MERDEKA BAGIKU

Ketika malam telah tiba
dikau terjaga berlama lama
bukankah ini waktunya tidur ?

Tatkala pagi menyambangi
dikau siap siap bermimpi
bukankah subuh, waktunya
siap siap merebut butuh ?

Siang terang gemilang
dikau tetap bermimpi girang
bukankah mimpi tinggal mimpi,
melangkahlah ke zona juang

Sore pun menyelinap senyap
dikau senyum berdendang kulum
bukankah senyuman takkan mampu
sembunyikan perasaan

Kenapa engkau bisa ?
aku telah melewati
apa apa yg kau pinta.
aku telah merdeka
sejak masih sangat muda.

Lakukan saja untukmu
engkau pasti akan
merdeka juga.

M E R D E K A !

----

Rumpin, 03 Agustus 2017

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer samalona
samalona at MERDEKA BAGIKU (2 years 27 weeks ago)
90

Permainan rima/bunyi dalam satu baris, kemudian berkumpul menjadi satu bait, kemudian menjadi beberapa bait yang terbaca mengalir, mengalun, dengan judul MERDEKA BAGIKU, memancing saya untuk setengah berharap bahwa ini adalah puisi yang berjiwa kebangsaan. Setengahnya lagi dari harapan saya adalah bahwa puisi akan memberikan sesuatu yang tidak terduga (terlepas dari apakah ada atau tidak hubungannya dengan jiwa kebangsaan).
Rupanya saya menikmati membacanya, apalagi juga terasa ada sentilan samar di dalam sana (pada kenyataannya, sebagian anak muda merasa merdeka, melulu karena kemudaannya itu. Lalu kalau diterawang lebih jauh lagi, selepas usia muda sebagian mereka tidak merasa merdeka lagi).

Writer man Atek
man Atek at MERDEKA BAGIKU (2 years 26 weeks ago)

terangan yang aduhai.
mtnuwun

Writer V_Rion
V_Rion at MERDEKA BAGIKU (2 years 27 weeks ago)
100

Gejolak muda yang eksplosif,
MERDEKAA!!!!

Writer man Atek
man Atek at MERDEKA BAGIKU (2 years 27 weeks ago)

muda sekali. hm ...