ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU !

Tuhan tidak hanya memberi batasan dan perintah, melainkan menyikapi manusia sebagai mahluk yang sudah dibekali oleh-Nya alat canggih yang namanya akal. Maka dalam banyak hal sesungguhnya Tuhan tidak hanya memberi perintah, tetapi mengajak manusia berdiskusi, agar manusia memproses pemikirannya kemudian mengambil keputusannya sendiri dengan akalnya.
Kurang lebih Tuhan hanya memberi dogma 3,5% yang 96,5% adalah diskusi dan demokrasi.
Pada jaman jahiliyah kaum wanita dianiyaya, direndahkan derajat dan martabatnya, dianggap barang, diambil dan dibuang semaunya oleh lelaki. Bahkan pada Jaman itu hina jika mempunyai anak perempuan, sampai-sampai ada kebiasaan membunuh bayi perempuan dikarenakan malu atau hina. Lelaki waktu itu kalau kaya bisa mengawini ratusan wanita. Islam datang dan memposisikan wanita 'setara tapi tetap harus berbeda' dengan lelaki sesuai kodratnya masing-masing.
Dalam keadaan itu Allah melakukan revolusi dari fakta ratusan istri diradikalkan menjadi hanya paling banyak empat istri.

Tuhan memancing kedewasaan akal manusia : ''Kalau engkau takut tidak bisa berbuat adil, maka satu istri saja''.

''maka (kawinilah) seorang saja. Atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya"
Dimulai dengan kata 'maka' pastinya ada anak kalimat sebelumnya, ada latar belakangnya, ada pertimbangan-pertimbangannya.

Sebagaimana umpamanya diantara kita ada kalimat ''makanlah daging anjing ini'' tidak bisa berdiri sendiri dan diartikan sebagai hukum pembolehan makan anjing. Sebab kalimat itu diawali oleh keadaan darurat di mana tak ada apapun sama sekali yang bisa dimakan, yang ada hanya beberapa potong daging anjing.
Ataupun sebagaimana kebolehan berwudhlu dengan usapan debu atau tayammum, itu tidak berdiri sendiri, melainkan dipersyarati oleh ketidakmungkinan mendapatkan air.
Maka menikahi lebih dari satu wanita itu juga berangkat dari prasyarat-prasyarat sosial yang kita himpun disamping dari yang dipaparkan oleh Tuhan dan 'sejarah', juga kita cari melalui aktivitas akal kita sendiri.

Poligami menurut kematangan akal dan rasa kalbu kemanusiaan, tidak pantas dilakukan atas pertimbangan individu. Ia sangat berkontek sosial sama halnya dengan para perempuan yang mengumbar auratnya dengan alasan 'seni', Ia tidak terutama merupakan Hak Azasi atau hak individu melainkan mempunyai kewajiban sosial.
Kewajiban adalah sesuatu yang 'terpaksa atau memaksa' senang atau tidak senang. Karena masalahnya tidak terletak pada selera, kenikmatan atau kemauan pribadi, melainkan pada kemaslahatan bersama.
Engkau menjadi manusia yang tidak tahu diri kalau Tuhan mengatakan ''kalau engkau takut tak bisa berbuat adil ...'' lantas engkau bersombong menjawab tuhan :''Aku bisa kok berbuat adil', kemudian ambil perempuan jadi istri keduamu.

Jadi Poligami itu terjadi bukan dalam kondisi normal dan standar, ini bisa dan boleh dilakukan dalam kondisi darurat, bahkan lebih karena 'terkondisikan' sebagai pembanding kita bisa merenungkan tentang perceraian ialah 'perbuatan halal yang dibenci oleh Allah'
Ini merupakan sindiran halus hampir sebanding dengan ''Kalau engkau takut tidak bisa berbuat adil, maka satu istri saja''.
Hampir tiap perceraian terjadi karena terkondisikan oleh situasi atau kalau memakai bahasa Tozie 'Cakung Mestakung' (Cuaca mendukung dan Semesta Mendukung) kita sudah berusaha maksimal untuk menghindarinya membuat tapi kalau toch tetap terjadi perbuatan ini HALAL YANG BERARTI BOLEH tapi dengan konsekuensi 'DIBENCI'. Karena ada ajaran yang melarang 'perceraian' tapi silahkan anda perhatikan apakah bisa perceraian itu dihilangkan ??? Begitu Juga Poligami !!!

Itulah salah satu ke Maha Adilan serta ke Maha Tahuan Allah !
Poligami dan Perceraian itu Boleh dilakukan tapi dengan konsekuensi logisnya masing-masing.
Kita tidak bisa menyalahkan yang berpoligami atau bercerai karena kita harus 'husnudzan/baik sangka' bahwa mereka yang mengalami itu dikarenakan posisinya yang 'cakung mestakung. tapi jangan lupa untuk mengambil hikmahnya, masih ingat khan ... dari kejahatan yang paling jahat, keburukan yang paling buruk bahkan kesakitan yang paling sakit pun pasti ada 'Ibrah' di dalamnya.
Di dalam Islam setiap orang berhak menafsirkan dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil berdasarkan tafsirnya itu. Dan tafsir seseorang boleh menghasilkan prinsip yang berbeda dengan hasil tafsir orang lain. Juga tidak ada hak sama sekali bagi siapa saja untuk memaksa orang lain untuk mengikuti tafsirnya. Baik untuk boleh berpoligami maupun untuk sebaliknya.

Perlunya keinsyafan bahwa diatas setiap orang selalu ada kemungkinan ada orang lain yang lebih unggul. Karena tidak dibenarkan memaksa seseorang untuk menerima, bahkan kebenaran sekalipun. Dan karenanya manusia telah dibekali kemampuan bawaan untuk mengetahui mana kebenaran dan mana kepalsuan. Manusia diberi kebebasan sepenuhnya menentukan sendiri pilihannya itu, dengan resiko yang tentunya harus ditanggung sendiri pula.

Ingat ... 'Diatas Langit ada Langit dan Di Bawah Tanah ada Tanah'
'Allah tidak menurunkan ilmu kepada manusia kecuali sedikit saja'

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

asslamulaikum pak. hidup islam!! hehe
baca karayaku yang ini yah : http://www.kemudian.com/node/228875 ;)

Writer my bro
my bro at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 25 weeks ago)
80

*cium tangan pak ustadz

Writer shafira
shafira at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 34 weeks ago)
100

pencerahan yang aku cari..
aku setuju dengan pemikiran kamu.

Allah menurunkan "sesuatu" pasti karena ada "sesuatu"..
Dia yang paling mengerti sifat makhluk ciptaan-Nya..
Allahu Akbar!!! ^_^

Writer Suableng
Suableng at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 34 weeks ago)
90

Sarat akan pola pikir yang menuntut kedewasaan seseorang dalam memahaminya. Xcellent !!

Writer OrangMalas
OrangMalas at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 40 weeks ago)

Aduh-aduh Aa' Tozie :D heheh.
Tetep semangat yeh.

Regards,
Salam'n'Doa

Writer yaiba_seiya
yaiba_seiya at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 40 weeks ago)
70

komentar saya sama dengan someonefromthesky (bukan ikut-ikutan ya!!!). aku udah dapet istri 1 juga udah alhamdulilah apalagi dua wihhhh.... cape dech...

70

Kalau saya mah, bisa dapat satu saja sudah alhamdulillah. Kalu lebih dari satu, kayanya ga usah deh, masih banyak hal lain yang mau dilakuin selain ngurus istri... Ato mgkin karena di akhir zaman jumlah wanita lebih banyak daripada pria?

Writer Littleayas
Littleayas at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 46 weeks ago)
70

dengan lintang tentang kalau kita lagi membaca karya orang lain sebaiknya jgn membuat karya dulu krn biasanya karya kita jadi 'terbawa' dgn karya yg kita baca^^
walaupun gitu berhubung aku blm pernah baca bukunya cak nun, jadi ya no comment^^

Writer Lintang
Lintang at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 46 weeks ago)
20

Saya langsung teringat sama bukunya Cak Nun pada saat membaca judul tulisan ini. Mungkin anda juga baru selesai buku tersebut, atau pernah mendengarkan Cak Nun pada saat santernya isu poligami Aa Gym. Karena terus terang saja, maaf, anda seperti menjiplak sebuah pemikiran orang lain untuk tulisan anda sendiri. Tapi, saya percaya ini sebuah kekhilafan dan sama sekali tidak disengaja.

Saran saya untuk anda. Sutardji Calzoum Bachri pernah bilang yang kurang lebih isinya. "Sebaiknya anda tidak menghasilkan karya saat dimana anda sedang membaca sebuah karya orang lain.". Ada baiknya kita menggunakan pemikiran orang lain dengan bahasa kita sendiri yang lahir atas pemahaman kita sendiri. Terus terang saja, saya seperti melihat sebuah plagiarisme.

Atau semua pendapat saya semua di atas salah? Mohon dimaafkan.

Writer Tedjo
Tedjo at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 46 weeks ago)
80

Tulisan rapi...setiap orang punya pendapat pribadi..berhati-hati sajalah..

Writer cassle
cassle at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 46 weeks ago)
90

kalo ada yg mw berpoligami, dan istrinya juga mau2 aja.. ya terserah mereka donk.. namuuuuun... perlu diingat sekali lagi, kalo punya istri satu aja udah susah, apalagi kalo dua, ato empat?! Ga kebayang deh, anaknya berapa, biayanya berapa, mending kalo bisa mencukupi..? Kalo kaga kan sama aja seperti.. (maaf) sebuah perbuatan serakah..? sebuah topik yg menarik, toz..

Writer shei
shei at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 46 weeks ago)
80

wahhhhhhhhh....
yayaya..berhubung shei ni cewek..jadi emang ga setuju dengan adanya poligami, meski dibenarkan...tapi setidaknya ya saling menghargai, masa si cowok juga mau diduain.....

sweet smile,
shei

visit mine:
http://catatan konyol.blogspot.com

100

sakit rasanya..lebih baik aku yang mundur daripada saling menyakiti

80

saya setuju dengan yosi_hsn kalau tidak mau dipoligami. Lebih baik minta cerai daripada dipoligami.^^ kalau bisa adil, kalau nyatanya tidak?

---------------
----
More about Sefryana Khairil and her books, klik here:
-Sefryana Khairil Official Website
-Tentang Kita
-sefry's stories & poems at k.com

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 46 weeks ago)
90

Sebagai perempuan, saya mungkin lebih milih dicerai daripada dipoligami.
Tapi saya juga bukan termasuk dari pihak yang menentang itu.

Writer -aDJIe-
-aDJIe- at ISTRIKU SERIBU ANAKKU TETAP SATU ! (11 years 46 weeks ago)
100

Ini merupakan sindiran halus hampir sebanding dengan ''Kalau engkau takut tidak bisa berbuat adil, maka satu istri saja''.

S.E.T.U.J.U !!!