A violent death – The Deadly Poppy

Aku mencintaimu. Tak peduli kata mereka tentang segenap pria yang mati di tanganmu. Engkaulah bunga yang merekah. Namun rapuh, ringkih, seolah mudah terluka. Aku ingin selalu melindungimu, berada di sisimu sepanjang waktu.

Pria mana yang tak terpikat parasmu. Bibirmu merah seperti darah, tersenyum elok nan cerah. Ku sesap dengan penuh kelembutan, sungguh terasa manis. Laksana candu yang menggebu, aku hanyut terbuai syahdu. Hati ini silau akan pesona, terpikat harumnya aroma tubuhmu. Aku terbuai dalam belaianmu. Bayang- bayang cinta datang menggoyah iman, menjeratku dalam indahnya malam.

Tanpa kusadari, kau genggam sebilah pisau di balik pelukmu. Lalu menghujam jantungku begitu cepat. Aku tak mampu mengelak, darahku mengalir sangat deras. Tak kuasa ku hela nafas yang mulai tertatih.. “Pop.....py”. Ragaku pun terbujur kaku, dalam sambutan hangat pangkuanmu. Meski terluka, kutorehkan senyum terakhir penuh cinta untukmu. Biarlah darahku yang kau anggap manis ini membuatmu tetap bertahan hidup.

Jiwaku melayang memandangmu. Kau semayamkan jasadku di halaman rumahmu. Lalu membaringkanku dalam sekotak peti tua, dan menjatuhkannya di lubang yang kau gali begitu dalam. Di sinilah tempat terakhirku, di taman yang sunyi dan penuh dengan hamparan bunga poppy. Aku berjajar dalam tidur panjang bersama pria- pria yang pernah kau cinta. Serangkai bunga poppy merah kau tinggalkan untuk menemaniku. Seperti bunga itulah kau mencintaiku, membuaiku dalam suka, perlahan menghantarkanku ke alam baka..

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
50

xD

50

xD

Writer alinaza
alinaza at A violent death – The Deadly Poppy (3 years 33 weeks ago)
80

kalau udah biasa nulis puisi, terus nulis cerita nggak tau kenapa kata-katanya jadi enakan gitu yaa..
mauuu~ hehe

anyway, bagus lho ceritanya, deskripsinya apalagi :)

70

Pesannya bagus, sayangnya udah ditulis blak2an di kolom message. Jadi ga surprise :P tapi penulisnya bukan mau ngejar itu kali ya..
Karena biasanya nulis puisi, ceritanya pun kebawa begini XD.
Bentar.. Ini bunganya rajin banget, pake nguburin orang segala X"D iya ini cuma ceritanya, tapi karena udah dikaaih tau kalo Poppy ini bukan orang, jadinya mau ngakak bacanya :")
Maapken
Sekian~