KARANG TERPANGGANG

Ketika puisiku mendarat, tiba tiba sepasukan drone, ribuan tawon kendali senyap berkitar, meresapkan cita rasa dari retina ke retina. Gendang telinga membudek, terpenjara suka ria bergembira sendiri saja.

Ketika puisiku menyelam, tiba tiba sepasukan drone, ribuan kodok kendali riuh menari, memindai sinyal bahaya dari duplikasi sidik jari. Jempol tak lagi diguna, sangat mahal harganya melebihi nilai semesta.

Ketika puisiku mengudara dan lanjut menembus antariksa. Tiba tiba aku berkelana tak lagi terpenjara ruang, waktu dan rasa. Ribuan semut kendali menuntunku menuju sajadah, yang itu itu juga. Menjemput puisi dan dijemput oleh jutaan puisi. Luring daring ganti berganti, merdeka memenjara siapa. Sesuka sukanya suka, bersuka. hm...

---
Rumpin, 28 November 2017

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer dewi linggasari
dewi linggasari at KARANG TERPANGGANG (1 year 51 weeks ago)
100

Puisi.... jalan menuju kebebasan. Okey Deh ....

Writer loluji
loluji at KARANG TERPANGGANG (2 years 8 weeks ago)
100

"Sesuka-sukanya suka, bersuka", hm! :D