Malangnya Negriku

Aku membiasakan hal yang tabu
Membenci organisasi yang masih berkubu
Sosialku tak pernah pandang bulu
Tapi mereka memandangku abu-abu
Mereka tidak pernah bertanya padaku
Tentang makna arti hidup yang satu tanpa ragu
Aku baru tahu ada pemimpin yang keras seperti batu
Ada juga yang tak tahu malu
Bahkan yang masih baru banyak yang sok tahu
Ada pula yang mengaku tahu tapi nyatanya penipu

Negriku menderita
Alam diam tak berdosa di hina-hina
Negriku tak berdaya
Dihantam lidah-lidah tajam penuh bissa
Negriku sengsara
Moncong gila menggonggong satu liur satu suara
Tak ber-ilmu berani tebar nyawa karena mereka merasa terhina
Negriku cukup tua untuk dicaci maki para tetua tanpa tata krama!

Negriku menjadi gagu dan menjerit tanpa suara...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Wawan Cahya
Wawan Cahya at Malangnya Negriku (3 years 7 weeks ago)
70

bagaimana kalau dipersingkat puisinya, tetapi sarat makna. Just masukan. SemangkA...

Writer fuaina
fuaina at Malangnya Negriku (3 years 7 weeks ago)
80

nice one :)

Writer milisi
milisi at Malangnya Negriku (3 years 9 weeks ago)
100

mantab

Writer vanzoelska
vanzoelska at Malangnya Negriku (3 years 9 weeks ago)

terima kasih sudah berkenan ;)
salam tulis ;)