belajar shaffat

Aku pergi ke suatu tempat dan aku tahu itu alam mimpi dan aku belajar.

1. Demi yang berbaris dengan sebenar-benar barisan.

Guru bertanya: " Apa yang berbaris itu?"

Murid A menjawab: "Malaikat yang beribadah."

Murid B menjawab: "Rancang bangun gambar kehidupan."

Murid C menjawab: "Garis-garis hasil sambung menyambung titik demi titik."

Murud D menjawab: "Tentang kerapihan, keteraturan, kedisiplinan."

Guru menjawab: "Kita baca selanjutnya."

2. Demi rombongan yang mencegah dengan sebenar-benarnya cegahan.

Guru bertanya: "Apa yang dimaksud mencegah?"

Murid A menjawab: "Mencegah itu memberi batasan-batasan dengan pengajaran."

Murid B menjawab: "Mencegah itu menghentikan langkah keburukan."

Murid C menjawab: "Mencegah itu memberi tahu apa yang lebih baik yang harus dilakukan."

Murid D menjawab: "Memberikan pilihan yang lebih baik."

Guru menjawab: "Kita baca selanjutnya."

3. "Demi rombongan yang membacakan pelajaran untuk mengingatkan manusia hidup sadar."

Guru bertanya: "Apa yang dimaksud dengan pelajaran itu?"

Murid A menjawab: "Ilmu agama."

Murid B menjawab: "Alquran."

Murid C menjawab: "Wahyu."

Murid D menjawab: "Psikologi dan agama."

4. "Sungguh Tuhanmu Sang Pembina kehidupan dengan satu-satunya ajaran kebenaran hanyalah satu."

Guru bertanya: "Bagaimana memahaminya?"

Murid A menjawab: "Tuhan mengajarkan satu teori kehidupan hasanah (baik) yang selain dari itu produk manusia."

Murid B menjawab: "Manusia mengenal cinta dan kasih sayang sebab  diajari hingga ia bisa saling mengasihi dan menyayangi sesamanya. Tuhan yang membina bangunan kehidupan semodel demikian. Bertolak belakang dengan bangunan kehidupan ala Firaunisme.

Murid C menjawab: "Manusia dan Tuhan berbeda, manusia menerima ilmu dan mengembangkannya lalu terjadi penyelewengan atau penyalah-gunaan menjadi sesuatu yang dibikin-bikin atau dibuat-buat menurutnya yang dibuat seolah menurut Tuhan padahal berbeda produk manusia dan produk Tuhan. Setiap gagasan kebaikan yang menjunjung peri kemanusiaan dan peri keadilan adalah gagasan yang bersumber dari Tuhan. Satu ajaran kebenaran sebab Tuhannya juga satu. Kemudian jadi diketahui bahwa Tuhan tidak mungkin mengajarkan manusia hal-hal yang berlawanan dengan nuraninya manusia itu sendiri. Imperialisme adalah ajaran produk manusia bukan ajaran produk Tuhan.

Murid D menjawab: "Tuhan itu satu maka ajarannya juga satu di tentang kebaikan. Yang dimaksud satu disini bukan berarti jumlah nominal melainkan satu nilai kandungan."

5. Dialah Rabb angkasa raya dan bumi serta di antara keduanya dan Rabb tempat terbitnya matahari.

Guru bertanya: "Hubungannya dengan ayat 5 bagaimana?"

Murid A menjawab: "Matahari terbit selalu di tempat yang berbeda. Begitulah terbitnya ilmu (wahyu) di lain-lain tempat yang dibawa oleh setiap Nabi dan Rasul untuk mengingatkan manusia. Hubungannya dengan ayat sebelumnya bahwa itu semua terkonsep dan Allah mengetahui bahwa manusia itu harus selalu diingatkan dengan benar. Oleh karena itu Dia mengirim utusan-utusanNya."

Murid B menjawab: "Bumi bergerak diluar pengetahuan manusia. Tuhan memberi tahu manusia bahwa planet itu didesain untuk tempat tinggal manusia dan mengajarkan bahwa tanpa matahari pergerakan planet bumi dan benda tatasurya lainnya tidak akan ada. Maka begitulah Wahyu yang dibawa para Rasul itu yang membuat pergerakan manusia dalam kehidupannya bergerak dalam lingkup ke-Iman-an-nya itu. Tanpa wahyu tidak akan ada perubahan gerak hidup dalam berbudaya dan berperadaban."

Murid C menjawab: "Dari Adam sampai Muhammad semuanya mengajarkan satu hal, ialah bagaimana supaya manusia hidup hasanah di dunia dan di akhirat. Dari jaman Adam sampai Muhammad tentu saja planet bumi sudah berputar-putar mengelilingi matahari dan entah sudah berputar pada porosnya berapa kali mencipta ruang waktu sehari demi sehari hingga beribu-ribu tahun sampai kini. Aku pikir manusia itu tidak tahu apa saja yang di luar angkasa itu. Manusia diberi tahu bahwa semua pergerakan benda angkasa raya itu bergerak karena suatu hukum alam yang manusia tak mengetahuinya sampai ia diberitahu dan menjadi tahu."

Murid D menjawab: "Sepertinya harus berpikir seperti arsitek tatkala sedang menggambar. Garis demi garis itu tentu yang dimaksud adalah seumpama cikal-bakal bentuk gambar. Menggambarnya arsitek itu ada ilmunya. Maka seumpama itu pula gambarannya ketika Tuhan mencipta semesta. Dari satu titik membentuk garis-garis dan terciptalah gambar. Lalu dari gambar itu terwujudlah bangunan yang sebelumnya hanya gambar saja."

Guru menjawab: "Setiap pendapat itu harus dipertanggung-jawabkan. Boleh-boleh saja berpendapat tetapi yang terpenting itu,  apakah pendapat itu berguna bagi pemahaman manusia tentang hidupnya atau tidak?"

Murid A menjawab: "Bapak berbicara saja tentu karena memiliki pengetahuannya sehingga bapak berbicara dengan ilmu bapak. Maka yang berbicara itu bukan bapak pribadi. Jika bapak seorang penghuni hutan tentu bapak tidak akan mampu bicara seperti sekarang ini."

Murid B menjawab: "Tentu saja semua memiliki kapasitas berpikir menurut ilmunya."

Murid C menjawab: "Seorang tarzan di dalam film saja berbuat menurut ilmunya tidak dengan insting hewan seperti seluruh hewan penghuni hutan lainnya."

Murid D menjawab: "Saya masih belum bisa memahami dengan benar. Barisan barisan itu tentu bisa jadi garis-garis beraturan yang membentuk keteraturan dan mencipta gambar harmoni kehidupan dan itu menunjukan bagaimana pengaruh Malaikat dalam pembentukan karakter Rasul Allah dalam pengajaran wahyu (ilmu) itu pada manusia lainnya. Sebetulnya manusia itu memiliki kemampuan untuk mengerti dan memahami tentang kehidupan tetapi kebodohan pikiran membuatnya berperilaku jahat dan menolak wahyu itu. Manusia jahiliah suka dengan ketidakberaturan dan keteraturan hidup dalam kandungan wahyu itu diingkari oleh mereka dan hidup menjadi tak beraturan sesuai maunya mereka sendiri menurut kebaikan mereka sendiri. Padahal dengan pemahaman bagaimana cahaya matahari memengaruhi kehidupan di bumi seharusnya mereka suka menjadi pembangun kehidupan yang mampu menumbuh-kembangkan potensi sesamanya sepertihalnya KERJA CAHAYA matahari yang bekerjasama dengan air menumbuh-kembangkan kehidupan."

Guru berkata: "Sudahi dulu sampai disini, lanjut lain waktu."


***

Kehidupan itu berarti mencakup semua pergerakan benda alam semesta. Dalam kehidupan sehari-hari itu manusia mengaplikasikan jalur masing-masing planet dalam tata surya itu pada segala hal yang berkaitan dengan kehidupannya yang diantaranya seperti sistem transportasi dan jalan-jalan yang diatur sedemikian rupa dengan rambu-rambu dan marka jalan untuk penunjuk jalan dan lainnya.

Maka sepertihalnya itulah aplikasi dalam dunia parenting dimana orangtua memberi arahan melalui rambu-rambu peringatan dalam berntuk nasihat dan arahan perintah anjuran serta larangan dalam menjalani kehidupan.

Dalam dunia lalu-lintas diberi aturan bagaimana kendaraan berjalan agar aman dan tak terjadi kecelakaan yang tidak diharapkan. Maka begitu pula manusia individu per individu dibuatkan tata aturan agar tidak terjadi gesekan-gesekan konflik antara satu dan lainnya.

Bentuk pencegahan dalam bentuk perintah anjuran serta larangan di jalan raya biasanya tertulis di setiap pinggir jalan untuk tujuan memberi peringatan. Misalnya, "kurangi kecepatan rawan terjadi kecelakaan", itulah salah satu bentuk contoh larangan guna pencegahan dengan sebenar-benar pencegahan di dunia lalin. Bagaimana dengan bentuk pencegahan dengan sebenar-benar pencegahan terhadap manusia sesama manusia individu per individu dalam masalah kehidupan sosialnya? Rumuskan saja sendiri berdasar ilmu sosial yang sudah dipelajari. Maka begitulah dalam urusan lain yang bersangkut-paut dengan segala permasalahan lain yang dihadapi manusia dalam berkehidupan.

Jadi barisan itu bisa dimaknai sebagai suatu kerapatan dalam artian sering untuk lagi dan lagi diberi nasihat dan tentu itu menyangkut pada kegiatan pembinaan diri pribadi individu per individu dalam kegiatan ibadah shalatnya. Bukankah shalat itu bertujuan untuk mengingatkan diri betapa keimanan itu begitu bersangkut-paut dengan amal perbuatan. Sehingga shalat itu menjadi input ilmu dari setiap ayat yang dibaca dan outputnya adalah segenap amal perbuatan dalam berkehidupan yang semuanya dilandaskan iman sehingga hidup bersih dari segala perbuatan keji dan munkar sesuai keterangan Al-'ankabut:45.

#saya kira pengamera sembunyi-sembunyi sudah tidak punya alasan lagi untuk terus memitnah saya. Baca baik-baik dan apakah ada kesalahan dalam pengertian menghina atau merendahkan pemahaman orang lain? Saya kira tidak ada. Lagipula saya ini hanya belajar. Tolong stop kamera dan berhenti menghasut orang banyak kalau saya ini suka menghina. Kalau saya diberi keleluasaan dalam belajar tanpa dikamera sembunyi-sembunyi tentu opini-opini miring akan hilang dengan sendirinya.

***

Sebetulnya saya membaca banyak bacaan dari macam-macam golongan atau mazhab dan itu menjadikan pemahaman saya tentang hidup itu banyak warna. Saya juga sudah membaca artikel-artikel lain agama walaupun sedikit biar saya tahu perbedaan itu memang bukan untuk dipermasalahkan.

Jadi, sebagai contoh itu, saya mempunyai pandangan begini, dalam islam itu diajarkan supaya selaras apa yang menjadi isi hati dengan ucapan dan laku perbuatan. Ada keterangan dalam hadis Nabi yang bersunber dari Alquran. Prakteknya tentu dalam kehidupan sehari-hari itu adalah bahwa manusia yang merasa dirinya muslim itu harus memelihara kejujuran.

Hubungannya dengan surat Shaffat itu adalah berbuat berdasarkan ilmu dengan sesering mungkin. Kerapatan barisan itu dimaknai seperti rapatnya titik-titik yang sambung menyambung berkesinambungan menjadi garis dan bentuk. Satu hari itu ibarat satu titik dan eoknya satu titik pula dan bila manusia sehari berbuat baik esoknya berbuat jahat maka tidak menjadi satu garis lurus melainkan garis patah-patah. Ibaratnya begitu. Al-'ilmu nuurun, ilmu itu cahaya. Menerangi cara berpikir, cara berucap dan cara berperilaku lainnya dalam keseharian.

Dalam mengisi pikiran itu dianjurkan dengan berdzikir supaya tidak memberi ruang pada hal-hal di tentang keburukan dalam pikiran. Maka muslim yang benar itu memiliki kecenderungan untuk tidak suka mencari kejelekan orang lain dan menjelekan apalagi bersikap rasis dengan sengaja menghina atau merendahkan orang lain. Tidak pula ia akan menyibukan diri mencari-cari kesalahan orang lain dan bersikap menghakimi. Tidaklah ia itu sibuk ingin mengetahui seluk-beluk permasalahan orang lain hingga mencampuri urusan orang lain dan tak menghargai privasi orang lain untuk menjatuhkan dan menjadi bahagia diatas kesusahan orang lain. Pikirannya rapat terisi kalimat-kalimat Allah dan ia takkan mau berlama-lama mengisi pikirannya untuk hal-hal buruk apalagi merencanakan dan melakukan kejahatan demi tujuan kebaikan agama dan Tuhan.

Mencari ilmu itu dengan belajar formal maupun non formal. Mengakui kebodohan diri yang belum mempunyai ilmu kemudian belajar mencari ilmu sehingga berilmu. Maka muslim itu sibuk pada hal-hal yang meningkatkan pengetahuannya tentang kehidupan dan menjadi enggan berbuat kejahatan kapanpun dan dimanapun ia berada. Ia sadar betul bahwa  sebagai manusia yang berawal dari titik gelap tanpa ilmu (zhulumat) haruslah ia mencari tahu bagaimana untuk hidup dengan ilmu sehingga ia belajar dan belajar lagi agar hidup terang benderang dengan ilmu (Nur) dan selalu merasa bodoh. Itulah muslim. Menilai-nilai orang lain baginya adalah suatu hal yang tak mendatangkan manfaat sedikitpun. Maka timbullah hasrat untuk menggali potensi diri demi kemajuan yang diharapkan.

Bila mengukur diri maka jelaslah bahwa saya belum menjadi muslim yang baik dan ingin menjadi muslim yang baik.

Bagaimana dengan orang-orang yang memitnah dan menyudutkan saya?

Seharusnya mereka segera mengubah perilaku menguntit mereka dan perilaku hasut, fitnah adu-domba mereka.

***

***

6. Sungguh telah Kami kukuhkan keindahan pada langit dunia dengan hiasan rasi bintang (guna penunjuk arah jalan agar tak tersesat salam perjalanan).

Sejak zaman dahulu sudah diketahui bahwa orang-orang menggunakan rasi bintang untuk penunjuk arah perjalanan mereka. Kompas yang indah dari Allah dan itu diciptakan dengan sempurna bila melihat letak setiap bintang pada masing-masing rasi bintangnya.

Maka, sepertihalnya itulah wahyu Allah itu yang berisi rangkaian ayat demi ayat yang menjadi petunjuk hidup manusia agar tak tersesat dalam mengarungi perjalanan hidupnya. Menjadikan indah perangainya manusia. Tidak menjadi manusia yang semau gue, kumaha aing, sekarepe dewek.

7. (Semua hiasan langit itu) terpelihara dari setiap setan yang durhaka.

Letak titik bintang dalam konstelasinya itu terpelihara dan begitu pula halnya wahyu yang berisi rangkaian ayat demi ayat yang menjadi penunjuk arah manusia dalam berperilaku di kehidupannya terhadap sesama manusia dan alam tempat tinggalnya serta seluruh semesta.

Setan itu suka menyesatkan manusia dalam perjalanannya mengarungi kehidupan dan membuat manusia jadi supir yang buruk bagi kendaraannya ialah segenap organ panca inderanya dan organ tubuh lainnya. Menjadi pengintip berarti menjadi supir yang buruk bagi matanya, menjadi pemitnah, penghasut, pengadu-domba, penipu, berarti menjadi supir yang buruk bagi lidahnya. Dan lain-lain. Dan itu berarti sudah tersesat.

Maka dengan ajaran yang bersumber dari wahyu itu manusia memberikan cahaya di hatinya agar ia kembali ke jalur yang benar menjadi tak tersesat pada perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain alias menzhalimi atau aniaya.

#Pemahaman saya sementara ini begini, tentu tak sama dengan kebanyakan, tapi silahkan direnungkan.

#Stop kamera sembunyi-sembunyi atuh lah. Mungkin 7 tahun ngamera sembunyi-sembunyi sudah banyak dong dosanya. Kenapa ngumpul-ngumpul dosa terus dengan mengganggu saya sampai nguntit saya ke kampung saya disini?

#saya di dusun sawangan sejak 2015 akhir, mungkin. Berarti nguntit empat tahun ngejar saya kesini. Kegiatan setan itu.


***

***

Kata "kawakib" itu jama' dari "kaukab" yang diartikan bintang. Di surat Yusuf:4 dijelaskan sebelas bintang dengan kata "kaukab".

Jadi rasi bintang lebih dapat saya terima. 1 kaukab bintangnya sebelas. Itu logika sederhana.

Nah, jadi saya pikir begini, bintang itu dalam rasi bintang jelas tak pernah bergeser atau berpindah-pindah antara satu bintang dengan bibtang lain dalam satu rasi itu. Berarti itu ilmu logika yang menerangkan bahwa matahari yang bergerak dari timur ke barat dan terbitnya berganti-ganti tempat seperti dijelasin Shaffat:5 itu karena dilihat dari titik pandang bumi. Sebenarnya planet bumi yang bergerak muter-muter berotasi dan beredar mengelilingi matahari. Dari pengetahuan rasi bintang itu dimana letak bintang perbintang tetap di titik yang sama membentuk rasi-rasi tertentu maka begitu pula matahari kita yang tak bergerak kemana-mana dan itu berarti planet kita yang bergerak.

***

Eh, orang-orang cabul pengamera suruh berhenti ngamera, presiden RI kemana ini? Ini kasus pelanggaran HAM bertahun-tahun. Saya maki pengamera juga ga tiap hari dan saya memaki karena diintip. Saya membela diri bukan menghina tanpa alasan.

***

***

Orang terpelajar dan berpendidikan bila ia ngintip pake kamera sembunyi-sembunyi dan ketahuan sama yang diintip yaitu saya ini maka seharusnya malu sama Allah bukan malah koar-koar tidak ada bukti. Menuduh tanpa bukti lah mau bilang begitu. Beradab dong kalo berpendidikan. Orang lain aja ada yang mengartikan ahada 'asyara kaukab itu 9 planet satu bulan satu matahari dan ga dikomentarin, ga dikejar, ga di cecar, dan lain-lain.

Yang nguntit saya orang sunda, bilang kemana-mana saya suka menghina, disini aja sering saya denger ngomongin kang Tomo. Entah, kang Tomo yang mana?

Stop kamera!!!!!

BIN bukan? mana saya tahu? ngira saya teroris ya?

Saya dikamera dan marah. Orangtua saya mengira saya gangguan pikiran dan bertahun-tahun pikirannya berat memikirkan saya ini. Kang Tusam itu salah satunya yang disini tahu soal kamera, pura-pura saja tidak tahu.

Kapolsek juga harusnya berani memaksa pengamera berhenti ngamera saya. Cukup sudah dari 2012/2013 sampai kini.

***

***

Ini kegilaan luarbiasa!!!!!!!!!!!!!!


******

Surat Shaffat:7 ada al-mala al-a'laa itu saya belajar buka al-a'laa, terus jadi inget Al-'Alaq:1-5, Taghabun:1-8.

Jadi setan durhaka penyesat itu tak bisa mengganggu ketetapan Allah dalam penurunan wahyu kepada Nabi Muhammad. Setan durhaka di ayat 6 itu seperti setan pengintip kamar saya dan kamar mandi saya yang menyesatkan orang menjadi berperilaku mengintip sembunyi-sembunyi. Mereka juga memitnah banyak, pedofil, inses, tukang merkosa, ngaku-ngaku menurut Sunnah Rasul, dan banyak lagi. Mitnah homo juga.

Jadi, maksudnya itu setan itu tidak bisa mencuri-curi dengar mencuri ilmu dari Malaikat untuk menjegal penurunan wahyu kepada Nabi Muhammad di gua Hiro itu. Iblis dan setan menjegalnya dengan memengaruhi kaum Quraisy agar tak mengimani Alquran dan tak mengakui ke-Rasul-an Muhammad.

Setan pengintip kamar saya itu setan sunda yang sempat mitnah saya mau mengaku rasul. Idiot sekali.

Setan sunda itu menyadap hape saya dan sms saya ke Rini Nuraeni itu mereka jadikan baha gosip dan fitnah. Belum yang lainnya!!

Setan sunda itu kedengaran bilang gini, "aing mah teu nyebut homo tapi pihomoeun", "aing mah hayang ningali diajarna, rattil teh nu kumaha, ngaku-ngaku study, maenya belajar di mimpi, belajar sama setan", belum lagi mitnah meraga sukma, belum lagi mitnah menghina ulama nu ngahina ulama kudu susah kudu paeh.

Saya ingat kata-kata sayup dari jauh mereka yang dulu-dulu mitnah tukang ngodok, pegang kemaluan cewe gitu, mitnahnya dari sms ke Rini Nuraeni yang saya ngajak ke bioskop terus bilang tangannya ga bakal ngapa-ngapin kok, mereka mengambil kesimpulan saya orang kurang ajar dan maniak, padahal saya tahu kalau sms saya itu disadap dan jadi bahan fitnah mereka. Makanya saya ga suka nelepon sering sms. Rini Nuraeni itu entah tahu atau tidak, saya merasa dipermainkan.

***

Itu tahun 2012/2013.

***

***

"antepkeun, ceunah ngabageul, hayang onani, tapi nyaho aya urang-urang jadi ditahan", itu suara setan yang buat saya pengen marah sebab mereka itu binatang.

Setan sunda ahli cabul itu juga tidak tahu siapa. Kemudian.com bisa cari tahu tidak????

Rahmat Nur Abdullah alias Mamiw alias Asep, orang itu tahu tidak? Anaknya pak Edi Zakaria!!!

****

****

Berani berdusta berani tanggung akibatnya!!!

***

***

#mau dilanjutkan belajarnya, saya tidak akan bicara apapun soal kamera sembunyi-sembunyi#bodo amatlah#

8. Setan-setan itu tak dapat mencuri-curi dengar pembicaraan malaikat (dalam setiap penurunan wahyu) dan mereka dilempari dari segala penjuru.

9. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal.

10. Akan tetapi bila mereka sempat mencuri-curi dengar maka akan dikejar oleh sejenis mahluk api yang cemerlang.

11. Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik mekkah): "Apakah mereka lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.

-Jadi, penurunan wahyu terhadap Nabi Muhammad dan Nabi selainnya setelah Adam itu tak bisa diinterfensi oleh setan maupun Iblis yang sejak jaman Nabi Adam sudah ada bahkan diciptakan sebelum manusia diciptakan. Bahkan ketika Malaikat mengajarkan ilmu kepada Adam, Iblis yang tak menyukai hal itu pun tak dapat mengganggu penurunan wahyu (ilmu) itu. Namun, Iblis dan setan dipersilahkan untuk menggoda atau menjerumuskan manusia Adam dan keturunan Adam itu untuk keluar dari jalur lurus kehidupannya menjadi penuh penyimpangan dan penyelewengan ilmu. Sebagaimana Adam yang "fataaba" setelah berbuat salah, maka manusia seluruhnya pun demikian.

-Hubungannya dengan surat Al-'alaq:1-5; Al-a'laa:1-5; aT-TAGHABUUN:1-8 dan lainnya.

-Ibaratnya itu para Nabi dan Rasul itu bagaikan bintang dengan Alhudanya. ARSALA RASULAHU BILHUDAA.

-Menjadi penerang yang mengeluarkan manusia dari kegelapan ilmu. YUKHRIJUUNAHUM MINAZH-ZHULUMAATI ILANNUURI.

-Ahli sihir atau dukun atau kahin itu seolah mengetahui segala padahal tidak. Mereka itu bahkan tidak tahu dari apa dan bagaimana manusia diciptakan apalagi menyoal setan, Iblis, Malaikat, jin. Mereka juga tak mengetahui atau menyaksikan bagaimana proses bumi tempat manusia tinggal diciptakan. Apalagi proses penciptaan bintang dan seluruh alam semesta.

-Jadi, Alquran dan kitab-kitab sebelumnya yang diwahyukan oleh Allah kepada Rasul-rasulnya itu yang mampu memberi jawaban dengan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya, terhadap semua pertanyaan-pertanyaan manusia di tentang segala permasalahan hidupnya yang berhubungan dengan kabut ketidaktahuan yang menyelimutinya dengan kebodohan. TIBYAANAN. Berarti menegaskan bahwa wahyu itu berisi solusi-solusi hidup bagi setiap permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Setan tak dapat mencuri-curi dengar di tentang penurunannya. Tapi setan bisa membuat manusia buta tentang isi kandungannya dan menjadikan manusia tersesat tanpa HUDAN sehingga keluar dari jalan lurus kehidupan yang hasanah menjadi sayiat. Hidup saling baku hantam, bermusuh-musuhan, saling menghancurkan.

-Manusia itu dalam pembentukan karakternya bagaikan manusia membuat gerabah indah dari tanah liat. BY TOUCH. Dengan sentuhan ilmu. Setan itu anarki sedang manusia bernurani menghindari anarki. Setiap perubahan yang benar itu melalui proses sentuhan. Memeluk bukan memukul. Nah, dalam sejarahnya Nabi Muhammad itu pun demikian begitu halus dan lemah-lembutnya menghadapi cercaan kaum musyrikin.

12. Bahkan kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menjadi menghinakan kamu.

13. Dan apabila mereka diberi pelajaran mereka enggan mengingatnya.

-Pengajaran yang benar tentang hidup itu adalah menjadikan. Dari tanah liat tak berbentuk dan bernilai menjadi berbentuk dan bernilai karena keindahannya. Keindahan itu dibentuk, dijadikan. Dan bila berhubungan dengan perilaku maka itu melalui proses pendidikan sehingga manusia tahu apa yang baik untuknya dan orang lain. Makanya suka dengan penggambaran bangunan kehidupan, membangun berarti ada yang dibangun yaitu sebentuk bangunan. maka jadi ada pengertian ke arah hadis yang sering diajarkan, ALMU-MINU LILMU-MINI KABUNYAANI YASHUDDU BA'DHUHU BA'DHAN, mu-min satu dan lainnya itu bagaikan sebuah bangunan yang satu dan lainnya itu saling menopang (untuk menguatkan).

-makanya ada semacam keheranan bila nyatanya sampai sekarang juga banyak manusia yang tidak mau melakukan pelatihan dalam berkoordinasi, berkompromi, berkolaborasi, dan biasanya sibuk pecah-belah, pelajar tawuran banyak, tawuran antar kampung banyak, antar gang banyak, pemuda banyak yang kacau, saya juga bukan orang baik tapi tidak pernah tawuran, tapi pemuda baik juga tak sedikit tentunya.-

-padahal ada hadis, HAYATULFATAA BIL-'ILMI WATTUQAA. Hidupnya pemuda itu dengan ilmu dan takwa. kalau tidak begitu ya mati. pemuda tidak jadi cikal-bakal generasi unggul di kemudian hari. Itu artinya ga ada ketertiban, ga baris dalam barisan kebenaran, kena narkoba, miras, dan lain-lain. Saya juga pernah dulu. Hehehehe.

-Saya belajar jadi kalau salah ya dibenerin bukan dikamera sembunyi-sembunyi dan dianggap yang tidak-tidak.

14. Dan apabila mereka melihat tanda kebesaran Allah nampak, mereka sangat menghinakan.

-Misalnya di tentang peristiwa isra mi'raj, dalam waktu sebentar menempuh perjalanan jauh pulang pergi. Mereka itu menganggap mustahil, tetapi itu karena ilmu mereka belum sampai. Mungkin karena saat itu jarak tempuh diukur dengan kuda atau unta dan mereka menghinakan, mengolok-olok, menunjukan ketidakpercayaan mereka. Bahkan orang jaman dulu itu tentu belum kepiiran kecepatan mobil F1, atau moto GP, apalagi kecepatan pesawat jet; Orang jaman sekarang tentu tahu bahwa jarak itu bisa dipangkas dengan kecepatan kendaraan. Misterinya adalah kendaraan macam apakah buraq itu?

-Dari itu kan jelas peristiwa isra mi'raj itu bagian dari mukjizat kenabian Nabi Muhammad saw. kata buraq itu kata seakar dengan barq (kilat), alat transportasi kilat, dengan kecepatan kilat, bisa jadi kecepatan cahaya; orang jaman dulu menggambarkannya dengan gambaran hewan bersayap bagai mahluk mitologi.

-Nah, sebagian kaum musyrik mekkah itu ada yang menghina tanda kebearan Allah itu, mukjizat isra mi'raj itu sampai sekarang tentu masih misteri.

15. Dan mereka berkata: "Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata."

-Saya memikirkannya itu mereka kaum musyrik itu menganggap Nabi Muhammad itu memiliki ilmu sihir. Padahal bukan. Ilmu sihir itu tidak bisa dijelaskan dan bersifat ilusi saja, sedangkan peristiwa mukjizat itu ilmiah dan bisa dijelaskan. Itulah yang membedakan sihir dan bukan sihir.

16. Bilakah kami telah mati dan menjadi tanah dan belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan kembali?

17. Dan apakah nenek moyang kami yang terdahulu akan dibangkitkan pula?

18. Katakanlah Muhammad: "Ya, dan kalian akan dalam ketetapan yang hina"

-Ini maksudnya bahwa manusia itu akan dibangkitkan semuanya dan bagi orang jahat dan memusuhi Nabi atau Rasul akan dalam penghitungan amal yang amat banyak keburukannya semasa di dunia dan di akhirat tertunduk hina.

-Life is twice. Now and tomorrow. Do right now for better tomorrow. Kemarin sudah mati hiduplah hari ini. Berbaik hatilah dan tebarkan kebaikan hari ini untuk keberuntungan esok hari.

-Prakteknya susah banget.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at belajar shaffat (2 weeks 3 days ago)

takut disangka suka meramal, kan ada tabrakan beruntun di tol di berita yang mirip dalam cerita hanTlet 01, itu kebetulan saja mungkin, ga ada baiknya kalau disangka bisa meramal atau cerita karangan jadi kejadian, kan cuma sama tabrakan beruntunnya,
apalagi menyoal penyebab kecelakaan itu disangkut-pautkan sama cerpen ya nggak bisa gitu,
dulu juga disangka meramal pak Tarno pesulap yang pake jargon "tolong dibantu" yang di cerpen anjing beranak kucing itu dulu, kan nggak gitu juga,
dulu juga disangka meramal acara hitam-putih Dedi Cobuzier padahal waktu nulis "kasak-kusuk" ga lagi ngeramal acara hitam-putih,
cuma dihubung-hubungin aja sama orang lain,
tapi ga tahu maunya seperti apa menghubungkan begitu,
nanti jadi gosip yang terlalu dilebih-lebihkan dan bisa membahayakan saya lah,
belum lagi "mawar kuning awang-awang" yang saya nulis 2008 terus saya jadi merasa dikamera sembunyi-sembunyi dan dilihatin sama setan jahat dengan frasa mata setan,
tyerlalu berlebihan mungkin.
paragraf kedua saya menulis begini di mawar kuning awang-awang....
tak peduli mata setan mengamati, hati iblis membayangi,
* itu jadi saya sendiri merasa dikamera dan diamati pendengki, saya nulis 2008, tahun 2012/2013 kemudian merasa diamati setan dan dibayangi orang jahat berhati iblis,
aneh... sepertinya memang begitu mungkin, tapi saya enggan berkomentar lanjut..
mungkin sebaiknya saya berhenti menulis dulu saja lah,
sebetulnya bisa jadi terlalu berlebihan dari beberapa pembaca yang menghubung-hubungkan...
tidak mungkin lah saya menulis masa depan yang saya sendiri tidak tahu bakal kejadian atau mirip-mirip kejadiannya..
kalau saya misalnya menulis cerita menikah dengan orang terkenal apa iya bakal kejadian kan belum tentu, jadi tidak melulu begitu,
kalau saya menulis cerita gempa bumi apa iya bakal ada gempa bumi?
belum tentu,
hanya dihubungkan saja oleh beberapa pembaca, misalnya kota Palu yang gempa dan tsunami kan tidak baik juga dihubungkan dengan cerita saya "palu dari langit" terus memercayai bahwa kota Palu dipalu malaikat gitu, kan berlebihan dan membahayakan saya

Writer nusantara
nusantara at belajar shaffat (2 weeks 3 days ago)

berkendara di jalan tol bisa pelan-pelan dan terhindar bila terjadi kecelakaan pun tidak terlalu fatal, jadi jangan menghubungkan dengan hal-hal mistis penunggu jalan tol, tidak bijak.
saya mau berhenti menulis dulu lah.