Aku Kangen Kamu, Nin

Aku kangen kamu, Nin. Entah kenapa. Seharusnya tidak. Tidak lagi. Sebab kita tak lagi dalam kisah yang sama.

Read previous post:  
137
points
(20 words) posted by za_hara 12 years 21 weeks ago
80.5882
Tags: Cerita | Cerita Pendek | cinta
Read next post:  
Writer zak_ia
zak_ia at Aku Kangen Kamu, Nin (10 years 43 weeks ago)
90

bagaimana membuat cerita dengan kata-kata seperti ini?
bagus...banget
tapi ada yang salah ketik tu...

Writer elKaban13
elKaban13 at Aku Kangen Kamu, Nin (10 years 49 weeks ago)
80

terasa kaya lg nonton sinetron...hehehe..gw suka cerita begini, tp g mampu menyajikannya dlm tulisan panjang. pokoe tulisan ini uenak bgt

Writer umi
umi at Aku Kangen Kamu, Nin (11 years 34 weeks ago)
90

aku tak dapat berkata apa-apa lagi.
ajarin dong
:-P

Writer erross
erross at Aku Kangen Kamu, Nin (11 years 39 weeks ago)
80

Gw senang cerita ini...
konflik dalam dialognya "hidup"

Cuma sepertinya pada paragraf-paragraf menjelang akhir,
ada semacam "time line" yang melompat.
emosiku jadi terputus... gw sungguh tidak menyukainya.
bukan masalah ending. ending apa pun gw tak peduli.
tapi ini masalah 'finishing touch'
Kalimat yang memicu tuh pada
"Ku jalani hari-hari bersamanya kini"
entah kenapa selanjutnya bikin 'feel' gw jadi ilang.
kayak ada sesuatu yang inkonsisten.

Cuma komentar...
soalnya cerita ini bagus banget.

Writer creativeway13th
creativeway13th at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 7 weeks ago)
80

inspirasinya dari mimpi yah? hehe kreatif dan unik banget..
gue juga suka nulis apa yang ada di mimpi gue^^

Writer za_hara
za_hara at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 10 weeks ago)

evi; sinetron? hi hi, sengaja, lagi pengin ikut arus

azura7, miss_worm, bluer, Ayu , loushevaon7; makasih, aku tersanjung he he

dikadiman; thanks atas sarannya ^_^

FrenZy, Rina; cerita ini memang kubuat dengan ending terbuka, betapa sebuah rindu yang secuil apapun terkadang aneh jika yang kita rindukan bukan orang yang tepat^_^ (halah ngeles, padahal aslinya ogah bikin ending ala Hollywood he he) 6_^

k4cruterz; 1. sejak awal antara tokoh "Aku" dgn Nindya memang terdapat jurang komunikasi yang lebar. tapi bisa jadi juga aku melakukan "miss" yang kamu bicarakan ini sehingga kesan "jurang" ini tidak tampak pada hubungan keduanya; 2. hmm, sepertinya ini blunder-ku deh ya

noir: hi hi. seperti kita tahu, makna "seumur hidup" sebenarnya cocok dimaknai sebagai sampai kita mati/selama kita hidup. rasanya tidak cocok jika dipakai di sini, apalagi menggunakan kata "pernah" dan si tokoh masih hidup. tapi menurut hematku, kata "aku pernah mencintai seumur hidup" pun bisa berkonotasi: RASA, yakni mengenai betapa dalamnya yang dirasakan si tokoh "aku" dahulu. Sama dalamnya seperti kita mengucapkan, "I hate you to death!!" aku pribadi sebenarnya lebih suka menggunakan kata, "Aku pernah cinta mati sama kamu." tapi... aku coba bereksperiman saja dengan kalimat lainnya. tapi jatuhnya janggal ya ? T.T

Writer evikaye
evikaye at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 10 weeks ago)
70

kayak nonton sinetron. kok gw feel-nya gak dapet yah?

Writer azura7
azura7 at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 10 weeks ago)
100

ho ho ho? jenaka yang halus, imajinasinya gak putus.
mungkin bagus ungkapan paling tepat kali yaa

Writer miss worm
miss worm at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 10 weeks ago)
90

senseiii ^^ huks huks... emosi saya bangkit semakin kuat membaca paragraf demi paragraf.. uhuhu.. sampai bingung mau komen apa nyaaa

Writer dikadiman
dikadiman at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 10 weeks ago)
80

Mengaduk-aduk. Kayaknya akan lebih menarik kalau diceritakan bagaimana si aku dan si Nin bisa sampai ketemu lagi dan saling berbicara

Writer bluer
bluer at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 10 weeks ago)
80

wah, dalem loh. Cerita ini terkesan istimewa. Tapi saya harus mengulang membaca dialognya untuk memastikan siapa yang bicara.

baguus!!!

Writer fortherose
fortherose at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 11 weeks ago)
80

...yang ingin kuungkapkan sudah diambil winna dan fannie =p. Jadi, mas hara^^, komenku sama dengan mereka gitu =D

Writer loushevaon7
loushevaon7 at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 11 weeks ago)
80

berkisah ttg sepasang lelaki &perempuan saja(sdh jamaklah), tapi banyak sekali kalimat2 bermakna dalam yg terangkai dengan indah. bagus!

Writer -riNa-
-riNa- at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 11 weeks ago)
70

...bingung dan nggak. sebenernya sih nangkep, tapi ada beberapa bagian yang nggak nangkep. yang pasri sih lebih banyak nangkep dariapad nggak, soalnya gw sendiri ngerti pas baca ending. kenapa harus nggak milih Nindya kalo ternyata emang kangen? Harusnya ada penjelasan lebih lanjut. ato jangan2 udah ada penjelasannya, tapi gw yang nggak nangkep?

Writer k4cruterz
k4cruterz at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 11 weeks ago)
70

maaf mas za_hara aku bner2 bingung ^_^
mungkin akunya ajah yg lemah otak kali yaaah...

1. kenapa antara versi "aku" dan versi "nindya" kayaknya blom bisa aku tangkep hubungan "benang merahnya" yaaah..??

2. ada paragraf yang aku rasa sedikit "melebarkan" cerita dan kayaknya bikin ceritanya jd panjang..... contohnya "dia merestui kita. aku tahu kedengarannya aku..." kalo menurut aku pribadi siy sbenernya paragraf ini bisa dihilangkan tanpa merubah alur cerita.

secara keseluruhan siy ceritanya cukup berasa emosinya...dan alurnya sbegitu kuatnya...bner2 sebuah cerita yang menakjubkan...

maaf klo komen aku kurang sesuai mas...maklum aku jg sebenernya masih belajar hehehehehe

lanjuuuuttttt

Writer noir
noir at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 11 weeks ago)
80

Betul kata frenzy, cerita ini bergulir dengan perlahan namun penuh emosi. Lembut tapi juga membakar.

Cuma yang agak mengganjal adalah kata2x Kuakui kau pernah menjadi mimpi seumur hidupku. Pernah dan seumur hidup, entahlah ya...buat gw rada janggal :D

Writer FrenZy
FrenZy at Aku Kangen Kamu, Nin (12 years 11 weeks ago)
70

tadi aku meninggalkan komen di cerpenmu yang lain :)

cerita ini jalannya bagus. pelan-pelan menguak rasa demi rasa. ada beberapa perasaan yang bertentangan, tapi bercampur dengan baik.

satu pertanyaan di pikiran pas nyampe akhir, kenapa? kenapa tidak memilih nindya? kenapa masih kangen? :) tapi mungkin itu untuk pembaca supaya punya ruang berpikir sendiri ya.

cerpen ini cukup menggugah. :)