TEMARAM

Di beberapa waktu terang seakan melucutiku tapi kadangpun ku takut ditelan gelap.

 

Kususuri jalan kecil didepan sambil kepala bekerja tak beraturan. Matahari kian merendah, menjauh seakan bergerak segera meninggalkan. Sekitarku pun ikut bergerak jauh dari genggamanku. 

Tukang bakso yang sedari tadi asyik menggangu telingaku dengan gaduhnya sendok yang dibenturkan dengan sengaja ke si mangkok bergambar ayam kini kian menjauh, jauh sekali sampai tak terdengar sama sekali.

Tak lagi gaduh ditelingaku, hampir tak juga terang tertangkap mata.

Kepalaku hening sejenak lalu damai sekali rasanya.

Kau berdiri tepat didepanku dan mulai meluluhlantahkan ku serta segala kekaguman akan sosokmu. 

Kalau ada hal yang teramat sangat aku benci dari ku tak lain ialah sorot serta isyarat mata sialan yang tak pernah bisa kusembunyikan ini. Ia terus saja berbinar buatmu tanpa mampu kukendalikan.

Engkau menetap sejenak dan membiarkan ku bersenang-senang disajikan sepotong rindu yang tak pernah luruh.

Kau tersenyum manis.

Sinarmu mengacaukan pandanganku hingga sesaat ku merasa terbantu menyembunyikan sorot mata ini dari pandangmu.

 

TET...TET...!

 

Aku terperanjat kaget lalu refleks meminggirkan tubuhku. 

Suara klakson yang dibunyikan beruntut hampir memaksaku memuntahkan sumpah serapah namun syukurnya keburu dihalang oleh sadarku.

Si pengendara mobil tampaknya berang sebab si pejalan kaki terus bergerak mengambil sesuatu yang jadi bagiannya. 

"Untung tak ditabraknya aku!" ujarku membatin sambil mengelus dada.

Dihujung gelap mulai menanti, waktunya terang ditinggalkan lalu bergumul dengan sang pilu. 

Sekuat tenaga kukembalikan kendali tubuh dan rasa pada otakku.

Bergerak meninggalkan temaram yang hanya tercipta setelah terang perlahan hilang atau sebelum ku menikmati dihajar pelik dan sunyinya rasa yang menggudang di dalam gelap. 

 

----------------------------------------

 

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at TEMARAM (1 week 3 days ago)
70

wah, bagus..
terang seakan melucuti dan gelap kadang seakan menelan, suka kata-katanya itu.
belajar komen,
-melucuti itu seperti menanggalkan, tak tertutupi,
saya kira terang itu mengarah kepada terangnya ilmu pengetahuan yang menelanjangi kebodohan manusia sehingga manusia merasa bodoh tanpa ilmu dan memerangi kebodohannya dengan belajar untuk mendapat ilmu dan menerangi hidupnya.
-manusia menjadi melihat alam dan dirinya dengan ilmu menyingkap tabir yang menutupi ketidaktahuannya. Terutama tentang hatinya.
*
ditelan gelap itu..
-ya, kegelapan itu menelan cahaya, seolah begitu,
-lampu menyala menjadi terang, paling terang itu yang jaraknya dekat dengan pusat cahaya, semakin jauh menjadi temaram dan remang-remang dan itu batas jarak cahaya dengan kegelapan.
-ya, jadi sumber cahaya itu memiliki jarak dengan kegelapan, itu artinya ada yang terjangkau cahaya dan ada yang tak terjangkau cahaya yaitu kegelapan.
-matahari sebagai sumber cahaya di alam tata surya kita juga cahayanya semakin jauh semakin temaram, itu artinya ada ruang di luar angkasa yang tak terjamah cahaya matahari dan itu wilayah gelap. lalu di tempat lainnya di luar angkasa sana ada matahari lain yang bersinar dan disebut bintang untuk menerangi wilayah gelap dan itu berarti ada wilayah gelap diantara satu bintang dan bintang yang lain yang tak terjamah cahaya. itulah wilayah kegelapan.
-setiap bintang menjadi pusat tata suryanya masing-masing sama seperti matahari kita bagi planet-planetnya.
-berarti kehidupan itu ada wilayah terang, ada wilayah temaram dan ada wilayah gelap.
*
orang-orang fisika mempelajari sistem kerja cahaya terhadap alam, katanya ada perbedaan.saya tidak mengerti apa aktifitasnya itu mahluk-mahluk kecil kayak atom dan yang begitu-begitu itu lah, komennya ga nyambung gini ya,
-kalau manusia itu kan dengan ilmunya melihat dirinya bukan sebagai satu mahluk, melainkan kesatuan mahluk, ada yang mempelajari aktifitas hormon-hormon manusia yang berhubungan dengan kimia tubuh, ada yang mempelajari sel-sel, ada yang mempelajari virus, bakteri, sperma, ovum, ada yang mempelajari ruh, nyawa, sukma, jiwa, kan katanya semesta kecil itu tubuh, sedang semesta besar itu angkasa raya, dan temaram itu menunjukkan sisi manusia yang jauh dari cahaya dan dekat dengan gelap. jadi komen saya tidak nyabung gitu lah..
-hehehe,biar disangka orang gila lagi komen..