang buat saya pribadi kurang sreg dengan setting latar ceritanya. Buat saya pribadi lho, mba shin elqi.
.
Dari kisah awal (Si Ratu, Raja, dan Sumba) di situ saya menikmati suasana kelam dalam cerpen ini. Bagaimana sebuah kecantikan bisa menggelitik sifat-sifat buruk manusia untuk keluar, lalu beranjak ke perang para pengeran, sampai pada pengasingan putri sumba, kelahiran Sangkuni, kematian Tomang, lalu konflik memuncak dan dibarengi dengan narasi yang asoy (yang menurut saya akan lebih tajam lagi kalo narasinya klasik2 gitu)
.
Tapi secara keseluruhan cerpen ini bagus. Bikin betah bacanya, dan endingnya juga klimaks. Hehehehe
.
Saya rasa itu saja dari saya, mba. Mohon maaf kalau ada kata atau kalimat yang kurang berkenan. Maklumlah, saya masih belajar berkomentar yang baik, mba.
.
Sekian,
Syalam Olahraga :)

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at L (3 years 49 weeks ago)

anu, manggil "mbak"-nya jangan banyak-banyak, nanti takut jadi suka sayanya dipanggil begitu.
.
masalah bahasa ini saya cuma menaruh perhatian pada dialognya, karena itu suara tokoh, yang berlatar belakang kerjaan. Untuk si narator saya pilih yang umum saja, karena toh ini remake. Tapi belakangan saya emang tidak peduli lagi dan sama ratakan antara dialog dan narasi. Dan menyoal "biologis" itu ketidaksengajaan yang disengaja: maunya sih saya menggunakan kata yang umum, yang tidak identik dengan waktu atau suasana khusus, tapi kecolongan juga.
.
terima kasih, Nine.
salam Lari Pagi.

Writer Shinichi
Shinichi at L (3 years 51 weeks ago)
80

cerita yang keren. tapi pendapat pribadi, saya enggak suka cerita awal-awalnya. menyampaikan cerita seperti itu membuat saya berpikir tentang hubungan seksualitas dengan manusia sebagai makhluk sosial, secara langsung. karena hal tersebut disebutkan dalam cerita. berbeda dengan misalnya Munro mengisahkan seorang isteri yang berselingkuh dengan seorang pria paruh baya karena suaminya jarang pulang. hal-hal mengenai seksualitas bisa jadi topik diskusi setelah atau di samping hal-hal lain, yakni dilema moral. itu sebagai contoh. atau dongeng apa itu seorang dewa yang sampai-sampai turun ke bumi dan memperistri seorang manusia, lalu isterinya melahirkan manusia setengah dewa. hal itu bisa jadi pembahasan yang mengaitkan seksualitas. tapi tidak seperti awal-awal ceritamu ini. saya ragu yang mana yang menjadi poinnya.
.
saya akan menganggapnya sebagai pengembangan saja, yang mana harapannya bagus buat kepenulisan pengarang.
.
anyway, cerita dongeng melulu naratif. dialognya jarang dan cuma singkat-singkat. cerpen ini juga, buat saya kurang berasa situasinya jika kebanyakan narasi. lalu berikutnya, adalah konflik.
.
konflik cerita ini menyebar, cenderung enggak punya kurva. perjalanan konflik yang dialami Sumba rasanya sempat datar setelah ia diasingkan ayahnya ke hutan. peperangan antar pangeran juga membuat konfliknya melebar. padahal pengembangan seperti itu enggak musti dijabarkan sebanyak yang penulis buat di atas (yang membuat saya mengira arahnya bukan ke remake Sangkuriang).
.
hal lainnya adalah karakter Sumba ini. saya merasa kurang dieksplorasi. cuma sedikit (itu menyoal kebutuhannya). sementara perasaan-perasaannya mengenai hidupnya yang sendiri, dianggap malapetaka, nasibnya yang kehilangan ibunya, dan mendapati ayahnya sendiri ingin menikahinya, dll, enggak mendapatkan perhatian yang cukup. menurut saya ya. padahal itu pasti sangat keren jika diomongin. toh, legenda Sangkuriang itu seingat saya juga enggak secara mendalam membahas perasaan seorang perempuan dan ibu. jadi, mungkin titik fokusmu bukan itu.
.
kira-kira ini yang bisa saya komentkan di mari. semoga berkenan dan mohon maaf kalo bingung. ahak hak hak. kip nulis dan kalakupand.

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at L (3 years 49 weeks ago)

senang sekali rasanya bisa disambangi sang Panglima ahak hak ....
.
boleh tidak, ya, kalau saya bilang begini:
.
awalnya saya mau fokus pada legenda Sangkuriang (menuruti tantangan dan saya segan mengambil dongeng dari luar) tapi saya agak tidak berani karena cerita semacam itu disakralkan, maka saya fokus pada apa yang selama ini menjadi tanda tanya saya menyoal legenda itu sendiri, yaitu hubungan awal kenapa si anjing dan si wanita bisa berada di hutan dan punya anak bernama Sangkuriang. Dan saya sepertinya terlalu jauh dalam hal ini, mengambil masa sebelum tokohnya lahir. :v saya senggol juga legenda Jaka Tarub di sana.
.
menyoal hal lain yang disebutkan, saya akui memang kurang menaruh perhatian penuh di sana.
.
dan untuk Munro, dan ceritanya itu, sepertinya saya pernah baca dan pernah pula menulis sebuah cerpen karena terinspirasi, sayangnya saya tak bisa publis ke sini. Bukan karena seksualitas yang mungkin akan melanggara tata tertip, tapi karena cerpen itu tidak pantas tayang secara umum.

.
terima kasih atas komentarnya.

Writer nycto28
nycto28 at L (3 years 51 weeks ago)
90

Speechless... ._.
Saya benar-benar hanyut sama ceritanya

Kecantikan Putri Sumba yang membawa malapetaka... ternyata benar ya, Cantik Itu Luka (halah, padahal belum pernah saya baca bukunya). Saya kasihan sama Putri Sumba yang polos itu... tragis sekali hidupnya.

Meski.. ya meski saya merasa alurnya makin ke ujung agak sedikit melenceng jadinya. Dari Ratu dan Raja yang memiliki putri cantik bernama Putri Sumba, lalu saya seperti membaca cerita Aurora (nggak persis, tapi kesannya mirip), kemudian malah jatuh ke Sangkuriang. Walau agak lompat-lompat (atau saya saja yang merasakannya? .-.), saya tetap menikmati ceritanya. Kayak banyak dongeng dicampur jadi satu lalu diubah di sana sini.

Ada twist-twist menarik yang membuat ceritanya nggak membosankan :D

Sekian, mohon maaf kalau ada salah-salah kata :)

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at L (3 years 49 weeks ago)

Saya sangat merekomendasikan buku itu, karena ada sedikit inspirasi dari sana saat saya menulis ini. Tapi, baiknya sebelum membaca lihat umur dulu. Karena di sana ada hal yang tak baik kalau ditelan mentah-mentah, yang terkadang sering dilakukan oleh remaja di bawah 18 tahun.

ah, jadi membuka rahasia ini. Saat menulis ini, saya memang membaginya jadi tiga bagian (lebih dari keadaan daripada keinginan sendiri). Jadi ketika bagian itu saya tulis dalam waktu yang berbeda, dan beginilah jadinya. Kurang utuh.

salahmu mungkin satu: kau terlalu cantik **pegang dahi** (jangan mulai, jangan mulai, kendalikan dirimu, kendalikan!)

maaf soal tadi.

terima kasih atas kunjungan dan komentarnya

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at L (3 years 51 weeks ago)
100

Another story of Sangkuriang /abaikan/
.
Sangkuni, what the? Jadi ingat serial Mah*brata di An*v :'v
.
Bisa jadi ini adalah cerita sebelumnya, kenapa dan mengapa gadis secantik Sumba bisa berada di hutan bersama Tomang.
Guud^^
Meski ya, ero-ero-samar khas dirimu masih kerasa di mana-mana =_=a
.
Yang mungkin agak berlebihan adalah, peperangan antar pangeran ya. Kenapa mereka bisa sebegitu keukeuhnya menginginkan Putri Sumba padahal mereka sama sekali belum pernah melihatnya? Kecuali mereka memang pernah melihat wajah "Bak seribu bidadari" Putri Sumba secara langsung dan menjadi gila karenanya, maka saya bisa memaklumi hal tersebut.
.
Yang saya suka dari tulisan ini adalah, aroma dongengnya yang enak(?), bagaimana ya, fairy tail-nya kerasa. Meski ini bukanlah dongeng untuk anak-anak (yaiyalah!).
Rapi, narasinya juga ngalir. Nyaman diikuti dari awal sampai akhir.
.
Yap! Sekian cuap-cuap saya.
Terus semangat menulis ya^^

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at L (3 years 49 weeks ago)

saya beranggapan remaja putra itu gensinya tinggi, apalagi dari kalangan atas, jika ada mobil baru yang luar biasa tapi belum diketahui bentuknya, namun sudah ada pre-order, saya rasa mereka akan melakukan pemesanan. Itu anggapan saya yang saya terapkan di sini: mereka ingin memiliki Sumba yang kabarnya cantik, meski belum tahu rupanya. Penjelasan saya susah dipahami, ya?

terima kasih, Thiya.
semangat juga untukmu ^_^

Writer hidden pen
hidden pen at L (3 years 51 weeks ago)
100

iiuuuhhh #mundur_perlahan. Ehm ehm apa kabar k shin. Fantasy nya sangat bagus uhk uhk Dan semua tragis . ^_^ Umm boleh nanyak nggak ? seseorang yang mampu
membawa benda--putih dan dingin--dari negeri
lain . Itu yg garis (--) maksudnya apa ya ?

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at L (3 years 49 weeks ago)

itu emdash tipe M, tapi karena "alat" saya tak mampu membentuk itu, jadi ganti jadi tanda hubung rangkap.

Terima kasih Hidden :)
kapan nih bisa bergabung di grup Line?