Cowok Playboy

Seorang cowok yang bernama Irvan adalah seseorang yang playboy. Mantan pacarnya kalau dihitung dengan jari sekitar 20-an. Begitulah seseorang yang playboy. Mantannya sangat banyak.
Suatu saat, ia menembak salah satu sahabat dekatnya, Nara. Ia menembak beberapa hari setelah ia putus dengan pacar sebelumnya, Chacha.
“Nar, lo mau nggak jadi pacar gue?” tanya Irvan.
“Gue nggak bisa jawab sekarang. Besok bisa nggak?” Nara balik bertanya.
“Bisa. Gue tunggu jawaban lo besok. Oke?”
“Oke!”
Gue bingung nih! Gue terima nggak ya? Gue sayang banget sama dia. Tapi, takutnya tiba-tiba dia jadi user. Gue tolak dulu aja deh! Besoknya, langsung gue terima. Hehehe! Ngarep amat ya gue! Batin Nara.
* * *
Malamnya, Irvan mengirim SMS pada Nara. Menanyakan jawabannya. Nara langsung menjawabnya.
Kykna gw ga bs nrima
lo. Lo kl mo gw trima,
lo hrs jnj sm gw.
Irvan membalasnya.
Apa jnj yg hrs gw
tepatin?
Nara membalas.
Lo jgn ngerokok, n
jgn jg jd user. Gw
ga mw pny co user.
Bsna cm ml2in gw
doang.
Irvan tidak membalasnya. Ia berpikir untuk berbicara langsung face to face.
Gimana kalau gue langsung ngomong face to face sama dia? Anak-anak satu kelas nggak ada yang tahu ini. Ngapain malu? Batin Irvan.
* * *
Keesokan harinya, Irvan mengajak Nara untuk berbicara face to face. Nara hanya biasa saja saat diajak begitu.
“Maksud SMS lo kemaren apa?” tanya Irvan.
“Gue nggak mau kalau lo ngerokok dan jadi user. Adanya, lo Cuma bisa malu-maluin gue doang kalau lo kayak gitu.” jawab Nara tegas.
“Gue nggak akan kayak gitu, Nar! Gue janji!”
“Bener ya! Kalau begitu, lo gue terima!”
“Yang benar? Lo benar-benar menerima gue dengan sepenuh hati?”
“Iya! Benar! Masa nggak?”
“Jadi sekarang kita jadian?”
“Nggak. Tahun depan. Ya sekarang lah! Emang lo kira kapan?’
Yes! Akhirnya gue nggak jomblo lagi! Batin Irvan girang.
* * *
Sekitar 3 bulan mereka jadian, Nara memutuskan untuk berhenti berpacaran dengan Irvan.
“Van, gue mau kita putus sekarang juga! Gue ngerasa kita sudah nggak cocok lagi. Dan gue juga tahu kalau lo sebenarnya ngeduain gue kan? Jangan bohong deh! Gue dikasih tahu sama temen gue. Gue nggak bisa ngasih tahu siapa namanya.” Kata Nara.
“Tapi, Nar…” Kata Irvan langsung ditimpali Nara.
“Nggak ada tapi-tapian! Gue nggak mau tahu alasan gombal lo itu lagi! Pokoknya sekarang gue mau kita putus! Jangan ada alasan apa-apa lagi dari lo! Selama 3 bulan ini lo tuh sering banget nyakitin hati gue! Lo nggak ngerasa apa?”
“Maaf ya! Gue nggak akan mengulangi itu lagi!”
“Nggak ada maaf! Gue mau sekarang kita PUTUS!”
Irvan hanya diam sambil merenungkan apa yang telah ia lakukan. Matanya sedikit berkaca-kaca dan berpikir apa yang harus ia lakukan.
Gue jomblo lagi deh! Dalam waktu seminggu ini, gue harus dapat cewek baru lagi! Batin Irvan.
* * *
Dalam waktu 3 hari, ia langsung mendapatkan cewek baru yang bernama Naka. Sebenarnya, Naka hanya setengah hati menerimanya. Naka harus mengalami kejadian-kejadian pahit yang akan dialaminya.
“Benar-benar deh! Masa gue pacaran sama dia nggak pernah ketemuan? Dianya nggak pernah ngajak! Kalau gue yang ngajak, gue nggak enak hati. Apa boleh buat! Gue jadian sama dia kayak gini caranya.” Kata Naka curhat dengan Nara.
“Sabar aja, Ka! Beberapa saat kemudian, lo pasti bakal seperti itu. Mungkin dia malu-malu kali buat ngajak lo ngobrol.” Kata Nara.
“Oh! Sebenarnya, dia serius nggak sih sama gue? Takutnya, dia nggak serius lagi sama gue.”
“Serius kok! Pas lo lagi pergi ke luar kota hari Minggu, dia khawatir banget! Dia takut kalau lo bakal sakit!”
“Ternyata dia bisa perhatian juga ya! Seneng deh gue punya cowok kayak dia!”
* * *
Sekitar seminggu setelah Naka jadian dengan Irvan, Naka bertemu dengan seorang cowok ganteng dari sekolah lain yang bernama Arifin.
“Ka, tuh cowok ganteng banget! Namanya siapa sih? Kayaknya dia bakal bareng lo deh! Soalnya tadi dia ngeluarin tanda B.” Kata Alina.
“Lumayan juga! Tapi, gue udah punya cowok ini. Biasa aja kali, Lin!” Kata Naka.
“Naka, Naka. Lo bandingin aja dia sama cowok lo. Jelas cakepan dia kan! Daripada cowok lo tuh item, jelek, aneh pula! Ah, di mana-mana cowok lo tuh jelek banget!”
“Sshhtt! Lin, diem! Biasa aja lagi! Lihat aja, pas dia ulang tahun langsung gue putusin!”
“Dalem banget lo, Ka! Nggak nyangka gue!”
Saat latihan upacara, Naka menyempatkan diri untuk mengobrol dengan Arifin. Mumpung di sekolahnya Arifin banyak temannya Naka. Siapa tahu dia kenal.
“Lo kenal Emir nggak?” Tanya Naka.
“Kenal! Dia pinter banget, lho! Meskipun pulangnya sering telat, tapi otaknya keren banget!” Seru Arifin.
“Masa sih? Setahu gue dia katanya sering tidur kalau pelajaran. Bener nggak sih?”
“Kalau itu gue nggak tahu. Yang pasti, anaknya tuh pinter banget!”
Kayaknya, gue mulai naksir sama dia. Benar-benar beda sama Irvan. Arifin jauh lebih putih, ganteng, dan kayaknya pintar. Beda jauh deh sama Irvan. Item, jelek, tukang nyontek, rayuannya gombal semua pula! Batin Naka.
* * *
Di rumah, Irvan menelepon Naka dari rumah ke hp Naka. Mereka mengobrol seperti hanya berteman biasa. Naka mengatakan dengan jujur pada Irvan tentang kenangan pahit yang dirasakannya.
“Van, kayaknya kita pacaran aneh banget deh! Masa Cuma sms dan teleponan doang! Nggak pernah ketemuan sekalipun! Aneh banget kalau caranya kayak begini. Pacaran macam apaan nih kalau caranya kayak begini?” Keluh Naka.
“Iya deh, Ka! Aku janji nggak akan kayak gitu lagi! Tapi, gimana caranya kita bisa ketemuan? Kita berdua kan sibuk.” Kata Irvan memohon.
“Kalau besok lo bisa nggak? Mumpung biar sebelum latihan PMR, kita ketemuan dulu.”
“Sorry ya, Say! Aku nggak bisa! Aku ada latihan bola! Terus, kapan kita bisa ketemuan?”
“Kalo lo sampai nggak bisa melulu, mendingan kita putus aja! Tapi, nggak sekarang lah! Kalau gitu gue ngasih lo waktu hari Senin di PRIMAGAMA. Lo datengnya jangan ngaret! Harus on time. Lo tahu kan gue orangnya on time! Jangan sampai lo ngaret lagi!”
“Aku janji! Aku nggak akan ngaret lagi!”
“Bener ya! Awas lo! Udahan dulu ya! Assalamualaikum!”
“Waalaikumsalam!”
Dia nyuruh gue buat nggak ngaret. Tapi, gimana caranya? Gue kan nggak bisa bangun pagi! Gue harus berusaha! Batin Irvan.
* * *
Ternyata, Irvan tidak menepati janjinya. Ia tetap saja terlambat. Naka makin kesal dengan kelakuan Irvan dan bertekad untuk memutuskan tali cintanya keesokan harinya.
“Memang benar! Dia nggak bisa diandalkan untuk membuat janji. Lihat saja! Besok dia bakal gue putusin! Kalau dia yang mutusin? It’s ok! Gue seneng banget!” Kata Naka pada teman-temannya.
“Bagus, Ka! Lo emang pinter! Lo sama dia tuh sudah bagaikan langit dan bumi!” Seru Dea. Teman les dari sekolah lain.
“Lihat saja besok! Gue nggak sabar menunggu!”
* * *
Keesokan harinya, setelah Naka pulang dari tempat lesnya. Ia langsung menerima sms dari Irvan.
Kykna mndgn putus aj d!
Soalna, qt ud ga cocok
lg. Smg lo bs dpt co yg
lbh baik drpd gw.
Reaksi Naka langsung gembira setelah menerima sms dari Irvan. Saking gembiranya, ia sampai jingkrak-jingkrak.
* * *
Seminggu setelah Irvan putus dengan Naka, ia kembali berpacaran dengan Nara. Begitulah cowok playboy, punya banyak simpenan. Sampai akhirnya, simpanan Irvan sendiri adalah adik kelas teman Naka. Ia dekat dengan adik kelasnya itu. Adik kelasnya bernama Nahza.
“Kak, kemarin aku ditembak sama mantannya Kak Naka.” Kata Nahza.
“Hah! Yang bernar saja lo? Dia kan sudah punya cewek! Dasar Irvan! Playboy banget sih tuh anak! Terus, lo apain?” Tanya Naka bingung.
“Aku tolak.”
“Bagus! Insya Allah nanti gue bilangin ke temen gue yang pacarnya itu. Lihat aja, Van! Akhirnya, lo bakal kena batunya!”
“Jangan dong, Kak! Nanti jadi berabe!”
“Tenang aja, Za! Ceweknya tuh baik banget!”
Setelah beberapa saat mereka mengobrol, tiba-tiba bel berbunyi. Mereka menuju lapangan untuk apel siang.
“Nara, tadi gue tahu dari temen gue kalau Irvan nembak cewek lain.” Kata Naka.
“Siapa, Ka?” Tanya Nara.
“Temen gue. Namanya Nahza, anak kelas 7D. Lo nggak marah kan?”
“Nggak. Gue malah makasih banget udah dikasih tahu! Lihat aja nanti! Dia (Irvan) bakal kena batunya!”
* * *
Malamnya, Nara memutuskan tali cintanya pada Irvan. Irvan merasa sangat sedih karena selama ini dia telah melakukan kesalahan banyak pada semua mantannya itu.
“Gue nggak bisa ngomong apa-apa lagi! Gue mau sekarang kita PUTUS untuk selama-lamanya! Lo jangan nembak gue lagi! Gue sudah nggak mau lagi berhubungan dengan lo!” Seru Nara dari seberang
Gue benar-benar menyesal! Kenapa jadi begini? Siapa sih penyebabnya? Gue harus cari tahu! Pikir Irvan.
Meskipun begitu, ia tidak tahu siapa penyebab masalahnya. Dia tidak sadar bahwa dialah biang keroknya.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer LeBron James 23
LeBron James 23 at Cowok Playboy (11 years 16 weeks ago)
40

kurang greget..kurang nendang...
sederhana banget...jadi ini kayak curhatan temen-temen lo abis itu dibikin cerita...kebanyakan tokoh central....jadi pusing...

Writer Bayangkari
Bayangkari at Cowok Playboy (12 years 17 weeks ago)
50

meniko katuran mbanyu

Writer Elisa Koraag
Elisa Koraag at Cowok Playboy (12 years 41 weeks ago)
20

Temanya jelas,sesuai dengan judul, tapi ok alur ceritanya jadi usut? Playboy kan sebutan untuk sifat. Gak perlu dijabarkan gonta-ganti pacarnya secara detil. Sifatnya itu yang digarap serius, pasti jadi lebih ok.

Writer Azarya Mesaya
Azarya Mesaya at Cowok Playboy (12 years 41 weeks ago)
40

Coba dong bikin cinta2an, tapi yang menggugah semangat. tema boleh Playboy, cuma konflik cinta bisa dieksplor meluas dan kuat. Hehe...kaya konsultan nech...ok good luck cuma gw pengen jadi Playboy but ngga kesampaian...Ajarin bos!!! hehehe

Writer ima_29
ima_29 at Cowok Playboy (12 years 43 weeks ago)
30

temanya sih sebenernya asik..sederhana.Tapi kok jadi berasa keburu-buru bikin cerpennya. Emang yag bikin lagi dikejar setan apa??segitu buru2nya:)

Writer edowallad
edowallad at Cowok Playboy (12 years 43 weeks ago)
50

playboy kabel

Writer Farah
Farah at Cowok Playboy (12 years 43 weeks ago)
50

idenya sih bagus,,,cuman ya emang bener kurang di eksplore dari masing2 karakter,,,bole kasi saran ga? gimana klo ceritanya diambil lewat sudut pandang si playboy,,jadi kan lebih ketauan keanehan demi keanehan yang dia terima,kenapa bisa ketauan padahal dia playboy kelas kakap, jadi bisa di buat ceritanya ngegantung gitu deh. keep goin dude

Writer iyin
iyin at Cowok Playboy (12 years 43 weeks ago)
30

tokoh utama kurang jelas...

Writer Valen
Valen at Cowok Playboy (12 years 43 weeks ago)
60

Ide cerita sudah oke. Lumayan seru, tapi kesannya terburu2.
Boleh kasih saran? Bagaimana kalo sentuhan dramatisnya lebih dikembangkan lagi, misal deskripsi tentang bagaimana emosi para karakter. pasti lebih seru.Tetap semangat ya. Practice makes perfect!

Writer imoets
imoets at Cowok Playboy (12 years 43 weeks ago)
30

Temanya sih lumayan, tapi kok sepertinya saya gak nemuin inti ceritanya yah...
Tidak ada fokusnya gitu deh..
Mungkin lebih diperjelas di satu tokoh, lebih terlihat ceritanya..

Writer dian k
dian k at Cowok Playboy (12 years 44 weeks ago)
50

tokoh utamanya sebenernya siapa?
keknya mendingan pusatin ke satu ato dua orang aja deh.

Writer F_Griffin
F_Griffin at Cowok Playboy (12 years 44 weeks ago)
30

Ceritanya sebetulnya nggak menarik.
Dan sayangnya, cara menceritakannya juga tidak menarik. Kaku. Berbelit. Tidak merangkul pembaca untuk ikut memahami dan merasakan.
Tapi, bagusnya, cerita ini bisa selesai dan penutupnya juga pas.
Ayo... nulis lagi dan nulis terus! Pasti bisa lebih bagus lagi!!

Writer PoeTry_ThaMie
PoeTry_ThaMie at Cowok Playboy (12 years 44 weeks ago)
40

Ceritanya rada kaku. Walau pun ini formatnya cerpen, tapi kesannya terburu-buru sekali. Ceritanya emang berputar-putar di situ aja, tapi gak keliatan ada sesuatu yang "wah" di sekitar itu. Tapi... Temanya oke juga tuh, si Playboy? Eh, Playboy nya bego juga, ya? Masa' dia kagak nyadar? Hehehe...

Writer Setiyo Bardono
Setiyo Bardono at Cowok Playboy (12 years 44 weeks ago)
50

Mungkin menulisnya sambil ndengerin buaya daratnya Ratu ya.

Writer soeroen
soeroen at Cowok Playboy (12 years 44 weeks ago)
40

cerpennya mengingatkan saya pada cerpen-cerpen konsumsi pembaca majalah remaja. ceritanya datar-datar saja, mungkin lebih bagus kalo karakter-karakternya (si irwan dan nara) lebih dikembangkan. tidak menggugah emosi pembaca... perbanyak baca cerpen lain...

Writer cr0n0z
cr0n0z at Cowok Playboy (12 years 44 weeks ago)
40

Memang tema yang diajukan ga baru... mustinya bisa lebih dikembangkan. mungkin karena formatnya cerpen kali yah? kalo lebih panjang mungkin penggalian karakternya bisa lebih dalam.

Writer firdha gonzy
firdha gonzy at Cowok Playboy (12 years 44 weeks ago)
60

ceritanya oke juga..
tapi boleh juga tuh kalo ditambahin sama pengalaman2 baru para playboy..biar lebih fresh..
bener jg lho, ceritanya kaya diary (pengalaman pribadi) hehe..keren..
semangat ya!

Writer xectra
xectra at Cowok Playboy (12 years 44 weeks ago)
60

bahasanya rada kaku masih bisa lebih dipoles lagi. Jalan ceritanya jadi seperti diary ya (atau memang pengalaman pribadi ??), mungkin seru juga kalau dibuat buku kumpulan cerita cowo playboy :-)

Writer dhan-chan
dhan-chan at Cowok Playboy (12 years 44 weeks ago)
50

saya minta saran dari kalian semua yang ada di sini... kritik juga boleh... tapi harus kritik yang membangun yaaaa... Thx b4!!!