MAU BOBO SIANG DULU AKH!

Hoaoaahhhhhmmmm…Mata ini terasa memberat. Setelah makan siang dengan pecel lele nambah dua kali, plus jus alpukat, perut terasa membulat. Jadi teringat puisi lama...Gendang gendut tali kecapi, kenyang perut senanglah hati.

Tapi buatku, …habis perut kenyang, enaknya ya tidur.

Masalahnya, mejaku bukanlah tempat yang nyaman buat melakukan aktivitas elite itu. Dengan lesu aku melirik meja yang berantakan itu, penuh invoice beterbaran, juga pembungkus makanan kecil yang berhari-hari belum kubuang. Khas meja cowok yang amburadul mirip kapal perang.

Kendala lain lagi, posisi meja ini tak strategis, sehingga dengan mudahnya setiap mata melihat apa yang terjadi di situ. Bersyukurlah daku, selama ini di tempat ini tidak pernah ada kejadian menghebohkan yang bisa masuk tabloid gosip yang marak beredar saat ini.

Hoaoaahhhhhmmmm… ngantuk makin menjadi-jadi. Kali ini hasrat menggebu-gebu ini harus dituntaskan. Aku sudah tak tahan, sungguh! Dalam keadaan setengah mengantuk setengah sadar, otakku kupaksa berpikir, tempat mana yang kira-kira pantas menerima tubuhku ini.

Ah, ya. Meja Joko. Pasti itu!

Joko memang beruntung, letak mejanya di sudut antara dua ruangan. Tersembunyi dan terasa damai, hingga kami menyebutnya gang damai. Ha ha ha..beda dengan tempatku yang disebut gang kelinci, bukan karena penduduknya yang imut-imut seperti diriku ini, tapi karena sesak, juga sempit.

Hoaoaahhhhhmmmm…mataku berair. Ini sudah siaga 1! Aku harus segera bertindak, jika tidak mau terjadi keadaan darurat, alias tergeletak di sembarang tempat.

Dengan sisa-sisa kekuatan yang masih ada, kakiku pun melangkah ke sudut impian itu. Pojok tempat mengukir mimpi. Dari jauh tempat Joko terlihat bersih dan mengundang. Air liurku mulai menetes.

Tanganku menyambar setumpuk Koran gosip dari tiap meja yang kulalui, tak peduli itu punya siapa. Tempat Joko sepi. Ia pasti masih asyik menikmati makan siangnya di luar kantor. Bukan makanannya yang membuatnya betah. Dengar-dengar dia sedang pendekatan dengan gadis cantik anak baru gedung sebelah.

Joko memang tak hanya beruntung soal tempat duduk, juga soal penampilan, hingga wanita antri menemaninya. Ah, itu bukan masalah buatku. Yang penting, siang ini ia tak akan balik hingga satu atau mungkin dua jam mendatang. Berarti, amanlah!

Aku bersimpuh di bawah meja Joko, mulai membuka Koran Nonstop dan tablod Cek dan Ricek yang tadi kubawa. Bukan untuk membaca gosip yang sedang uptodate ataupun mencari lowongan kerja, tapi satu persatu Koran kutebarkan menutupi lantai karpet di kolong meja, sembari sekali-sekali melirik gambar wanita-wanita cantik dengan postur mengundang yang terpampang di Koran dan tabloid itu.

Plok plok plok. Kutepuk-tepuk Koran yang sudah menutupi karpet di bawah meja Joko, sambil merangkak mundur, entah untuk maksud apa. Barangkali hanya sebagai syarat saja. Tubuhku yang sedikit subur membuatku sulit bergerak.

Aku terus merangkak mundur sambil menepuk-nepuk Koran itu. Sudah terbayang nyamannya berbaring di hamparan karpet berlapis Koran itu. Hmm..hmm…

Nah, cukuplah sudah. Aku mulai meluruskan tubuhku dari posisi merangkak, Inilah saatnya! Yeah, inilah saatnya, babe! Jantungku berdebar-debar tak menentu. Niatku akhirnya terlaksana.

Perlahan aku membalikkan tubuh. Tapi tiba-tiba…sudut mataku menangkap sesuatu yang bergerak-gerak di belakang sana.

Dengan cemas bergemuruh di dada, serentak kepalaku menoleh ke belakang, dan….Alamaaakkkk!!!! Saat itu barulah aku sadar. Aku tidak sendirian, sayang!

Diantara tirai jendela yang terkuak di ruangan sebelah, tampak wajah ibu Angel, Controller Singapura itu sedang menatapku dengan sejuta topan badai kebingungan di matanya.

Aku terpana, kaget. Ingin bangkit dan berlari menghindari duka nestapa ini, tapi tiba-tiba saja kakiku terasa kaku. Tinggallah daku dengan wajah cengengesan menatap ibu Angel yang masih tertegun melihat kejadian yang pasti tak biasa di negaranya itu. Terbayang di kepalaku, laporan apa yang akan sampai ke negaranya nanti.

Bodoh! Benar-benar bodoh! Aku memaki sendiri. Kok bisa-bisanya tidak memprediksi keberadaan controller yang tengah memantau anak perusahaannya di Indonesia itu?

Bu, bu Angel, punten atuh bu, saya cuma mau tidur siang…please deh! Pintaku.

Tapi, suaraku tersendat di tenggorokan. Entah apa karena salah tingkah, tanganku malah melambai ke arahnya sambil tersenyum, dengan posisi tubuh masih terbaring.

Edan! Apa sih yang kulakukan? Apa tak sadar berhadapan dengan siapa? Antara pikiran dengan tangan gak connect nih!

Untunglah kesadaranku segera pulih. Secepat kilat, koran-koran kupunguti, kulipat, dan pura-pura kupilih bantex di kolong meja. Lalu, ambil langkah seribu bersama koran yang berceceran dan kantukku yang sudah menguap entah kemana...

***

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer varyd
varyd at MAU BOBO SIANG DULU AKH! (12 years 1 week ago)
60

awal2 cerita terasa endingnya bakal kocak, namun saat akhir2 cerita koq malah hilang lucunya yah...........

Writer v1vald1
v1vald1 at MAU BOBO SIANG DULU AKH! (12 years 29 weeks ago)
70

Gw ketinggalan baca cerita Valen ini. Gw gak banyak komen; karena menurut gw Valen dah berhasil menyampaikan niatnya menulis cerita ini: yaitu menghibur. Dagelan ala srimulat pun terbayang. Sukses kok. Cuma soal judul, mungkin mansour ada benarnya di sini.

Writer meier
meier at MAU BOBO SIANG DULU AKH! (12 years 32 weeks ago)
40

karena mungkin memang ditulis setelah makan siang jadi narasinya duatar duatar saja. jd ngantuk nih...hehehe

Writer heripurwoko
heripurwoko at MAU BOBO SIANG DULU AKH! (12 years 34 weeks ago)
50

Ganti judul deh. Gue gak suka. EYD lo musti perhatiin juga.

Writer KD
KD at MAU BOBO SIANG DULU AKH! (12 years 38 weeks ago)
100

Tentang tidur ya? Aku banget tuh

Writer Valen
Valen at MAU BOBO SIANG DULU AKH! (12 years 38 weeks ago)

Dear All, tx untuk commentsnya.
F_Griffin & yoshe: tx ya utk sarannya. jadi pengen tahu nih, selain kosa kata, apa lg ya yg mesti diubah. gw sendiri memang merasa ada yang kurang alias menggantung, tp dimana gitu ya...?
hwarakadah: tx bisa dibilang menghibur...
mansour:Berhubung true story, jadinya kurang berimajinasi. tp tx untuk sarannya.
Ditunggu komen dari temen2 lainnya ya? I really wanna learn much...Thank you.

Writer yoshe
yoshe at MAU BOBO SIANG DULU AKH! (12 years 38 weeks ago)
50

hehehe....dari kritik2 yang udah aku baca, moga2 komen dari aku bisa sedikit menghibur kamu ya? Menurut aku gaya penceritaan kamu udah cukup lucu kok. Yah, walau mungkin kosakata atau ada sesuatu yang bikin lucunya jadi sedikit ngegantung... Buat judul, menurut ku udah cukup mengundang kok... trus blajar n berjuang ya?

Writer mansour
mansour at MAU BOBO SIANG DULU AKH! (12 years 38 weeks ago)
50

asah lagi dong emajimu biar lebih tajam lagi,lagian klo buat judul yg bagus,buat judul yg mampu mengajak pembaca tuk mao membaca.bukan seperti MAU BOBO SIANG DULU AKH.karna orng pertama kali baca judulx klo judulx enak orang pingin baca,klo udah jelek orang males mo baca.jadi kebelakang judulx yg enak2 ya

Writer hwarakadah
hwarakadah at MAU BOBO SIANG DULU AKH! (12 years 38 weeks ago)
80

Hi hi hi...ini namanya ESS (Employee's Sleepiness Syndrom) yang biasa nyerang pegawai kantoran :D. Komedi yang sangat menghibur dan akhir yang tak terduga.

Semoga Berkenan, Salam Kenal

Writer F_Griffin
F_Griffin at MAU BOBO SIANG DULU AKH! (12 years 38 weeks ago)
80

Tapi ada yang kurang. Cuma nggak tau apa... apa ya... hmmh...