Jemari Lentik, Eh Salah, Milyarder Gila

Berdukalah ia. Dalam sedih yang mendalam ia merana. Di atas batu pualam matanya terpejam sedang airmata tak berhenti menderas dalam diam. Jelaslah bahwa suara tangis yang tertahan tak mengelabui rasa kelam jiwanya yang tenggelam. Larutlah ia dalam kesedihan yang diam.

Seketika ia menemukan alasan untuk tertawa. Ia menangis sekaligus tertawa. Ia menemukan alasan untuk bisa bahagia menjauhkan rasa derita.

"Aku tidak gila." Katanya perlahan.

Ia keluar dari gua persembunyian setelah berbulan-bulan dan ia tertawa tak mengenali dirinya lagi sebab ia tak mandi berbulan-bulan. Makanan perbekalan habis dengan alasan. Ia keluar gua kembali ke kota menyiapkan perbekalan dan hidup kembali di dalam hutan dalam gua untuk bisa menjadi orang gila.

"Kenapa kau kaya sedang mereka tidak?" Katanya ia pada cermin sebelum pergi kedalam gua untuk menjadi orang gila.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post

ini nantinya buat tokoh si penjahat lalu jadi baik dan membantu superhero...
#nulis begini saja sampai menyedot perhatian sepulau jawa, malah bisa jadi senegara.
padahal bukan penulis profesional.
shinichi tahu ngeresponnya gimana, apa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap si saya ini yang ternyata nulis sendirian dan merasa tetap dikuntit orang banyak.