The Amygdala Maze

Amigdala itu seperti kacang. Maze itu seperti jalanan berbelit, jalanan rumit. Kau bayangkan sesuatu dan katanya setiap kenanganmu itu ada di hippocampus dan amigdala meresponnya. Wahaha, kampusnya si Hupo. Eh, si Hipo. Campushippo. Hippocampus. Kalau lelaki beristri sedang ada berjauhan dengan istrinya karena pekerjaan atau hal lainnya, tentu saja dia mengenang istrinya saat sedang berduaan dan amigdala merespon kenangan erotisnya dengan istrinya. Kalau ia mengenang saat bertengkar dengan istrinya? Ya, tentu saja amigdala takkan bekerja dalam pengaturan libidonya. Malah bisa jadi seperti pengusaha-pengusaha pengguna jasa prostitusi online artis atau model yang melampiaskan libidonya pada sosok impiannya yang lebih hot dari istrinya.

Saya menulis untuk melucu tidak seperti jarangadus, yang lucu tulisannya, saya menulis dengan judul yang sama tapi isinya beda. Ini cerita juga dan ini cerita pendek yang lebih pendek dari cerita sebelumnya.

TAMAT.

Ya, ceritanya tamat sudah. Saya tidak akan menulis cerita remas payudara disini. Banyak anak usia remaja yang membaca. Bagaimana bila mereka membayangkan payudara diremas? Oh, tidak. Bagaimana anak usia sekolah menengah membaca ceritanya jarangadus dan membayangkan payudaranya diremas pacarnya?

Ceritanya Tamat. Seks pra nikah akan terjadi sebab penasaran anak remaja itu luarbiasa. Bisa jadi gagal sekolah sebab perutnya membuncit dan hamil belum waktunya. Wah,mengerikan. Sangat mengerikan bagi dunia pendidikan. Saya dengan cerita ini menghimbau agar jarangadus dan lainnya tidak memasukan kata-kata erotis dalam cerita.

TAMAT.

Ceritanya gitu.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post