The Amygdala Maze

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}


Normal
0
false



false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

















































































































































































































































































































































































































/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri",sans-serif;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}

 

“Kamu tahu bagian otak yang bertanggung jawab terhadap short term memory?”

Kami hanya berjarak satu hembusan nafas. Aku bisa melihat senyumku di bola matanya yang jernih.

“Frontal cortex” jawabku. Tubuhnya bergerak, menindihku.

“Long term memory?” hangat ketelanjangannya merasuki tubuhku.

“Hippocampus” kubelai rambut ikalnya.

“Kebiasaan dan Skill?” kepalanya terangkat, sebuah pertunjukan instrument leher jenjang yang menghasilkan desah merdu setiap aku mencumbunya. Kutelusuri tattoo motif bunga abstrak di bahunya.

“Cerebellum. Apa aku sedang ujian kompetensi?” tanganku merayap turun ke tengah dua bukit indah, tempatku memuja sang pencipta.

“Emotional memory?” tubuhnya menggelinjang lalu bergeser. Tangannya meraih kebanggaanku dan meremasnya pelan. “ugh..Amygdala..” jawabku sambil membalas meremas payudaranya. Mulutku mendaki sang diorama himalaya, menjulurkan lidahku menyentuh puncak putingnya lalu menghisapnya pelan. “Redit..” desahnya.


TRINGGGGGG!!!!​


Mataku terbuka. Alarm berbunyi aneh itu menjalankan tugasnya dengan sempurna. Aku memimpikannya lagi. Untuk kesekian kali.
Satu grup WA “Investigasi Kriminal” menarik perhatianku karena ada lebih dari 1000 notifications. Ku telusuri pelan sambil menunggu mesin coffee maker ku menyelesaikan tugasnya.
Grup yang berisi para polisi dan experts dari berbagai kota itu sedang ramai membicarakan kematian seorang penyanyi café berjenis kelamin wanita berusia 28 tahun di Surabaya bernama Hilda yang diduga bunuh diri dengan gantung diri. Yang menarik, ada surat yang ditinggalkan Hilda dengan susunan huruf yang aneh. Experts di grup ini sudah bergantian memberikan analisanya terkait pesan aneh itu. Ku geser layar ke atas, pesan itu ada di bawah foto seorang gadis yang tergantung.
 

KR OVHJZFN ZVJJRN VHPZFMU. IPVKAT PPHB EJ VT OPEJ VM


Pak Karno : “itu saja isi suratnya?”
Beliau seorang Hakim di Pengadilan Negeri Bandung.

Ku ambil secangkir kopi berasap, menikmati sang robusta - lebih murah dari Arabica, tapi aku tidak terlalu suka rasa asam dan aku mau kafein lebih.
 

De gustibus non est disputandum.


Sebuah foto selembar surat dikirimkan Lala, teman baikku yang sudah lama tidak berjumpa, seorang polwan yang menangani kasus ini.
 

“I’m tired of my life. Damn! As he said, he is always right. Release me. End me. Yes, hahahah.. the upcoming life looks more beautiful. Oh, please do tell my parents that i did my best. Until now, no fear. KR OVHJZFN ZVJJRN VHPZFMU. IPVKAT PPHB EJ VT OPEJ VM.“​



Huruf-huruf kematian itu berlompatan keluar dari sarangnya, makanan lezat bagi mata tajam Hering Griffon-ku yang selalu mampu mengenali ketiadaan hidup.

 

I DARE YOU​



Obrolan mereka lebih tepat disebut tebak-tebakan, beberapa analisa cukup menarik, dan beberapa hanya membual. Hmm.. typical.

AKP Agus : “ini pasti cryptogram.”
Dia punya prestasi yang bagus di Bareskrim Polda Jawa Timur.

Bu Linda : “Cryptogram itu apa ya? Maaf kurang paham begituan”
Seorang pakar pendidikan anak yang berusia sekitar 40an tahun.

Bu Rita : “Cryptogram biasanya ada petunjuk awal untuk memulai memecahkan kodenya”
A respected lawyer. Aku tak terkejut Bu Rita tahu sesuatu tentang cryptogram. Jika kau tak membaca minimal 2 buku setebal 400 halaman dalam sebulan, kau bukan tandingannya dalam wawasan.

Lala : “Tidak ada Bu..”
Ibu Viona : “Petunjuk awal maksudnya?”

Dia psikolog klinis terbaik di Surabaya bagiku. Brilian sekaligus rendah hati. Aku tak akan membicarakan fisiknya yang seksi karena segan pada suaminya yang tentara. Hm, foolish. I just did. 

Bu Rita : “Cryptogram biasanya punya petunjuk awal misalnya A=B; Semua huruf A menggantikan B.”

AKP Agus : “Ada yang tahu apa artinya? Anak buah saya kesulitan.”

Dr.Hendra : “gampang, pasti ada aplikasi online untuk memecahkannya. ”
Beliau seorang spesialis forensik. Beliau yang mengotopsi jenasah Hilda. Kerjanya cepat dan hasilnya terkenal akurat.

Ibu Viona : “Saya setuju dengan dr.Hendra, jangan manual dong. Minta bantuan pakar IT. Sudah confirmed bunuh diri?”

Dr.Hendra : “Confirmed. Penyebab kematian asphyxia. Subyek tersedak sampai meninggal. Leher tidak patah, artinya posisi ketinggian tidak sampai 2 meter. Memar inverted V, Pendarahan kecil di bibir, di dalam mulut, dan di kelopak mata. Wajah dan leher tersumbat oleh darah, menjadi berwarna merah gelap. Tidak perlu penjelaskan post mortem lainnya ya. Algor, Ligor, Livor, postmortem clot dan autolysis semuanya mendukung, ini suicide

Bu Linda : “Thx dok sudah menjelaskan dengan bahasa manusia. Kalau ada aplikasi seharusnya sudah dipecahkan dong kode nya? trus, itu tulisan tangan Hilda?”

AKP Agus : “Siap. Memang anak buah menggunakan cara manual dan mohon maaf belum berhasil. Sudah meminta bantuan. Mengenai tulisan tangan, orang tuanya memastikan itu Hilda.”

Kompol Suhadi : “Kalau fix bunuh diri, untuk apa diartikan cryptogramnya? Teman-teman curiga Hilda dibunuh?“

Umurnya 50-an, pernah menjadi kapolsek di beberapa daerah di Surabaya sebelum dipindah tugaskan di Jakarta. Aku membantu menutupi kenakalannya dengan beberapa wanita selingkuhannya.

AKP Agus : “itu ada kalimat he is always right. Mungkin cryptogramnya bisa membantu kita menemukan siapa pria yang dimaksudkan. Dari KTP-nya dia lajang.”

Kompol Suhadi : “ya itu pasti lebih mudah daripada memecahkan cryptogram-nya.”

AKP Agus : “Siap! terima kasih sarannya!”

Pak Luki : “bunuh diri kok ngerepotin orang dengan pesan aneh binti rahasia! Aya aya wae
Pria botak ini pemimpin redaksi sebuah portal berita yang sedang naik daun di Jawa Timur. Seorang sugar daddy sejatiTidak mau terlibat perasaan, bayar dan selesai.

Bu Linda : “Lha ya itu pak Luki. Mungkin Hilda memang suicide, tetapi dia suka bermain-main dengan pesan, hanya ingin memperkeruh keadaan?”

Kompol Suhadi : “Setuju dengan Bu Linda. Bisa juga itu pesan rahasia yang hanya bisa dimengerti mantannya?

Bu Linda : “Logis. Pesan di awal untuk kita semua. Pesan rahasia untuk mantan pacarnya.”

Iptu Yudi : “Mohon kesabarannya.”
Seingatku Iptu Yudi adalah anak buah AKP Agus yang hobi binaraga.

Terpikir sesuatu, ku raih HPku. Terdengar suaranya yang berat berwibawa.

“Halo, dokter Redit, ada yang bisa saya bantu?” tanya AKPAgus.

“Pak, itu suratnya ditemukan dimana ya tepatnya?”

“diselipkan diantara tuts piano dok..”

“di nada apa ya pak tepatnya?

“sebentar dok, saya kirim fotonya.”

Kertas itu dilipat dua, diselipkan membungkus not F. Kesengajaan yang terlalu mencolok mata.

“ok, pak Agus. Terima kasih”.

Tiga puluh menit kemudian, kuperiksa chat group.

AKP Agus : “Info terbaru, kekasih dari Hilda sudah kami dapatkan informasinya. Sedang dalam proses interogasi. Namanya Darius, pekerjaan dokter hewan.”

Bu Linda : “Wuih hebat pak polisi, banter tenan kerjanya!”

AKP Agus : “Terima kasih Ibu Linda. Anak buah yang kerja cepat dari tadi. Info di group saja yang malah terlambat karena tidak bisa sering pegang HP.”

Dr. Danita : “cryptogram-nya bagaimana pakpol? Maaf baru nyimak.”
Danita seorang spesialis Kulit Kelamin. Aku pernah menyukainya sebelum tahu dia sudah menikah.

AKP Agus : “Anak buah dan kawan-kawan pakar masih proses dok.”

Dr.Hendra : “Loh, aplikasi nya gagal?”

AKP Agus : “Iya”

Dr.Hendra : “yang bener aplikasi gagal? Coba sini saya cari deh di online pasti ada.”

Aku mengagumi inisiatif Hendra tetapi menyayangkan sikapnya yang meremehkan rekan-rekan polisi. Kalau aplikasi gagal, berarti memang kode-nya didesain untuk tidak terbaca oleh aplikasi. Bukan ketidakmampuan polisi menggunakan aplikasi.


Dr.Hendra : “Wah iya, cryptogram solver di internet gagal. Waduh maaf!”
Setitik arogansi yang terbayar oleh rasa malu berujung maaf.


Lala : “@dokter Reeeeeditttttttt? masih diam saja?”
Aku nyengir membayangkan ekspresinya.

Dr.Danita : “ah seperti ga kenal Redit aja. Dia kan sekarang jarang bicara dan misterius. Pria yang menyedihkan! Sori lho! eh Saya penasaran ingin coba memecahkan kode-nya boleh?”

Lala : “boleh doookkk.. bantu kami kalau tidak sibuk yaa..”

Aku : “iya nih mulai mikir kok. Menarik cryptogram anti aplikasi-nya. Apakah sebelum Hilda ditemukan meninggal, dia mengikuti pesta?”

Lala : “Nah, ini baru muncul langsung melontarkan pertanyaan aneh. Pesta apaan?”

Kompol Suhadi : “Hahaha.. dokter otak-otak kan memang aneh. Halo pak dok Redit. Lagi di rumah sakit?“

Lala : “hmm.. otak otak. Jadi lapar. ”

Aku : “Saya di apartemen di Surabaya, bangun tidur.”

AKP Agus : “Siap. Akan kami telusuri keberadaan terakhir Hilda sebelum ditemukan meninggal. Apakah boleh dijelaskan mengapa bertanya tentang pesta?”

Lala : “cryptogram anti aplikasi?

Aku : “kutelpon ya La..”

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at The Amygdala Maze (3 weeks 5 days ago)

SUMPAH, SAYA PERNAH BACA YANG LEBIH BAIK DARI INI...