Bagian I. Fazaha, SP Alternatif: Risky (Mengerjai ABG~!)

Setelah menimbang-nimbang semalaman, dengan membolak-balik setiap halaman, Risky menjatuhkan keputusan berat atas kedua jilid buku di pangkuannya. Belum lama ia memiliki satu set buku tentang cara membuat manga itu. Bukan berarti ia bermimpi menjadi mangaka. Ia hanya penasaran dan ingin mencoba. Tetapi itu dulu, ketika ia masih mahasiswa dengan waktu yang leluasa kemudian menjadi penganggur. Ketika satu set buku karya Tatsu Maki itu terbit baru-baru ini, keadaan sudah tidak mendukung rasa penasarannya sebab ia sudah menjadi karyawan full time yang lembur tiap hari (meskipun hampir selalu berhasil kabur tiap Jumat). Tetapi, ia masih pembeli yang kompulsif, seakan-akan sekadar untuk memuaskan setitik rasa penasaran di sudut ingatan yang ia tahu tidak akan pernah tergapai. Bagaimanapun, ia tetap suka melihat-lihat isi kedua buku itu sewaktu-waktu. Pada suatu waktu, mungkin akan ada keluangan untuk mencoba lagi. Tetapi ….

Hari itu sebelum kembali ke Karawang, Risky memanggil adiknya ke kamar. Ia menyerahkan kedua buku yang telah dimasukkannya kembali ke dalam plastik bersegel. “Kasih ke pacar kamu,” ucapnya.

Adiknya menatap pemberian Risky yang sudah berganti tangan. Membalas pandangan bingung adiknya, Risky berkata,” Sekalian minta maaf.”

“Bener?” suara adiknya tidak yakin.

“Bener,” ulang Risky dengan nada berbeda. “Eh, kecuali kalau dia enggak mau. Jangan kamu jual. Balikin.”

Adiknya menyengir, lalu membalikkan badan dengan mendekap pemberian Risky. Anak itu kembali ke lantai bawah.

Risky memandangi punggung adiknya dan berpikir, Fokus sama gawe dan married.

Read previous post:  
16
points
(2410 words) posted by d.a.y.e.u.h. 23 weeks 3 days ago
53.3333
Tags: Cerita | Novel | kehidupan | minimalis | pemanasan | slice of life
Read next post:  
100

EH, DAYEUH..
MBA DAYEUH ATAU TEH DAYEUH?
PASWORD SAYA KAN INDONESIA, JADI BIAR GA DIGANTI SAMA ORANG LAIN, CEKIN YA BIAR GA DIGANTI SAMA HACKER,
KAN BISA JADI ORANG LAIN ONLINE TANPA SEPENGETAHUAN SAYA.
nusantara paswoed indonesia itu sudah diketahui banyak orang.
kamu juga bisa buka nusantara, paSswordnya indonesia.

masnya waras? udah ngobrol sama psikolog?

80

Jadi sekarang, sudut pandangnya berasal dari 'kak Iky' ya?
Just step back for awhile Alfian. Hahaha :D
Di bagian kak Iky dan teh Ocha on their 'swift moment' bikin saya deg-degan. Ini termasuk tulisan yang berani karena saya selalu berpikir dua kali untuk membuat tulisan seperti ini.
Please, that's a full compliment for you :)
Yang bikin saya penasaran, judulnya mengarahkan pada satu nama (Fazaha) tetapi sejak tulisan yang pertama dan kedua ini belum ada cerita dengan sudut pandang Fazaha. Saya benar-benar kepo soal Fazaha ini dan bagaimana jalan pikirannya.
Akan saya tunggu terus kelanjutannya.
Keep going! Keep writing!
Love xoxo

hai, terima kasih sudah datang lagi, membaca dan meninggalkan jejak :D
karena sebenarnya bagian ini mau ditulis dari sudut pandang Fazaha. cuma karena saya masih kurang bacaan sementara udah kebelet nulis, jadi takut narasinya jelek, makanya saya tulis dari sudut pandang alternatif--yaitu sudut pandang tokoh lain yang berinteraksi dengan sudut pandang tokoh utama.
terima kasih atas minatmu untuk menunggu kelanjutannya. aku terharu, hiks :')) mudah2an enggak sampai enam tahun lagi, ya, ahaha.

wah, orang pinter komennya beda sama saya...
hehe,
belajar komen mirip gitu deh saya..

Hahaha, saya nggak merasa pintar kak.
Sama-sama masih belajar kok, dan saya merasa masih harus banyak belajar.
Thanks BTW buat compliment-nya, semoga jadi doa dan kembali kepada yang mendoakan :)
Love xoxo

100

panjang sekali ceritanya, nanti lanjut baca lain waktu