Kereta Senja

Langit masih gelap ketika kepulan asap menjadi kabut
Nenek tua gelisah menanti fajar tiba
Segenggam rupiah dibawa agar dapat bertutur kata kepada cucu tercinta

Iringan rombongan pedagang layak di hormati seperti pejuang
Mereka rela mati di padang perdagangan yang haus akan persaingan
Satu persatu peti itu diangkut pertautan
Hingga terakhir yang tertinggal hanyalah kenangan

Berlari kecil sosok manis berkuncir
Dengan riang ia menari disisi badan kereta
Tak takut akan getir rasa kehidupan
Bawa pulang harapan untuk menuju masa depan

Lambaian mesra sang penjaga gerbang
Membuat panik para penunggang kesiangan
Berebut tempat di tengah rapatnya orang
Giliran sang peluit membisikan janji keberangkatan

Putaran roda besi menindih bumi pun tergoncang
Laksana kuda perang yang siap menghantam musuh bebuyutan
Angin pagi hilangkan bau kecut persinggahan malam
Hingga sore tiba kereta kan sampai jua

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer njie
njie at Kereta Senja (6 years 8 weeks ago)
70

penuh perjuangan

Writer Nadzira Sabilla
Nadzira Sabilla at Kereta Senja (7 years 5 weeks ago)
90

wow.....

Writer insanewriter
insanewriter at Kereta Senja (7 years 41 weeks ago)

..ironik..

Writer KD
KD at Kereta Senja (12 years 31 weeks ago)
100

tercenung

Writer Khadijah
Khadijah at Kereta Senja (12 years 31 weeks ago)
80

berat banget tuh hidup ya