teman PALING baik saya

Setiap orang punya cerita. Cerita tentang sedih dan bahagia, tangis dan tawa, mimpi dan realita. Saya juga begitu. Saya selalu mau punya cerita, selalu mau. Hanya saja terkadang, cerita itu murahan. Cerita hidup saya sering diterjemahkan lewat sinetron-sinetron pasaran.

Saya malas bercerita, membagi kisah. Karena yang akan ada hanya keluh kesah. Cinta ada bukan untuk saya, tak pernah untuk saya. Cinta selalu menyakiti dan meninggalkan luka. Banyak airmata untuk cinta. Untungnya saya terlalu angkuh untuk mengakuinya. Hingga saya tak di cap cewek gampangan. Yang meraung-raung menangisi cinta, memohonnya tetap di sini… tidak, saya hanya bertahan dalam kediaman.

“Hamil…”kata pertamanya membuat mata saya terbelalak. Jantung saya seolah berhenti berdetak. Langit di atas saya meretak. Hati saya menjadi panas. Dan tubuh saya lemas.

“Bagaimana bisa ?”tanya saya pada Dade. Dade hanya diam tanpa menatap saya. Diam tanpa menjawab pertanyaan saya. Diam seribu bahasa. Diam yang membuat saya serba salah. Hati saya kian resah. Saya ingin marah.

“Aku yang salah, bukan Mel. Aku harus tanggung jawab.”ujar Dade lagi, berkata tanpa mengindahkan pertanyaan saya itu. Seolah saya tak perlu tahu. Seolah saya hanya pengganggu. Pengganggu hubungan nista mereka. Perzinaan yang mereka lakukan berdua. Apa saya bukan siapa-siapa ?

“Bagaimanapun, kamu tetap gak bisa menikahinya. Suruh saja dia menggugurkan janinnya, tokh baru beberapa minggu.”perkataan paling kejam yang pernah saya ungkapkan. Saya seorang perempuan. Dan menyuruh seorang perempuan menggugurkan janinnya. Janin yang tak berdosa. Yang tumbuh tanpa keinginannya. Yang tumbuh karena kesalahan mereka. Mereka : pacar saya dan teman paling baik saya.

* * *

Pikiran saya kalut. Saya ambil sebatang rokok untuk disulut. Menghisapnya dalam-dalam lalu menghembuskan asapnya ke udara. Membiarkannya mengasapi wajah saya dan hilang tak bersisa.

“Uhuk…, uhuk…!” saya batuk. Rokok itu saya sundut ke asbak. Sampai padam dan tak ada lagi asap yang bergerak. Hingga hancur dan tak lagi berbentuk.

Saya masih ingat ketika itu. Gadis manis yang menyapa saya dengan kaku. Senyumnya yang malu-malu. Menjawab namanya ragu-ragu. Saat saya tanya siapa dia. Lalu kami jadi sering bersama. Di mana ada dia di situ ada saya. Di mana ada saya di sana ada dia. Bagai tubuh dan bayangannya.

Dan lalu saya jadi teringat juga. Ketika gadis itu mengenalkan pada saya. Seorang lelaki yang tak saya ketahui namanya. Lewat SMS kami bicara. Saling bersapa dengan dua layar maya. Lalu saya diminta menemuinya.

Saya menyalakan rokok kedua. Kali ini mencoba menikmatinya. Tak perlu tergesa. Tokh, kenangan saya dan dia tak akan lenyap semudah itu saja. Tak akan cukup sebungkus rokok yang saya punya.

“Hai, nama kamu Namira ?”sapa lelaki yang berhenti di hadapan saya.

Saya mengangguk perlahan, ragu untuk mengakuinya. Saya menatap lelaki di depan saya. Menatap miris pada kenyataannya. Tak seperti fantasi saya. Sangat jauh berbeda. Membuat saya cukup kecewa.

“Namaku Dade.”ujarnya meyakinkan. Saya hanya membalasnya dengan senyuman. Enggan menyerahkan tangan untuk bersalaman. Pada lelaki yang seharusnya saya panggil paman.

* * *

Melani tersenyum pada saya. Dia menanyakan bagaimana perkembangannya. Ingin sekali saya meneriakinya. Memberitahu kalau Dade tak akan jadi siapa-siapa bagi saya. Mengatakan bahwa dia salah. Bahwa yang dia bawa untuk saya adalah masalah. Tapi saya tak tega. Karena dia teman paling baik saya.

Mungkin saya sudah terlalu lelah. Atau mungkin hati saya ingin menyerah. Atau barangkali benar kata mereka : cinta datang karena terbiasa. Terbiasa karena di hari-hari saya ada dia. Terbiasa dengan panggilan sayangnya. Terbiasa dengan ucapan selamat tidurnya.

Mungkin saya jatuh cinta. Mungkin juga merasa terlalu iba. Karena dia enggan menyerah. Karena dia terus saja mengalah. Dan ketika dia meminta saya, untuk kesekian kalinya. Saya mengiyakannya.

Saya menatap rokok ketiga. Ragu untuk menghisapnya. Rokok, Dade tak pernah menyentuhnya. Rokok, Dade sangat tidak menyukainya. Saya merasa rokok itu mirip saya. Tak pernah disentuh dan tidak disukai. Itulah mengapa rokok menjadi sahabat terbaik saya saat ini. Saat saya sendiri. Dan hanya ditemani sepi.

* * *

Rokok ketiga habis dikepitan jari saya. Saya mengambil yang keempat dan menyalakannya. Berusaha mengusir rasa sakit hati saya dengan menghisapnya. Membayangkan kenyataannya. Teman paling baik saya hamil karena pacar saya. Hati saya terlalu sakit untuk memaafkan mereka. Terlalu perih karena penuh sudah airmata.

Tak bisa saya bayangkan semuanya. Saat mereka bergumul ketika saya tidak ada. Tubuh Melani yang bahkan saya pun tak pernah melihatnya. Karena busana tertutup yang dipakainya. Sedangkan Dade, pacar saya sudah menikmatinya.

Miris hati saya memikirkan. Aib yang telah mereka lakukan. Bisa jadi mereka melakukannya saat saya terkapar lemah di rumah sakit. Saat berjuta pahit menghimpit. Bisa jadi, mereka melakukannya ketika saya dan Dade bertengkar. Ketika hati saya perih teriris oleh kata-katanya yang kasar.

Hati saya nyinyir. Otak saya tak dapat berpikir. Rasanya terlalu getir. Rokok keempat saya sudah habis. Tapi, kenangan itu belum mengikis. Walau barang segaris. Biar hanya seiris.

* * *

Saya menyalakan rokok terakhir, yang kelima. Kosong sudah kotak rokok yang saya punya. Saya berharap punya keberanian untuk mengakuinya. Bahwa saya sangat menyayanginya. Dan saya ingin mengatakannya. Tapi, tertahan oleh pengakuannya. Melani hamil karena dia.

Umur saya baru sembilan belas. Saya pikir teguran-Nya terlalu keras. Saya merasa cinta saya dirampas. Oleh teman paling baik saya. Tempat saya menceritakan suka duka. Tempat saya berbagi tawa. Kawan saya pulang bersama, semasa SMA.

Dan sekarang, teman paling baik saya, mengkhianati saya. Mengambil lagi apa yang pernah disodorkannya. Ataukah dia hanya meminjamkannya ? Di sini yang setia hanya dia. Menemani saya dipekat malam yang sunyi. Menemani saya menangisi sakit hati. Menemani saya membaca undangan pernikahan ini.

Teman paling baik saya saat ini, sebatang rokok dikepitan jari.

Bandung, 11 Agustus 2007, 10 : 54 AM

(catatan abu-abu)

Read previous post:  
Read next post:  
Writer jayhawkerz
jayhawkerz at teman PALING baik saya (10 years 47 weeks ago)
90

Mbak'e!!! Keren sekali... Wawawawa.. Sampe nganga ni mulut waktu baca... Hehehe.. Be my sensei yo mbak!!!

Writer _aR_
_aR_ at teman PALING baik saya (10 years 47 weeks ago)

jayhawkerz wrote:
Mbak'e!!! Keren sekali... Wawawawa.. Sampe nganga ni mulut waktu baca... Hehehe.. Be my sensei yo mbak!!!

halah, sensei.. masa iyah orang kek saia jd sensei..:p
saia cuma nulis untuk menumpahkan amarah..
but makasiii :D

Writer Yulian Em
Yulian Em at teman PALING baik saya (10 years 47 weeks ago)
90

Two Thumbs up!
Thumb up yang pertama buat pemilihan rima yang unik (walau terkesan agak tergesa)
Thumb up yang kedua buat cerita yang begitu pedih... Jadi ikut terbawa perasaan :)

Writer _aR_
_aR_ at teman PALING baik saya (10 years 47 weeks ago)

Yulian Em wrote:
Two Thumbs up!
Thumb up yang pertama buat pemilihan rima yang unik (walau terkesan agak tergesa)
Thumb up yang kedua buat cerita yang begitu pedih... Jadi ikut terbawa perasaan :)

tergesa karena saia menulisnya hanya dalam waktu beberapa menit.. mungkin paling lama setengah jam. tanpa kerangka. jd ini tanpa editan sama sekali..:D

terbawa perasaan, krn saia nulisnya memang pake perasaan (saia ngga bisa nulis kalo ga sedih). based on true story.. :)

Writer poetry
poetry at teman PALING baik saya (11 years 40 weeks ago)
50

keren..gila..
aku bisa ngerasain perih yang disampein tulisanmu.
TOP-lah.
pilihan kata yang indah.
temanya sih biasa..tapi kau berhasil membuatnya luar biasa..
begini masih ngaku gak ngerti sastra. terlalu merendah.
good job:)

Writer Paijo RX
Paijo RX at teman PALING baik saya (11 years 42 weeks ago)
90

GUE suka rima dalam kalimat dan pilihan katamu. Butuh tenaga ekstra untuk merangkai semuanya...

Cerita nyata yg banyak di masyarakat :)

Writer FrenZy
FrenZy at teman PALING baik saya (11 years 42 weeks ago)
80

aku suka inti ceritanya. tapi ada beberapa pengulangan kata yang dipakai, misalnya miris dan seiris.. digunakan cukup sering :) jadi kesan dramatisnya sedikit hilang dan berlebihan, seperti kata snap :D

Writer snap
snap at teman PALING baik saya (11 years 49 weeks ago)
70

kalimat kalimat ber-rimanya malah buat bertele-tele. saya orangnya cepet bosan sih qeqeqeqe.... bagus kok __aR__ bener deh..

Writer shadow
shadow at teman PALING baik saya (11 years 50 weeks ago)
90

Wah..
Emang bda sama cerpen yang kemaren..
Yang ini lebih top lage..

Writer mel
mel at teman PALING baik saya (12 years 5 days ago)
90

waduh .
gtau harus comment apa ..
suka bgt ama cara nyampeinny!!

ngena bgt !

dulu qta ngbaratin org yg dsayang ama nama 'bulan', 'bintang', 'pelangi', 'matahari' ..
mel yg kbagian 'pelangi' ..
x)

Writer elKaban13
elKaban13 at teman PALING baik saya (12 years 1 week ago)
80

enak Ar, renyah...dan arrghh...kamu pandai meracik bahasa dan memggugah perasaan pembaca.

Writer dian k
dian k at teman PALING baik saya (12 years 1 week ago)
80

Ah, sakit memang..

Writer fisk_82
at teman PALING baik saya (12 years 7 weeks ago)
70

Membandingkan dengan sekuelnya :D... haha saya nggak tahu kalau cerita itu kelanjutan cerita ini...

Saya merasa baca yang ini feelnya lebih dapet dibanding yang ke-2. Bagian yang saya suka, cara kamu menggambarkan seorang Dade dengan metafora rokok.

Kemudian saya lupa menulisnya direview saya sebelumnya, walau sedikit sekali tapi ada beberapa kesalahan tulis yang saya temukan, mungkin ini harus lebih diperhatikan.

Saya nggak bisa ngasih deskripsi tepatnya di mana... tapi serasa ada missing link antara cerita ini dengan sekuelnya.

Writer tiwul
tiwul at teman PALING baik saya (12 years 7 weeks ago)
100

cerita ini memang ada pada kenyataan.................

Writer duatiga
duatiga at teman PALING baik saya (12 years 9 weeks ago)
90

Wah... penyampaiannya bagus euy, singkat, padat, tapi pesannya nyampe...G-R-E-A-T

Writer re
re at teman PALING baik saya (12 years 10 weeks ago)
100

karena 10 adalah untuk kisah ini apabila nyata...dan kenyataan yang telah terjadi itu adalah amat sangat sempurna.(???)
(ih,situ ada2 aja kasih nilai 10 buat karya gw,nobody perfect,,but thx..keep on ur ast,pals!)

Writer benz
benz at teman PALING baik saya (12 years 10 weeks ago)
100

teRcampuR denGan baiK,,

menCipta ceRpen denGan naFas puiSi,,

diTungGu yg LaeNnya ya,!!

^^V

_benZ

Writer OrangMalas
OrangMalas at teman PALING baik saya (12 years 10 weeks ago)
80

Getir. Aib bau anyir. Berputar-putar di sekitir eh sekitar hidup semua sosok. Adakah OrangMalas juga satu sosok? :|
Huaaaaa.. hiks hiks

Regards,
OrangMalas

Writer Ibnu Alwi
Ibnu Alwi at teman PALING baik saya (12 years 10 weeks ago)
80

kalo udah biasa emang ga susah membuat kalimat2 yang berirama ya.
ini sih kalo bisa dibilang "puisi yang panjang"

Writer birahilaut
birahilaut at teman PALING baik saya (12 years 10 weeks ago)
70

aR_ lebih kuat kalau nuli scerpen
lebih berkarakter
dibanding menulis puisi

salam

Writer dimas_rafky
dimas_rafky at teman PALING baik saya (12 years 10 weeks ago)
80

Aq beri 8 points saja ya..

Writer takiyo_an-nabhani
takiyo_an-nabhani at teman PALING baik saya (12 years 10 weeks ago)
100

Maknanya tersampaikan. Namun kurang greget, Coz klimaksnya kurang menggigit...
Masih banyak yang bisa ditambahkan sebenarnya...
But it wold be next time ya...(",)
Great brain...

Writer ranggamahesa
ranggamahesa at teman PALING baik saya (12 years 11 weeks ago)
90

Kayanya prnh dgr langsung deh niy cerita dr pengarangnya.. hee

Writer vieajah
vieajah at teman PALING baik saya (12 years 11 weeks ago)
90

dy emang buKan saHabat yang baGuz buaT kamu...

gag penTing aR...!!!

Writer noir
noir at teman PALING baik saya (12 years 17 weeks ago)
80

Karakternya kuat dengan penegasan untuk teman paling baiknya. Sebenarnya mengharap ending yang berbeda dan lebih menggigit, tapi ini sudah bagus ^^

Writer mey
mey at teman PALING baik saya (12 years 23 weeks ago)
100

duh tiara...

sabar ya???

dia bukan yang terbaik buat kamu,

makanyah... Tuhan gak kasih, buat tiR..

^^

Writer erwin yahya
erwin yahya at teman PALING baik saya (12 years 23 weeks ago)
90

ar masih harus lebih luaskan ceritanya, mungkin dengan imajinasi yg lebih dalam.kalo dah gt pasti deh cerita ini jadi TOP bgt.

Writer kote
kote at teman PALING baik saya (12 years 26 weeks ago)
90

Dikumpulin aja biar bisa jadi buku... he he he

Writer chau
chau at teman PALING baik saya (12 years 26 weeks ago)
90

teman paling baik saya
siapa deh non,namanya??
salam ya,,dia hebat
bisa buat aR menulis cerita sehebat ini
sehebat hatimu menyikapinya:D

Writer ima_29
ima_29 at teman PALING baik saya (12 years 26 weeks ago)
90

ini jauh lebih baik dari crita bersambungmu yang sebelumnya lho!

yang bersambung itu terlalu bertele-tele, klo yang ini dalem banget. penceritaan Karakter tokoh "aku"-nya berasa banget.

Bahasamu juga ok!klo gw bilang, ini top aR

Writer mBiL2AeCK
mBiL2AeCK at teman PALING baik saya (12 years 27 weeks ago)
80

lumayan, nice try ;)

tetep berusaha km pasti bs lebih baik dari ini, perubahan diri yang tidak disangka2 :D

good writing :)

Writer redshox
redshox at teman PALING baik saya (12 years 27 weeks ago)
100

datar aR, cobalah exploitasi emosi, bikin konfliknya memuncak

Writer wehahaha
wehahaha at teman PALING baik saya (12 years 27 weeks ago)
100

Ini cerpen, tapi penulisan kata2nya seperti puisi. Bedanya, Indah dan mudah diserap oleh pembaca. Jenius sekali. Gaya penceritaan yang menarik untuk cerita yang menarik. Lanjutannya ditunggu. ^^

Writer dikadiman
dikadiman at teman PALING baik saya (12 years 27 weeks ago)
70

enak dibaca, kadang-kadang puitis, tapi menurutku tokoh utamanya nggak membuat pembaca bersimpati jd agak kurang maksimal. keep writing

Writer _aR_
_aR_ at teman PALING baik saya (12 years 27 weeks ago)

thx a lot buat yg udah comment...

hum..., sebenernya niy cerita beda banget dari _aR_ yg biasa, jadi rada susah juga buat bayanginnya. :P

sebenernya, cerpen ini...

"untuk amarah yang tertahan dan air mata yang tak tertumpahkan..."

_aR_ mo bikin lanjutannya (tapi, dgn judul yang berbeda)...
mungkin akan lebih baik (i hope so)

karena itu _aR_ masih menunggu comment2 dari semuanyah.

^^ (thx a lot juga buat Djenar atas inspirasinya)

Writer Luna
Luna at teman PALING baik saya (12 years 27 weeks ago)
80

Penghianatan emang bisa jadi ide cerita yang ga ada abis-abisnya.... Good story.

Writer cibo
cibo at teman PALING baik saya (12 years 27 weeks ago)
80

Ar tetep menjadi Ar yang hebat yeehh

Cayooooo

Writer riot_in_paradise
riot_in_paradise at teman PALING baik saya (12 years 27 weeks ago)
70

CINTA berjalan beriringan dengan pengkhianatan... nice one dude

Writer yugi_yakuza
yugi_yakuza at teman PALING baik saya (12 years 27 weeks ago)
80

aR, cerpennya bagus and enak bacanya...
:)
tambah terus ywh refrence buku bacaannya biar lebih ciamikkk...
:D

Writer nirozero
nirozero at teman PALING baik saya (12 years 27 weeks ago)
80

Sebenarnya sih bagus. Tapi, di bagian akhir tambah dialog dikit dong! Pasti lebih sip!