Sunset in Bali

Day 1

Oktober 3,2002
Hari ini adalah hari wisudaku. Setelah 4 tahun aku belajar di Universitas , akhirnya aku dapat menyelesaikannya dengan baik walaupun IPK yang kudapat tidaklah setinggi teman-temanku lainnya tapi Aku punya target kalau IPK-ku sudah diatas 3,00 Aku akan ikut wisuda. Dan tidak disangka tepat banget IPK-ku 3,00 . Walaupun IPK-ku pas banget tapi aku sangat bangga dengan hasil yang kudapat itu. Karena Aku berusaha keras untuk mendapatkannya. Aku jadi teringat debatku dengan Ayahku ketika Aku mendaftar di universitas ini. Saat itu Aku mendaftar di fakultas hukum karena aku ingin jadi pengacara. Tapi ayahku melarangnya. Dia ingin Aku belajar di fakultas ekonomi agar mudah mencari pekerjaan. Aku berusaha untuk mempertahankan pendirianku. Tapi ayahku juga keras kepala sama halnya denganku. Karena kedua belah pihak tak ada yang mau kalah. Maka ayahku menyerah. Aku boleh kuliah di fakultas hukum asal Aku bayar kuliah sendiri. Aku terkejut mendengar ancaman ayahku.”Kalau kamu masih tetep ingin kuliah di Hukum. Silahkan…..!! Tapi ingat.., papa tidak akan membayar sepeserpun uang kuliahmu.” Aku tak berkutik mendengar ancaman Ayahku itu.. Terpaksa aku ganti jurusan ke Ekonomi . Tapi sebelum Aku ganti jurusan ke Ekonomi Aku balik mengancam ayahku” Pa, papa khan tahu kalau Amel tuch lemah dalam pelajaran hitung menghitung. Tapi kalau papa tetep dengan pendirian papa ya udah. Amel akan kuliah di Ekonomi. Tapi ingat pa…, jangan salahin Amel kalau ntar nilai Amel jeblok, jangan salahin Amel kalau ntar Amel gak lulus…. “ Ancamku serius pada Ayahku. Ayahku tak menjawab. Dia hanya mengangguk seakan tak peduli dengan ancamanku. Waktu berlalu, 4 tahun sudah Aku kuliah di Ekonomi. So dapat IPK 3 bagiku udah suatu hal yang luar biasa bagiku. Gak nyangka akhirnya Aku bisa jadi Sarjana Ekonomi. Aku sangat bahagia sekali.
” Thanks god….” Doaku dalam hati untuk mengucap puji syukur pada sang pencipta atas segala rahmat yang diberikan sehingga aku bisa menyelesaikan kuliahku dengan cepat.
Pagi itu, selepas sholat subuh sekitar jam 5 Aku langsung bergegas menuju salon Ayu yang letaknya dekat rumahku. Aku membutuhkan jasa salon untuk make up sekaligus untuk menyewa baju kebaya. Dalam acara wisuda ini, Kita diwajibkan memakai baju kebaya. Aku benci sekali jika harus make up wajahku , apalagi jika harus memakai pakaian kebaya dengan memakai konde besar dibelakang. Oh No…..!!!! Tapi Aku harus lakukan itu jika tidak, gimana Aku bisa wisuda? Terpaksa Aku harus rela wajahku digambar oleh pelayan salon.
“ Menyebalkan !!!!!” Umpatku sedikit kesal karena harus melakukan hal yang tidak kusuka. Dengan sangat terpaksa kurelakan wajahku dimake up oleh pemilik salon. Sekitar 2 jam, pemilik salon itu telah menyelesaikan make up ku. Kemudian dia bertanya
“ Mbak, mau pake kebaya yang mana ? “ tanyanya sambil memperlihatkanku sederet kebaya di almari pakaiannya.
Banyak sekali kebaya yang ditawarkan oleh pelayan salon itu padaku. Akupun sempat bingung memilihnya. Mau pake mana ya ? Berbagai warna, corak, desain. Semuanya terlihat bagus dan menawan. Setelah sibuk memilih kebaya yang ada di almari akhirnya Aku temukan kebaya yang cocok dengan ukuran tubuhku yang tinggi dan sedang. Warna kebaya itu merah.Aku sengaja memilih warna merah , karena Galuh juga memakai kebaya merah. Jadi supaya kompak gitu loh. Segera kupakai kebaya berwarna merah itu .Pelayan salon membantuku memasang kain jarit . Setelah selesai berpakaian lengkap dengan segala aksesorisnya termasuk anting dan kalung serta cincin imitasi . Aku penasaran ingin melihat bagaimana penampilanku. Lalu Aku mulai bercermin untuk melihat langsung penampilanku. Alangkah terkejutnya Aku begitu melihat penampilanku sendiri.
“ Mengerikan……kayak mbok jamu !“ umpatku dalam hati saat kuberkaca didepan cermin dengan sanggul yang besar serta make up tebal seperti ondel-ondel. Tapi Aku berusaha untuk bersikap cuek aja walaupun jujur Aku kurang PD memakai Kebaya.
Segera Kutelpon kakakku untuk menjemputku di salon ini dan mengantarkanku kesekolah. Tak berapa lama kemudian dia sudah datang dengan membawa sepeda motor bututnya. Akupun segera berlalu dari salon itu dan langsung menuju ke sekolahanku.
Tiba di sekolah, aku bertemu dengan teman-temanku yang juga sudah berdandan memakai kebaya. Mereka semua tampak cantik dan anggun. Mungkin hanya aku yang kelihatan jelek. Ya beginilah nasib orang jelek tapi yang penting Aku masih hidup. Jadi mesti disyukuri. Dengan PDnya Aku kemudian bergabung dengan mereka . Aku tak perduli jika mereka akan menertawakanku. Emangnya gue pikirin !
“ Amel , kamu cantik banget….” Puji mereka ketika melihatku memakai kebaya . Wajahkupun jadi merah merona saat mereka meledekku. Maklum karena mereka biasa melihatku memakai celana jeans waktu kuliah. Mereka jarang banget melihatku tampil feminine . Dan kini mereka sangat terkejut melihatku untuk pertama kalinya tampil feminine didepan mereka. Akupun berkilah .
“ Kayak mbok jamu gini dibilang cantik, terus yang jelek yang gimana non ?“ ujarku ceplas-ceplos. Mereka hanya tersenyum mendengarnya. Alu ngobrol dengan mereka tak lama. Kutinggalkan mereka untuk mencari Galuh, sahabatku. Kuberjalan disekitar halaman kampus untuk mencarinya.Kutanyakan keberadaannya pada teman satu kelasnya, Eny.
“ En, lo lihat Galuh enggak ?”tanyaku pada Eny. Eny menggeleng karena tidak tahu.
“ Gak tuch!”
“Ok, thanks ya…”ucapku berterimakasih sambil berlalu dari hadapan Eny dan terus berusaha mencari Galuh disekitar kampus. Aku menjadi panik saat Aku tak berhasil menemukannya dihalaman kampus ataupun didalam kelas.
“ Hmmm…. kemana nih anak ? Kok belum datang ? “ ucapku sedikit khawatir padanya karena upacara wisuda hampir mulai dan Galuh belum juga berangkat.
Akupun terus berusaha mencarinya di depan pintu masuk . Namun tak kulihat juga dia. Aku tambah khawatir ketika waktu tingal 5 menit lagi dan dia belum juga datang.
Tak berapa lama kemudian, Kulihat dia dari kejauhan. Dia terlihat sangat cantik dengan kebaya warna merah hasil desainnya. Ya, memang dia pandai banget mendesain baju-bajunya. Hasil desainnya tak kalah dengan hasil desain para desainer terkenal . Dia terlihat sangat anggun sekali dengan tatanan sangul yang indah, ditambah dengan bunga melati sebagai hiasan di rambutnya.
“ Woooow, She is so beautiful….” Pujiku dalam hati melihat kecantikannya.
Galuh memang wanita yang sangat cantik dan unik. Kecantikannya seperti seorang putri kerajaan, tampak begitu alami. Tak heran jika banyak pria yang tergila-gila padanya karena sejuta pesona yang ia miliki. Terutama “ David ” seorang pria bule dari Paman Sam . Dia terbang dari jauh hanya untuk menghadiri acara wisudanya. Dia ingin membuat bahagia wanita yang sangat ia cintai itu dengan menghadiri wisudanya. David tak perduli travel warning yang dikeluarkan pemerintahnya untuk tidak berkunjung ke Indonesia karena rawan akan bahaya terorisme. Baginya kehadirannya dalam wisuda Galuh lebih penting dari segalanya.
“ Kok telat sih , Luh ? “ Tanyaku pada Galuh saat Dia berada dihadapanku. Galuh tersenyum gembira ketika melihatku.Kubalas senyumannya.
“ Iya, tadi lama make upnya” jawabnyanya santai.
Aku sedikit heran melihat Galuh datang sendiri tanpa keluarganya juga David.
Kucoba menanyakan keberadaan keluarganya.
“ Terus mana keluargamu ? David mana ?” tanyaku padanya karena tak kulihat keluarganya datang bersamanya.
“ Mereka masih dirumah kok. Ntar David yang akan jemput mereka . Don’t worry girls….”jelasnya padaku sambil menepuk pundakku untuk tidak mengkhawatirkan keluarganya.
“ Ortumu jadi datang gak, Mel ? “ Galuh balik bertanya padaku.
“ Jadi ” jawabku sambil tersenyum gembira kearahnya.
“ Terus…mereka kasih ijin tidak, kamu pergi ke Bali denganku?” Tanya Galuh ingin tahu apakah orang tuaku mengijinkanku ikut ke Bali besamanya. Galuh tahu sebelumnya ortuku tidak kasih ijin Aku untuk pergi ke Bali bersamanya. Aku jadi bingung ! tapi bayangan tiket pesawat gratis ke Bali PP yang diberikan Galuh cukup mempengaruhiku. Akhirnya kuputuskan untuk ikut ke Bali bersama Galuh walaupun ortuku gak kasih ijin. Aku tetap ke sana apapun yang terjadi. Apalagi sehari sebelumnya Galuh bilang kalau James juga akan datang ke Bali. Aaah…kapan lagi Aku bisa Ke Bali ? Ketemu ma James lagi…..
Kuceritakan keadaanku yang sebenarnya pada Galuh.
“ Tidak ! Mereka tidak suka aku pergi ke Bali bersamamu. Tapi tenang aja, aku akan tetap temani kamu ke Bali.Lo khan tahu sendiri dari dulu gue ingin ke Bali tapi selalu gagal. Kali Tuhan belum kasih ijin gue kesana kali? Gak tahu kenapa tiap kali ada plan kesana selalu gagal terus.. Nah sekarang surat ijinnya dah keluar melalui lo. Jadi Ini kesempatan terakhirku untuk pergi kesana sebelum gue married ma Ardhya. Jadi, apapun yang terjadi gue akan tetap pergi ke Bali bersamamu….”ucapku meyakinkannya bahwa Aku akan menepati janjiku untuk menemaninya vacation di Bali.
Galuh terlihat gembira saat kuberitahukan hal itu.
“ Baguslah, Mel. Aku seneng dengarnya.Thanks ya…” UjarGaluh berterimakasih padaku karena Aku jadi ikut tamasya bersamanya Juga David. Aku merasa geli saat Dia mengucapkan terimakasih.
“ Apa gak kebalik nich…? Harusnya khan gue yang berterimakasih ma lo .Gue bisa pergi ke Bali gratis, khan karena lo…? “ Sindirku halus. Galuh hanya tersenyum mendengar sindiranku.
“Siapa bilang gratis? Lo kerja jadi bodyguard gue disana…..”goda Galuh pura-pura serius.
“ Apaa…? Kamu serius? ” Aku terkejut mendengar ucapannya. Ekpresikupun menjadi serius.Galuh tertawa melihat ekpresiku yang berubah menjadi serius. Tidak tahan menggodaku Galuh membuka sandiwaranya. Tiba-tiba Dia menertawakanku. Aku jadi gusar dibuatnya.
“ Hahahaha…..Just joke Mel . Gak usah dipikirin Mel. Gue lakukan ini karena lo satu-satunya sahabat gue. Kita tlah melewati susah dan senang bersama. Dan saatnya bagi gue untuk berbagi senang ma lo….”ujarnya dengan tulus.
Aku tersentuh mendengar ucapannya yang terakhir. Aku dan Galuh telah bersahabat cukup lama. Walaupun kita memiliki banyak perbedaan karakter tapi justru itu yang membuat persahabatan kami awet. Galuh yang cerewet, dan Aku yang pendiam. Galuh yang berani dan Aku yang penakut, Galuh yang gak sabaran dalam memutuskan sesuatu dan Aku yang begitu berhati-hati dalam memutuskan sesuatu. Tapi ada hal yang lucu bagi kita yaitu, saat kita berdua jatuh cinta ma pria asing. Hehehe. Kok bisa ya ? Suka dan duka kita hadapi bersama. Demikian juga saat Dia ingin berbagi bahagia bersamaku dengan mengajakku ke Bali.
Aku lalu berterimakasih padanya atas semua kebaikan yang Dia lakukan untukku. Tapi ada satu masalah lagi yang mengganjal hatiku.
“ Thanks ya Luh. Cuman gue ada masalah nih….?”
“ Apa ?” tanyanya ingin tahu. Galuh menatap wajahku tajam menanti penjelasanku.
Aku terdiam sesaat , aku ragu untuk berterus terang padanya tapi akhirnya kuberanikan juga untuk mengatakan dengan jujur situasiku yang gak punya duit untuk pergi ke Bali bersamanya. Orangtuaku tidak memberi uang sepeserpun untuk pergi ke Bali. Mereka memang tidak setuju Aku pergi ke Bali bersama Galuh apalagi dengan Pria Asing yang baru kukenal. Ya terpaksa aku pergi modal nekad.
“ Gue cuman punya duit 50.000 doang.Ini aja uang buat bayar foto wisuda tapi gue gak bayarin. Ortu gak kasih gue uang sedikitpun karena mereka gak setuju gue pergi Ke Bali. Ya terpaksa, gue modal nekad… “ jelasku jujur padanya akan situasiku yang No money.Dia hanya tertawa saat kuberitahukan hal itu.
“ Hehehe…tenang aja, Mel. Lo gak perlu keluar duit . Semua biaya , gue ma David yang bakal tanggung. Pokoknya lo tinggal ikut gue aja, Okay?” ucap Galuh menenangkanku agar Aku tidak usah memikirkan tentang uang karena semua biaya Dia dan David yang nanggung.Aku merasa lega mendengarnya.
“ Okay, boss” jawabku gembira.
Memang sebelumnya Galuh udah tawarkan kalau semua biaya Dia yang bakal nanggung . Gue cuman tinggal ikut aja . Bagiku apa yang ditawarkan oleh Galuh adalah kesempatan sekali seumur hidupku. Bisa liburan ke Bali gratis, naik pesawat gratis, menginap dan makan gratis sekaligus bisa bertemu pria yang kucintai. Yang jelas kalau kamu diposisi aku , pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini khan ? So, Aku bener khan melakukan ini ? Tiba-tiba Galuh mengejutkanku dengan pertanyaanya tentang Ardhya, tunanganku .Ekspresikupun berubah menjadi dingin. Gimana gak dingin kalau Aku harus bertunangan dengan pria yang tidak kucintai. Sebenarnya Aku ogah menerima pertunangan ini andai saja James mencintaiku. Mungkin Aku tak akan mau bertunangan dengan Ardhya.
“ Eh, ngomong-ngomong Ardhya gimana? Dia tahu gak kamu akan ke Bali bersamaku juga David ?.”
“ Tahu, Tapi dia tidak tahu kalau aku akan bertemu James disana.” jawabku terus terang padanya. Dia terkejut dan menatapku tajam seolah tidak percaya dengan apa yang kulakukan. Bahwa aku telah berani membohongi tunanganku dan pergi berkencan dengan orang lain.
“ Gila!!!! ( teriak dia terkejut) Ntar kalau ketahuan gimana coba ? “ ucapnya khawatir dengan apa yang kulakukan.
Dia takut aku bakal putus dengan Ardhya karena ketahuan bertemu pria asing di Bali. Tapi aku mencoba membuatnya untuk tidak mengkhawatirkan masalah itu. Dengan santainya Aku menjawab.
“ Yee…..yang namanya pacar tuh boleh lebih dari 1 . Tapi….. kalau suami ya tetep satu ! Apalagi gue gak cinta ma Ardhya. Lo khan tahu sendiri, Luh .” jelasku padanya dengan santai. Dia hanya tersenyum mendengar kata-kataku yang rada sableng.
“ Dasar playgirl… !”ujar Galuh gemas. Aku hanya tersenyum mendengarnya .Tapi Aku bener khan. Pacar boleh banyak tapi suami cukup satu. Masak kita kaum hawa gak boleh punya cowok lebih dari satu, sedangkan cowok aja melakukan hal itu. Kita tertawa bersama .Aku berhenti tertawa dan mulai bicara serius padanya.
“ Luh, alasanku ke Bali hanya untuk bertemu James untuk pertama dan terakhir sebelum gue putuskan untuk menikah dengan Ardhya. James sendiri tahu kalau aku akan menikah dengan Ardhya. Dia datang hanya untuk vacation di Bali. sedangkan aku, aku datang ke Bali karena cinta. Bagiku kehadirannya di Bali adalah sebuah kesempatan bagiku untuk bertemu dengan pria yang paling kucintai. Walau aku tahu James tidak mencintaiku….tapi itu bukan masalah bagi gue. Toh cinta gak harus memiliki bukan..? ” Ucapku sedih saat mengingat pria yang kucintai tak mencintaiku. Rona wajahkupun berubah menjadi muram. Aku tertunduk sedih.
Galuhpun berusaha untuk menghiburku.
“ Sudahlah, Mel. Siapa tahu ntar pas kalian bertemu, James malah jatuh cinta ma kamu…” hibur Galuh padaku sambil menepuk pundakku.Aku hanya mengangguk. Ucapan Galuh sedikit memberiku harapan. Akupun menjadi optimist untuk mendapatkan James lagi.
“ Who knows , buddy” jawabku optimist. Entahlah Aku merasa seperti mempunyai sedikit harapan untuk membuat James mencintaiku selama kita bertemu di Bali.
Tiba-tiba, Kita dikejutkan oleh suara keras panitia melalui mikrofon yang menyuruh kita untuk bersiap-siap masuk kelas karena ada pengarahan.
Kemudian kita segera berjalan menuju ruang kelas karena ada pengarahan dari panitia . Kitapun mendengar pengarahan tentang pelaksanaan upacara wisuda dari dosen pembimbing didalam kelas.
Pukul 9 pagi, upacara wisuda dimulai. Para wisudawan telah duduk ditempat yang telah ditentukan demikan juga dengan para undangan. Aku duduk dibaris depan karena absenku berada di nomor awal. Ya itulah resikonya kalau punya nama dengan huruf A yang letaknya di awal. Pasti bakal ikutan awal juga. Beruntunglah orang yang punya nama dengan Alphabet Z seperti Zakaria, Zaman, dan lain-lain karena pasti mereka akan selalu berada dibelakang. Ku arahkan pandanganku disamping kanan dimana para tamu undangan duduk, termasuk orang tuaku. Mataku pun sibuk menari- nari mencari Orang tuaku dari kejauhan. Tak berapa lama kemudian aku telah berhasil menemukan mereka. Mereka duduk dibaris belakang. Mereka melambaikan tangannya padaku. Kubalas melambaikan tanganku kearah mereka. Kulihat mereka tersenyum padaku saat pandangan kami bertemu. Dapat kurasakan kebahagian yang mereka rasakan saat aku telah berhasil menjadi Sarjana Ekonomi . Rasa harukupun timbul dengan sendirinya dan tak terasa butiran air mata jatuh dari mataku. Begitu terharunya aku akan kasih mereka yang begitu besar padaku dan aku sering kali tidak patuh pada mereka. Aku termasuk anak yang pemberontak berbeda dengan saudara-saudaraku yang sangat patuh pada ortuku. Walaupun aku susah diatur tapi mereka tetap aja sayang padaku. Satu-satunya anak yang bisa kuliah sampai perguruan tinggi adalah aku. Aku adalah anak kebanggaan mereka. Mereka begitu menyayangiku karena aku anak terakhir. Hanya satu yang tidak kusuka dari mereka. Mereka terlalu protective padaku dan sering memperlakukanku seperti anak kecil. Mel, dah makan belum? Mel, dah mandi belum ? Aku bahkan jarang pergi keluar karena emang ortu gak kasih ijin aku keluyuruan. Hidupku begitu sepi. Entahlah aku merasa kadang kadang hidupku seperti seekor burung dalam sangkar. Untunglah aku mempunyai komputer dirumah sehingga aku bisa chat dengan banyak teman . Jadi aku tak merasa kesepian lagi dirumah. Terlebih dengan kehadiran James dalam hidupku. Pria misterius yang mengusik ketenanganku. Pria yang membuatku tidak bisa tidur, pria yang selalu hadir dalam tidurku, pria yang menyebalkan karena keangkuhannya. Semakin dia menolakku semakin aku jatuh cinta padanya dan ingin memilikinya. Kok bisa ya ? Aku sendiri juga gak tahu. Dia seperti sebuah tantangan bagiku, bahwa Aku harus bisa menaklukannya.
Aku tersentak dari lamunan saat Galuh menepuk pundakku. Dia melihatku melamun mencoba menyadarkanku dengan menepuk pundakku. Aku kaget saat Dia menepuk pundakku. Buyar semua lamunanku. Lalu Kulihat Galuh sedikit gelisah karena orangtuanya belum juga datang padahal acara sudah hampir mulai. Tapi aku tahu didalam hatinya pasti yang paling dicemaskan adalah kehadiran David, sang pujaan hatinya. . Galuh adalah wanita yang sangat beruntung karena ada seorang pria yang sangat mencintainya dan sanggup melakukan apapun hanya untuk membuatnya bahagia.
Ketika kita sedang berjalan ke podium . Kulihat dari kejauhan keluarga Galuh dan David berada dibelakang.
“ Luh, David datang tuch……!!!!” teriakku padanya sambil menunjuk kearah dimana David sedang berjalan menuju tempat duduk untuk para undangan.
Ini adalah untuk pertama kalinya aku bertemu David . Aku kenal David melalui internet. Galuh yang memperkenalkannya padaku. Galuh selalu minta pendapatku untuk menilai kepribadian seorang pria yang ia suka. Salah satunya adalah David . Yang jelas David telah memenuhi persyaratan kita, LTC = letter, call, come. Kita biasa menguji cowok diinternet yang suka pada kita untuk melakukan 3 hal yaitu menulis surat dengan tulisan tangan, menelpon dan yang terakhir datang. Tulisan tangan dapat mencerminkan kepribadian seseorang melalui goresan tulisannya, juga keseriusan mereka yang mau meluangkan waktu sebentar hanya untuk mengekspresikan perasaan mereka dan juga untuk menchek latarbelakang mereka, single atau merid. Kalau dia single pasti gak keberatan untuk memberi alamat rumahnya. Lalu yang kedua minta no telponnya. Itu untuk menchek dia bisu gak ? kamu pasti gak mau khan jatuh cinta ma orang yang bisu? Hehehe. Yang jelas itu hanya sarana untuk mengefektifkan komonikasi berhubung kita pacaran jarak jauh. Terus yang ketiga, Kita punya phrinsif, kalau tuh cowok bener mau serius and bener-bener suka ma kita pasti dia akan datang untuk kita walaupun kita tinggalnya jauh.Uudah gitu kita juga bisa menyimpulkan, pasti tuh cowok tajir karena punya duit sehingga bisa datang dari jauh hanya untuk ketemu kita. Ihhh matre ya?? Itulah cara kami menguji keseriusan cinta mereka. Gak percaya ?Buktikan aja! Yang jelas kalau kamu suka atau ada cowok yang naksir kamu di Internet. Coba aja cara ini. Dan kalau Dia ternyata gak mau melakukan LCC , maka tinggalin aja dech! Soalnya dapat disimpulkan tuch cowok pasti gak serius ma kamu dan hanya mempermainkan kamu. Itu nasehatku loh. Boleh percaya , boleh tidak ? Tapi setidaknya cara itu sedikit mujarab buat kita berdua. Hehehe. Emang obat!
Aku sedikit terkejut ketika melihat David untuk pertama kalinya. Dia terlihat sedikit pendek. Dia mempunyai ukuran tubuh seukuran orang Asia. Badannya sedang , gak gemuk. Sangat cocok ma ukuran tubuh Galuh yang emang sedikit pendek dariku. Wajahnya Lumayan oke namun lebih cakep James.
Satu per satu acara wisuda hampir selesai dan masih ada beberapa acara lagi yang belum selesai.Kulihat jam tanganku menunjukan pukul 11 siang. Itu berarti kita harus meninggalkan acara wisuda ini karena pesawat yang akan membawa kita ke Bali akan take off pukul 12.45 siang. Sedangkan perjalanan dari Magelang ke Yogyakarta sekitar 1-2 jam. Ku-SMS Galuh melalui Hp-ku untuk memberitahunya bahwa sudah jam 11 dan saatnya kita pergi kalau kita tidak ingin terlambat sampai di bandara. Dia lalu beranjak dari tempat duduknya dan memberi aba aba dengan gerakan tangannya untuk menyuruhku mengikutinya. Akupun segera beranjak dari tempat dudukku untuk mengikutinya keluar gedung. Aku sedikit malu saat para tamu undangan melihat kita keluar dari gedung saat upacara belum selesai. Kita menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Mungkin hal ini yang pertama terjadi, ada 2 orang wisudawan melarikan diri dari acara wisuda hanya untuk berlibur di Bali.
Dan hal yang lebih gila kita laukan adalah saat kita terpaksa melarikan diri melalui pagar besi di belakang karena pintu satu-satunya untuk keluar ditutup. Kita benar-benar seperti tahanan yang sedang melarikan diri,Hehehe. Tapi who care tentang itu . Yang penting kita bisa keluar dari sekolahku. Orang tuaku sendiri tercengang melihatku meninggalkan acara wisuda. Tapi mereka bisa maklum karena aku akan pergi ke Bali. Merekapun beranjak keluar untuk menemuiku di luar gedung. Kulihat David dan keluarga Galuh sedang sibuk mengambil gambar. Begitu aku datang dengan Galuh . David langsung memeluk Galuh untuk mengucapkan selamat. Aku jadi dikit ngiri, seandainya aja James datang di acara wisudaku pasti Aku akan sangat bahagia sekali sama halnya dengan Galuh dan David. Setelah puas memeluk Galuh. David gantian memberiku ucapan selamat. Tapi tanpa pelukan cukup dengan uluran tangan aja.
“ Congrotulation, Amel ” Ucapnya dalam bahasa Inggris . Akupun tersenyum ramah padanya.
“ Thanks, David ” jawabku berterimakasih.Aku ngobrol dengan David hanya sebentar tapi aku sudah mendapatkan hal positif dari David . Ternyata David orangnya sangat ramah. Dia dapat dengan mudah beradaptasi dengan orang yang baru dikenalnya. Dia juga berbicara dengan ayahku dengan bahasa Inggris dan Aku harus membantunya menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Dan ayahku terlihat simpati akan keramahtamahan David. Akupun merasa senang Ayahku tak berpikir hal buruk pada David. David juga minta ijin ortuku untuk mengajakku ke Bali bersama Galuh . Dia berjanji akan menjaga Kami berdua. Akhirnya dengan berat hati orang tuaku mengijinkanku pergi ke Bali bersama Galuh dan David . Aku terlihat gembira saat ortuku berubah pikiran.
Pukul 11:15, kita segera meninggalkan sekolah dan menuju ke Yogyakarta. Kita pergi memakai mobil yang disewa Galuh . Aku duduk bertiga dengan Galuh dan David . Dapat kurasakan kemesraan mereka berdua didalam mobil. Kulihat mereka saling bergenggaman tangan dan saling pandang. Mereka terlihat sangat bahagia. Hal itu membuatku sedikit iri. “Seandainya aja James ada disini? Aku pasti akan bahagia seperti mereka .” ucapku dalam hati membayangkan kehadiran James disini. Tapi beberapa jam lagi aku akan bertemu dengannya. Kehadiran James adalah hadiah terindah dalam hari kelulusanku. Aku tak pernah menyangka bahwa pada akhirnya aku akan dapat bertemu dengannya. Aku mengenal James melalui internet sejak tahun 2000. Kita sering chat. James berbeda dari pria lain yang kukenal di internet. Dia pria yang penuh dengan misteri karena dia benci dengan wanita. Aneh bukan? Pria keren seperti Tom Cruise, muda, single, kaya tapi gak suka ma cewek. Gaykah dia ?? Waktu ku Tanya apakah dia Gay, dia bilang tidak. So what gitu loh??? Misteri itulah yang ingin kuungkap mengapa Dia begitu cold dengan wanita. Semakin sulit aku memecahkan misteri tentangnya semakin aku ingin mengenalnya. Ada hal yang kusuka darinya saat kita berbicara di Yahoo Messenger . Dia tidak pernah berbicara kotor padaku apalagi soal sex. Dia begitu sopan berbicara. Padahal biasanya cowok yang kukenal suka banget bicara tentang sex yang bikin aku sebel . Dia juga tidak pernah mengodaku ataupun berkata cinta seperti cowok-cowok yang kukenal yang biasa mengobral janji atau merayuku. Tapi James berbeda……
Dia cukup unik. Bayangkan aja gak sembarang orang bisa bicara padanya terutama kaum cewek. Dia tidak mau bicara dengan orang yang baru dikenalnya. Wah yang jelas kamu harus tahan banting dech.. Karena kamu akan sering kecewa. Bayangkan, Butuh 1 tahun bagiku untuk bisa bicara dengannya. Bagaimana bisa ? Aku praktekan jurusku LCC. Yang jelas aku tak pernah putus asa mengirim email padanya setiap hari walaupun tak pernah ia balas. Selain email , aku juga mengirim snailmail dan kadang Aku menelponnya. Dan ternyata jurus itu cukup manjur untuk membuat dia bicara padaku.Mungkin Dia membaca isyarat keseriusanku atau kali Dia bosan ama Aku yang gak pernah menyerah padanya. Membuatnya mau bicara padaku untuk pertamakalinya aja sudah sebuah kemenangan bagiku untuk merontohkan dinding pertama sikap dinginya padaku. Dan itu menjadi kekuatan bagiku untuk terus maju dan maju sampai Aku bisa merontohkan kebekuan hatinya.
Kukeluarkan Jurus-jurus rayuanku kepadanya setiap kali kita bertemu di Yahoo Messengerku.Tapi sayang sekali, aku berhadapan dengan sebuah Gunung Es yang begitu dingin sehingga semua rayuanku tidak mempan untuk melelehkannya. Penolakannya menjadi sebuah ambisi bagiku. Semakin ia menolakku semakin aku ingin menaklukannya. Aku merasa Dia begitu istimewa untuk ditaklukkan. Terus terang, James bukanlah tipe cowok yang kuidamkan. Dia begitu sombong, dingin, egoist,menyebalkan. Pokoknya semua hal jelek ada dirinya. Tapi aku sendiri tidak tahu mengapa ,Aku begitu tertarik padanya. Aku belum pernah mengalami perasaan seperti ini sebelumnya. Perasaan suka yang begitu mendalam. James memiliki kekuatan yang tak dapat kulukiskan dengan kata-kata. Dia memiliki daya tarik yang membuatku tak berkutik jika berhadapan dengannya. Perasaan benci dan cinta jadi satu. Hitam dan putih jadi satu. Aku terpenjara dalam cinta yang tak berbalas.Aku coba untuk menepis semua itu tapi Aku tak sanggup. Kucoba untuk mencari tahu mengapa Aku suka padanya. Tapi Aku hanya menemukan satu jawaban Dia sangat berbeda dengan pria yang kukenal. Mungkin itulah awalnya Aku suka padanya Aku tidak tahu apakah ini cinta atau bukan? Perasaanku ini lebih kuat dibanding dengan perasaanku pada Ardhya. Ardhya adalah tunanganku, dia seorang calon dokter. Secara rational, Ardya lebih baik dari James. Kadang-kadang aku benci dengan perasaanku ini . Aku benci jatuh cinta dengan pria yang aku tidak ingin cintai tapi aku jatuh cinta padanya. Sedangkan disisi lain , aku mempunyai pacar yang sesuai dengan yang kuinginkan tapi aku tidak mencintainya. Aku benci perasaanku……Urusan cinta memang membingungkan! Tapi aku teringat ucapan Kahlil Jibran. “ Jika cinta memanggilmu, ikutlah kemana ia pergi. Walau jalan yang akan kita tempuh terjal dan berliku”. So biarpun jalannya terjal Aku harus perjuangin cintaku. Betulkan Om Jibran ? hahaha ….
Tak terasa kita sudah sampai di Bandara Adi Sucipto sekitar pukul 12.30.
“ Wooooow We late…..!!! “ teriak David begitu kita sampai di bandara. Kitapun langsung berlari menuju Agen Garuda dengan terburu-buru. Aku sedikit kesulitan berlari karena Aku masih menggunakan kebaya ama kain jarit . So kamu bisa bayangkan betapa sulitnya Aku berlari? Ya , kita emang gak sempat untuk ganti pakaian karena Kita mengejar waktu. Begitu tiba didepan agen Garuda . Galuh memintaku untuk bertanya pada staff Garuda.Aku segera pergi ke counter Garuda.
“ Apa pesawat kami yang menuju Bali sudah berangkat, Bu ? “ tanyaku pada staff garuda dengan wajah panic.
“ Oh…Belum, pesawat anda ditunda 30 menit lagi “ jelas staff itu pada kita.
Raut muka kita yang tadinya panic berubah jadi berseri saat tahu pesawat kita ditunda 30 menit.
“ Thanks God !!!” ucap kita serempak.
Dalam hati, kita bersyukur sekali karena pesawat kita ditunda. Tadinya kita pikir kita akan ketinggalan pesawat. Sambil menunggu pesawat landing kita makan siang di café dalam bandara. Maklum dari tadi kita belum sempat makan. Jadi bisa rasakan betapa kelaparannya kita siang itu. Aku hanya memesan fast food,sandwich dengan capucino. Hmmm….lezat. Aku sangat menikmati makan siangku di café dalam bandara itu. Ini adalah pertama kalinya Aku berada di dalam sebuah bandara.Melalui cafe ini ,Aku bisa lihat banyak orang yang berlalu lalang dalam bandara. Beberapa pengunjung ada yang menangis ketika melepas kepergian keluarga mereka. Aku baru sadar ternyata Aku belum sempat pamitan ma Ortuku di sekolah tadi “Stupid…! “ makiku pada diriku sendiri yang bisa lupakan hal itu. Tapi nasi dah jadi bubur. Hmm…tapi khan Aku bawa hp jadi bisa pamitan dengan mereka melalui telpon. Segera kutelpon ortuku untuk berpamitan.
Tak berapa lama kemudian pesawat dari Bali telah tiba. Kita segera meninggalkan café untuk menuju pesawat yang akan membawa kita ke Bali. Kita duduk bertiga dikelas ekonomi. Kududuk di pojok dekat jendela pesawat agar aku bisa lihat pemandangan dari atas pesawat. Maklum ini adalah pertama kalinya Aku naik pesawat. Jadi jangan heran kalau Aku sedikit primitif.
Begitu pesawat take off , Aku terkejut merasakan guncangannya yang seperti gempa bumi dan tak sadar langsung menjerit. “Aaaaaww….” Namun buru-buru Galuh menutup mulutku agar Aku tidak membuat panik penumpang lainnya. “ Dah tenang….?” Tanya Galuh padaku. Aku hanya mengangguk tidak bisa bicara karena tangannya masih menutup mulutku. Dia segera melepaskan tangannya dari mulutku saat Aku sudah merasa tenang di pesawat. Ku menoleh ke luar jendela yang berada disampingku. Kulihat awan biru diangkasa yang berjalan di udara. Lalu kuarahkan pandanganku ke bawah pesawat. Kulihat Keindahan alam dibawah sana . Aku begitu menikmati pemandangan yang ada dibawah pesawat itu. Bukit-bukitan hijau,gunung, lautan serta jutaan bangunan yang ada dibawah.Semuanya terasa indah dilihat dari atas pesawat.
“ Woooow Its so wonderful …!.” Ujarku dalam hati mengagumi keindahan alam semesta ini. Aku asyik menikmati keindahan alam dari balik jendela pesawat. Tiba-tiba Aku dikejutkan suara pilot yang memberitahukan kepada seluruh penumpang bahwa pesawat yang kita tumpangi telah sampai di Bandara Ngurah Ray Bali. Mereka menyarankan kepada kita untuk mengenakan sabuk pengaman ketika landing di Bandara. Kukenakan sabuk pengaman itu dengan kencangnya . Akhirnya kita tiba Di bali. Pulau impianku……..
Kita tiba di bandara Ngurah Ray pukul 2 siang. Perjalanan dari Yogya sampai Bali hanya sekitar1 jam . Kita segera turun, saat pesawat sudah landing di Airport. Kemudian kita berjalan menuju tempat pengambilan tas untuk mengambil travel bag kita. Dibandara itu, banyak orang melihat aku dan Galuh yang memakai pakaian kebaya. Apalagi para turis yang kebetulan berada disekitar kita. Mereka menatap aneh kearah kita karena kita memakai pakaian kebaya. Unik kali ya bagi mereka ? Ya, kita gak sempat ganti baju jadi pergi ke Bali masih menggunakan Kebaya. Aku sedikit malu saat banyak mata yang memandangku.Kita seperti artis yang baru aja pulang dari show. Baru pakai pakaian kebaya aja dah bikin heboh orang sebandara apalagi kalau kita gak pakai baju ya? Wahhh bisa-bisa kita bikin heboh seluruh Bali. Hehehe.. Setelah kita berhasil mendapatkan travel bag kita. Kita segera meninggalkan airport.
Ketika kita berjalan ke Luar Airport .Kulihat dari kejauhan sosok yang sangat kukenal. Seorang pria tampan yang sedang berdiri dan sedikit gelisah menunggu seseorang. Pria itu adalah James. Kita punya janji untuk bertemu dia di bandara ini. Kulangkahkan kakiku menuju kearahnya.
“ Hi James…..” sapaku padanya sambil tersenyum kearahnya. Dia sedikit terkejut saat aku menyapaya.Ekspresi wajahnya seperti baru aja melihat hantu lewat. Mungkin karena Aku jelek kali ya? Dia menoleh kearahku dengan senyumnya yang manis.Wajahnya yang putih bersih , hidungnya yang mancung, serta senyumannya yang menawan. Alaaaamak, Aku tak tahan melihatnya. Dadaku bergemuruh dag…dig…dug….derrr….!!!! Akupun jadi salah tingkah saat mata kami beradu. Ya Tuhan, Dia begitu tampan dan aku begitu jelek…., seperti handsome and the beast.
“ Are you Amel….. ? “ tanyanya tak percaya bahwa gadis yang ada dihadapannya adalah aku.
Aku mencoba meyakinkannya.
“ Yes, I am Amel . Your silly girl !“ jawabku sedikit mengodanya. Diapun tersenyum mendengar jawabanku. James biasa memangilku silly. Aahhh...aku tak perduli Dia mau panggil Aku apa! Yang penting Dia tidak panggil Aku mas atau Om . Ini adalah pertama kalinya aku bisa memandangnya secara dekat. Biasanya Aku hanya bisa melihatnya melalui web cam. Aku tahu Dia memang tampan. Tapi melihat ketampananannya secara live membuatku terpana dan terpesona.Untung aja air lidahku tidak keluar dari mulutku. O My God ! Wajahnya mirip sekali dengan bintang Hollywood, Tom Cruise. Untuk sesaat aku terpaku akan ketampanan yang ia miliki.
“ Are You okay ? “ tanyanya mengejutkanku dari keterpakuanku.
“ Yeah…I am ok !“ Jawabku malu karena James tahu Aku terpaku akan dirinya. Dia tersenyum manis kearahku.
Kemudian kuulurkan tanganku untuk menyalaminya.
“ How are You ?”tanyaku basa-basi.
“Fine,( Jawab James singkat) I almost don’t recognize you. You so difference with your picture….” Ucapnya sambil terus memandangku saat kita saling bersalaman . Dia terlihat heran melihat tampangku. Apa Aku terlalu cantik ataukah justru sebaliknya ? Kenapa Dia heran begitu?
Ku lihat Sorot matanya tak henti-henti memandang tubuhku dari bawah sampai atas. Dapat terlihat jelas diwajahnya bahwa Dia bener-benar mengagumi penampilanku saat itu yang kayak mbok jamu. Jantungku berdegup cepat saat saat mata kami bertemu lagi. Dorr !!! Akupun jadi salah tingkah dihadapannya.James memiliki mata yang begitu indah. Blue, matanya seperti lautan biru yang terhampar luas disamudera. Begitu bening, indah dan memabukkan .Aku tidak butuh alcohol untuk membuatku mabuk. Cukup hanya dengan menatap matanya saja telah membuatku terbang jauh ke angkasa.Mabuk lagi…ahhh!
Tatapan matanya sungguh membuatku tak berdaya dihadapannya. Aku hanya terdiam saat dia memandangku. Ada getaran aneh saat aku menjabat tangannya. Entahlah sepertinya aku tidak ingin melepas tangannya.Dan diapun juga tidak ingin melepas tanganku. Mungkin ditelapak tangan kita ada magnitnya sejak lahir sehingga saat ketemu terjadi gaya gravitasi tarik menarik antara James dan Amel. Dapat kurasakan genggaman erat tangannya yang tak mau lepas dari tanganku. Tapi ada hal aneh saat pertama kali Aku bertemu Dia. Aku merasa menjadi pribadi yang lain.Aku yang biasanya pendiam, gak percaya diri, penakut tiba-tiba berubah. Aku tampak begitu santai, berani dan percaya diri dihadapannya. Aku merasa tidak canggung sedikitpun berhadapan dengannya. Bahkan auraku yang jarang keluar dari ragaku tiba-tiba Auraku terpancar keluar dari tubuhku. Aku seperti telah berhadapan dengan orang yang telah lama kukenal atau mungkin di kehidupan masa lalu kita memang ada hubungan spesial. Entahlah aku tak tahu. Yang jelas saat itu kita seperti magnit. Merasakan sesuatu yang begitu kuat mengikat hati kami.
“ Hehehe…..I am ugly right ?” godaku padanya memecah keterpanaan kita. Dia sedikit kaget lalu tersenyum manis padaku.
“ No! ( James membantah) I am so surprised because You re so beautiful…..” pujinya padaku sambil terus memandangku. Aku tersipu malu saat Dia dengan terus terang mengatakan kalau Aku cantik. Benarkah Aku cantik ? Hampir saja Aku melonjak kegirangan karena rayuannya kalau gak ingat majalah yang kubaca tadi di pesawat.Semua pria pasti akan bilang bahwa pacarnya pasti cantik walaupun sebenarnya jelek. Mana ada cowok yang berani bilang ke pacarnya kalau Dia jelek. Pasti langsung di Cut…! Eitt… jangan salah, maksudku dipotong hatinya. Jangan ngeres dong ?
Tiba-tiba James mengeluarkan sebuah camera digital dari dalam tasnya. Aku hanya terpana seperti anak kecil melihat benda asing yang Dia pamerkan itu. Maklum Aku khan dikit gagap teknologi. Jadi belum pernah lihat kamera seperti itu.
“ May I take your picture… ? “ pintanya padaku sambil mengarahkan kameranya kearahku.
Aku terkejut karena Dia mau mengambil foto jelekku.
“ Now…???” tanyaku kaget .
James menganggukan kepalanya.
“ Yeah….” Jawabnya yakin .
“ I am ugly now……” ujarku malu saat dia mau mengambil fotoku yang kayak mbok Jamu. Aku coba untuk mencegahnya ambil fotoku yang kayak mbok jamu. Tapi James tak mengubrisnya.
“ No ! You look nice with that costume. So Uniq….!” Bantah James halus. Jamespun tak mengubrisku. Dia langsung mengambil gambarku. Jeprat…jeprit…jeprot…. Entah berapa banyak foto yang Dia ambil. James terlihat asyik mengambil fotoku yang kayak mbok jamu itu. Aku heran padanya mengapa dia suka penampilanku yang jelek daripada yang penampilanku yang kuanggap bagus. Seperti halnya ketika Aku bela-belain foto di studio dengan memakai gaun biru yang seksi ,dia bilang aku jelek. Tapi justru dia suka fotoku saat aku melamun di kolam. Dasarr cowok aneh! Memang kita sering banget beda pendapat, apa yang kusuka pasti Dia benci , apa yang tidak kusuka pasti Dia suka. Tapi itu tidak menghapus perasaanku padanya.
Kubiarkan dia mengambil fotoku. Jujur aku tidak begitu suka difoto. Aku merasa tidak bagus untuk difoto. Dengan gaya sedikit malu malu kucing, Aku berfoto dengannya. Selesai kita berfoto dibandara.Kita segera meninggalkan airport. Di luar airport. Kita telah ditunggu oleh pelayan Villa Jepun tempat kita akan menginap. Kulihat pelayan itu memegang kertas bertuliskan nama kita bertiga. Kita lalu mendatangi pelayan itu.
“ Mas, saya Galuh dan ini David . Terus mereka itu Teman saya, Amel ama James. Kita berempat yang akan tinggal di Villa itu.”Jelas Galuh pada pelayan Villa itu. Pelayan itu tersenyum ramah kepada kita saat tahu orang yang Dia tunggu telah datang.
“ Oh ya, selamat datang di Bali. Saya akan mengantar anda ke villa . Dan itu mobil yang akan membawa kita.” Ucapnya sambil menunjukan arah dimana mobilnya diparkir.
“ Makasih , Mas” jawab galuh .
Kita berempat segera menuju tempat mobil yang akan mengantar kita ke Villa. Sementara itu , pelayan villa jepun itu sibuk membawa travel bag kita. Tak berapa lama kita sudah berada didepan mobil kita,Sebuah Daihatsu escudo. Itulah mobil yang akan mengantar kita ke Villa dimana kita akan menginap. Kita segera naik kedalam mobil itu. Pelayan itupun mulai menjalankan mobilnya menuju Villa Jepun, Tempat kita akan menginap selama 10 hari.
Setelah lama menyusuri jalan di Bali Akhirnya kita sampai ditempat tujuan kita, Villa Jepun. Jarak antara Bandara sampai Villa Sekitar 20 menit. Cukup jauh ya ? Maklum aja soalnya Villa Jepun terletak jauh dari keramaian atau pusat kota. Villa Jepun terletak didaerah Legian. Kita memang telah memilih tempat yang sedikit tenang dan jauh dari keramaian.
Begitu masuk pintu gerbang, Aku sangat terkejut melihat keindahan Villa itu .Villa itu begitu indahnya seperti sebuah paradise. Begitu indah dan tenang…. Aku tercengang dibuatnya. Maklum aja ini pertama kalinya Aku menginap Di Villa. Jadi kelihatan norak dech…(Hihihi malu dech ! )

Dekorasi villa itu bergaya traditional antara gaya Bali dan Lombok. Bagian atapnya terbuat dari padi-padian yang telah dikeringkan Sedangkan dindingnya terbuat dari kayu. Ada sekitar 5 villa di Villa Jepun itu. Di bagian tengah area Villa ada sebuah kolam renang yang sangat indah. Kolam itu sangat bersih dan airnyapun tampak segar.
“ Wooooow its so beautiful…” ujarku dalam hati mengagumi semua yang ada di villa ini.
Kemudian seorang pelayan villa membantuku membawakan travel bagku menuju villa yang akan kutinggali. Aku dan James tinggal di villa no 3. Tadinya aku pikir aku akan tinggal bersama Galuh tapi kenyataannya berbeda. Aku harus tinggal bersama James. Tapi aku sudah memperhitungkan hal itu sebelumnya. Karena aku dan James pernah membicarakan hal ini. Jujur waktu itu aku hanya bercanda kalau dia mau datang ke Bali aku akan menemaninya. Kupikir dia tidak akan datang, ehh…..ternyata dia datang. Terpaksa aku harus tinggal bersamanya. Janji adalah janji…..

Villa ini terdiri dari 2 lantai. Lantai bawah berisi ruang makan, dapur dan bath room, serta tempat tidur santai atau bale-bale. Sedangkan lantai diatasnya berisi bedroom yang indah dan unik. Sangat romantis…..untuk bulan madu loh ? Tapi gue kesini bukan buat bulan madu loh ….
Aku segera naik ketempat tidur untuk beristirahat sebentar . Hal pertama yang ingin kulakukan adalah melepas baju kebayaku dan berganti dengan pakaian yang lebih nyaman. Kukenakan t shirt biru serta celana pendek selutut yang biasa kupakai dirumah. Aku lebih suka pakaian yang simple. Aku sungguh tidak tahan memakai pakaian kebaya itu. Seperti memakai pakaian besi saja.Dan bagian akhir Yang paling menyebalkan adalah saat aku harus melepas kondeku. Alaaaaamak!!!! Rambutku seperti sapu lidi. Begitu kaku dan susah diatur. Menyebalkan!!!!
Aku segera turun kebawah untuk mandi setelah berhasil melepas kondeku serta menyisir rambutku yang tadinya kayak lidi itu. Saat ku menuruni tangga bawah .Kulihat dilantai bawah, James sedang tertidur pulas di bale-bale. Aku berjalan perlahan-lahan agar tidak membangunkannya.Sampai aku selesai mandipun James masih tertidur dengan pulas . Aku tak berani membangunkannya karena aku mengerti dia sangat lelah setelah perjalanan yang panjang dari USA-Bali selama 20 jam. Aku hanya dapat memandangnya dari kursi didekatnya. Aku suka sekali melihatnya tertidur pulas. Dia tampak begitu tenang dalam tidurnya.Aku jadi teringat ketika kita sedang chat di YM. Kadang-kadang tanpa sadar Dia jatuh tertidur didepan camnya . Dan Aku akan dengan setia menunggunya sampai ia terbangun sendiri. Kini Aku dapat melihatnya secara dekat wajahnya yang innocence itu. Aku ingin sekali menyentuh wajahnya itu. Tapi….Hatiku kecilku keburu melarangnya. Jadi kutinggalkan Dia sendiri tertidur dibawah.
Malam datang…Ini adalah malam pertama kami di Bali. David mempunyai rencana untuk jalan jalan di Jalan Legian.Jalan Legian adalah jalan yang sangat ramai. Banyak sekali orang-orang terutama turis yang jalan-jalan di tempat ini. Aku merasa seperti berada di negara lain karena begitu banyaknya turis yang berada disini daripada orang indonya. Jalan Legian Itu hampir sama dengan Malioboro di Yogya. Banyak sekali tempat hiburan disini seperti Bar, Night club, Restaurant, Mall ,Toko souvenir, dsb.
Setelah berjalan-jalan agak lama dan masuk keluar toko, akhirnya kita memutuskan untuk berhenti disebuah Restaurant Jepang “ Ryoshi Restaurant “ . David sangat menyukai masakan Jepang. Bagiku semua makanan akan terasa enak jika kita sedang lapar. Gak percaya? Praktekkan aja ! Coba aja, kamu gak makan dalam 2 hari .Terus cuman ada makanan yang tidak kamu suka. Gak ada pilihan lain kamu terpaksa harus memakannya khan ? Karena lapar maka rasanya akan menjadi makanan terlezat. Sttt….Dont try this at home ! Hehehe.
Karena ini baru pertama kali Aku makan masakan Jepang jadi gak tahu seperti apa sih masakan Jepang itu. maka Aku memesan Sukiyaki sama dengan Galuh sedangkan James tempura. Sembari menunggu makanan pesanan kita. Kita saling bercanda berempat. James terlihat bahagia saat itu. Belum pernah kulihat dia tersenyum bahagia seperti saat itu. Aku suka melihat senyumnya. Begitu manis……Dia terus saja memandangku dimeja makan. Akupun menjadi salah tingkah tiap kali mata kita beradu. Aku tak tahan jika bertatapan mata dengannya. Aku bisa mabuk diri…
“Why do you look at me..?” ucapku lirih dengan ekspresi sedikit malu. James tersenyum melihat sikapku yang malu-malu itu
“Because I like to see your eyes and your smile….”ujarnya terus terang padaku kalau Dia suka akan senyumku dan mataku. Kok bisa sama ya? Aku juga suka melihat matanya dan senyumnya. Untuk sesaat Aku merasa GR dengan ucapannya. Cewek tuh emang suka kok dibuat GR, termasuk Aku.
“ You know James…, I am surprised when I met You because You re not cold like what I think.”ujarku jujur pendapatku terhadapnya. James terperangah mendengarnya sesaat. Sebelumnya Aku kira Aku akan bertemu pria yang super cuek, super dingin, sombong. Tapi Aku salah Dia begitu ramah dan hangat saat kita bertemu. Jangan-jangan Dia bukan James yang kukenal di net. Soalnya James yang kukenal di net begitu cold dan menyebalkan, tak berperasaan. Tapi Dia sungguh berbeda….. Pikiran buruk pun mulai mempengaruhiku tapi berhasil kutepiskan.( Get out from my head….huh!)
James hanya tertawa mendengar sikap terus terangku akan dirinya.
“ Hahaha…You think I am cold…?” tanyanya sambil mengodaku.
“ Yeah…You like snow “jawabku sekenanya. James tidak marah Aku menyebutnya salju.
“ Why do You think that…?”tanya James padaku ingin tahu mengapa Aku memanggilnya salju.
“ Because I cant melt your heart” jawabku jujur.
“Hehehe” James hanya tertawa mendengar kejujuranku. Memang James mengajarkan banyak hal padaku. Terutama masalah kejujuran. Dia akan jujur bilang Good is good, bad is bad….Tak ada basa-basi, tak ada kepalsuan. Tapi ada kalanya juga kalau Dia bicara terlalu jujur bikin Aku bete, apalagi jika mengenai negaraku. Aku ingat saat pertama kali Aku bertemu Dia di chat. Dia bilang wanita Indonesia suka mengejar pria Amerika hanya untuk mendapat uang dan status. Huh ! rasnya ingin sekali kujitak dahinya itu yang menghinaku. Sebeeel banget ! Tak berperasaan! Tapi dengan berjalannya waktu Aku sudah melupakan hal itu. Toh Aku bukan gadis seperti itu.
“James…”pangilku lirih . James yang tadinya asyik memperhatikan sekeliling restaurant segera menolehku saat Aku memanggilnya
“ Yeah” jawabnya lirih.
“ Thanks for come here. I am so happy You can vacation with us…”ucapku berterimakasih padanya karena Dia mau datang ke Bali.
“ Me too.”jawabnya singkat sambil tersenyum kearahku.
Kita saling berpandangan. Aku sedikit malu tiap kali mataku beradu dengannya. Kualihkan pembicaran.
“ By the way, How many days will You stay here ?”
James diam sesaat berpikir sesuatu.
“Hmmm…I think 9 days”jawabnya tidak yakin.
Aku terkejut.
“Just 9 days…?”tanyaku tak puas.
“ Yeah, I am sorry…” ucapnya merasa tidak enak karena Dia hanya tinggal sebentar di Bali. Aku sedikit kecewa James hanya sebentar tamasya denganku.
“ So I just have time for 9 days with You…? “tanyaku lagi dengan ekpresi sedikit tidak puas. James mengangguk.
“ Yes” jawab James singkat.
“ Its ok, eventhough I just can stay with You just 9 days but it will be best days on my life “ ucapku pasrah. 9 hari bersamanya adalah waktu yang pendek tapi itu akan menjadi hari-hari terindah dalam hidupku sebelum Aku menikah dengan Ardhya.Aku menerimanya dengan lapang dada.
Kita berhenti bicara saat pelayan telah mengantarkan makanan pesanan kita. Kucoba makan sukiyaki yang kupesan . Karena baru pertama kali makan sukiyaki Aku gak tahu gimana makannya. Jadi begitu ada telur mentah yang dihidangkan Aku langsung pecahkan dan campur dengan makanan itu. Galuh hanya tertawa geli melihat ulahku itu. Tapi Aku cuek aja. Sebenarnya telur itu digunakan sebagai saus tapi yang putihnya aja bukan semuanya.. Kucoba makan dengan memakai sumpit karena tidak ada sendok. Tapi ternyata sulit juga makan dengan sumpit. Maklum Aku jarang makan pake sumpit. James tertawa melihatku tidak bisa menggunakan sumpit saat makan sukiyaki itu.. Kemudian perlahan dia ambil sumpit dan mengajariku cara memakai sumpit. Dengan sabar Dia mengajariku, walaupun dia telah mengajariku tetap aja aku gak bisa. Aku khan bukan orang Jepang yang biasa makan pake Sumpit tapi Aku orang Jawa yang biasa makan pake tangan. Aku menyerah ! Akhirnya dia menyuapiku. Aku seperti anak kecil dihadapannya. Aku sangat bahagia sekali dia memperlakukanku dengan penuh kasih walaupun itu merupakan pertemuan kami yang pertama. Semuanya terjadi begitu alami . Kami seperti sepasang kekasih yang sudah kenal lama. Aneh? Mengapa Aku cepat sekali akrab dengannya. Kebersamaan kami malam itu memudarkan semua anggapan buruk tentangnya. Aku menyadari bahwa dari balik sikap dinginnya ternyata Dia menyimpan sejuta kasih . Ya Tuhan ternyata aku salah menilainya. Lalu apa arti kebersamaan kami malam itu. Apakah kebersamaan ini akan berlangsung lama ataukah hanya sementara ? Ahhh… I don’t care he love me or not , yang penting aku bisa bersamanya saat ini……
Selesai makan, kita melanjutkan perjalanan sambil melihat beberapa cinderamata yang berada disekitar jalan Legian. Kulihat James dengan berani menggandeng tanganku dengan erat. Akupun hanya terdiam saat tangannya yang kekar menggandeng tanganku. Jujur , aku menyukai kontak fisik pertama kita. Genggaman tangannya memberikan perasaan yang nyaman dan aman. Begitu indah kurasakan. Aku belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini. Bahkan ketika Ardhya menggandengkupun Aku tidak merasakan apa-apa selain hanya teman biasa. Tak ada percikan dihati.Kalau orang India bilang “ kuch kuch hota hai “. Tapi genggaman tangannya sungguh sesuatu yang berbeda. Entahlah malam itu kita benar benar seperti sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Kita baru saja bertemu dalam beberapa jam dan kita sudah begitu dekatnya. Apakah ini yang disebut keajaiban Bali ? Apakah para Dewa cinta pulau ini yang membuat kami begitu dekat ? Ataukah si Aprodite sang dewi cinta telah membidikan panah cintanya ke jantung kita berdua sehingga kita saling jatuh cinta ? Entahlah…….Only God knows?
Setelah lama berjalan menyusuri jalan Legian. Kita memutuskan untuk kembali ke villa karena malam sudah semakin larut. Begitu tiba di villa , kita langsung menuju kamar untuk beristirahat. Karena di villa ini hanya ada 1 tempat tidur terpaksa aku harus berbagi bed dengan James. Masak Aku harus mengusirnya, orang Dia yang bayar villa ini. Ya beginilah nasib poor girl, harus menerima situasi seperti ini. Mungkin aku gila membiarkan dia tidur disampingku. Tapi jauh di dalam hatiku berkata bahwa tak akan ada apa- apa antara aku dan James .Dan Aku selalu mempercayai hati kecilku. Karena bagiku dialah suara hakikiku.
Malam pertama di Bali, Apa yang kita lakukan ya ? Oups… jangan bad thinking ya ? Mungkin malam pertama akan terasa indah jika James adalah suamiku Dan mungkin malam ini merupakan malam bulan madu kita. Tapi kenyataannya bukan? James Bukan pacar juga bukan suami ? Dia hanyalah sesorang yang kucintai yang secara kebetulan join dalam liburan ini. Aku tidak tahu alasan Tuhan mengirimnya ke Pulau ini. Karena sungguh kedatangannya tak pernah kuduga sebelumnya.Kukira Dia hanyalah sebatas impian…
So kita melewati malam pertama itu dengan bermain kartu, juga menonton film lewat channel HBO di tempat tidur. James mengajariku beberapa trik sulap dalam permainan kartu. Bakat juga Dia jadi pembohong . Beberapa kali Dia berhasil mengerjaiku dengan permainan kartunya. Huh.
Setelah lama bermain dan menonton TV. Akhirnya kita berhenti bermain karena James sudah mulai mengantuk. James tidur terlebih dahulu. Sedangkan Aku asyik menonton film. Malam semakin larut aku mulai mengantuk. Kumatikan TV ku dan lampu kamarku. Hanya lampu tidurku yang kubiarkan tetap menyala. Aku ingin sekali tidur. Perlahan kupejamkan mataku. Tapi ketika kupejamkan mataku aku tidak bisa tidur. Entahlah pikiranku berkelana jauh. Bagaimana aku bisa tidur kalau ada seorang pria disampingku. Ini adalah pertama dalam hidupku Aku tidur dengan seorang pria. Kok berani banget ya Aku ? Aku sendiri juga heran ma diriku sendiri yang berani tidur ma pria yang baru kukenal. Gilaaaaa !!
Dalam kegelisahanku, Kulihat James yang tidur membelakangiku. Kucoba membangunkannya.
“ James, may I ask something ? “ Ucapku memecah kesunyian malam. James terbangun dari tidurnya.
James segera membalikkan badannya yang tadinya membelakangiku.Ternyata Dia juga sedikit gelisah. Dia pura-pura tertidur padahal Dia juga merasakan apa yang kurasakan.
Sekarang posisi kita saling berhadapan.
“ Sure, what is it… ? “ tanyanya lirih sambil memandangku.
“ James, Can we sleep together and nothing happend between us...? “ tanyaku ingin tahu dan juga memastikan situasi kita.
James sedikit terkejut mendengar pertanyaanku yang tidak pernah disangka bahwa aku akan bertanya hal seperti itu. Tapi perlahan dengan tenang Dia mencoba untuk menjawabnya.
“ Hmmmm… I don’t know ! But …before we meet we ever discuss about this that we will playing , right ? “ Jelasnya padaku mengingatkanku akan hal yang akan kita lakukan jika kita tinggal bersama.
Akupun teringat ucapanku saat dia menanyakan hal itu 1 bulan yang lalu .
“ What we re doing if I go to Bali ?” tanyanya saat itu, 1 bulan yang lalu sebelum Dia memutuskan untuk datang ke Bali.
“ We will have fun there “ jawabku berpromosi.
“ Then, what we re doing on night ?”
“ We will playing and watching TV “
“ Ok, its sounds great . I will think it later……“
Aku memang pernah mengajaknya untuk datang ke Bali tapi Dia tolak. Untuk merayunya Aku bilang Aku akan membuatnya bahagia jika Dia datang. Kita akan melakukan banyak hal. Saat itu aku bilang kita akan bermain. Tapi aku tidak menjelaskan padanya bahwa kita akan bermain kartu dan catur.
“ Yes….To spend night, we will playing card...” Jawabku lugu.
“ Whatttt!!!! Playing card??????” James terkejut mendengar jawabanku. Dia memandangku tajam.
“ Yes, Playing card!” kuulangi jawabanku dengan jelas. James terlihat gusar.
“ No way!!!! I will not spend 2000 $ and travel so away just for playing card. No, You cant do this to me…..!” ucapnya dengan nada protest padaku. Aku terpana melihat perubahan sikapnya.
Kulihat wajahnya sedikit asam. Dia terlihat sangat marah. Dia pikir aku telah mempermainkannya tapi Aku sendiri tidak tahu apa salahku sehingga Dia kelihatan gusar padaku. Aku terdiam sesaat ketika melihatnya marah. Aku sedikit takut menghadapinya. Tapi Aku berusaha untuk meredakan ketegangan itu. Aku tidak ingin liburan ini berubah menjadi sebuah pertengkaran. Apalagi Aku hanya mempunyai waktu 9 hari bersamanya. Aku harus memanfaatkan waktuku bersamanya dengan sebaik-baiknya sebelum Aku menikah dengan Ardhya. Aku hanya ingin berbahagia selama 9 hari ini saja.
“ So what do you want …..?” tanyaku ingin tahu apa yang Dia inginkan.
James tersenyum gembira saat Aku meminta pendapatnya.
“ Playing with you …..?” ucapnya santai sambil mengedipkan matanya. Aku terheran-heran mendengarnya Soalnya tadi Dia marah pas Aku bilang bermain kartu sekarang Dia minta bermain lagi.
“ You mean…… playing card again ????” tebakku.
“ No!!!! I mean we playing…..like that “ Ucapnya mencoba menjelaskan akan sesuatu yang tidak kumengerti.
“ Playing what…… ?” tanyaku penasaran saat dia ingin bermain sesuatu denganku tapi kurang jelas permainan apa yang Dia inginkan. Dia hanya memakai bahasa tubuh yang tidak kumengerti. “ Hide and seeking …?” tebakku lagi.
“No, You know that….!” Jelasnya lagi , tapi dia tidak meneruskan kata-katanya karena dia pikir aku tahu maksudnya. Akupun tidak tahu apa maksudnya. Kita berdua seperti bermain kuis tebak kata saja yang biasa kutonton di RCTI.
“ I don’t know what you mean “ sergahku tak mengerti maksudnya. Akupun menyerah.
“ Oh God, You re so silly. I never go date with women like you. Silly!!! Stupid!!! ( Teriaknya agak kesal padaku ) In American, “ Playing “ it means that we will have sex . “ Ucapnya menjelaskan kepadaku tentang permainan yang dia inginkan.
Aku tersentak kaget mendengar penjelasannya. Ternyata kita salah paham. Aku sungguh tidak tahu bahwa kata playing itu mempunyai arti yang berbeda baginya yaitu making love sedangkan bagiku itu adalah sebuah permainan biasa.
“ Oh really???? I don’t know about that. I am sorry….” Ucapku menyesal atas salah paham ini. Akupun jadi tidak merasa enak akan hal itu. James terdiam sesaat .Untuk menebus kesalahpahaman itu, kucoba bertanya apa yang Dia inginkan.
“ So, what do You want…..? “tanyaku lagi.
Diapun tersenyum saat Aku bertanya hal itu.
“ I cant if I sleep one bed with women and nothing happened with us. I am men and you are women. How about little sex… ?” ucapnya mencoba menawarkan sesuatu.
“ Little Sex ????” What do you mean ? “ tanyaku dengan lugu.
“ Hmmm, how about kissing you…? “ jelasnya perlahan. Aku terdiam sesaat untuk mempertimbangkan usulannya.
“ Hmmm… what a kissing it will not make me pregnant ? “ dengan wajah bodohku aku bertanya hal itu. Karena jujur aku tidak tahu banyak tentang sex.
“ Hahahahahaha( James tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaanku) You re so silly !!! Oh my god I think I will date with adult women but reality I am dating with children . Poor I am ….” Ucapnya dengan sedikit kesal “ Listen, silly…a kissing will not make you pregnant. Except If we are having sex and I put my dick into Your puzzy. It can make you pregnant.” Jelas dia padaku .Seperti seorang guru pada muridnya.
“ Aaaaaawwww!!!!! ( Aku berteriak keras saat dia menyebut nama organ wanita dengan santainya..). “ I don’t want you put your dick in my puzzy!!! Please don’t touch that area, Okay ??? “ ( ancamku padanya )” I have to take care my virginity until my marriage. The best asset for Indonesian women is her virginity. If we lose our virginity no men will married us. Please understand my situation, ok? I will glad to have sex with you if you are my husband. The meaning of virginity is so value for Indonesian women it describe our faithfully that we will only have sex with one men in our life , first men and last men in our life is our husband. Maybe in your country virginity is not meaning because free sex is free there. You know James, if my parents know that we are sleep together they will kill me. Listen James…, you can do anything with me, only one things that I can`t give to you…. my virginity. Are You understand ? “ jelasku serius padanya akan situasiku sebagai wanita Indonesia dimana hubungan sex diluar nikah adalah tidak dibenarkan. Aku menasehatinya layaknya guru dengan muridnya. James pura-pura mengerti.
James pun terdiam mendengar penjelasanku. Tapi tetap aja dia tidak puas dan berusaha untuk merayuku untuk melakukan sesuatu.
“ Okay, deal ! So we will not have sex only little yeah….?” Tawarnya padaku dengan wajah memohon.
“ Hmmm….” Aku terdiam sesaat sebelum menerima ajakannya.Aku piker kalau hanya sekedar ciuman tidaklah berbahaya. Toh Aku gak akan hamil hanya karena ciuman. Aku menyetujui usulannya.
“ Okay , deal !! ( ucapku sambil berjabat tangan dengannya sebagai tanda persetujuan atas kesepakatan kami ) But remember…. if you rape me, my brother will kill you because he is a police ” ucapku sedikit mengancam jika dia berani macam-macam denganku maka kakakku yang polisi akan membunuhnya.
James hanya tersenyum mendengar ancamanku.
“ I will not rape you silly....( ucapnya santai) But….. I will glad if you want rape me………” godanya padaku sambil tersenyum nakal padaku.
“ Crazyyyyyyy…!!!” teriakku gemas sambil mencubit badannya. Dia hanya tersenyum melihat ulahku.
Setelah kita setuju untuk menentukan hal hal yang dapat dilakukan dan yang tidak, lalu kita membuat perjanjian yang disebut Pra Date di atas kertas. Aneh ya? Mungkin ini hal pertama yang terjadi ada sebuah perjanjian sebelum berkencan. Sebetulnya itu hanya salah satu alat untuk berjaga-jaga dari hal –hal buruk yang mungkin akan timbul nantinya. Aku butuh senjata untuk melindungiku sebagai cewek. Dan senjata itu adalah surat perjanjian Pra Date. Salah satu perjanjiannya adalah kita tidak boleh bercinta selama tidur bersama kecuali kedua belah pihak ikhlas melakukannya itupun masih berlanjut dan jika terjadi kehamilan maka kedua belah pihak harus bertanggung jawab. James sedikit ragu-ragu untuk menandatanganinya karena perjanjian itu lebih banyak merugikannya sebagai pria.
. “ What I have to sign this bull shit ? “ tanyanya sedikit kesal.
“ Yup “jawabku yakin.
James mencoba untuk menghindarinya. Dia mengeryitkan dahinya.
“ How if I am not sign it ?”
“ If You don’t want sign it. You must sleep on floor “ ancamku serius pada James. James terkejut mendengarnya.
James memprotestnya.
“ This is not fair. I pay own this room.” Ujar James memprotesku.
Aku menghela nafas panjang mendengar protest darinya. Tapi aku juga tahu apa yang harus Aku lakukan untuk mempengaruhinya. Sedikit rayuan pasti Dia akan berpikir dua kali.
“ Ok, if You don’t want sign it. I will sleep on floor…! You cant kiss me, holding me, touching me…... “ Ancamku padanya sambil menggodanya. James diam seribu bahasa. Tampaknya Dia mulai termakan rayuanku. James jadi berpikir dua kali untuk tidak menandatanganinya.
Aku tersenyum lega saat James mau menandatangani surat itu. Perlahan Dia bubuhkan tanda tangannya di atas kertas perjanjian yang telah kita buat itu. Aku lalu menyimpan surat perjanjian itu dalam tasku. James hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ulahku yang konyol itu.
“ You know Amel…, I never date with strange women like You “ ujarnya sedikit kesal akan perjanjian yang kita buat itu. Aku hanya tersenyum . Aku tak perduli apa yang ia katakan tentangku ,yang penting Aku merasa aman dan tenang dengan jaminan surat itu. Bayangkan jika kamu tidur satu bed bersama seorang pria selama 10 hari. Something bad can happened, right? Jadi apa yang kulakukan bener khan? Sedia Payung sebelum hujan….
Lalu kita kembali tidur. Namun tiap kali kupejamkan mataku. Lagi-lagi aku tidak bisa tidur. Kulihat James sudah memejamkan matanya.
“ Have you slept , James ? “ tanyaku lirih .
“ Yeah….” Jawabnya lirih sambil tertidur.
“ I cant sleep james…..” ujarku jujur padanya.
“ Why?” tanyanya penasaran ingin tahu. Dia lalu membalikkan badannya kearahku.
“ This is first time I sleep with a men and I cant sleep because that” jelasku jujur padanya. James hanya tersenyum mendengar pengakuanku. Dia memahami kegelisahanku.
“ Oh…I see “
“ James……? “ panggilku lagi.
“ Yeah…..”
“ How many times do you sleep with women ? “ tanyaku ingin tahu kehidupan sexsualnya. Akupun tidak merasa malu bertanya itu. Karena bagi mereka itu adalah hal biasa. James terkejut Aku bertanya kehidupan seksualnya. Dia enggan menjawabnya tapi melihat gadis selugu diriku yang kurang tahu banyak masalah seks. Dia jadi lunak.
“ Hmmmm….. 5 women “ jawabnya bangga . Dia tersenyum bangga sebagai pria yang telah berhasil membuat wanita tidur dalam pelukannya.
“ Wooooow…….” Aku terkejut mendengarnya. Aku tak menyangka bahwa cowok sedingin James ternyata banyak peminatnya, 5 lagi…!
“ So I am women number six that sleep with You “ ujarku menggodanya.
Dengan bangga Dia menjawab.
“ Yeah…..You are number Six ”
“ Did you have sex with them all ?”tanyaku dengan rasa ingin tahu.
“ Yes , Except with you……” ujarnya sinis sambil menunjukku. Seolah menyindirku karena Aku tidak bersedia untuk ML dengannya. Aku merasa tidak enak. Tapi cuek ajalah. Aku gak mau kalimat Habis manis sepah dibuang terjadi padaku. NO WAY !!! Apalagi Aku baru kenal dengannya. Walaupun Aku begitu mencintai pria ini tapi Aku harus bisa memegang teguh phrinsifku.
“ I am sorry…….” Ucapku pura-pura menyesal karena aku tidak seperti wanita yang dia inginkan.
Kamipun saling terdiam sesaat. James kembali akan tidurnya. Sedangkan pikiranku masih mengembara tak tentu arah. Aku mulai mengganggu tidurnya lagi.
“ James….Have you slept ? “ tanyaku lagi.
“ Yeah……” jawabnya lirih.
“ I can`t sleep……” ucapku lirih.
James membalikkan badannya kearahku. Kali ini berbeda sikapnya. Wajahnya sedikit kesal karena aku mengganggunya terus
.Dengan sedikit kesal James menyuruhku untuk diam
“ Miss….can you shut up!! You always talk and talk…. I want rest…..please ?” pintanya padaku untuk diam. Dia tampak sunggguh kesal padaku.Aku merasa bersalah.Lalu diam….
“ Sorry …..” ucapku menyesal telah menggangu tidurnya. Diapun segera membalikkan badannya lagi untuk tidur lagi.
Aku hanya terdiam di bed sambil menatap langit kamarku. Aku tidak bisa memejamkan mataku sedikitpun.
James tahu aku tidak bisa tidur. Kemudian dia membalikkan badannya lagi kearahku dan menatapku tajam.
“ Come here….” Pintanya halus.
Aku terpana saat Dia merentangkan tangannya diatas bantal. Dia menyuruhku tidur dalam dekapannya. Aku tak tahu mengapa Aku menuruti saja saat James memintaku tidur dalam pelukkannya. Entahlah Aku seakan terhipnotis oleh pesonanya. Dengan sedikit malu kusandarkan tubuhku ke badannya . Kubiarkan tangannya yang kekar memeluk tubuhku. Tiba –tiba dia memandang wajahku tajam, aku tertunduk malu saat dia memandangku lalu perlahan tangannya yang kekar menyentuh wajahku dengan lembut . Kurasakan kelembutan tangannya saat dia menyentuh wajahku. Dadaku bergetar cepat dan jantungku berdegup cepat pula. Ini pertama kalinya seorang pria menyentuhku. Aku menikmati sentuhan lembut tangannya di wajahku. Begitu lembut kurasakan. Aku terkejut saat Dia membisikkan sesuatu ditelinga kananku
.“ May I kiss you…..? “ pintanya padaku sambil terus memandang wajahku. Aku hanya terdiam sejuta bahasa .
Aku sungguh tak berdaya dihadapannya. Terlebih ketika dia ingin menciumku. Perlahan Kupejamkan mataku sebagai tanda penyerahan diriku untuk dicium olehnya. Dia meresponnya, Perlahan bibirnya telah menyentuh bibirku dan melumat bibirku penuh gairah. Hatiku berdebar debar dan nadiku terasa berdetak cepat saat lidahnya dengan lincah melumat bibirku. Ciumannya begitu lembut dan indah….Aku terdiam sejuta bahasa saat Dia selesai menciumku. Dan untuk pertama kalinya Aku merasa takut…..takut pada diriku sendiri . Takut pada James dan daya tariknya yang sulit untuk kuhindari atau kutepis. Aku tak berdaya dihadapannya….
Ciumannya membuatku tak berkutik. Dia tahu bagaiamana cara untuk menutup mulutku agar tidak bicara. Aku terdiam dalam sejuta rasa yang kurasakan malam itu. Kutertidur dalam pelukannya yang hangat. Berada dalam pelukannya membuatku merasa sangat nyaman. Ada damai yang kurasakan dalam pelukannya.
Ini adalah untuk pertama kalinya dalam hidupku, Seorang pria menciumku…..dalam umurku yang ke 24 tahun. Aku seperti putri tidur yang dikutuk oleh seorang penyihir. Dan baru terbebas dari kutukan jika ada seorang pangeran yang menciumku. Aku memang menunggu pangeran itu untuk mendapatkan ciuman pertamaku. Ini juga pertama kalinya dalam hidupku aku tidur 1 bed dengan seorang pria disampingku. Jika orangtuaku tahu , mungkin mereka akan membunuhku atau mengusirku. Tapi aku tak menyesal akan apa yang kulakukan ini. Karena apa yang aku lakukan berasal dari dalam hatiku, cintaku…..
Malam itu adalah ciuman pertamaku dalam hidupku. Sebuah ciuman yang tak akan kulupakan seumur hidupku. Sebuah ciuman yang begitu indah…hebat….lembut….penuh cinta….gairah…dan lain lain. Sesuatu yang tidak bisa diungkap dengan kata kata hanya dengan perasaan. Aku berharap bahwa James akan menjadi ciuman pertamaku dan juga ciuman
terakhir dalam hidupku. Aku tidak ingin ciuman yang lain. Hanya James……….

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Ayo_e
Ayo_e at Sunset in Bali (12 years 31 weeks ago)
80

Panjang tapi kalau dinikmati enak kok bacanya ... lebih disingkat akan bikin lebih nikmat

Writer LiTia
LiTia at Sunset in Bali (12 years 35 weeks ago)
50

ceritanya panjang banget!!! tapi, ok kok!!! soalnya alurnya ngalir abis, jadi enak aja bacanya!!

Writer runi septiawati
runi septiawati at Sunset in Bali (12 years 35 weeks ago)
50

menurut saya, inti ceritanya binun say,saya juga ga dpt hidden messages nya. Cara menulisnya saya pikir sudah lumayan, meskipun tampaknya kamu harus bikin plot yang terencana sebelum bikin cerita ini,dan kalau menurut kamu bahasa Inggris diperlukan disini, lebih baik grammarnya diperhatikan, kalau tidak, lebih baik pakai bahasa Indonesia saja, lebih aman. Segitu dulu kali ya..=)
Kamu berusaha ya, ini bagus kok..=)

Runi

Writer neko no oujisama
neko no oujisama at Sunset in Bali (12 years 36 weeks ago)
30

Cuma segitu aja????? That's it?????

Writer za_hara
za_hara at Sunset in Bali (12 years 36 weeks ago)
50

ho'oh kepanjangan. udah gitu kamu nggak menggarap teaser untuk pembukanya. bikin dong

Writer KD
KD at Sunset in Bali (12 years 38 weeks ago)
50

panjang sekali, cuma gitu thok

Writer edowallad
edowallad at Sunset in Bali (12 years 39 weeks ago)
50

agak bertele tele tapi saya mungkin mau ke januari
jadi sedikit ngayal