Perempuan Dalam Rok Mini

Perempuan yang selalu mengenakan rok lipit mini itu datang lagi.
Seperti biasa, wajahnya selalu membias keindahan alami. Ia memang senang mengenakan rok. Tidak seperti gadis-gadis sekarang yang lebih menyukai celana panjang.

Barangkali itulah salah satu sebabnya mengapa aku begitu tergila-gila padanya. Roknya melambai seiring lenggokan tubuhnya saat ia menghampiri mesin foto kopi di depan mejaku.

Konsentrasiku seketika buyar. Mataku mengikuti gerakannya meski dengan wajah yang tak terangkat dari layar komputer di hadapanku.
Ia mulai meletakkan kertas, dan menekan tombol start. Deru mesin terdengar…

Hhhh…aku tak tahu harus bersyukur atau mengeluh karena letak mesin itu. Tiap hari dua tiga kali ia berdiri di situ, membelakangiku. Dan aku hanya bisa menahan nafas menyaksikan lekuk tubuhnya dalam kaos ketat merah lengan pendek. Menikmati pinggang rampingnya berbalut rok lipit yang sedikit di atas lututnya itu.

Dia memang molek…

Bagai seorang putri yang sengaja dititipkan Dewata untuk menggangguku. Mengusik-ngusik setiap sel-sel otakku untuk berpikir jernih, hingga rasanya buntu.

Aku hanya bisa menatapnya dengan penuh harap, agar satu ketika ia akan mengajakku masuk ke dalam kehidupannya. Sebuah harapan yang tentu saja gila!

Kadang kala aku merasa ia sepertinya tahu aku menyukainya, lalu sengaja menggodaku. Seringkali kudapati ia sengaja mondar-mandir di hadapanku dengan rok sedikit di atas lututnya itu melambai-lambai mengikuti irama liukan pinggulnya.

Jika aku tak menghiraukannya, ia akan menyapaku. Menanyakan sesuatu yang rasanya tak perlu ada jawabannya.

Tapi, barangkali saja anganku yang terlalu melambung. Seperti malam itu, saat kami lembur bersama. Sebenarnya pekerjaanku telah usai, tapi kucari alasan agar bisa berlama-lama bersamanya. Kami duduk bersisian, gadis itu menumpukan sebelah kakinya, hingga rok mini lipitnya itu sedikit tersibak. Ia membiarkan tatapanku menikmati pemandangan indah itu untuk beberapa lamanya dengan degup jantung yang tak karuan.

Aku memang telah jatuh cinta pada keindahan yang ditawarkan gadis itu.

Tapi, semua itu tak pernah ada kelanjutannya…
Dia tetaplah si gadis molek yang selalu berjarak denganku, dan aku selalu menjadi punguk yang merindukan bulan.

Dan sepertinya jalan bagiku telah tertutup. Untuk memulai, aku tak punya keberanian. Karena dilihat dari segi apa pun, aku bukanlah pria idamannya.

Telingaku menderita saat kudengar tawa bahagianya di ujung sana, kala ia menerima telpon dari seseorang yang kutahu sedang berusaha merebut hatinya.

Namun, bukankah setiap orang boleh berharap bersanding dengan gadis pujaannya? Bukankah aku tidak pernah meminta ditakdirkan menjadi seorang yang berwajah biasa-biasa saja, juga berkantong pas-pasan?

Hari ini aku melihatnya lagi. Di depan mesin foto kopi dengan beberapa dokumen yang akan dicetaknya. Entah sudah berapa kali ia mondar-mandir disana. Tapi, aku tak pernah bosan mengintip lewat sudut mataku, mengamati diam-diam perempuan yang selama hari-hari belakangan ini mengisi jiwaku.

Hari ini adalah kesekian kalinya pikiranku dijejali dengan wajah jelitanya yang merasuk hingga ke tulang sumsumku. Tubuhku mulai berontak, tak tahan menanggung derita ini lebih lama lagi. Sesuatu harus kuucapkan padanya hari ini. Sebuah pengakuan.

Kutunggu ia menyelesaikan lembar fotokopinya yang terakhir. Tiba-tiba, dering telponnya berbunyi. Ia mendekatkan benda kecil itu ke telinganya. Aku tak jadi menghampirinya.

Kutunggu beberapa saat hingga derai tawanya itu usai.
Lalu aku memanggilnya, “San…aku ingin bicara…”

Dia menatapku dengan mata kucingnya yang indah. Ah, betapa aku merindukan tatapannya itu. “Ya, ada apa, ‘Ndra?” Kalimat itu meluncur dari bibir merekah yang berpoles gincu merah segar.

Gemuruh dadaku makin kencang.
Ia menunggu.
Mulutku rasanya kaku. “Aku--- ingin kamu tahu bahwa aku…”

Kalimatku terputus. Sebuah suara berat menyapa gadis itu di pintu. Ia menoleh. Kami menoleh.

Menit berikutnya adalah sebuah melodrama.
Hatiku terasa sakit menyaksikan gadis itu menghambur ke dalam pelukan pemuda tampan yang menjemputnya malam itu dan mengecupnya.

Tiba-tiba saja aku merasa bagai sekecil semut di hadapannya. Pemuda itu bagaikan arjuna tampan yang lengkap dengan sederet kelebihan, sedangkan aku sendiri bukan tandingannya.

Aku masih terpaku saat dering telpon genggamku memanggil. Suara disana terdengar lirih, membuat diriku kembali membumi. “Pa, kenapa susah sekali dihubungi? Aku sudah di rumah sakit. Bisa nyusul sekarang, ya?”

Klik. Hubungan terputus.

Seketika aku merasa berdosa pada wanita yang menelponku tadi. Bayangan perempuan ber-rok mini itu pun perlahan memudar seiring mobilku yang meluncur menuju rumah sakit, menanti kelahiran anak pertama dari istriku.

***

Read previous post:  
Read next post:  
Writer mindy_tan89
mindy_tan89 at Perempuan Dalam Rok Mini (9 years 51 weeks ago)
100

..

Writer mindy_tan89
mindy_tan89 at Perempuan Dalam Rok Mini (9 years 51 weeks ago)

ouw... baguz2 ... disini banyak yg pelit point juga yah ... hahahaha

Writer poop
poop at Perempuan Dalam Rok Mini (10 years 9 weeks ago)
50

seperti ungkapan pikiran sesaat

(maaap bila tidak berkenan)

Writer k4melita
k4melita at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 29 weeks ago)
20

Sori ya... aku butuh point

Writer KRM Susanto
KRM Susanto at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 31 weeks ago)
70

kemenangan moralitas

Writer -riNa-
-riNa- at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 31 weeks ago)
70

ya..perempuan memang udah kodratnya kali buat jadi godaan buat laki2...

Writer Super x
Super x at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 32 weeks ago)
50

Yaaa... semua pria mungkin pernah berpikir hal yang seperti Valen pikirkan (termasuk aku). Tapi keajaiban cinta selalu membuyarkan seluruh imajinasi itu.

Hati-hatilah jika berpisah dari istri (dengan berbagai alasan. Sperti gw yg udah 7bulan berpisah dan hanya 2x sebulan berjumpa).

Buat para istri yang sedang hamil atau pun baru saja melahirkan. I know exactly how is your feeling.

Writer unak unik
unak unik at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 32 weeks ago)
100

pake tambahin sedikit detail kalo si cewek rok mini itu kayak bumi dan langit dengan istrinya (bukan fisiknya loh tapi esensnya). jadi alter egonya si lelaki terpenuhi. halaaaahhh.. jadi makin kayak kenal ceritanya. andai smuanya bisa sadar kayak ditulisan kamu valen.. halahhh jadi ngelantur. tapi bagus walau endingnya ngagetin dan menampar

Writer stella_ernes
stella_ernes at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 35 weeks ago)
90

wah...endingnya bener-bener ngejutin ya..ga terduga deh..
dan tokohnya bener-bener mencerminkan cowok-cowok yg memang selalu hanya tertarik pada kecantikan fisik. TOP buat valen...

Writer gum
gum at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 35 weeks ago)
70

Bahasanya sedikit nakal :p
Tapi rapi, jelas dan mengena.
Seolah2 kita ikut tenggelam dalam pikiran tokoh utamanya.
(Hendra? Indra? Chandra?)
Endingnya unpredictable, tapi sayang terlalu singkat dan terkesan memaksa.

Writer FrenZy
FrenZy at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 35 weeks ago)
70

Wah dasar laki laki ya.. tp endingnya bagus deh :) walau di awalnya kayaknya dia desperado kesannya kayak cowo bujang, ternyata bukan.

Writer stryker
stryker at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 35 weeks ago)
10

cepet bikin lupa.
tipe cerpen yg dibaca dan dilupakan.

Writer Farah
Farah at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 36 weeks ago)
70

valen,,,valen,,,kmu nakal yah,,,jadi inget lagunya gelnn fredly deh "jujur ku hanya seorang lelaki, yang terkadang tak lepas dari godaan"

Writer v1vald1
v1vald1 at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 36 weeks ago)
90

Sangat menghibur! Dari awal sampai akhir, tulisan ini tanpa cela!! Tapi tetap,kalo tidak keberatan Valen,aku tidak kasih nilai kesempurnaan (ten) dulu ya...
****
-Penggemar tulisanmu sekarang-

Writer bukan siapa siapa
bukan siapa siapa at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 36 weeks ago)
100

mencoba menganalisa godaan yg datang ya? ceritanya ringan,kesannya sehari2 bgt... lumayan...

Writer someoneasbee
someoneasbee at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 36 weeks ago)
80

Weleh2... kaget aku pas tahu ternyata si tokoh utama juga dah punya pasangan. dah kawin lagi, mo punya anak pula! ^^ asyik. simple, walaupun terlalu simple, tapi ide rok mininya fun abiz!

Writer bulqiss
bulqiss at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 36 weeks ago)
80

Waw...kerennn..caranya mengakhiri cerita menarik..
hehehe..menurutku,cerita yang bagus selalu menawarkan akhir yang tak terduga..eh,memikirkan wanita atau pria lain tanpa berniat menjamahnya lebih jauh...just think,that's can we mention "selingkuh"..???

Writer Elisa Koraag
Elisa Koraag at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 36 weeks ago)
40

Saya yakin ini ide awalnya nakal. Membiarkan pikirann bermain-main dengan rok mini si cewek. Sampai lupa kalau bini lagi hamil. Mungkin khas lelaki banget! Jalinan ceritanya sih gak ada, hanya angan-angan kosong.

Writer gheta
gheta at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 37 weeks ago)
50

awal cerita udah bikin penasaran (ada apa dengan wanita ber rok mini??) dan endingnya diluar dugaan.tadinya saya berpikir bahwa gadis itu yang bakal mengakhiri dengan kisahnya. tapi ternyata laki laki itu yang mengakhiri cerita.

Writer cahayarembulan
cahayarembulan at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 37 weeks ago)
80

Udah ok sih, cuma ada yang kurang jelas di awal, semula dibilang salah satu sebab si 'Aku' ini suka sama si rok mini adalah karena ia pakai rok, tidak seperti gadis2 lain yang lebih suka celana panjang. Tapi dalam sebagian besar cerita digambarkan, si 'Aku' ini sebenarnya suka dengan bagian tubuh si rok mini yang lebih terlihat aduhai karena pakai rok. Jadi... 'Aku' ini jelas tertarik secara fisik, bukan karena menyukai cewek yang pakai rok. Kalimat yang menyangkut gadis2 lain senang pakai celana panjang kayaknya kurang relevan, diilangin aja.

Writer ima_29
ima_29 at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 37 weeks ago)
100

menurutku..yang namanya bikin tulisan, apalagi cerita itu sebuah seni..jadi setiap seni itu ga pernah ada yang salah..tergantung sama penulis itu mengekspresikannya seperti apa..ya to??setuju tidak?hihihihi
tapi klo di baca2..kaya' lagu padi yang judulnya..KASIH TAK SAMPAI...Hahahhaaha..ya ga sih!!

Writer F_Griffin
F_Griffin at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 37 weeks ago)
90

Jadi inget karakter Sasya di serial OB

Writer meier
meier at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 37 weeks ago)
50

Please buat cowo cowo jangan menyakiti pasangan kalian yang benar mencintai kalian..!(pembela kaum wanita nih...?)
Bagus sih ide dan strukturnya cm penulisannya masih kurang menurut saya.klo lebih mengalir ini pasti jd cerita yg bagus sekali.

Writer Valen
Valen at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 37 weeks ago)

To All. Thanks untuk commentsnya.To kopipahit: ga jelas.maksudnya apa ya?
Gak nyangka bakal nyangkut poligami, tadinya cuma seputar selingkuh. Saat ide tulisan itu dateng, ya...just write. And, makin semu, bukannya makin asyik? he he he...Cheers!

Writer edowallad
edowallad at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 37 weeks ago)
100

mas, saya bisa mengerti apa maksud mas. dan apapun yang sang penulis ingin tulis adalah benar. seperti sebuah lukisan yang gak pernah salah. begitu juga tulisan menurut saya...
it's the art of art

Writer kopipahit
kopipahit at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 37 weeks ago)
50

gimana ya bayangkannya.
ha...ha...ha

Writer pikanisa
pikanisa at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 37 weeks ago)
40

meski aku senang ama misi utama cerita ini, cuman kenapa sih penulis harus menyemukan hasrat cinta atau mungkin poligami yang diinginkan oleh tokoh.
Atau ...mungkin sebenarnya penulis ingin berpoligami dalam imajinya, hingga hasrat itu harus disemukan.

Tapi kalau aku sih akan
DECLARE WAR TO POLIGAMY

Writer KD
KD at Perempuan Dalam Rok Mini (12 years 37 weeks ago)
100

Betul kau valen, jangan sampai poligami