15 MINUTES, SI DADA BINTANG 7

Remaja itu terlihat seperti seorang pria dewasa sebab badannya besar dan tinggi. Ia menjadi satu-satunya prajurit termuda dalam pertempuran itu. Dalam waktu lima belas menit kedepan ia tahu bahwa ia bisa jadi sudah berada di alam kematian bersama para prajurit lain yang gugur yang ia lihat jatuh satu demi satu di depannya, samping kanannya, samping kirinya, dan di belakangnya. Ia berpikir keras agar selamat dari pertempuran tak adil itu.

Kemudian ia menghitung setiap detiknya, setiap nafasnya yang tersengal, ia terus berhitung dari menit ke menit menuju 15 menit terakhir. Ia memejamkan mata. Ia membuang senjatanya. Ia terduduk. Berteriak seperti orang gila dengan lantang diantara suara yang lebih bising dari suaranya. Deru senapan serbu dan ledakan-ledakan bom serta suara gedung-gedung runtuh juga pesawat tempur seolah berlomba-lomba menuju langit untuk sampai ke telinga para dewa atau malaikat langit atau bahkan sampai didengar oleh Sang Tuhan hingga pinta si prajurit remaja terkabul agar perang segera berhenti.

Tiba-tiba semuanya hening. Ia tak mendengar suara apapun. Hening dalam gelap. Lalu muncul wajah ibu dari kejauhan dan menghampiri. Ibunya bergaun putih, serba putih.

"Perang sudah usai, nak. Ikutlah bersama ibu." Kata ibunya remaja itu.

***

***

"Sebentar, ini ada yang kurang G. Kau harus tahu karakter pembaca sebelum menyuruh orang membaca tulisanmu. Ini bukan cerita teenlit, G." Kata teman G di ruang belajar G.

"Iya juga, ya. Judulnya 15 minutes. Judulnya sudah bagus." Kata G.

***

***

Di sela-sela waktu menulis itu tiba-tiba ada panggilan darurat.

"G!!!! Ada kebakaran gedung. Selamatkan warga sipil dari kebakaran itu!" Kata teman G.

"Polisinya jangan diselamatkan? Yang kebakaran itu kantor polisi, tahu." Kata G.

"Ambil si pengepel lantai. Dia lebih utama dari siapapun. Maksudku itu." Kata teman G.

"Aku, capek. Kau saja pakai kostumku ini. Orang tidak akan tahu ini." Kata G.

"Baiklah." Kata teman G.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post