Mengunjungi November

Aku ingin mengajakmu bercakap, sekali lagi. November, getir rindu di antara kalender. Mencacah kumparan angan yang menua karena lupa atau lara. Entah, terlampau jarak untuk ditempuh. Kepura-puraan kita, mendinginkan semuanya, membekukan sapa, menyamarkan ragam tanya.

 

November, aku ingin membungkus jerit dengan jarit. Menentengnya akhir pekan ke perayaan; untuk kausaksikan atau kauabaikan? Pilihan! Kadang-kadang bisa seperti perseteruan, seperti kebisuan yang bingung kita apakan, atau seperti nyala lebam yang susah kita buat padam.

 

Aku menginginkanmu, November. Kembali menjadi sajak yang bersahaja. Menjadi cahaya untuk cahaya, yang saling meminjamkan lengan ketika ada yang merasa hilang. Di sana ada cinta. Ada kau, aku, dan persahabatan di dalamnya.

 

November 2015

@rintikkecil

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer samalona
samalona at Mengunjungi November (3 years 45 weeks ago)
80

Membaca suasana yang diciptakan puisi ini, saya secara bebas menghubungkan November dengan musim hujan, suasana mendung, meskipun tidak ada kata mendung atau hujan di dalam puisinya. Saya rasa itu membantu saya dalam menghayati pembacaan puisi ini. Toh saya bisa berargumen bahwa kata "mendinginkan" di bait satu juga bisa mendukung penghayatan saya itu.
Juga, saya menghubungkan November dengan mendekatnya akhir tahun (itu dibenarkan oleh kata 'kalender' pada bait pertama). Bertolak dari kebebasan saya mengapresiasi puisi ini, saya berkesimpulan puisi ini berhasil memancing imajinasi saya.
Di lain pihak, ini kan ditulis dalam format prosa supaya mendukung efek mengalir yang ditimbulkan oleh naik-turunnya intonasi kata-kata. Tentang hal itu saya mempertanyakan penggunaan cetak miring pada satu frasa di bait 2, yang seakan-akan mewakili nada suara yang ditinggikan dan diucapkan lebih cepat, sehingga efek mengalir itu berubah dari situ. Kecuali, tentu saja, kalau memang itu efek yang diinginkan, berarti ada unsur keresahan di dalam puisi ini.
Secara keseluruhan, saya menikmati membacanya.
Salam, irayukii

Writer naery
naery at Mengunjungi November (3 years 45 weeks ago)
80

Mengalir. Naery suka. Tapi cetak miring yang ada di bait 2 itu seperti sedang berteriak, jadi kurang enak di telinga-rasa.

Writer makna_aksara
makna_aksara at Mengunjungi November (3 years 52 weeks ago)
80

Jangan berhenti menulis :)
visit post saya juga ya

Writer AL_paper
AL_paper at Mengunjungi November (4 years 3 days ago)
90

Nice, simpel tp menggetarkan hati

Writer leonard
leonard at Mengunjungi November (4 years 3 days ago)
70

Membungkus jerit dengan jarit bersama si November

Wahh, romantis mbak Ira

Writer eko lisysantaka
eko lisysantaka at Mengunjungi November (4 years 6 days ago)
90

Perumpamaan katanya indah, romantis.

Writer Wanderer
Wanderer at Mengunjungi November (4 years 6 days ago)
80

Rasanya gak asing dengan puisi begini. Ritmenya konsisten dari awal sampai akhir. Indah dan mudah untuk dinikmati :)