Diary

Berkat sang awan yang menghujani diriku
Dan matahari yang menyengat hangat di kulitku
Serta bumi yang menopang tubuhku sewaktu aku diterjang badai
Di sinilah aku terhampar dihadapanmu…….
Agar kau dapat berbagi hampa hidupmu
Bersamaku……

Walau hatimu pedih dan bibirmu membisu
Ceritakanlah perasaanmu padaku……
Bersama cairan hitam penuh kejujuran ini
Tanpa ada yang kau sembunyikan…….

Tanpa suara
Hanya kata
Tuliskanlah hidupmu padaku
Tanpa sepatah kebohongan pun

Janganlah kau dengan mudah berdusta menuliskan kata-kata kosong
Sama seperti kau mengucapkan omong kosong yang sama dari bibirmu
Atau tidak
Aku akan menuntut darahmu sebagai pengganti tinta yang penuh noda itu

Percayalah padaku kalau aku tidak akan membuka rahasiamu tanpa seizinmu
Dan walaupun aku hanya bisa mendengar isak tangis dan kekeh tawamu
Tetap saja akulah yang dapat kau percayai dibandingkan sahabat-sahabatmu yang lain

Ketika kau telah melewati setengah abad dari umurmu ini
Barulah kau tahu kebenaran kata-kataku
Yang akan menceritakan kisah hidupmu
Sewaktu kau telah tiada dan dilupakan orang

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Super x
Super x at Diary (12 years 27 weeks ago)
80

puisi sebenarnya sangat subjektif... kita dapat menilai puisi itu bagus atau tidak dari feel-nya... jadi nilai ini adalah nilai dari feel yang kudapat dari puisi ini...

Writer sZa_mNisT
sZa_mNisT at Diary (12 years 27 weeks ago)
90

hiks..hiks...aq terharu...