Si Dada Bintang 2

Pesawat berpenumpang tim riset baju baja Gatotkaca dan keluarga dari orang didalam kostum baja Gatotkaca itu terus menukik jatuh. Gatotkaca tak jelashendak berbuat apa, ia terbang mengelilingi pesawat mencari sesuatu untuk menyeimbangkan pesawat dan menyelamatkan para penumpang yang tak lebih dari 20 orang itu. Kemudian dengan sigap namun perlahan ia menopang pesawat dengan seimbang. Sayap pesawat itu patah dan patahan kedua sayapnya jatuh tak terkendali dan mengancam siapapun yang ada dibawahnya.

"Tak salah aku menamakan kostum baja ini dengan Gatotkaca. Kedua sayap pesawat itu akan kubidik dan kuhancurkan menjadi keping-keping kecil tak berbahaya." Kata Gatot kaca sambillangsung membidik dan patahan kedua sayap pesawat itu menjadi serpihan yang sangat kecil.

Jatuh pesawat bisa diperlambat setelahnya. Namun ada laporan masuk bahwa ada sebuah rudal berhulu ledak bom nuklir mengarah ke ibu kota. Gatotkaca harus mengambil keputusan sulit. Dengan gamang ia melepaskan pesawat yang berpenumpang keluarganya untuk mengejar rudal yang mengarah ke ibu kota. Pesawat militer tak diperbolehkan menembak di udara sebab tetapakan mengorbankan banyak nyawa penduduk ibu kota. Gatotkaca terbang sambil menitikkan airmata melepaskan keluarganya di pesawat yang jatuh itu.

Kemudian Gatotkaca mengejar rudal itu dan membelokkannya ke arah laut lepas untuk menghindari korban berjatuhan. Ia mengerahkan sekuat tenaga hingga tenaga baterai bintang di dadanya hampir habis. Rudal meledak diatas laut lepas dan cahaya kilauan bom meledak itu terlihat jelas dari arah mana saja.

Dan pesawat berpenumpang istri dan anaknya itu jatuh. Tak ada yang selamat.

*

"Aduh, ini terlalu menyedihkan. Bagaimana seorang superhero yang merasa kehilangan orang yang dicintainya bisa tetapjadi superhero. Ganti ceritanya. Kasihan itu. Masa istri dan anaknya harus mati dikorbankan. Kasihan. Jangan ada rudal bom nuklir. Ganti saja." Kata seseorang mengkritik penulis.

"Kalau tidak begitu tidak ada serunya. Ini kisah superhero bukan drama korea." Kata penulis.

"Aku tidak suka. Ceritanya ubah sedikit. Kasihan itu anak istrinya meninggal." Kata seseorang mengkritik.

"Baiklah." Kata penulis.

*

Pesawat itu jatuh dan semua penumpang selamat. Gatotkaca tak menyangka bahwa uji terbangnya menjadi sekaligus uji penyelamatan.

*

"Nah, begitu. Itu baru cerita bagus." Kata seseorang mengkritik.

"Tapi kalau begitu pembaca tidak akan suka. Kalau ini adegan film pastinya filmnya tidak akan laku. Membosankan." Kata penulis.

"Oh, begitu. Masa iya, sih. Ya, sudah ganti cerita lain." Kata seseorang yang suka mengkritik itu.

*

Pesawat jatuh terus jatuh dan Gatotkaca terbang menjauh untuk menolong pesawat komersial berpenumpang 237. Ada yang harus dikorbankan. Ia mengorbankan keluarganya. Ia mengorbankan keluarganya untuk menyelamtkan orang lebih banyak.

*

"Tunggu dulu. Stop. Itu lebih buruk dari bom nuklir yang meledak di lautan. Kalau aku jadi superheronya aku akan menyelamatkan keluargaku ketimbang oranglain. Biar Tuhan yang meyelamatkan penumpang lain di pesawat komersial itu." Kata seseorang yang mengkritik.

"Aduh, pak. Pak guru ini kan sedang melatih imajinasi penulis. Yang penulis itu saya jadi biarkan saya berimajinasi, pak. Bawa-bawa Tuhan segala dalam hal ini, pak." Kata penulis yang sedang belajar menulis.

*

"Oh, iya benar. Tidak ada yang boleh melarang menulis dan membaca sebab itu kebodohan. Kebaikan itu adalah ketika kita mengarahkan setiappenulis dan pembaca untuk menulis dengan baik dan membaca dengan baik." Kata guru menulis.

"Nah, itu bapak tahu. Pak guru gimana, sih!" Kata penulis yang belajar menulis.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Si Dada Bintang 2 (6 weeks 5 days ago)

OH, ANU....
bagi buku dong, buku apa saja, saya minta buku biar garatisan gitu, buku bekas juga ga masalah yang penting masih bisa dibaca....

Writer nusantara
nusantara at Si Dada Bintang 2 (6 weeks 5 days ago)

biasanya pinjem ke sabana di kresidenan tapi kan baca sebentar dan jaraknya jauh dari rumah.
ga bisa nyaman baca.