Pada Suatu Ketika, 3500

Andai perempuan itu tahu siapa yang lebih baik tentu dia takkan merasa menyesal telah memilih yang terakhir...

Tertata di bagian ujung atas kanan paling terakhir, sebuah kotak berisi nama seseorang yang akan perempuan itu jadikan suami dan itu rahasia tentunya, tertulis 5k, itu harga kotak itu. Seperti jajanan saja. Perempuan itu membukanya di rumah dan terdapat kertas berisi tulisan, "anda belum beruntung, coba lagi."

Perempuan itu bersama teman sekantornya ketika membeli "kotak nama" di toko Aneka Suami dan langsung menelpon temannya.

"Kamu dapat?"

Temannya menjawab: "Dapat, horee."

"Dengan siapa?"

Temannya menjawab:"Pangeran kodok, pengusaha pabrik coklat."

"waaah, itu artinya ganteng sekali. Kudengar kalau kata sandi pangeran kodok biasanya dari kalangan borjuis."

Temannya menjawab:"Kau besok pilih kotak tengah dan ambil yang menurut hatimu saja. Semoga beruntung."

"Iya, terima kasih. Selamat ya. Sekali lagi selamat."

 

Keesokan harinya, perempuan itu membeli lagi kotak nama di toko Aneka Suami. "Anda belum beruntung, coba lagi." Itu yang selalu dia dapat setiap dia membeli dan akhirnya ia merasa menjadi orang yang tidak beruntung. Teman sekantornya sudah lama pindah mengikuti suaminya. Hilang kontak pada akhirnya.

Pada suatu ketika, tersiar kabar sindikat penjualan organ tubuh manusia dan perdagangan manusia yang terbongkar, dan teman sekantornya itu yang merasa beruntung itu tertipu dan menjadi tidak beruntung menjadi korban penipuan itu. Dia, perempuan yang merasa tidak beruntung itu akhirnya merasa beruntung karenanya.

Perempuan itu mengambil jalur menyeberangi perbatasan negeri, untuk bertemu lelaki yang mungkin akan jadi suaminya. Pada suatu ketika, saat negeri perempuan dan negeri lelaki dihubungkan dengan jalan yang lebih baik. Ketentuan yang di buat bahwa setiap perempuan suatu negeri tak boleh menikahi lelaki dari negeri yang sama dan sebaliknya, itu akan berubah lagi kelak pada akhirnya.

Pada suatu ketika, sebuah negeri berarti suatu lingkup daerah bertembok tinggi dengan batas-batas yang sulit dilewati dan manusia yang tinggal didalamnya sudah terpenjara sebelum dilahirkan.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post