Belajar Cinta.

Aku lebih suka menyebutnya ayat-ayat cinta ketimbang ayat-ayat suci. Aku tidak sedang ingin berdebat di tentang hal ini. Aku sedang memahami makna cinta yang hakiki. Alquranulkarim. Dengan kandungan ajaran tentang cinta di dalamnya itu semoga manusia sesamanya saling mengasihi dalam damai. Tentu saja aku tak pernah menganggap diriku sebagai orang yang tanpa kekurangan juga keburukan. Sebagai manusia yang memiliki hawa nafsu sudah barang tentu sering tergelincir pada hal-hal yang bernilai buruk dalam kehidupan ini.

Aku suka sejarah cerita pembebasan Bilal, seorang budak kulit hitam yang disiksa oleh tuannya hanya karena memiliki keinginan untuk memeluk islam. Akhir yang bahagia disaat ia menjadi manusia merdeka tanpa tuan setelah dibeli untuk dimerdekakan. Itulah cinta dalam pengertian universal. Wujud cinta dalam hukum persamaan derajat tanpa memandang perbedaan warna kulit, agama, dan selainnya.

Bukan bermaksud apa-apa, namun dari kisah itu terbersit dalam pikiran menyoal penggunaan kata "sayyid" dalam bersalawat. Aku pribadi tidak suka menggunakan kata "sayyid" di dalam salawat. Tapi bukan berarti aku melarang. Tidak. Itu hak bagi yang suka. Silahkan saja.

Aku sedikit memahami secara arti kata bermakna tuan namun ditafsirkan menjadi junjungan. Namun tetap untukku itu tak kusuka. Aku tahu ada yang langsung dengan penyebutan nama Muhammad, ada juga yang menambahkan kata sayyidina Muhammad, ada juga yang menambahkan kata sayyidina wa Nabiyyina Muhammad. Aku lebih suka menggunakan Nabiyyina Muhammad.

"Allahumma shalli 'alaa Nabiyyinaa Muhammad". Aku lebih suka itu. Tentu itu tidak menyalahi apapun. Sebab ada juga yang "Allahumma shalli 'alaa Muhammad" saja, langsung menyebut nama seperti yang ada di Alquran. Di Alquran semua langsung pada penyebutan nama. Wamaa Muhammadun illaa Rasul......, dan lain-lain.

Dengan sedikit penjelasan tentu dapat dimengerti bahwa cinta itu yang disebut "hubb" adalah sesuatu yang menegaskan pada rasa ingin berkorban atau memperjuangkan dengan sepenuh hati terhadap yang dikenai oleh rasa cinta itu. Jadi ayat-ayat cinta mengajarkan manusia untuk mencintai Tuhan yang menciptakannya, mencintai orangtua yang melahirkannya, mencintai saudara sekandung dan bukan sekandung, mencintai dirinya sendiri, mencintai orang lain, mencintai tetangganya, mencintai temannya, mencintai musuhnya, mencintai alam sekitarnya atau bumi tempat tinggalnya. Dengan cinta itu mewujudlah perilaku menjaga, merawat, melestarikan, menumbuh-kembangkan. Tuhan menciptakan bumi pun karena cinta-Nya kepada manusia. Alquran memang berisi ayat-ayat cinta. Alquran mengajarkan setiap perselisihan harus segera diakhiri dan menempuh jalan damai bagi kedua belah pihak yang bertikai. Tidak menganjurkan permusuhan berlarut-larut atau berkepanjangan.

Dengan Alquran kita belajar how to be a lovely man bukan how to be a holly man. It's true. Bukan sedang menyindir.

Dengan menulis ini tentu tak ada alasan bagi siapapun untuk membenci apa yang kusuka, yaitu belajar menulis. Aku suka belajar menulis sebab semua orang dengan belajar menulis menjadi tahu bagaimana sulitnya menulis dengan baik dan benar. Aku juga begitu. Kita bisa mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran kita dengan menulis dan itu adalah hal yang baik dan sangat berguna.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Belajar Cinta. (1 week 1 day ago)

btw, gimana kabar pemitnah saya?
meneketehe.
saya bukan gay juga bukan mantan gay. jadi pelakunya penyebar fitnah itu siapa ya?