Question and Answer

Ivory dan Violet berjalan perlahan sambil bergandengan tangan. Sangat terasa oleh Ivory gemetaran tangan Violet. Walaupun terlukis senyum tipis pada wajah Violet, tapi tampak mata nanar menghias wajah cantiknya. Ivory hanya dapat membisu, memandang langkah kakinya yang satu-satu.

Awan hujan menggantung rapuh di langit. Meskipun ini baru pukul 13.00, suasana sudah terasa seperti pukul 17.00. Ivory merapatkan jaketnya karena angin dingin berhembus menerpa tubuhnya. Ivory pikir kalau mereka berjalan perlahan seperti ini mereka akan kehujanan sebelum sampai ke rumah, tapi Ivory sama sekali tak ingin mengganggu kesunyian Violet. Ivory tak ingin melakukan apa-apa pada Violet disaat rapuhnya ini, sampai…

Violet   : Iv, mau main denganku? (sambil membetulkan scarf yang dipakainya)

Ivory    : Eh? Ma-main apa? (tersentak kaget)

Violet   : Ehm… (berpikir). Main tanya-jawab?

Ivory    : Tanya jawab?

Violet   : Ya. Mainnya gampang. Iv tanya, dan aku jawab.

Ivory    : Eh? Tanya apa?

Violet   : Apa saja. (tersenyum simpul)

Ivory    : (terdiam)

Violet   : Aku pasti jawab pertanyaan Iv.

Ivory    : Na… namamu siapa?

Violet   : (tertawa kecil) Violet.

Ivory    : Rumahmu dimana? (tersenyum melihat Violet tertawa)

Violet   : Tepat satu blok kearah utara dari rumah Iv.

Ivory    : Apa makanan kesukaanmu?

Violet   : Mie goreng.

Ivory    : Eh? Mie goreng? Bukannya lapis Surabaya? (menoleh pada Violet)

Violet   : Ah iya, lupa! (tertawa)

Ivory    : Vi… (menepuk pipi Violet, lalu terdiam)

            : Apa warna kesukaanmu, Vi?

Violet   : (terdiam sesaat) Saat ini, biru.

Ivory    : (menggenggam tangan Violet lebih erat)

            : Apa hobimu?

Violet   : Membaca.

Ivory    : Buku apa yang paling kau sukai?

Violet   : Buku-buku milik Sir Arthur Conan Doyle dan Agatha Christie.

Ivory    : (tertawa). Bohong.

Violet   : (tersenyum)

Ivory    : Kau tahu toko kue di dekat sekolah, Vi?

Violet   : Ya.

Ivory    : Kau sudah pernah kesana?

Violet   : (menggeleng) Belum.

Ivory    : Siapa orang pertama yang ingin kau ajak kesana?

Violet   : (terdiam). Kau, Iv. Kau yang pertama.

Ivory    : (tersenyum). Lalu, siapa orang kedua?

Violet   : Tidak siapapun…

Ivory    : (Diam)

Violet   : Si orang kedua, sudah tidak bisa lagi menjadi si kedua.

Ivory    : (berhenti berjalan, dan memandang Violet)

Violet   : (balas memandang Ivory, tersenyum) Benny sudah bukan orang kedua itu.

Ivory    : Maaf… (menunduk)

Violet   : (Menggeleng). Dan itu bukan pertanyaan, Iv. (tersenyum)

Ivory    : Ba… bagaimana perasaanmu Vi?

Violet   : Sakit. Hatiku sakit.

Ivory    : (menggenggam tangan sahabatnya lebih erat lagi)

            : Masihkah sakit? Apa yang bisa kulakukan untukmu Vi?

Violet   : (memandang Ivory)

Ivory    : Jika ada yang bisa kulakukan, akan kulakukan apapun untukmu Vi. (hampir menangis)

Violet   : (balas menggenggam tangan Ivory)

            : Kau sudah melakukannya untukku Iv. Kau sudah melakukan lebih dari cukup untukku.

            : (menarik tangan Ivory dengan lembut untuk melanjutkan perjalanan)

Ivory    : Maaf, aku tidak bisa mengurangi sakit hatimu…

Violet   : Tak ada yang bilang begitu.

Ivory dan Violet kembali berjalan beriringan menyusuri jalan sambil tetap bergandengan tangan. Tepat satu tikungan lagi, mereka akan sampai di rumah Violet. Langit sudah tampak semakin gelap, tapi tampaknya awan masih dapat menahan kumpulan titik-titik hujan dengannya. Sepanjang perjalanan, Ivory dan Violet tidak berbicara satu sama lain. Masing-masing dari mereka hanya dapat merasakan kehangatan genggaman tangan sahabatnya. Sampai akhirnya mereka berada tepat di depan rumah Violet.

Violet   : Sampai jumpa besok Iv.

Ivory    : (mengangguk) Sampai jumpa besok Vi.

Violet   : (berjalan masuk ke rumahnya)

Ivory    : Vi! Ada satu pertanyaan lagi yang ingin kutanyakan!

            : Apa kau menyesal sudah mengungkapkan perasaanmu pada Benny?

Violet   : (menggeleng) Tidak. Aku tidak menyesalinya.

Ivory    : Kenapa?

Violet  : Karena aku kehilangan orang yang tidak menyayangiku, tapi Benny kehilangan orang yang mencintainya. Dialah yang seharusnya menyesal.

Ivory    : (tersenyum memandang sahabatnya)

Violet  : Lagipula, aku punya kau Iv. Kau jauh lebih berharga dibandingkan Benny.

            : Mungkin, aku sebaiknya memilihmu menjadi pengantinku. (tertawa)

Ivory    : (tertawa)

            : Sampai jumpa besok Vi. Love you.

Ivory kemudian melambaikan tangannya pada Violet dan berjalan menuju rumahnya.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Question and Answer (1 year 7 weeks ago)
80

bagus

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Question and Answer (47 weeks 3 days ago)

Terima kasih.
Terima kasih juga sudah menyempatkan untuk mampir dan membaca.
Love xoxo

Writer kartika demia
kartika demia at Question and Answer (3 years 19 weeks ago)
60

.
Ini cerpen dicampur sama skenario ya? Emang boleh? ^^

Perhatikan lagi penulisan di dan ke, buka wiki tentang eyd, obrak-abrik ya!
berhembus--> berembus
Salam

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Question and Answer (3 years 6 weeks ago)

Wah, nggak boleh ya? Haha *maaf kan saya T.T
Oke, makasih kak koreksinya.
Love xoxo

Writer rian
rian at Question and Answer (3 years 20 weeks ago)
70

Secara teknis penulisan dialog cara begini tuh salah. Padahal kalau diceritakan lewat narasi kebebasannya penulis dalam cerita lebih banyak, kan bisa sekalian diselingi sama latar, gestur yg lebih kaya. Buat saya jeda-jeda macam itu penting buat ngasih suasana ke cerita. Kalau begini sih jadinya datar-datar aja.

Enggak diceritakan jelas si Benny itu siapa, kenapa si Violet itu amat sangat amat dramatis begitu. Jadinya terkesan melodrama karena eksposisinya enggak ada. Tapi mungkin saya aja yang enggak bisa nangkap.

Salam kenal, ya. Maaf kalau enggak berkenan.

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Question and Answer (3 years 6 weeks ago)

Ketahuan ya malesnya, makanya outcome nya begini... haha
Wah, memang masih harus belajar banyak nih.
Makasih koreksi dan sarannya.
Salam kenal juga.
Love xoxo

Writer kukuhniam
kukuhniam at Question and Answer (3 years 20 weeks ago)
2550

hampir saya kira tanya jawab yang pertama itu violet pdkt ke ivory, ternyata salah nuduh

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Question and Answer (3 years 6 weeks ago)

Hayo, nggak boleh main nuduh lho, :D
Wah, pada mikir Ivory Itu cowok ya? Padahal Ivory dan Violet Itu sama-sama perempuan lho.
Makasih sudah menyempatkan baca.
Love xoxo

Writer daniswanda
daniswanda at Question and Answer (3 years 20 weeks ago)
70

Baca ini mengingatkan saya sama postingan pertama saya di kekom yg lebih mirip naskah drama dibanding cerpen :D
Satu hal yg mengganggu sih. Kenapa judulnya bahasa inggris kalau isinya Melayu?

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Question and Answer (3 years 6 weeks ago)

Hm... sama-sama pernah begini juga toh :)
Mengganggu ya? Habis kalau isinya bahasa inggris juga, grammar saya masih hancur-hancuran :p
Makasih masukannya dan makasih juga sudah menyempatkan untuk membaca.
Love xoxo

Writer hidden pen
hidden pen at Question and Answer (3 years 20 weeks ago)
60

Jahh

Aku jadi iri, napa yach. Gk tau dech. Plaaakkk

Mungkin kelamaan jomblo, plaaakk

Aku sempat berharap mereka menuju kamar, rupanya nggak. Hihihi

Ok kkaabbuurrr

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Question and Answer (3 years 6 weeks ago)

Kelamaan jomblo? Makanya kak, cari pacar *kata-kata yang nggak pantas untuk diucapkan author (jomblo sejati T_T)
Wah, kalau diceritakan sampai kamar, bisa-bisa kelamaan kak... hehe
By the way, Ivory dan Violet Itu perempuan lho kak :9
Makasih sudah mampir.
Love xoxo