#####

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Nine
Nine at ##### (3 years 28 weeks ago)
100

"... di medan" <--- nama kota kalau nggak salah itu harus dikapital.
.
Ngalir. Bikin penasaran jugak sampe akhir. Yang pertama saya perhatikan itu gaya narasinya. Apa emang mau dibuat semacam "teenlit" gitu? (mengingat ada tag "pubertas" di atas) Tapi kok rasanya nggak cocok ya dengan ceritanya? Ini personal, Zoel.
.
Yang kedua juga, saya merasakan ada usaha untuk membuat semacam lelucon di sini, entah itu lewat narasi/petingkahan karakter/dialog-nya, tapi sayangnya nggak ada yang ngena di saya. Mohon maaf T.T
.
Menurut saya, tokoh Sina di sini seperti tidak mempunyai tujuan yang jelas. Maksudnya, kan biasanya dalam fiksi itu ada "sesuatu" yang ingin dicapai oleh karakter utamanya. Dalam mencapai "sesuatu" itu bertemulah karakter utama dengan konflik-konflik yang ia hadapi. Tapi kalau menurut saya, di sini nggak ada tujuan yang jelas tentang apa yang ingin dicapai si Sina ini, Zoel. Yang saya temukan cuma respon-respon si Sina terhadap lingkungan sekitarnya.
.
Kyaknya itu saja, Zoel. Mohon maaf kalau misalnya saya ada salah paham. Semoga berkenan. ^^
.
Kip nulis, brad ^^

Writer vanzoelska
vanzoelska at ##### (3 years 28 weeks ago)

bukan ga ada tujuan tapi belum ada tujuan. karna kan usianya masih belasan tahun. yang dia rasain ya cuma apa yang ada di hadapannya dia hadapin begitu aja. kayak sekolah, kemudian main dan nongkrong sama temenya. jadi untuk tujuan hidupnya itu belum ketahuan. kan masih anak-anak -_-
Terima kasih masukannya kak Nine, nanti kelanjutannya akan lebih baik dari ini.

yosh keep writing!! :D

Writer Nine
Nine at ##### (3 years 28 weeks ago)

Hooo msih ada lanjutan to, kiranya udah slse, zoel.