Satu lawan Seribu 2

Ini cerita tentang orang sakti yang bukan sakti. Orang sakti yang mati. Ada lahir ada masa bakti ada sudahi semua untuk kembali. Argh, dunia tak seperti sebelumnya.

Jin, itulah namanya. Nama orang yang memang orang. Aku ingin menceritakannya dengan gaya humoris agar tiada yang berang dan semua senang. Jin berpikir jaman sekarang harus berbuat licik agar survive dan menang. Lalu dia dengan temannya yang bernama Setan berusaha untuk membuat orang baik hidup tidak senang. Dari awal, mereka pasti terpikirkan usaha jahat yang membuat orang baik meradang.

Jin ingin menjadi orang sakti gadungan padahal bukan gadungan. Baginya gadungan padahal bagi orang lain itu sakti beneran. Lalu Jin membeli peralatan kamera yang canggih untuk dipasang sembunyi-sembunyi dan memata-matai dengan tujuan kejahatan dan penipuan. Satu Jin dengan seribu kamera yang mewujudkan impian menjadi orang sakti gadungan yang bukan gadungan. Lalu ia menentukan korban.

Kemudian korban mendapatkan kesulitan hidup dan kemalangan. lalu datang Setan hendak memberi pertolongan ibarat jepang dulu kala sebelum tahun empat lima yang bak pahlawan. "Aku tahu solusimu, kawan..." Kata Setan kepada korban.

Setan memberi tahukan kepada korban bahwa dia punya teman yang tahu banyak hal dan membawa kemajuan.

"Seminggu yang lalu kau menggunakan baju kotak kemeja lengan panjang dan celana hitam dan mengajak istrimu makan di restoran, istrimu mengalami masalah kesehatan dan pola makan serta dua hari yang lalu anakmu mendapat musibah terjatuh dari motor karena kecelakaan, eh, maksudnya ya itu lah, aduh pokoknya begitu dan blablabla bla an." Kata Jin.

"Waaaaaah, hebat. Aki bagaimana bisa tahu banyak hal tentang saya?!!  Aki sangat hebat!" Terkesimalah itu korban yang adalah orang baik yang terkena penipuan.

"Jangan panggil Aki. Ini jenggot dan kumis palsu agar terlihat tua. Aku masih muda dan aku orang jujur. Lihatlah, aku membuka jenggot dan kumis palsu ini. Haha, aku orang jujur dan tahu banyak hal dan kau harus percaya kepadaku, oke!" Kata Jin.

Korban mendapatkan solusi palsu dan terseret permainan seribu setan namun Malaikat datang membawa pertolongan. Menolong dengan solusi kebenaran. "Setiap kebaikan ada untuk orang yang berbuat kebaikan dan setiap kebaikan datang pada orang yang penuh kebaikan dan ditolong pula oleh orang yang penuh kebaikan." Kata suara hatinya dan terlepaslah orang penuh kebaikan dari jerat seribu setan yang membuat penipuan.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Satu lawan Seribu 2 (2 years 27 weeks ago)

Aku tidak tahu apa isi pikiran kalian dan kalian tidak tahu isi pikiranku. Apakah kalian tahu, aku menangis di dalam dan tertawa diluar? haha tentu tidak tahu. tapi aku tertawa dan senang tertawa karena bahagia dan bahagia.