maaf

ku merindu
pada saat ada dirimu
begitu liar pikiran ku
menari nari dikertas putih

ku merindu
berharap dulu tak pernah lalu
dan semua kejadian tak pernah ada

ku masih merindu
dengan tulisan tulisan ku
tentang mu
tentang mimpi yang berlalu
maafkan aku
yang tak bisa menjagamu
maafkan aku
yang tak sanggup memilih
dirimu atau keluargaku
ku memilih terluka...
hingga nanti tak bisa kumaafkan diriku

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer arien arda
arien arda at maaf (20 weeks 3 days ago)

gpp... semua punya pemikiran yang berbeda. saya memilih saya yang terluka dan dia...ikut terluka... wkwkwkwk... kalo kamu baca semua puisi saya dari awal smp skrg km akan tahu

Writer nusantara
nusantara at maaf (19 weeks 2 days ago)

saya baca dari awal deh...
saya suka puisi siapapun yang bikin,
tapi komentar ga bisa, ga sekolah soalnya, lagian banyak juga yang ogah ngambil sastra,
padahal bikin puisi itu ga musti sekolah, siapa pun boleh buat bikin puisi toh tapi kalau komen ngasih masukan harus yang sekolah, kebetulan saya ga sekolah jadi komentar biasa aja lah....
hehehe,
aku amatir dan selalu akan jadi amatir, dan aku senang jadi penulis amatir dan pembaca amatir, saya itu begitu..

Writer nusantara
nusantara at maaf (21 weeks 5 days ago)

BAGUS..
tapi saya kurang suka dengan kalimat "ku memilih terluka"..
kurang baik untuk dilakukan sebenarnya,
perasaan terluka itu semacam spontanitas saja dikala merasakan kekecewaan.
jadi, terluka itu bukan atas pengambilan keputusan untuk terluka, namun siapapun itu yang merasa terluka bisa memilih untuk tidak berlama-lama dalam kelukaan hingga larut dalam kesedihan. Apalagi harus menghakimi diri sendiri untuk kemudian tak memaafkan diri sendiri,
pesimistis, eh, apa ya..
haha
ya pokoknya itu lah..
saya kurang suka kalimat itu dan yang lain suka..