Kita Masih Belum Tahu Nama Bunga yang Tumbuh di Hari Itu

i. Di Buku Harian

Ingin kuhabiskan banyak halaman
untuk mengenang perasaan kita
tetap saja, aku tak mampu ungkapkan
meskipun hanya sebaris kalimat sederhana,
jadi, kuselipkan saja sekuntum bunga
—yang sudah menguning sudutnya,
di tempat kita bersepeda bersama
menyusuri bukit,
berdiri di belakang pagar pembatas
dan memandang lautan lepas
sambil sesekali
bersedih merenungi birunya langit
untuk hal-hal yang tak mungkin kita raih
—juga segala yang tak kita ingat lagi.

Kemana perginya
kita yang dulu berjanji
akan menyusuri jalan ini 10 tahun nanti
untuk melihat apa yang berubah
dan apa yang masih seperti sedia kala?
Nyatanya, waktuku membeku semenjak kau tiada,
dan kalimat “aku mencintaimu” hanya mampu kubisikkan
saat menemukan fotomu di antara tulisan lama.
Kau mungkin menertawaiku, menyesali sikapku yang selalu
terlambat menyadari perasaan sendiri.
Entahlah, aku pun tak mengerti,
apa yang salah dengan diri.

Aku memandang kincir angin di kejauhan
saat malam hampir menjelang
di telingaku masih terdengar suara ombak
yang tak henti berdetak
—lihat, segalanya masih sama,
kecuali pohon tempatku pernah
memetikkan setangkai kembang padamu,
kini dahannya semakin kuat
wajahnya tampak tua dan bijaksana.

Hanya saja, kita masih belum tahu
nama bunga yang tumbuh di hari itu, bukan?
Jadi, jangan salahkan aku,
jika namamulah yang kugumamkan
saat aku menemukannya
sekali lagi.

_@_

ii. Markas Rahasia

Jika kauberjalan ke arah selatan
di belakang sekolah yang catnya
sudah mulai mengelupas
akan kautemukan sebuah bukit
yang ditumbuhi ilalang setinggi lutut,
dan aliran sungai
yang suaranya semerdu tawa kanak-kanak
ketika bermain petak umpet
di antara baris pepohonan.
Tentu, jika kau mau bersabar
dan melangkah sedikit lebih jauh
tersembunyi di antara ranting-ranting rendah
sebuah markas rahasia
tempatku biasa berkumpul
bersama teman-teman.

Tak ada yang istimewa sebenarnya,
kadang kami hanya bermain gameboy
dan bertukar stiker kartun
yang diam-diam kami ambil dari rumah.
Tapi rasanya mewah sekali!
Meski hanya gudang beratapkan seng,
di sana, kami tak perlu memusingkan
PR dan ujian.

Jika jenuh dan kebetulan cuaca tak terlalu terik
kami biasa jalan-jalan menyusuri jembatan
sambil meramalkan
apakah Goku bisa mengalahkan Frieza
di episode Dragon Ball berikutnya?
Lalu, tanpa sengaja, kami sudah menirukan gaya “Kamehameha”
dan menentukan siapa kawan siapa lawan.
Kami tetap bahagia,
meski hanya kami yang berada di kota
selama libur sekolah.

Kini, tahun-tahun telah berlalu
ada rasa segan ketika melangkahkan kaki
memasuki kusen tak berpintu
dan menjenguk kenang-kenangan di dalamnya.
Tetap saja, seberapa keras usahaku,
langit perlahan-lahan berubah merah
seiring suara ombak yang bergema di kejauhan.
“Tak mengapa, tak mengapa,” kubisiki hatiku
yang mulai kehilangan.

Karena selalu ada baris tak tercatat
rahasia yang mengekal bersama usia—
kotak kenangan yang tak terbuka,
aku kan duduk memandang langit,
tanpa merisaukan banyak hal yang tak lagi
mampu kujangkau.

_@_

iii. Kepada Hari Kemarin

Kepada hari kemarin,
maafkanlah aku, sekali lagi
sebab tak memahami betapa berharga
detik-detik yang kulalui bersamanya,
hingga saat perpisahan tiba
dan segalanya sudah terlambat—
kusadari benih itu telah belukar
sesakkan dada, beberapa durinya menorehkan luka
yang tak mampu kubebat ...
aku yang selalu diam, tak peduli
aku yang terlampau pandai menipu diri
kini harus menelan kesedihan yang kupetik—
dan kupupuk—menaungi bumi yang kupijak.

2011

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
90

nggak tau kenapa pokoknya sukaaa

60

pantesan pas baca judulnya kok berasa gimanaaa gt. eh ternyata ngambil dari anohana.
salam :D

n.b endingnya emang menguras air mata

100

dalem brow seep dah

100

Aku selalu menikmati dan mengagumi diksi2mu, Kak Raf.

90

Saya belum nonton animenya, tapi dari kreatifitas Rf.Yanuar ini saya jadi penasaran; mulai mencari tahu dan mempersiapkan menonton episod-episod awal.
Terima kasih sudah berbagi karya menarik ini.
Salam

Salam.
Animenya bagus sekali, Kak. Padahal udah lama 'pensiun' jadi penikmat anime-manga, tapi Anohana bikin aku ingin jadi otaku lagi (-____-)V

90

meeeeenmaaaaaaa... T_T
jadi teringat lagi kesedihan itu

Menma! MO-I-YOO!
(T_T)

sudah hentikan, saya jadi pingin nonton lagi..
tapi nanti tisunya abis :3

90

lagi-lagi, diary yang kamu tuturkan secara manis, naturally mengikuti arus perasaanmu. aku suka membaca puisi yang panjang begini namun tak membosankan seperti cerpen namun classy, I love it <3, salam

Aku takut tulisanku membosankan karena hanya membicarakan hal sehari-hari. Apalagi dengan penyampaian yang 'terbuka' dan minim metafora. Makanya, menyenangkan saat ada yang menyukainya, bahkan menganggapnya 'classy'. Terima kasih (^__^)

Tiap orang mempunyai selera berbeda bukan? aku suka membaca tulisan harian seperti ini, sederhana namun pintar menuturkannya :)

100

tlah berapa halaman digunakan untuk melukiskan perasaan kita
entah mengapa masih ada satu baris yang belum terisi...

NAH! Bait itulah yang paling membiusku dalam lirik 'Aoi Shiori'. Siapa sangka pembatas buku dari bunga kering, sepeda tua, dan hal-hal sederhana lainnya bisa dirajut jadi lirik yang puitis.

makasih gan ini bagus banget tulisannya

Ragam jamu kuat tradisional madura yang bisa menjadikan pria kuat berstamina yang terbuat dari bahan rempah tradisional madura.