Welcome To death_room

************************

“Milly!” Suara Julie terdengar ketakutan. “Aku melihatnya. Dia datang!”

“Siapa?”

“4li3n! Kita mati, Milly!”

“Julie!”

“Milly..aku..-“

Terputus.

***********************

Awalnya Millia hanya merasa bosan dengan pekerjaannya ketika memutuskan bergabung dengan Lady_Room, chat room via ponsel yang beranggotakan para user perempuan dan hanya membahas masalah-masalah seputar dunia perempuan itu. Di situ dia berkenalan dengan Julie, Lucky, dan lainnya. Mereka bertukar cerita, curhat, bertukar nomor telepon dan chat sampai jauh malam. Semuanya terasa mengasyikan hingga suatu malam seorang user baru muncul mengejutkan mereka.

<> >>4li3n has entered the room

<> >>4li3n : Welcome to the Death_room

Millia tertawa sendiri. Teman-temannya mulai berkomentar.

Lagi-lagi user aneh.

<> >>4li3n : jam berdentang 12 kali, pintu death_room telah terbuka
<> >>4li3n : berlanjut kembali, kematian kalian tidak akan tertunda

Millia hanya berpikir user baru itu benar-benar kelewatan. Dia sadar jam memang sudah lewat tengah malam. Sejenak dia tidak tahu harus menjawab apa. Jarinya berhenti di udara.

Dia pasti main-main.

<> >>milkymilly : mari bicara yang lain saja
<> >>4li3n : kalian mati
<> >>lady_kirei : hei, sudahlah
<> >>4li3n : satu persatu menuju Death_room
<> >>kanaya : hentikan!
<> >>4li3n : MATI
<> >>restifebi : HENTIKAN!!!

Millia tahu, teman-temannya kini setakut dirinya.

Apa-apaan user ini?

<> >>milkymilly : kau siapa?
<> >>lady_kirei : siapa kau??
<> >>4li3n : alien penjaga Death_room
<> >>milkymilly : CUKUP!! KUMOHON !!

User itu tidak muncul lagi.

Millia nyaris melupakannya ketika dua hari kemudian Julie untuk pertama kalinya menghubungi ponselnya dan mengabarkan kematian Lucky, salah satu user. Lalu Resti memberitahukan kecelakaan yang menimpa Kirei. Beberapa hari kemudian dua user lain berturut-turut menghilang dari Lady_room. Julie mengaku tidak bisa lagi menghubungi mereka dan mulai menghubung-hubungkan menghilangnya keduanya dengan keberadaan 4li3n. Dia ketakutan. Pesan terakhir yang muncul di Lady_room membuat mereka ngeri.

<> >>4li3n : satu-persatu menuju Death-room

Lalu malam itu Julie menghubunginya. Pikiran-pikiran mengerikan itu muncul dalam pikirannya. Apa yang terjadi dengan Julie? Kenapa tiba-tiba terputus. Millia merinding. Dia melempar ponselnya. Dia benci Lady_room. Dia tidak mau mengunjunginya lagi. Dia tidak mau mendengar apa-apa lagi tentang 4li3n maupun Julie.

Persetan dengan Julie!

Tapi semuanya berantakan ketika Millia menerima sebuah private message di YM-nya malam itu.

<> >>4li3n : kau berikutnya
<> >>4li3n : satu persatu menuju Death_room

Millia terduduk lemas di kamarnya.

Ini pasti main-main!

Millia tersadar ketika merasakan seseorang tengah mengamatinya. Tanpa sadar dia menoleh ke jendela dan diapun menjerit ngeri. Sepasang mata semerah darah di tengah kubangan jelaga itu menatapnya dari jendela. Wajah kosongnya yang seputih kapas dan jari-jari sekurus tengkorak menempel di kaca.

“Millia ada apa?”

“Di jendela!...Pergi!”

“Millia, sayang, tidak ada apa-apa di jendela!”

“Pergi!”

“Millia! Mama sudah tutup gordennya. Tidak ada apa-apa.”

Tapi Millia sadar dia tidak akan tenang sejak malam itu. 4li3n telah muncul dan mengincarnya.

Apa salahku??

**************************

Millia tersentak bangun dari tidurnya, memandang dan menyadari dia telah mencengkram erat-erat selimutnya. Tengkuknya masih terasa dingin. Mimpi buruk itu lagi. Millia melihat teman-temannya terhisap satu-persatu ke dalam lubang gelap itu. Mereka menggapai dan menjerit minta tolong. Millia mendekat untuk meraih mereka lalu tiba-tiba sosok itu muncul, melayang ke arahnya sambil menyeringai. Wajahnya sepucat kapas dengan mata semerah darah ditengah kubangan jelaga. Rambutnya berkibar-kibar ketika dia mendekat dengan cepat dan berusaha mencekiknya!

4li3n!

Millia memandang jam di dinding kamarnya. Pukul satu. Dia bisa merasakan suasana yang begitu senyap di sekelilingnya. Dulu Millia tidak mempermasalahkan itu, tapi sekarang dia sungguh benci kesunyian. Millia beranjak melintasi kamar, menghindarkan pandangannya dari cermin besar yang ada di atas meja riasnya. Cermin selalu menyimpan banyak misteri di sisi lainnya. Mungkin saja sosok itu akan muncul lagi mengganggunya melalui bayang-bayang cermin kamarnya. Millia meraih gelas di meja dan menghabiskan isinya. Sejenak dia termangu meyakinkan dirinya.

Tidak, dia tidak akan muncul di kamarku!

Millia kembali menyusup masuk ke balik selimutnya. Sesaat matanya memandang langit-langit.

Aku tidak bisa terus-terusan bersikap paranoid! Ancaman itu hanya main-main!

Millia merasa matanya kembali berat. Dia harus tidur lagi atau besok dia kerepotan sendiri dengan pekerjaannya. Millia menghela nafas dan berpaling. Sudut matanya tiba-tiba menangkap bayangan itu dan diapun membelalak ngeri. Wajah yang dilihatnya di jendela kemarin malam!

Perempuan itu tampak buram berbaur dengan aura halo tipis dari pakaian putihnya yang seputih wajahnya. Wajahnya yang kosong menatap ke arah Millia dengan mata semerah darah di tengah kubangan jelaga. Bibirnya begitu pucat mengatup tanpa ekspresi. Rambut panjangnya terurai hitam kelabu. Dia duduk diam di kursi meja riasnya. Millia nyaris tidak bisa bernafas. Dia menyesal telah membiarkan kursinya dalam posisi “seolah seseorang sedang duduk di situ”

Aku pasti mulai berhalusinasi!
Dia tidak mungkin muncul di sini!

Millia perlahan menarik selimutnya menutupi seluruh wajahnya. Gemetar dia mencoba berdoa semampunya. Beberapa menit berlalu. Millia mencoba mengintip dan lega bukan main mendapatkan tidak ada siapa-siapa di atas kursi meja riasnya.

Aku memang berhalusinasi!

Millia memutuskan untuk kembali tidur. Tapi mimpi itu kembali mengganggunya. Jeritan-jeritan itu kembali memenuhi kepalanya.

**********************

Keesokan harinya Millia bangun kesiangan dan merasa seperti orang linglung. Sejenak bayangan sosok itu hilang dari pikirannya ketika dia terburu-buru meninggalkan rumah menuju tempat kerjanya. Entah kenapa perasaan tidak enak yang amat sangat muncul dalam hatinya.

Dia tidak mungkin mengikutiku!
Itu hanya permainan iseng seorang user!
Kematian dan kecelakaan itu semuanya hanya kebetulan!

Millia terus tenggelam dalam lamunannya, tanpa menyadari jari-jari kurus yang panjang menyentuh bahunya. Seraut wajah pucat memandang kosong ke arahnya. Rambutnya yang hitam panjang tidak beraturan.

4li3n!

“Giliranmu!’

Millia tersentak dan berseru kaget.

“Giliranmu bayar, mbak!”

Millia mengerjap. Kondektur bis itu memandangnya dengan heran sekaligus sebal. Beberapa penumpang di bis itu tertawa kecil dan tersenyum. Millia tersadar. Kondektur bermata kosong dan berambut gimbal itu kembali menyodorkan tangannya. Millia mengambil uang dari dalam tasnya dengan muka bersemu merah.

“Makanya pagi-pagi jangan ngelamun, mbak,” gerutu kondektur itu seraya berlalu. Millia menghela nafas.

Aku tidak bisa begini terus!

*****************************

Suasana kantor tampak ramai seperti biasa ketika dia tiba. Dia segera meletakkan tasnya dan mulai membuka komputernya, menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan.

Aku harus konsentrasi!

“Millia!”

Millia mengangkat wajahnya mendapatkan petugas resepsionis mendekatinya sambil menyodorkan sebuah amplop polos padanya.

“Ada yang menitipkan ini untukmu,” kata temannya.

Millia menerimanya.

“Dari siapa?”

“Tidak tahu. Katanya dia juga dititipi seseorang.”

Millia tertegun sesaat.

“Terima kasih,” katanya kemudian. Temannya berlalu.

Millia membuka amplop itu dan mengeluarkan sebuah kartu putih dari dalamnya. Millia mencoba membalik kartu itu dan tersentak. Tulisan itu berwarna merah. Mungkin ditulis dengan cat merah, atau bahkan….darah!

Giliranmu! Satu persatu menuju Death_room!

Millia ingin menjerit tapi tersadar dia sedang berada di mana. Suaranya seolah tercekik di kerongkongannya. Dia bergegas menghambur ke toilet kantor.

Aku hanya paranoid kan? Ini tidak sungguh-sungguh terjadi! Aku tidak akan mati!

Millia terengah-engah memandang bayangannya di cermin toilet. Tangannya mencengkeram ujung wastafel dengan erat. Kakinya terasa lemas.

Tidak mungkin dia menggangguku pagi-pagi begini!

suara kran air yang tiba-tiba terbuka membuatnya tersentak. Millia mengangkat wajahnya dan berbalik ngeri menyadari tidak ada seorangpun dalam ruang toilet yang sepi ini.

“Siapa itu?!”

Suara Millia tenggelam di antara suara percikan deras dari kran-kran toilet itu. Millia menggigil ngeri. Tiba-tiba saja dia mengeluhkan penerangan kamar mandi yang redup. Kombinasi dari warna lantai dan dinding semakin menambah suram suasana.

Sial! Siapa sih desain interiornya?

Millia menguatkan hati, melangkah menuju deretan pintu toilet yang tertutup itu. Pelan dia berjingkat dan membuka salah satu pintunya dengan tiba-tiba. Suara deras kran air di dalamnya terdengar makin keras.

Kosong!

Dia merasa makin lemas dan takut. Millia membuka pintu lainnya.

Kosong!

Pintu yang lain!

Kosong!

Millia bersandar di dinding di ujung lorong dengan ketakutan.

Siapa kau?

“Mbak kenapa?”

Millia tersadar ketika melihat seorang petugas kebersihan masuk ke dalam. Dia buru-buru mendekatinya dengan ketakutan.

“Itu, kenapa krannya tiba-tiba terbuka sendiri?”
Petugas kebersihan itu mengerut heran.

“Mbak kenapa? Kantor baru buka. Ini masih pagi. Keran-keran itu memang dibuka secara otomatis kalau pagi untuk keperluan bersih-bersih.”

Millia merasa seperti orang tolol.

“Millia, kau baik-baik saja?”

Millia tidak mempedulikan seorang teman yang menyapanya ketika dia lewat.

Aku baik-baik saja!

Tidak, Aku gila!

**************************

Millia mencoba berkonsentrasi pada pekerjaannya ketika melihat setumpuk aplikasi baru di atas mejanya. Dia sudah membuang jauh-jauh surat sialan itu dari meja dan dari pandanganya.

Millia beranjak membawa tumpukan arsip-arsip hasil verifikasi itu ke gudang pengarsipan. Ruangan itu terletak di sudut ruang kerjanya. Ruangan itu terdiri dari rak-rak besi tinggi tempat file-file berkas plikasi para pemilik kartu kredit di simpan. Tidak ada apa-apa selain rak-rak plikasi dans ebuah meja di sudut ruangan. Millia meletakkan berkas itu di salah satu rak terjauh. Dia menhela nafas. Semoga sekarangd ia bisa makans iangd engan tenang. Millia mengangkat wajahnya dan dia tersentak.

Wanita itu duduk di atas meja itu. Sosoknya yang buram bercampur dengan sinar halo samar di sekelilingnya. Wajahnya menunduk, rambutnya terurai menutupi sebagian wajahnya. Tangannya bertumpu pada sisi meja. Sebentuk gambaran kaki berayun pelan seirama dengan punggungnya.

Maju. Mundur. Maju. Mundur.

Perlahan dia menoleh ke arah Millia. Mata semerah darah ditengah kubangan jelaga itu tepat menatapnya. Wajah kosongnya sepucat mayat. Bibirnya yang beku dan biru itu tiba-tiba bergerak dan menyeringai. Millia terbelalak ngeri. Tangan kurus kering itu terulur ke arahnya. Walaupun jarak itu cukup jauh di antara mereka, Millia mencoba untuk lari. Tapi kakinya seolah tertanam pada lantai. Dia merasa sosok itu tiba-tiba melompat ke arahnya. Millia menjerit. Tiba-tiba saja semua menjadi gelap.

*********************

“Millia,” suara lembut itu terdengar makin jelas di telinganya. Millia merasakan seseorang menggenggam lembut tangannya.

Siapa?

Millia perlahan membuka mata. Dia mendapatkan Seno dan Diana, rekan kerjanya memandangnya dengan khawatir. Diana menggenggam tangganya.

“Apa yang terjadi denganmu? Seno menemukan kamu pingsan di gudang arsip,” kata Diana prihatin.

Millia tidak menyahut. Dia memandang sekeliling dan mendapatkann dirinya berada di ruangan yang serba putih.

“Ini dimana?”

“Di rumah sakit dekat kantor. Bos langsung menyuruh Seno membawamu kesini. Kami khawatir kamu tiba-tiba pingsan.” Jelas Diana.

“Ada apa dengan kamu Mill?” tanya Seno. “Kamu kelihatan aneh sejak tadi pagi.”

Millia tidak menjawab. Bagaimana mungkin dia menjelaskan pada teman-temannya kalau sesosok wanita berambut panjang sering menerornya belakangan ini? Siapa juga yang akan percaya dengan ancaman 4li3n?

Millia menghela nafas.

“Aku tidak apa-apa. Mungkin darah rendahku kumat,” kata Millia pelan.

Kedua temannyanya masih di situ untuk beberapa saat untuk kemudian pamit berlalu ketika jam makan siang hampir berakhir. Ibunya menelepon. Pacarnya juga. Millia berusaha menjelaskan kalau dirinya baik-baik saja. Dokter menjelaskan kemungkinan dia membutuhkan istirahat dan asupan gizi yang lebih banyak. Ketika hari mulai gelap dia diijinkan pulang.

Millia baru saja hendak bersiap pulang ketika tiba-tiba dia merasakan sesorang memperhatikannya. Dia merasakan perasaan tidak enak yang makin menjadi. Millia pelan menoleh dan melihatnya. Sosok itu kini duduk membisu di jendela, berlatarkan langit yang mulai gelap. Tubuhnya mengayun pelan.

Maju. Mundur. Maju. Mundur.

Millia tercekat ngeri.

“Mau apa kau?”

Akhirnya dia berhasil mengeluarkan suara. Sosok itu tidak menyahut. Tubuhnya masih berayun pelan.

Maju. Mundur. Maju. Mundur.

“Pergi kau,” Millia bisa merasakan suaranya gemetar.

“Pergi kau!” Sosok itu mengangkat wajahnya dan menyeringai.

“PERGI! PERGI!!”

Millia menjerit histeris. Pintu kamar terbuka. Dua orang suster masuk dengan terburu-buru.

“Kau tidak bisa membunuhku!!”

“Mbak, ada apa?”

Kedua suster itu berusaha menenangkan Millia. Tapi Millia terus meronta

“Kau tidak bisa membunuhku!!”

Sosok itu berdiri dan mulai mengulurkan tangannya. Millia membelalak.

“Pergi kau!”

“Mbak!”

“PERGI!!”

Sekuat tenaga Millia menyentakkan pegangan kedua suster dan menghambur keluar dari kamarnya.

“Mbak!!”

Millia berlari sekencang-kencangnya meninggalkan ruangannya.

Aku tidak boleh membiarkan dia menangkapku!
Aku tidak bisa membiarkan dia membunuhku dan menarikku ke dalam ruangnya! Harus lari! Lari sejauh-jauhnya!!

“Mbak!! AWASS!!”

Millia hanya bisa mendengar suara dencit ban yang mengerikan itu diikuti oleh suara benturan yang sangat keras. Tubuhnya tiba-tiba terasa panas. Suara berderak dari dalam tubuhnya terdengar mengerikan.

Millia tersentak.

Apakah aku lolos darinya?

Millia merasakan suasana sesaat menjadi sunyi di sekelilingnya. Hal pertama yang dilihatnya kemudian adalah sosok itu. Dia duduk berayun-ayun di sebuah dahan pohon di dekatnya. Millia tertegun. Wanita berambut panjang itu ternyata tidak semengerikan yang dia kira. Sepasang mata itu menatapnya. Merah di tengah kubangan jelaga, tapi bersinar sedih. Perlahan dia menyeringai. Bukan seringai, melainkan senyum yang pahit. Millia merasakan keberanian muncul di hatinya.

Kenapa kau menakutiku?

Aku tidak menakutimu.

Millia tersentak mendengar jawaban itu dalam pikirannya. Apakah sosok itu mencoba berkomunikasi dengannya.

Kau 4li3n?

Bukan.

Lalu kenapa kau muncul?

Aku harus memberitahumu.

Memberitahu apa?

Millia tercengang melihat gambaran-gambaran itu. Seolah proses transfer video terjadi dalam otaknya. Tiba-tiba saja Millia melihat gambaran-gambaran itu dengan jelas.

Perempuan itu mengetik user 4li3n melalui ponselnya yang lain. Perempuan itu menuliskan kata-kata misterius itu sambil tertawa-tawa. Perempuan itu menghubungi teman-temannya satu-satu dan menceritakan rencananya.

“Aku akan bilang kematian yang menimpa Lucky karena 4li3n. Lalu kecelakaan menimpamu. Kemudian Resti dan Kana menghilang. Lalu aku pura-pura diserang orang. Lalu akan kukirim dia pesan. Dia pasti ketakutan!”

Perempuan itu tertawa.

“Julie, apa itu tidak keterlaluan? Lagipula memanfaatkan kematian Lucky itu kejam.”

“Kamu paranoid, Kirei. Aku harus balas dendam pada Millia sialan itu. Aku tidak bisa terima Jo memutuskan aku karena dia!”

“Kamu yakin Millia orangnya?”

“Sangat yakin!”

Millia tertegun.

Ini menggelikan! Aku harus buat perhitungan!

Kau tidak bisa.

Kenapa?

Sosok itu masih terus berayun perlahan ketika menunjuk satu titik. Millia menoleh dan menjerit ngeri melihat kerumunan orang itu. Mobil polisi dan ambulan meraung-raung memekakkan telinga. Millia makin histeris melihat petugas itu membawa sebuah tandu keluar dari kerumunan itu. Dirinya terbaring kaku dengan tulang rusuk dan kepala nyaris hancur terlindas mobil itu.

Tidak!!!

Kenapa kau beritahu aku? Siapa kau?

Aku…Lucky. Aku tidak bisa biarkan Julie memanfaatkan kematianku untuk menakutimu.

Tapi kau telah MEMBUNUHKU!!

***********************

Pukul 00.56

<> >>restifebi : julie, apa kita tidak keterlaluan mempermainkannya?
<> >>julie_chan : sudahlah.
<> >>restifebi: tapi perasaanku tidak enak.

Diam.

<> >>julie_chan : baiklah
<> >>juli_chan : aku akan berterus terang padanya nanti.

<> >>4li3n has entered the room.

Jari Julie mengambang di udara ketika membaca status itu di layar ponselnya.

Tidak mungkin. Hanya aku yang tahu password untuk user itu! Kengerian tiba-tiba merayapi hatinya.

<> >>4li3n : Welcome to the Death_room
<> >>4li3n : jam berdentang 12 kali, pintu death_room telah terbuka
<> >>4li3n : berlanjut kembali, kematian kalian tidak akan tertunda

THE END

Read previous post:  
208
points
(376 words) posted by yosi_hsn 11 years 34 weeks ago
74.2857
Tags: Cerita | cinta | CERPEN | yosi
Read next post:  
Writer Allord
Allord at Welcome To death_room (6 years 41 weeks ago)
80

Waah ceritanya keren nih, lumayan bikin kulit merinding
heheh
Saya jadi dapet inspirasi soal toilet... emang harus ada variasi soal sesuatu yang seharusnya tidak muncul di toilet :p

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at Welcome To death_room (7 years 17 weeks ago)
100

ak... selalu takut sma hantu yg melotot dari jendela.-.
.
ceritanya keren, ak tau cerita ini gara2 ada kasus itu hha -w-

Writer blackhole
blackhole at Welcome To death_room (7 years 34 weeks ago)
80

What a perfect ending!!
awal2 gw kira bakal kayak cerita yg kayak di manga "doubt"...abis sama2 tentang komunitas online sih...hehe ^^v
tapi seremnya nendang ah! Apalagi pas adegan maju...mundur...itu....beneran merinding.
cuma...gw agak sebel juga sm adegan di toilet itu...(kenapa sih, sering banget muncul adegan seperti itu di film horor/thriller???) bikin parno jadinya...~_~
overall endingnya keren bangeeeeeetttt....

Writer Dedalu
Dedalu at Welcome To death_room (7 years 42 weeks ago)
100

astaghfirullah, untung saia bacanya nggak malam malam, hahahaha :D,
saia melihat bahwa yang terbaik dari yang terbaik dari cerpen ini adalah Endingnya yang Sempurna ;-)

Writer jayhawkerz
jayhawkerz at Welcome To death_room (8 years 4 weeks ago)
100

saya nyesel bacanya.. nggak bisa ngapa2in. selalu ada perasaan takut karena ada yang mengintai di balik jendela. ah sial. T_T

Writer SnowDrop
SnowDrop at Welcome To death_room (8 years 4 weeks ago)
80

ga seserem yang gw pikir sih, tapi yang jelas sukses bikin gw males masuk toilet kantor =__=. baca gara2 direkomendasiin vq nih mbak yosi XD

Writer just_hammam
just_hammam at Welcome To death_room (8 years 4 weeks ago)
80

Cerita recomended by hikikomori-vq http://www.kners.com/showpost.php?p=22614&postcount=15
Gila serem bener... untung bacanya tidak malam2...
selamat yosi_hsn... cerita yang seram :O

Writer lavender
lavender at Welcome To death_room (8 years 4 weeks ago)
90

like this.. seperti perpaduan one missed call dan final destination..

Writer nagabenang
nagabenang at Welcome To death_room (8 years 4 weeks ago)
80

hmmm..... hahahah... (karena si hantu mau memperingati tapi malah membuat yang ingin diperingatinya mati) heheheh... (karena... uh, ironis?)

imo, hantunya kurang seram, kecuali di bagian maju, mundur, maju, mundur... dan terlalu banyak tanda seru, yang menurutku malah membuat cerita ini jadi terkesannya "seru" bukannya "tegang" ^^;

Writer Chie_chan
Chie_chan at Welcome To death_room (8 years 4 weeks ago)
100

Lama ga bertandang ke lapak yosi-senpai, aku berkunjung lagi gara-gara rekomendasi di kners. :3 Berkat kesaksian komen-komen lain, tadinya aku mau skimming aja. Tapi gaya penceritaanmu terlalu memikat, jadi tau2 aku udah baca semuanya, dan sekarang ketakutan setengah mati. TT__TT

Writer anggra_t
anggra_t at Welcome To death_room (8 years 4 weeks ago)
100

ah.. nyesal baca ini.. >.<

Writer bobhizz
bobhizz at Welcome To death_room (9 years 21 weeks ago)
100

kren ceritanya...10 poin! :) like this..

Writer ndyw
ndyw at Welcome To death_room (10 years 35 weeks ago)
100

sepuluh buadmu mba
keren abiez
dah layak tuh tuk jadi ide film horor
wew
kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen dah
:D

Writer saniocny
saniocny at Welcome To death_room (10 years 44 weeks ago)
50

horornya dapt banget, akhr crtanya jg gx lgsug ketebak. bgus2, >:D<

Writer moniqmoniq
moniqmoniq at Welcome To death_room (10 years 45 weeks ago)
70

menarik utk sebuah cerita horrrorr =D>

Writer kiks
kiks at Welcome To death_room (11 years 8 weeks ago)
90

keren serem,terasa mencekam sekali

Writer bunda_ery
bunda_ery at Welcome To death_room (11 years 9 weeks ago)
80

aku tidak terlalu menyukai baik cerita maupun film yang berbau horor karena akan sulit bagi saya untuk melupakannya :(

Tapi cerita horor kamu ini bagus cukup membuat saya takut!!!!!

Writer al_fath
al_fath at Welcome To death_room (11 years 13 weeks ago)
30

good

Writer rosedragon
rosedragon at Welcome To death_room (11 years 14 weeks ago)
100

KERENNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN!!! Maaf kalau commentnya tidak membangun, pokoknya saya suka cerita ini. =)

Writer ame268
ame268 at Welcome To death_room (11 years 17 weeks ago)
90

Ceritanya enak kayak burger kesukaan saya! Kata-kata mengalir manis, dapet suasananya deh. karya trus !

Writer Ateng
Ateng at Welcome To death_room (11 years 20 weeks ago)
50

Siapa sebenarnya Allien?,Jullie, bukankah jullie diakhir cerita diterror allien.dan kasihan sekali millia terserang terror hingga ini tokoh memainkan peranan Phobia akut yang naas.siapa Jo Tokoh yang di cintai jullie dan Millia hingga terjadi konplik terror. it's Great job fantasy yos,congratulation.

Writer trisun123
trisun123 at Welcome To death_room (11 years 22 weeks ago)
100

ngeri...
walaupun sebenarnya bosen juga ama sikap karakter utama yg tipikal penakut...huhuhu

Writer whitewings
whitewings at Welcome To death_room (11 years 23 weeks ago)
90

ceritany keren.. endingny ga kpikirain sama aq.. keren... >.<

Writer ramza_nightmare
ramza_nightmare at Welcome To death_room (11 years 24 weeks ago)
80

this is good

Writer Zhang he
Zhang he at Welcome To death_room (11 years 25 weeks ago)
80

Bagus. Bisa kebawa suasana seremnya.

Deskripsi suasana dan perasaan tokoh lumayan. Ending oke ^^

Keep going!

-zhang-

Writer Nanasa
Nanasa at Welcome To death_room (11 years 25 weeks ago)
90

Hebat, Sist :)

Seru n menegangkan.
I Love it :)

Betewe, seperti yg sudah dikatakan teman2, ada beberapa yg salah ketik tuh :o

Yup, semangat ya :D

Writer abc
abc at Welcome To death_room (11 years 25 weeks ago)
80

wah udh bnyak komen2 di bwah...
anyway sbagai penikmat cerita gendre horor, aq terhibur ^^

keep writting mbak ^^

~Salam ABC~

Writer hasnankh
hasnankh at Welcome To death_room (11 years 25 weeks ago)
100

bikin penasaran aja ceritanya, nih, Sensei.Menegangkan. Super horor. Aku paling suka cerita kayak gini nih ... 100% Horor!!
:)

Writer adrian.achyar
adrian.achyar at Welcome To death_room (11 years 25 weeks ago)
80

Aduuuh bu yosi. Kata "to" di judul kok pake kapital?

Membuka komputer? Maksudnya menyalakan komputer?

Eniwey, nice story, bu yosi :)

p.s: saya mau kasih point 8 tapi kalo point-nya jadi 5, maaf ya. Browser saya agak error.

Guys, please read my poems & stories at K.com ^_^

Writer Alfare
Alfare at Welcome To death_room (11 years 26 weeks ago)
80

Maaf, rasanya buatku agak sepele dan pointless.

Maksudku, kayaknya Milly bisa digambarkan sebagai orang yang lebih gigih lagi untuk membangun rasa takut pembaca. Tapi enggak tahu juga sih. Hmm.

Tapi lumayan kok.

Writer dhewy_re
dhewy_re at Welcome To death_room (11 years 26 weeks ago)
80

syeereemmmm......jadi takut chat malam2 neh ;p

aku cukup sering membaca cerita macam begini, baik ide cerita maupun endingnya

Writer alwafiridho
alwafiridho at Welcome To death_room (11 years 26 weeks ago)
90

wow... horor...

Writer secret_letter
secret_letter at Welcome To death_room (11 years 26 weeks ago)
80

horror bgt...
walopun pajang ga bosenin!
bisa nyaingin Scherlock nih... Ganbatte^^

Writer cantabile
cantabile at Welcome To death_room (11 years 26 weeks ago)
100

yos, kayanya kamu berbakat bikin cerita horor deh. keren !! bikin tegang pas mbacanya.

dadun at Welcome To death_room (11 years 26 weeks ago)
90

selesai juga membacanya^^
wah, seremmm. yah, biarpun saya kurang suka cerita horor, tapi karena mbak Yosi yang bikin, lanjut dan lanjutttt terus membaca sampai.... ending. huhhhh, puas sekali saya.
o iya, tuh bener kata ari, ada salahsalah ketik^^ kalo gak sala di bagian makan siang gitu.

Writer ranggamahesa
ranggamahesa at Welcome To death_room (11 years 26 weeks ago)
100

Yosi, aku suka ceritamu. Bikin penasaran ampe abis.

Tapi terus terang, aku gak suka bad ending. huhuhu

Writer kavellania
kavellania at Welcome To death_room (11 years 27 weeks ago)
90

serem, menegangkan. cerita horor yg sangat kreatif. bener kata rina endingnya krg gimanaa gtu. tp syerem jg yah untung aku bacanya siang2 klo gk aku bakalan gk bsa tidur krn kebayang alien

Writer -riNa-
-riNa- at Welcome To death_room (11 years 27 weeks ago)
80

karena panjang, aq harus baca ini dengan status offline. N terbayarkan, aq suka cerita ini.

Ketegangannya terjaga, tapi aq masih kurang suka dengan endingnya.

Writer noir
noir at Welcome To death_room (11 years 27 weeks ago)
80

Tapi endingnya agak mirip dengan The House, atau memang sengaja?

Keluar dari comfort zone memang susah, tapi dirimu sudah berhasil. Hebaaat...

Writer Angel_the9th
Angel_the9th at Welcome To death_room (11 years 27 weeks ago)
90

kereennn

kerennn

Keep working guys

Writer Ari_rasya
Ari_rasya at Welcome To death_room (11 years 27 weeks ago)
100

Huehehe... Congratulation Mbak Yosi ^_^

wah...wah...wah ceritanya seru, Mbak Yosi emang T.O.P dech ;)

btw kyna ad bbrapa yg slh ketik dech, ato ak yg berhalusinasi? =p hehe...

Writer Villam
Villam at Welcome To death_room (11 years 27 weeks ago)
100

yosi yosi...
apa lagi yang mesti kubilang?
hebat. cukup itu deh...
ketegangan yang terjaga.
ending tipikal film 'thriller'.
wkwkwkwk... luar biasa...
mungkin tinggal pembukanya, yang maih rada kurang jelas...

Writer hikikomori-vq
hikikomori-vq at Welcome To death_room (11 years 27 weeks ago)
100

Cerita yang sangat hebat. Aku tidak salah memilih tantangan untukmu. Aku benar2 ga tahu harus bilang apa.

Rasanya aku bakal baca nih cerita berulang - ulang terus mimpiin di waktu tidurku. Dari dulu pingin sekali nulis seperti ini tapi ga pernah bisa.

Beginilah seharusnya horor Indonesia

Jangan lupa posting di mp-mu ya supaya bisa kucopy.

Sekali lagi selamat untuk Yosi!

Writer Super x
Super x at Welcome To death_room (11 years 27 weeks ago)
100

LUAR BIASA WOW!!! KAGUM AKU

Writer pratminiwidyana
pratminiwidyana at Welcome To death_room (11 years 27 weeks ago)
80

Jadi takut ni! He3x.
Sorry, aku gak begitu nyambung diawalnya, tapi setelah baca terus jadi nyambung. Sampeyan dah bisa membangunkan rasa penasaran aku di prolog cerita, penasaran, dan akhirnya meneruskan untuk membaca kelanjutannta.

Writer Bamby Cahyadi
Bamby Cahyadi at Welcome To death_room (11 years 27 weeks ago)
100

Keren-keren. Nilai 10 deh untuk ceritamu.

Walaupun cerita tentang chating sudah cukup banyak, tapi cerita ini memberi nilai lebih, nilai HOROR.

Selamat buat eksperimennya, kayaknya tantangan menulis VQ berhasil dilalui.

Ditunggu ceritamu selanjutnya.