Him or him ~part 04~

~part Four~

 

Fraedea berjalan menyusuri rak-rak penuh buku filosofi asing yang tebalnya mengalahkan kamus-kamus istilah, mencari dengan cermat buku yang harus dia beli. Fraedea memutuskan bahwa kelas tambahan yang akan dia ambil semester ini adalah kelas filosofi. Merasa lemah dalam bidang ini, Fraedea berencana akan lebih tekun belajar. Sejak dulu, Fraedea adalah seorang challenger, menantang dirinya sendiri untuk mengalahkan kelemahannya. Ini adalah cara yang kemudian Fraedea jadikan untuk berkembang. Meskipun beberapa pekan lalu Fraedea mengalami hal paling buruk dalam hidupnya, tapi Fraedea memutuskan bahwa hidupnya harus tetap berjalan maju. Sifat kuatnya diturunkan dari ayahnya yang seorang pengusaha sukses, setidaknya itu yang dikatakan bu Yuta kepadanya.

“Sudah ketemu bukunya?” tanya Sonia pada Fraedea.

“Ah, aku masih mencarinya. Buku yang direkomendasikan pak Dawson ternyata cukup langka.” Balas Fraedea. Fraedea tampaknya mulai akrab dengan Sonia. Seperti sekarang, Sonia mengantar Fraedea ke toko buku di kotanya. Beberapa minggu ini, Sonia dan Fraedea sudah banyak mengobrol dan mengenal masing-masing dari mereka.

“Heeeeh, kau ini aneh Fraedea, kelas filosofi adalah kelas yang paling dihindari oleh siswa-siswi di sekolah kita kau tahu? Kebanyakan dari mereka yang ikut kelas filosofi adalah siswa semester akhir, dan kau dengan polosnya masuk ke kelas itu padahal kita masih di semester 3? Unbelievable!”. Sonia menguap dan merenggangkan tubuhnya seakan bosan.

Fraedea tersenyum mendengar ucapan Sonia. “Mungkin aku memang cukup aneh?” jawab Fraedea renyah. Sonia ikut tersenyum mendengarnya. Sonia melihat Fraedea kini sudah mulai terbuka kepadanya. Minggu-minggu awal pertemuannya dengan Fraedea memberikan kesan bahwa Fraedea sangat suka melamun dan cenderung menghindar. Seakan-akan siapapun didunia ini dapat menyakitinya dengan mudah. Kesan rapuh Fraedea saat itu sudah mulai menghilang tampaknya.

Well, mungkin aku juga cukup aneh karena punya teman yang sama anehnya?” balas Sonia kemudian, memancing tawa kecil Fraedea.

“Maafkan aku harus menyeretmu mengikutiku Sonia, ini bahkan toko buku ke-empat yang kita kunjungi. Kau pasti Lelah.” Kata Fraedea, kembali mencari buku yang dibutuhkannya.

“Tidak apa-apa Fraedea, lagipula aku terlalu banyak waktu luang hari ini. Mungkin, semangkuk banana split setelah ini akan mengembalikan energiku lagi.” Balas Sonia, tertawa. Fraedea tersenyum dan mengangguk tanda setuju bahwa setelah ini dia akan mentraktir Sonia, dimana Sonia kemudian tersenyum lebar dan memekik kecil saat tahu akan mendapatkan treats dari sahabatnya itu.

You are the best!” kata Sonia, menepuk lengan Fraedea.

***

Fraedea berjalan menuju kasir. Buku yang dia cari akhirnya dia temukan juga. Sedikit lelah karena sudah mencari di beberapa toko buku, tetapi dia cukup puas karena bisa mendapatkan buku yang dia cari. Sepertinya tidak cukup banyak yang mencari buku itu, sehingga stock-nya terbatas. Sonia sedang berada di section yang lain. Fraedea mengerti bahwa sahabatnya itu bosan dengan pencariannya sehingga Fraedea menyarankannya untuk mencari buku yang mungkin dibutuhkannya. Tampaknya dia berjalan menuju games section tadi. Sonia memang cukup dikenal sebagai gamer di sekolah.

Antrian di kasir cukup panjang tampaknya. Well, weekend memang termasuk hari yang diramaikan oleh orang-orang yang ingin keluar sejenak dari rutinitasnya. Mau tidak mau, Fraedea harus ikut mengantri agar gilirannya untuk membayar tidak lebih lama lagi. Fraedea mengeluarkan smart phone-nya untuk mengirim pesan pendek pada Sonia, untuk memberitahunya bahwa dia sudah mendapatkan buku yang dia cari. Tak lama kemudian Sonia membalas, memberitahunya bahwa dia juga sedang mengantri untuk membayar barang yang ingin dia beli.

Fraedea kemudian membuka schedule yang dia catat dalam smart phone-nya sebagai reminder. Kelas filosofinya akan dimulai satu minggu lagi. Fraedea bertekad akan menyiapkan segalanya agar dapat mengikuti kelas barunya dengan baik. Hingga akhirnya tiba gilirannya untuk membayar buku-buku yang dibawanya. Buku-buku yang Fraedea beli cukup banyak sehingga dia akan kesulitan jika harus membawanya sendiri. Fraedea akhirnya memutuskan untuk mengirimkan buku-buku tersebut langsung ke rumahnya, dan kemudian membayar semua yang dia beli. Fraedea hanya membawa dua buku saja yang ingin segera dia pelajari untuk kelas barunya.

Setelah membayar, Fraedea kemudian berjalan menuju kasir yang paling dekat dengan games section untuk mencari Sonia. Cukup jauh dari tempatnya sekarang, karena games section berada di bagian belakang toko buku yang dikunjunginya. Fraedea kembali mengambil smart phone-nya untuk menghubungi Sonia, tapi bersamaan dengan itu Fraedea terhuyung ke arah barisan rak buku tinggi karena ada yang menarik tangannya. Fraedea mendapati dirinya terhimpit diantara rak buku yang tinggi dan tubuh seseorang yang menarik tangannya. Tangannya yang memegang smart phone terkunci diatas kepalanya karena dipegangi oleh orang itu. Dalam keterkejutannya, Fraedea mencoba untuk melepaskan diri dan mencoba untuk mengenali siapa orang itu, tetapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan dan wajah orang tersebut tepat berada di sebelah wajahnya.

“Kau bahkan tidak menyadari kehadiranku?” bisik orang itu. Suara rendah itu membuat tubuh Fraedea membeku. Seketika Fraedea dapat mengenali suara yang berbisik di telinganya. Suara yang sama, yang memberinya mimpi buruk bahkan sampai saat ini. “kau sangat serius mencari buku-buku filosofi itu, sampai beberapa kali aku melewatimu kau bahkan tidak menyadarinya. Well, aku juga menyukai keseriusanmu.” Bisiknya lagi. Bobby, menjauhkan tubuhnya dari Fraedea dengan tetap mengunci tangannya, tersenyum. Fraedea mulai gemetar karena ketakutan menguasai dirinya, pandangannya nyaris kosong karena ketidakberdayaan.

“Hei, kau selalu gemetar seperti ini saat bertemu denganku. Kenapa?” tanya Bobby. Bobby kemudian menyibakkan rambut hitam Fraedea. Memandangi leher Fraedea yang kini terlihat, kemudian tersenyum. “Mark yang kutinggalkan untukmu sudah hilang tampaknya. Do you want another one?” katanya lagi. Bobby kemudian bergerak mendekati Fraedea sekali lagi, mendekatkan bibirnya pada area leher Fraedea.

Smart phone Fraedea kemudian berdering, memunculkan nama Sonia Roses di layar. Bobby melirik smart phone yang digenggam Fraedea, mengernyitkan dahinya, merasa tidak senang dengan gangguan yang didapatnya. Bobby kemudian mengambil smart phone Fraedea dari genggamannya, menggeser tanda hijau pada layar dan mendekatkan speaker suara pada telinganya. Terdengar suara Sonia berbicara.

“Fraedea? Kau dimana?” tanyanya. Bobby hanya mendengarkan Sonia bicara tanpa membalasnya. “Aku ada di barisan rak buku fiksi, kau dimana?” tanyanya lagi. Bobby melirik papan penunjuk diatas kepalanya. Tak jauh dari tempatnya berdiri, terdapat papan penunjuk yang menunjukkan barisan buku-buku fiksi. Bobby kemudian menutup panggilan pada smart phone Fraedea dan dengan cepat memasukkannya ke dalam saku coat Fraedea. Bobby kemudian mengecup pipi Fraedea dan membisikkan sesuatu ke telinganya, kemudian menarik hood dari capuchonnya dan berlalu meninggalkan Fraedea.

Fraedea masih berdiri membeku. Fraedea merasa semua kekuatannya hilang, lututnya terasa lemas. Terdengar suara Sonia memanggil namanya. Suara Sonia terasa seperti angin hangat yang menenangkan Fraedea. Fraedea mencoba untuk membalas panggilan Sonia, tetapi saat itu kekuatannya belum kembali. Fraedea ambruk, tepat ketika Sonia menemukannya.

***

Read previous post:  
22
points
(1969 words) posted by Kuro_kaze@akiba 6 years 40 weeks ago
55
Tags: Cerita | Novel | drama
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Him or him ~part 04~ (24 weeks 4 days ago)
100

eh, kuro...
kamu bisa buka nusantara soalnya paswordnya indonesia dan sudah banyak yang tahu.
jagain itu pasword biar ga diganti sama orang lain.
soalnya bisa saja ada orang lain buka tanpa sepengetahuan saya dan entah ngapain...

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Him or him ~part 04~ (24 weeks 2 days ago)

Maksudnya gimana kak?
Kena hacking gitu?
Wah, serem...

Writer marioboros
marioboros at Him or him ~part 04~ (25 weeks 6 hours ago)

bobby nya berasa cool yah :D

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Him or him ~part 04~ (25 weeks 1 hour ago)

Wah, ternyata Bobby dibilang keren. Kenapa saya yang merasa tersanjung ya? hehe
Terima kasih sudah menyempatkan mampir dan membaca.
Love xoxo

Writer mr rockstars
mr rockstars at Him or him ~part 04~ (25 weeks 1 day ago)
100

Saya sampai di part 04. Dan melongo, terkejut terheran-heran, ha-ha.

Serius, ini lanjutan part enam tahun lalu? :D

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Him or him ~part 04~ (25 weeks 1 hour ago)

Terima kasih sekali sudah bersabar dan membaca bahkan sampai part 4. Senang sekali rasanya ada yang membaca karya saya yang masih banyak kurangnya.
Hem... kenapa sampai terkejut dan terheran-heran? #kepo
Betul, ini tulisan yang saya mulai enam tahun lalu. Sempat off lama dan kehilangan jejak cerita ini karena data file hilang, tapi sekarang saya coba untuk dilanjutkan kembali.
Terima kasih BTW menyempatkan untuk membaca.
Love xoxo

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Him or him ~part 04~ (25 weeks 2 days ago)
70

Bobby sok keren ih XD

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Him or him ~part 04~ (25 weeks 1 hour ago)

Pembaca yang lain bilang keren kak, bukan sok keren. Hehe :p
terima kasih banyak lho sudah menyempatkan membaca.
Love xoxo

Writer nusantara
nusantara at Him or him ~part 04~ (25 weeks 3 days ago)
70

WAHhhh, lanjutan cerita 6 tahun yang lalu...
kelas filosofi...

yang ketiga itu saya baca soal tokohnya ngomongin pernikahan, buku the wife,
apakah pernikahan itu indah?
dijawab, tentu.
pernikahan itu sesuatu yang sangat indah bila menjalaninya dengan cinta.

sebenarnya apa yang menjadi poin inti dari ceritanya, ya?
saya baca sebentar-sebentar..

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Him or him ~part 04~ (25 weeks 2 days ago)

Iya betul! Cerita yang sudah lama tidak disentuh. Kebetulan file ceritanya hilang karena hard disk tempat menyimpan file rusak.
Untuk part ketiga, merujuk pada karakter Fraedea yang berubah setelah kejadian dengan Bobby dan pemikirannya apakah dia masih bisa memiliki pernikahan yang baik setelah semua kejadian itu.

Terima kasih BTW sudah mampir untuk membaca.
Apreciate it so much!
Love xoxo

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Him or him ~part 04~ (25 weeks 2 days ago)

ooooooh ... begitu ....
memang tentu setelah insiden yang merenggut kehormatan akan memikirkan apakah mungkin mendapat pernikahan yang membahagiakan, apalagi kalau dalam masyarakat tradisional yang masih mementingkan keperawanan.
tapi kan Fraedea ini dari Tokyo ke New York, dua2nya kota besar yang sepertinya sangat liberal, apakah keperawanan masih penting dalam latar budaya seperti itu? kecuali mungkin dijelaskan Fraedea ini sesungguhnya punya latar konservatif.
wah, saya baru ngeh setelah penulis memberi tahu langsung hubungannya XD antara saya bacanya kurang mikir atau mungkin perlu ditampakkan eksplorasi dampak insiden itu terhadap kejiwaan Fraedea sehingga kentara.

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Him or him ~part 04~ (25 weeks 58 min ago)

Saya memberikan Fraedea latar belakang bahwa dia tumbuh besar di Tokyo, memang benar Tokyo adalah kota besar dengan segala budayanya yang cenderung permisif. Tetapi saya pikir, terlepas dari itu semua, Fraedea disini kehilangan "first time" nya dengan orang yang tidak dia kenal bahkan dengan cara yang tidak dia inginkan. Akan berbeda ketika Fraedea memberikannya secara sukarela kepada orang yang dia anggap pantas walaupun tidak dalam ikatan pernikahan. Kenapa saya berpikir seperti ini, karena bagi saya yang seorang otaku atau penggemar komik dan dorama Jepang, masih banyak isu yang diangkat oleh penulis dan mangaka Jepang bahwa pemaksaan yang dilakukan laki-laki atas perempuan adalah suatu hal yang memberikan trauma kepada perempuan.
Well, itu adalah pendapat secara subjektif saya kak :D
Wah, terima kasih sekali lho kakak memberikan koreksi yang baik soal part 3 ini. Mungkin pengahayatan dalam part 3 ini masih sangat kurang. Semoga kedepannya bisa saya perbaiki.
Terima kasih sekali lagi karena sudah mampir! :)
Love xoxo

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Him or him ~part 04~ (24 weeks 7 hours ago)

oooh iya, membaca penjelasan ini saya jadi ingat pernah baca di suatu blog bahwa masyarakat jepang, walaupun sudah terliberalisasi, sesungguhnya masih ada akar konservatifnya (https://budayajepang.wordpress.com/2010/09/22/seks-dalam-masyarakat-jepang/).
*manggut2
kamu punya blog tempat ngomongin hal2 seputar jejepangan, enggak?

Writer Kuro_kaze@akiba
Kuro_kaze@akiba at Him or him ~part 04~ (22 weeks 1 day ago)

Wah, makasih banyak link web-nya. Banyak sekali informasi disana, saya banyak belajar :)
Sayangnya nggak ada kak. Biasanya 'accidental' aja kalau sedang cari informasi. Sepertinya, kak dayeuh lebih banyak referensinya.
Makasih sekali lagi infonya.
Love, xoxo