SI DADA BINTANG 8, 15 menit kedua.

Singkat cerita teman G menggunakan kostum canggih Gatotkaca dan pergi menyelamatkan si pengepel lantai. Ia membawa ke tempat G berada dalam waktu 15 menit.

SPL: "Terimakasih sudah menyelamatkan saya."

TG: "Berterimakasihlah kepada Tuhan, aku hanya perantara saja. Tuhan yang menyelamatkanmu melaluiku."

SPL: "Ya, saya berterimakasih kepada Tuhan. Tapi, kasihan yang lain itu terpanggang di dalam gedung yang terbakar. Tuhan tidak menyelamatkan mereka."

G: "Kenapa dia dibawa kesini, G?"

SPL: "Kau temannya G?"

TG: "Dia G, aku hanya menggantikannya saja sekali-kali. Aku perempuan. Kostum seperti ini tidak nyaman dipakai perempuan."

SPL: "Tuhan dimana saat mereka terpanggang itu?"

G: "Gadis cantik, saat kau menjadi korban pemerkosaan tentu kau berharap ada yang menolongmu dan di dalam hati kau berharap Tuhan menghentikan si pemerkosa itu. Ketahuilah, Tuhan tidak bekerja seperti itu. Kau tahu sendiri bahwa pemerkosamu memerkosamu sampai selesai dan Tuhan tahu itu. Aku sudah membunhunya untuk kebenaran. Tuhan itu ada."

TG: "Dan bukan G. Tuhan ya Tuhan dan G adalah ciptaan Tuhan."

SPL: "Saya belum mengerti mengapa Tuhan Maha Diam?"

G: "Aduh, sudahlah jangan berpkir begitu. Kau tahu kisah Musa kala bayi, Firaun yang jahat membunuhi bayi-bayi dan Tuhan menyelamatkan satu bayi saja. Itu bukan berarti Tuhan diam melihat bayi-bayi lain dibunuhi. Bisa saja Tuhan menyelamatkan semua bayi kalau berkehendak. Tapi, cara kerja Tuhan tidak begitu. Ia selamatkan seorang bayi dan bayi itu adalah bayi Musa."

SPL: "Oh, jadi saya ini bayi Musa?"

TG: "Bukan begitu. Maksudnya belajar dari kisah itu dan jangan menjadi manusia yang tidak meyakini keberadaan Tuhan gara-gara keburukan menimpa kita dan gara-gara yang lebih buruk dari keburukan yaitu kemalangan datang bertubi-tubi menerjang kita."

SPL: "Ya, saya sedikit paham. Maaf, sebenarnya kurang mengerti. Kenapa saya saja yang diselamatkan dan yang lain terbakar disana?"

G: "Manusia itu diciptakan untuk saling menolong, saling asah-asih-asuh. Manusia jahat itu temannya setan yang bertolongan dalam keburukan dan kejahatan dan manusia baik tidak. Kan, ada pemadam kebakaran. Biar mereka yang menyelamatkan yang lainnya."

TG: "Ga nyambung itu. Dari manusia ke pemadam kebakaran?!"

SPL: "Oh, iya. Iya. Iya saya paham. Iya saya mengerti."

G: "Tuh, kan. Dia paham bahasa gue!"

Tg: "Dia akan bekerja untuk kita mulai saat ini."

***

***

Dan setahun kemudian mereka bertiga membuat kostum serupa tapi tak sama seperti kostum GI Joe.

***

***

Suatu hari ketiganya berdiskusi.

TG: "Kita ini konsepnya batara yang berarti pelindung dalam istilah kepercayaan hindu atau hafiz yang berarti penjaga atau pelindung dalam istilah kepercayaan islam?"

SPL: "Manusia lemah butuh perlindungan. Dan kita pelindung manusia lemah yang diperlakukan tidak adil.."

G: "Jangan sampai dibilang musyrik sebab manusia hanya berlindung kepada Allah. Allahu Ash-shamadu. Allah tempat bergantung. Iyyaka na'budu wa iyyyaka nasta'iin. Hanya kepada-Mu kami beribadah dan meminta pertolongan."

SPL: "Ya memang begitu tapi kebanyakan salah praktek dan akhirnya bertanya-tanya dimana Tuhan berada saat kaum lemah tertindas. Selain wajib membekali diri dengan ilmu beladiri tentu juga harus paham bahwa penjahat-penjahat berbuat begitu jahat bukan karena tidak ada perlindungan dari Tuhan terhadap para korban kejahatan."

G: "Pertanyaan salah bila orang bertanya dimana Tuhan saat tindak kejahatan berlangsung tapi pertanyaan sebenarnya adalah, dimana penegak keadilan berada saat kejahatan itu terjadi?"

SPL: "Wah, betul."

Diskusi panjang selesai dua hari sebelum mereka kelelahan sebab terlalu panjang diskusinya.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post