Bianglala

Kibasan warna

Membentang langit raya

Jembatan surga

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer man Atek
man Atek at Bianglala (47 weeks 3 days ago)
100

Mantabs
Gayane makin
menjuntai burai
sipsiiiiip!

Writer KD
KD at Bianglala (49 weeks 1 day ago)
100

ini haiku modern banget, sudah tidak terikat keharusan memuat penanda waktu

Writer Putri_Pratama
Putri_Pratama at Bianglala (48 weeks 1 day ago)

Terima kasih telah membaca karyaku.

Writer cunex_junaedi@yahoo.com
cunex_junaedi@y... at Bianglala (49 weeks 2 days ago)
80

Seindah kata bianglala terjelma, suka

Writer cunex_junaedi@yahoo.com
cunex_junaedi@y... at Bianglala (49 weeks 2 days ago)
80

Seindah kata bianglala terjelma, suka

Writer Putri_Pratama
Putri_Pratama at Bianglala (48 weeks 1 day ago)

Terima kasih telah membaca

Writer samalona
samalona at Bianglala (50 weeks 1 day ago)
80

Pemakaian kata 'kibasan' mengesankan bahwa seseorang/sesuatu melakukan gerakan mengibas maka 'warna' itu muncul. Kata 'kibasan' juga memberi nuansa kepada saya bahwa 'warna' itu tidak harus mencolok ataupun berkesan tebal (kalau dalam program pengolah kata, ibarat font yang tidak dibold). Tetapi baris berikutnya mengatakan "membentang langit raya" yang berarti bahwa meskipun hanya kibasan, warna itu lebar, sangat lebar, dan sangat jauh jangkauannya. Untuk apa bianglala, kibasan warna itu? Dia adalah jembatan menuju surga. Terserah mau diartikan bagaimana 'jembatan' itu, baik secara harafiah maupun sebagai kiasan, keduanya bagus, karena pembaca diajak untuk berkelana dalam imajinasi.
Kesimpulannya, saya suka. Terima kasih sudah berusaha melahirkan dan berbagi haiku ini.
Salam, Putri_Pratama. Mari terus menulis.

Writer Putri_Pratama
Putri_Pratama at Bianglala (48 weeks 1 day ago)

Wah, apresiasi yang menarik. Terima kasih, Samalona telah menyempatkan diri mampir membaca karyaku. Selamat berkarya juga.

Writer nusantara
nusantara at Bianglala (1 year 1 week ago)
90

belajar out of the box ahh
-kibasan warna
seperti warna-warni warna pada setiap lukisan yang membentuk dan memberi makna yang sebelumnya hanyalah kanvas kosong,
begitulah realita kehidupan manusia yang beragam, majemuk, berbeda-beda, dari masa ke masa mengarungi samudera rentang waktu sejarah dari jaman awal mula (Adam)hingga kini dan nanti.
-membentang langit raya
bila kanvas itu berukuran dan mampu dilihat setiap ujung sisinya maka dengan pasti bahwa langit raya tak terukur.
namun sepertihalnya kain kanvas itu, bahwa tentu itu hanya sebuah potongan kain, untuk kemudian diatasnya digambar lukisan, yang setiap potongan tentu asalnya dari sesuatu yang lebih besar dan atau lebih tepatnya lebar, maka potret langit adalah seperti kanvas itu.
fotolah langit, dan objeknya terserah, misalnya awan, awan dilangit yang tersimpan dalm gambar dibatasi oleh sisi-sisi yang berujung, kita melihat apa yang ingin kita lihat, bukankah di langit ada lebih banyak awan selain yang kita ambil gambarnya,
misalnya mengambil foto objek pesawat di langit, bukankah yang kita lihat dibatasi ujung sisi-sisi foto,
itu menjelaskan bahwa manusia memiliki batasan penglihatan alam raya,
langit raya menandakan sangaaaat luaaaaaaaaaaaas sekaliiiiiiiiiiiii....
semesta.
berbicara itu maka tak lepas dari peradaban dan kebudayaan manusia di muka bumi dan diluar bumi. jika ada....
jika ada peradaban dan kebudayaan di luar bumi,
tetapi intinya adalah bahwa ketika semua memahami bahwa bianglala sebagai suatu wakil dari roda atau lingkaran yang berputar, maka itu menunjukan bukan sekadar naik-turunnya peradaban manusia di sepanjang sejarah,
dari sebelum masehi hingga 0masehi hingga abad 21 kini,
tidak ada benda yang tidak berputar di semesta sebab katanya bahwa asteroid pun memiliki jalur lintasan,
jadi bukan hanya tata surya kita, tapi juga galaksi yang entah bagaimana para ilmuwan mengukurnya,
lalu dimana ujung semesta?
-jembatan surga
jembatan itu identik dengan jalan penghubung, sama halnya ketika kita di rahim ibu yang katanya ilmuwan bagaikan hidup di surga dan jembatan menuju ke dunia ini adalah melalui proses persalinan setelah menunggu waktu yang tepat kurang lebih 9 bulan,
maka waktu 9 bulan itu menjadi rentang waktu menunggu untuk lahir kedunia ini yang oleh kebanyakan orang ada yang merasa bagaikan hidup di neraka, oleh sebab pertempuran panjang yang selalu ada, dan setiap anak-anak menjadi kehilangan masa depannya, tidaklah memikirkan sekolah, hanya ketakutan saja dengan suara bising peluru yang tak henti-henti dan suara ledakan bom yang menggelegar, kecemasan menyelimutinya dalam remang-remang kehampaan hidup yang tak terperi,
jembatan surga dalam kehidupan ini adalah nilai-nilai toleransi,
toleransi itu hilang pada masa peperangan di setiap jaman yang dilalui manusia.
bukannya manusia itu tidak mengenal toleransi, sejak jaman sebelum masehi pun ada kebenaran yang tak bisa dibantah bahwa manusia mengenal toleransi dalam ukuran kebudayaannya masing-masing.
contohnya dalam hal cara berpakaian di berbagai belahan bumi yang ukuran toleransinya itu batasannya berbeda,
jangan coba-coba menggunakan rok mini di negara yang melarang menggunakan rok mini.
jadi jembatan surga itu adalah menghargai perbedaan-perbedaan yang ada, dari mulai cara berpakaian sekalipun, dan peperangan tak perlu terjadi gara-gara rok mini,
perang mulut tentunya....
dan ejekan-ejekan akan berujung pada suasana neraka bukan di surga,
jadi bukankah toleransi itu tak perlu dikurangi untuk hal-hal tertentu?
ini lagi komen asal-asalan,
bukan biar disangka membela cewe yang pake rok mini atau biar disangka membela cewe yang roknya selalu panjang, cuma komen aja,
out of the box juga ngga,
hehehehe
mirip-mirip vicky prasetyo... ahahahaha,
perputaran itu naik-turunnya itu maksudnya dipikiran saya itu adalah bahwa peradaban dan kebudayaan itu berubah-ubah setiap jamannya namun juga nseiring sejalan maksudnya bersamaan antara jalannya primitif dan modern,
contohnya di abad 21 ini masih ada manusia pedalaman yang primitif yang tidak berpakaian seperti di negara-negara yang katanya sudah modern, saya lihat di youtube, tears of the amazon, belum di indonesia ada suku anak dalam,
apakah bisa diketahui sejak kapan nenek moyang mereka masuk ke hutan dan sampai abad 21 masih belum menggunakan bra pada dada perempuan-perempuanya. bila mereka sejak awal masehi sudah tinggal di hutan berarti bahasa mereka adalah bahasa yang sangat tua, bahasa suku pedalaman, apa ini jadinya, apakah mereka bagian dari warna-warni kehidupan manusia?
tentu saja.
di jambi itu katanya suku anak dalam, kalo gak salah dulunya menutup diri dengan dunia luar,
di negara lain juga banyak,
sepertinya di abad 21 ini, setiap suku pedalaman yang tak mengenal dunia luar tidak tahu ada banyak agama-agama di dunia yang juga memberi warna-warni kehidupan manusia,
jadi perputaran naik-turunnya itu bagaimana bila dihubungkan dengan peradaban dan kebudayaan suku-suku pedalaman di seluruh bumi?
semuanya berputar pada setiap masanya dan bisa jadi suatu saat nanti suku-suku pedalaman itu yang akan menggantikan manusia-manusia yang hidup di kota-kota besar,
hehehehe
saya ini numpang coretan di sini,
semoga bermanfaat walaupun tidak bermanfaat,
bianglala,
wih, bianglala

Writer Putri_Pratama
Putri_Pratama at Bianglala (48 weeks 1 day ago)

Sepanjang apapun komentar pembaca, saya hanya dapat mengucapkan terima kasih karena telah mengapresiasi karyaku.

Writer nusantara
nusantara at Bianglala (1 year 3 weeks ago)

RAINBOW RUBY..
pelangi kan,
tahu lah saya cuma pura-pura ga tahu,
judulnya kok bianglala?
bianglala sama pelangi hubungannya apa ya?
atau salah ya? kurang konek nih.
kibasan warna, saya pikir warna pelangi..
membentang langit raya, saya pikir lengkung pelangi..
jembatan surga, saya pikir warna-warni kebhinekaan yang adil dan beradab dimana setiap warna melambangkan segala perbedaan manusia dari mulai warna kulit sampai warna bahasa yang begitu beragam tetapi semua sederajat dan memiliki hak yang sama untuk hidup merdeka dan terbebas dari imperialisme.
sekalian baca pembukaan uud 45 deh,
PEMBUKAAN
BAHWA SESUNGGUHNYA DAN SETERUSNYA....
hehehehehe kepanjangan

Writer nusantara
nusantara at Bianglala (1 year 3 weeks ago)
100

ga ngerti maksudnya, kata-katanya terlalu sedikit...