greensasa : Comments

Writer greensasa
greensasa at (6 years 1 week ago)

sedikit flashback... rencananya mau dibuat cerpen singkat eh malah jadi panjang... okey ditunggu kelanjutannya setelah di perbaiki.... terima kasih sudah membaca :D

Writer greensasa
greensasa at (6 years 1 week ago)

siappp... tapi seperti comment diatas... memang saya belum menceritakan dengan detail tentang lokasi jadi pembaca akan sulit membayangkannya ya... akan di perbaiki di sana sini dulu juga ditambah kelanjutannya.....

Writer greensasa
greensasa at (6 years 1 week ago)

siap komandan... akan di perhatikan lagi...
iya lama sekali gak nulis karena kelamaan di papua, skrg sudah kembali ke peradaban kota jadi bisa kembali menulis...
itu infonya sangat2 bermanfaat buat saya... terima kasihhh.... senang deh dapat masukan :D

Writer greensasa
greensasa at (6 years 1 week ago)

ah benar, dicatet.. terima kasih masukannya... sangat bermanfaat buat saya... :D

Writer Monox D. I-Fly
Monox D. I-Fly at (6 years 1 week ago)

Chapter selanjutnya kayaknya bakalan flashback ya? Ditunggu. :)

Writer Putri Prastiwi
Putri Prastiwi at (6 years 2 weeks ago)

Kerjanya Si A cuma ketawa melulu, tapi aku suka sama pesannya... ^^

Writer cat
cat at (6 years 2 weeks ago)

Saya tergelitik untuk membaca karena ada Judul Papuanya.
Selain beberapa hari yang lalu saya baru baca cerbernya Tante Dewi Linggasari (boleh dicari deh. Judulnya kalau tidak salah. Sali, Perempuan Suku Dani. Kalau tidak cari user id Dewi Linggasari).

Soal segala macam teknis menulis sepertinya sudah dikupas ma Om Chi (Shinichi Kudo) jadi saya ingin mengomentari ceritanya saja.

Ini awal, jadi belum tahu arah angin akan berhembus (wkwkwk ... komen gaje).

Tapi saya masih belum bisa membayangkan gimana sih keadaan di tempat yang kamu ceritakan. Lokasi dan sebagainya. Kisah semacam ini, sepertinya perlu memperhatikan cara penyampaian detil-detil tempatnya.

Lalu di awal-awal cerita, penggunaan kata Reina, begitu sering diulang. Dipakai terlalu banyak kali. So coba diakali lagi yah.

Menunggu lanjutannya. Soalnya saya memang lagi mencari-cari cerita dengan setting Papua.

Practices make perfecet.

Cat

Writer pandusaksono
pandusaksono at (6 years 2 weeks ago)

wah, kayaknya bakalan menarik nih, mengupas tentang Papua yang bagi kebanyakan orang Indonesia sendiri masih terasa asing.
ditunggu lanjutannya ya =D

Writer testoramo
testoramo at (6 years 2 weeks ago)

wii

Writer Shinichi
Shinichi at (6 years 2 weeks ago)

sepintas, saya merasa ini adalah posting pertama kamu di Kemudian.com. tapi ternyata kamu termasuk member yang sudah lama mendaftar lalu vakum selama sekian tahun :D selamat datang kembali kalo begitu :)
.
saya belum sampai membahas isi cerpen ini, hanya menyoal redaksi. beberapa hal yang bisa saya lihat adalah kamu masih belum memisahkan "di" sebagai kata depan dengan kata setelahnya. ini juga terjadi pada tulisan kamu yang lama (Anugerah Terindah Darimu). kamu sudah menggunakannya dengan benar di beberapa bagian, tapi "disitu" seperti halnya juga "disini" dan "disana" tetap dipisahkan spasi :)
.
berikutnya adalah tentang kalimat penjelas. saya nggak tahu itu istilah resminya, tapi beberapa penulis menyebutnya demikian: kalimat penjelas atau kalimat pelengkap. jenis kalimat ini selalu berada di sekitar dialog (kalimat langsung). ia dipisahkan tanda kutip. biasanya kalimat penjelas ini selalu berada di belakang atau setelah dialog. bagaimana cara menulisnya? contoh yang bisa langsung saya ambil dari cerpen kamu adalah dialog pertama. saya coba lampirkan:
.
"Mba, tasnya yang mana?" Tegur seorang petugas maskapai disitu dan membuat Reina kembali pada kenyataannya bahwa dia sekarang sudah benar-benar berada ditengah hutan ini.
.
dari dialog di atas, yang saya cetak miring adalah kalimat penjelas. fungsinya tentu menjelaskan dialog sebelumnya. maksudnya menjelaskan dialog itu berlangsung dalam adegan apa, termasuk bagaimana dialog tersebut diucapkan, oleh siapa, dsb. makanya disebut penjelas. selain "disitu" dan "ditengah" yang harusnya dipisah spasi (karena "di" di sana berfungsi sebagai kata depan bukan imbuhan), yang keliru adalah penggunaan kapital pada kata "Tegur". itu keliru. mengapa keliru? saya coba jelaskan.
.
kalimat penjelas adalah satu kesatuan dengan kalimat inti (dalam hal ini adalah dialog sebelumnya). dan ketika suatu kalimat masih berinti sama, maka hanya ada satu penanda, yakni kapital pada kata "Mba". itulah awalnya sebuah kalimat utuh. namun keberadaan "Tegur" di sana membuat rancu. berarti ada dua kalimat dengan dua inti yang berbeda. sedangkan, fungsi kata "tegur" itu sendiri merupakan penjelasan dialog. maka ia masih satu kesatuan dengan dialog tsb. jadilah ia seharusnya tidak diawali kapital. menurut saya, itu otomatis karena aplikasi pengolah dokumen yang kamu gunakan. selalu begitu kok, tapi nggak sesuai dengan EyD.
.
namun, beberapa kalimat setelah dialog memang diawali kapital. saat itu, kalimat tersebut memang punya satu inti berbeda dengan dialog sebelumnya. bagaimana mendeteksi hal ini agar membantu kita dalam menuliskannya dengan tepat? yakni, kamu baca ia satu per satu. coba baca tanpa dialog? apakah itu membuat bingung? jika iya, maka kalimat penjelas tsb tidak cocok diawali kapital. saya bisa bikin contoh:
.
"Apa kabarmu, An?" Tanya Budi pada Ani.
.
kita hilangkan dialog, menjadi:
.
Tanya Budi pada Ani.
.
jelas itu membingungkan. maka, kalimat penjelas "Tanya Budi pada Ani" harus diawali huruf kecil yang menjadikannya satu keutuhan (atau satu inti) dengan dialog sebelumnya. keduanya nggak bisa dibaca terpisah. maka, jika pada contoh yg terdapat di cerpen kamu itu kita baca tanpa dialognya, yang terjadi adalah kebingungan yang sama:
.
Tegur seorang petugas maskapai disitu dan membuat Reina kembali pada kenyataannya bahwa dia sekarang sudah benar-benar berada ditengah hutan ini.
.
secara kalimat utuh (karena diawali huruf kapital pada "tegur"), ini seharusnya nggak bikin bingung. tapi nyatanya iya. dengan kata lain, kalimat tersebut masih satu inti dengan dialog yang kita hilangkan itu. kesimpulan, tegur tidak diawali kapital :) kira-kira begitulah. pada jenis kata lain yang merupakan ciri khas kalimat penjelas, juga berlaku demikian. kata-kata itu termasuk; tanya, ucap, tegur, sebut, teriak, dengus, kata, isak, dsb. semuanya itu, berpedoman pola kalimat yg kamu buat, akan selalu diawali huruf kecil. ehehehehe :) semoga ini bisa membantu.
.
btw, ada juga beberapa typo atau salah ketik. yang begitu, coba hindari dengan membaca ulang beberapa kali. bukankah lebih nyaman menikmati cerita tanpa kesalahan penulisan? :)
.
semoga komentar ini berkenan. kip nulis dan kalakupand.
ahak hak hak :)