Tanpa JUDUL

Tangan itu....
Aku ingat dengan jelas hingga detik ini. Tangan yang lambat laun semakin besar, semakin membengkak dan sama sekali tidak bisa digerakkan. Tangan itu yang membuat aktivitasnya terganggu.

Tapi bukan itu intinya....
Aku ingat tiga tahun yang lalu, ketika pertama kalinya aku berkenalan di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dengan bangku-bangku yang sudah diisi oleh beberapa laki-laki dan perempuan. Ketika itu tak ada rasa sama sekali.
Aku sangat ingat dengan jelas, ketika dia sama sekali tidak mau untuk mencoba mengenalku lebih jauh dan menganggapku seseorang yang angkuh serta sombong.
Hati mulai luluh dan kita akhirnya semakin dekat.

Tapi bukan itu intinya...
Aku ingat ketika kita mulai bisa tertawa bersama, bisa membagi duka bersama, bahkan membagi cinta dan kasih bersama. Itu semua bukan ditempuh dalam waktu yang cukup lama.
mencari musuh memang jauh lebih gampang, tapi yang satu ini?Aku sendiri tak tahu.

Tapi bukan itu intinya....
Aku ingat dengan jelas 1 setengah tahun yang lalu ketika dia mulai merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya. Ada sesuatu yang salah pada tubuh sehatnya.
Aku sama sekali tak percaya.

Tapi bukan itu intinya...
Waktu itu, dia khawatir akan dirinya. Aku mencoba untuk mengiburnya. Rasanya memang ada yang tidak beres, dia seperti takut menghadapi hidupnya kali ini. Dia khawatir kalau penyakit itu memang benar-benar ada ditubuhnya. Tumor!!Itu diagnosa dokter. Entah benar atau tidak..hanya TUHAN yang tahu.

Tapi bukan itu intinya...
Lambat laun, tangan kanannya mengalami perubahan yang drastis. Mulai dari bentuk tangan yang membengkak hingga persendian yang tidak bisa dibengkokkan. Sedih rasanya, ketika saraf tangan kanannya sudah tidak berfungsi dengan baik dan keadaan itu setiap hari aku lihat.

Tapi bukan itu intinya...
Ketika hari-harinya kian memburuk, aku tak punya firasat lebih sebagai manusia.

Hari itu tanggal 1 agustus 2006 aku meninggalkan dia untuk pergi ke Surabaya, kota kelahiranku. Bahagia campur senang rasanya bisa kembali ke kota tercinta. Sampai suatu hari, Dia bilang kalau hari itu dia harus dirawat di rumah sakit. Sedih rasanya, aku tidak bisa menjenguknya saat itu. Tapi dalam hati aku berjanji...NANTI KETIKA AKU PULANG AKU AKAN DATANG MENJENGUKNYA.

Tiap hari aku bertanya soal kabar dan kesehatannya yang sepertinya kian memburuk. Tapi aku selalu memberikan dukungan untuk dia agar tetap berjuang dan menikmati hidup.

Sampai suatu hari...

Ini intinya...
HP ku yang biasa aktif 24 jam, entah malam itu tiba-tiba aku matikan. Beberapa orang mencoba untuk mengabariku
tentang keadaan sahabatku...Sampai akhirnya, telpon rumah berdering dan....
Dia sudah meninggalkanku jauh lebih cepat dari yang aku perkirakan, 2 hari sebelum umurnya genap 21 tahun.
4 bulan sudah keberadaannya hilang...aku disini cuma bisa mendo'akannya, supaya dia berada ditempat yang layak disisiNya. Entah hati ini seperti apa rasanya. ketika seorang sahabat hilang begitu saja. dada serasa ditusuk dan kepala serasa ditimpa paku besar.Yah...seperti inilah rasanya...ketika kita kehilangan seorang sahabat. 3 tahun bukan waktu yang lama untuk mengenalnya.saling berbagi suka dan duka.Rasanya seperti tidak adil, tapi...ini takdir.Toh aku cuma manusia yang tidak bisa berbuat apa-apa selain doa yang ku kirim untuknya. Banyak hal-hal gila yang terkadang kita lakukan bersama...hal-hal yang ga penting..hal-hal yang bisa buat kita ktawa ngakak tapi bisa bikin nangis orang lain.ingin rasanya aku mengulang hal itu sahabatku...

Tuhan..aku tau kau punya rencana lain dibalik ini semua. Tuhan aku tau kalau manusia tidak bisa mengingkari takdirmu ...tapi aku mau Tuhan engkau memberikan tempat yang terbaik untuk sahabatku.

Forgive me TIKA...aku tidak bisa menemanimu untuk yang terakhir kalinya...

Read previous post:  
93
points
(2632 words) posted by ima_29 12 years 38 weeks ago
77.5
Tags: Cerita | komedi | kisah hidup
Read next post:  
Writer ferliarostory
ferliarostory at Tanpa JUDUL (10 years 32 weeks ago)
100

nice style, unik..and berasa sedihnya, hiks..hiks..

dadun at Tanpa JUDUL (12 years 23 weeks ago)
70

ini intinya

tapi bukan itu intinya

pernah baca jangan main" dengan kelamin-nya Djenar Maesa Ayu?

nah, kata" di tiap paragrafnya menggunakan kata" yang selalu sama.

bagus deh...
top

Writer Super x
Super x at Tanpa JUDUL (12 years 32 weeks ago)
50

ini isi dari diary seseorang kali ya...? tapi itu bukan intinya. Intinya adalah pengendalian diri... :)

Writer KD
KD at Tanpa JUDUL (12 years 38 weeks ago)
100

intinya, bukan ini intinya

Writer v3ndy
v3ndy at Tanpa JUDUL (12 years 38 weeks ago)
80

maju . . . dan akhirnya mundur . . .

PS : style ini jarang2 ada. dan unik.

Writer wafie
wafie at Tanpa JUDUL (12 years 38 weeks ago)
60

Cerita yang dilatari tema "TANPA JUDUL" membuat saya juga bingung, entah mau menilai atau ngasik saran nih!.
Tapi bukan itu intinya, saya disini lebih enaknya berapologi aja kaleee. Apa ya...
Oh ya, seandainya cerita ini ada percakapan atau semacam dialog antar si tokoh dengan sahabatnya, pasti lebih menarik dan ceritanya akan terasa hidup.
Ya itu saja intinya, sorry deh bila kurang berkenan di hati Mba' Ima.

Peace Full. OK?!

Salam...

Writer Valen
Valen at Tanpa JUDUL (12 years 38 weeks ago)
70

Penggambarannya bagus. Dimulai dengan tangan...gaya bhsnya jg puitis, meski akhirnya sedih..

Writer niawmiaw
niawmiaw at Tanpa JUDUL (12 years 39 weeks ago)
50

Lucu juga naruh "Tapi bukan itu intinya.." disetiap awal paragraf

Writer edowallad
edowallad at Tanpa JUDUL (12 years 39 weeks ago)
60

caem, kematian memang sebuah cerita yang tidak pernah mengecewakan

Writer ima_29
ima_29 at Tanpa JUDUL (12 years 39 weeks ago)
50

Tengkyu masukannya...emang banyak kurang siy!abis niatnya emang bukan buat cerpen. jadi ga banyak dialog (replay mas wafie). Ini cuma penggambaran hati seseorang yang lagi sedih. Mungkin emang lebih tepat ke curhat aja kali' yaw!!Btw thengkyu for advice na...^--^